Senin, 27 Maret 2017 WIB

Close
Ojang Sohandi Mantan Bupati Subang di Vonis 8 Tahun oleh Tipikor ,

Ojang Sohandi Mantan Bupati Subang di Vonis 8 Tahun oleh Tipikor

Oleh : Angga Wijaya | Kamis, 12 Januari 2017 | 00:25 WIB


Bupati nonaktif Subang Ojang Sohandi di jatuhi vonis hukuman delapan tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Bandung - (foto/ist)

BANDUNG , PJ – Bupati nonaktif Subang Ojang Sohandi di jatuhi vonis hukuman delapan tahun penjara  oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Bandung. Ojang Sohandi terbukti melakukan tindak pidana gratifikasi penanganan kasus korupsi kapitasi BPJS Kabupaten Subang Tahun Anggaran (TA) 2014, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Selain hukuman fisik, Ojang juga diharuskan membayar denda Rp 300 juta atau subsider kurungan empat bulan penjara.

Sidang putusan dengan terdakwa Ojang Sohandi itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jalan RE Martadinata (Riau) Kota Bandung, Rabu 11/1/2017.  Ketua majelis hakim Longser Sormin mengetuk palu menandai tuntasnya sidang agenda putusan terhadap terdakwa sekitar pukul 19.30 WIB. Sidang sendiri baru dimulai pukul 17.30 WIB dari agenda semula yang dijadwalkan pukul 12.00 WIB.

"Mengadili, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana delapan tahun penjara dengan denda Rp 300 juta," ujar Longser dalam amar putusannya.

Vonis terhadap Ojang ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Desember lalu, Jaksa KPK, menuntut Ojang agar dihukum sembilan tahun penjara dengan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.

Hakim menilai, Ojang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena melakukan korupsi sebagaimana diatur Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 13 UU Tipikor jo 55 ayat (1) ke-1, jo Pasal 65 ayat 1 KUHPidana. Dakwaan kedua Pasal 12 B UU Tipikor jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana, dakwaan ketiga Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU N 31 Tahun 1999. Lalu dakwaan keempat Pasal 3 UU RI No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 KUHP.

Dalam pertimbangannya, hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan tidak pernah dihukum serta mengakui perbuatannya dan koperatif dalam mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Adapun untuk TPPU, terdakwa selaku kepala daerah tidak berperan aktif mendukung program Pemerintah memberantas korupsi dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat selaku pemimpin daerah. Atas putusan tersebut Ojang langsung menerima. Sedangkan JPU KPK memilih pikir-pikir.

Perbuatan terdakwa bermula ketika Ojang Sohandi dan Jajang Abdul Kholik, serta Lenih Marliani (berkas terpisah) memberikan uang sejumlah Rp 100 juta pada 31 Maret 2016 dan Rp 100 juta pada 11 April 2016 kepada Jaksa Kejati Fahri Nurmallo dan Deviyanti Rochaeni.

Fahri Nurmallo dan Deviyanti Rochaeni merupakan jaksa penuntut umum dalam perkara korupsi penyalahgunaan anggaran dalam pengelolaan dan kapitasi pada program jaminan kesehatan nasional tahun anggaran 2014 di Dinkes Subang dengan tersangka Jajang Abdul Holik selaku Kabid Pelayanan kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Ojang juga menerima uang atau barang yang diduga sebagai gratifikasi atau suap di kantor Bupati Subang, Rumah Dinas dan beberapa tempat lain pada periode 1 Oktober 2012 hingga 9 April 2016. Di antaranya yakni menerima Rp 6,190 miliar dari Kabid Pengadaan dan Pengembangan Pegawai BKD Heri Tantan Sumaryana, satu unit Mobil jeep dan uang tunai Rp 190 juta dari Plt Kadinkes Subang Elita Budiarti, Rp 1,35 miliar dari Kadisdik Subang Engkus Kusdinar dan Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Heri Sopandi.

Selain itu Ojang juga menerima duit Rp 1,150 miliar dari mantan Kadis Binamarga dan Pengairan Subang H Umar, serta uang tunai Rp 9,590 miliar melalui ajudannya, Rp 17,600 miliar melalui Direktur BPR Subang dan Rp 420 juta melalui Wakil Ketua I DPRD Subang.

Ojang menerima uang tersebut selama periode 2012-2013 dan 2013-2018. Totalnya terdakwa menerima Rp 38.293 miliar. Dia juga menggunakan uang hasil TPPU senilai Rp 60,323 miliar pada kurun waktu Oktober 2011 sampai April 2016 untuk membeli tanah, kendaraan dengan nama orang lain, serta membiayai kegiatan-kegiatan lainnya.

Uang  tersebut digunakan untuk membeli kendaraan , tanah, ternak sapi , dan bangunan. Didalam dakwaan tersebut , Ojang beberapa kali memberikan berupa uang tunai kepada mantan Bupati Subang sebelumnya yaitu Eep Hidayat hingga Rp 2,491 miliar dan membagikan kepada anggota Komisi A dan D DPRD  Kabupaten Subang.

 


Fokus : Ojang Sohandi Mantan Bupati Subang di Vonis 8 Tahun oleh Tipikor


Komentar


11 menit yang lalu

Organisasi Banteng Muda Indonesia Gelar Pasar Murah

MENTENG, PJ - Isu SARA yang menyerang pasangan cagub dan cawagub nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot..
Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Revisi Permen 32 Menjadi Legitimasi Taksi Online

GAMBIR, PJ - Revisi Peraturan Menteri (PM) 32 Tahun 2016 yang dilakukan Pemerintah tentang Angkutan Orang Dengan..
Bodetabek - 5 jam yang lalu

Tiket KA Mudik Jurusan Jateng & Jatim Ludes Dalam Hitungan Menit

BEKASI, PJ - Penjualan tiket Kereta Api yang dibuka secara online diserbu masyarakat dalam hitungan menit. Tiket..
Jakarta Timur - 5 jam yang lalu

Agung Laksono Programnya Ahok Ini Sangat Islami, Pro Pada Islam

CIPINANG CEMPEDAK, PJ - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar (PG) Agung Laksono menggelar pengajian di kediamannya di..
Jakarta Pusat - 6 jam yang lalu

Djarot : Islam Sejuk Penuh Kasih Sayang, Merangkul Bukan Memukul

GAMBIR, PJ - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menegaskan bahwa Islam yang rahmatan lilalamin..
Balaikota - 6 jam yang lalu

Revisi Permenhub, Angkutan Online di Jakarta Harus Pakai Tanda Khusus

BALAIKOTA, PJ - Revisi Peraturan Menteri Perhubungan terkait transportasi berbasis aplikasi online adalah momentum..
Jakarta Selatan - 7 jam yang lalu

Ganjar: Pemprov DKI Berencana Beli Bawang Merah Petani di Jateng

KEBAYORAN BARU, PJ – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, Pemrintah Provinsi (Pemprov) DKI..
Jakarta Timur - 8 jam yang lalu

Jusuf Kalla : Wisma Atlet Kemayoran Akan Diwariskan ke Masyarakat

CAWANG, PJ – Wisma Atlet Kemayoran yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 mendatang,di Jakarta. Nantinya..
Bodetabek - 8 jam yang lalu

Satu Suporter Persita Tewas Akibat Bentrokan

TANGERANG, PJ - Keributan massa suporter sepakbola pecah bahkan merenggut korban jiwa berlangsung di Jalan KH. Hasyim..
Jakarta Timur - 8 jam yang lalu

Ahok: Menshalatkan Jenazah Karena Panggilan dan Wajib Hukumnya

CIPINANG, PJ - Kabar penolakan mensalatan jenazah pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat kembali..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close