Minggu, 26 Maret 2017 WIB

Close

Warga Pulau Pramuka Merasa Keberatan Dengan Ucapan Petinggi FPI Novel

Oleh : Otto Ismail | Senin, 09 Januari 2017 | 15:50 WIB


Petinggi Front Pembela Islam (FPI) Novel Chaidir Hasan. (Foto/Ist)

KEPULAUAN SERIBU, PJ - Warga Pulau Pramuka merasa keberatan dengan ucapan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Novel Chaidir Hasan yang menyebut mereka awam memahami agama.

Salah seorang penjual nasi, Saadah (47), menyatakan, warga Pulau Pramuka adalah penganut Islam taat. Ia menyebut di Pulau Pramuka hanya ada satu keluarga yang beragama bukan Islam.

"Habib apa sih namanya? Novel ya. Dia kata di pulau seribu Islamnya bukan Islam. Di Pulau Seribu cuma dua orang yang agamanya Kristen. Orang pendatang," kata Saadah, Minggu (8/1/2017).

Menurut warga lainnya, Tarni (45), meski mayoritas beragama Islam, warga Pulau Pramuka yang bukan beragama Islam tetap merasa nyaman tinggal di pulau tersebut.

Saking nyamannya, ia menyebut ada sebuah keluarga non-muslim yang seluruh anak-anaknya kemudian menjadi mualaf karena terbiasa berinteraksi dengan warga Pulau Pramuka.

"Anak-anaknya enggak ada satupun yang kristen. Orang tuanya aja yang enggak," ujar Tarni.

Ketua Masjid Jami Al Makmuriah, Faturrahman (70), menjelaskan bahwa cukup banyak orang non-muslim yang menetap di Pulau Pramuka kemudian menjadi mualaf tanpa paksaan.

"Teman saya juga ada yang masuk Islam. Kepala sekolah SMP dulu. Masuk Islam sekeluarga," ujar pensiunan guru yang sudah menetap di Pulau Pramuka sejak 1970 ini.

Pernyataan Novel diketahui disampaikannya saat sidang lanjutan dugaan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakawa Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Menurut Novel, warga yang tertawa saat Ahok menyampaikan pernyataan tentang Alquran Surat Al Maidah ayat 51 adalah orang yang awam.

Namun, sebagai pihak yang menyaksikan langsung saat Ahok menyampaikan sambutannya pada 17 September 2016, warga Pulau Seribu menyatakan tak ada satupun ucapan Ahok yang menyinggung, apalagi menodai agama Islam.


Komentar


Jakarta Timur - 4 jam yang lalu

Sosialisasikan Budaya Betawi, Disparbud Gelar Sapta Pesona

CAWANG, PJ – Pengembangan pariwisata di DKI Jakarta sesuai dengan aturan pelestarian budaya betawi. Untuk..
Jakarta Pusat - 5 jam yang lalu

Organda: Semua Pelaku Usaha Transportasi Ikuti Aturan Permenhub 32

MENTENG, PJ – Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 Tentang transportasi berbasis..
6 jam yang lalu

Pemeriksaan TB Dilakukan Sudin Kesehatan Jakut

TANJUNG PRIOK, PJ – Memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Kegiatan Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH)..
Jakarta Selatan - 7 jam yang lalu

Peringatan Hari Air Sedunia Digelar PD PAM Jaya

CILANDAK, PJ – Peringatan Hari Air Sedunia digelar Perusahaan Daerah (PD) PAM Jaya di area Sarana Penampungan..
Jakarta Pusat - 8 jam yang lalu

Wapres Putuskan 36 Cabang Olahraga Asian Games 2018

SENAYAN, PJ – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla sebagai Ketua Tim Pengarah Kepanitiaan Asian Games 2018,..
Jakarta Timur - 9 jam yang lalu

Sumarsono: Pemprov DKI Optimis Venue Selesai Tepat Waktu

CAWANG, PJ – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menyebut, ada tiga hal yang menjadi fokus..
Bodetabek - 10 jam yang lalu

Ini 11 Kesepakatan Damai Sopir Angkot & Driver Ojek Online di Bogor

BOGOR, PJ - Sopir angkot dan driver ojek online di Bogor sudah sepakat berdamai, Hal ini ,menyusul kericuhan yang..
Jakarta Timur - 11 jam yang lalu

Djan Faridz Turun Gunung, Yakinkan Umat Islam Pendukung Ahok-Djarot

CAKUNG, PJ – Untuk mengembalikan kepercayaan warga di DKI Jakarta, partai pendukung pasangan Calon Gubernur DKI..
Nusantara - 11 jam yang lalu

Teladani Figur Hamka Hadapi Gelombang Globalisasi dan Dinamika Bangsa

PADANG, PJ - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH mengajak..
Jakarta Barat - 11 jam yang lalu

Ridho Rhoma Sudah Dua Tahun Menjadi Budak Narkoba

PALMERAH, PJ - Rupanya diam-diam, Ridho Rhoma sudah lama jadi pencandu narkoba. Pengakuannya kepada polisi sudah..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close