Kamis, 15 Nopember 2018 WIB

GH Sutedjo Meninggal Dunia,

PSSI Dirundung Duka, GH Sutedjo Meninggal Dunia

Oleh : Angga Wijaya | Adhi/Mike Wangge | Jumat, 07 April 2017 | 18:45 WIB


Almarhum H.DR. Gatot Hariyo Sutejo bin H.Mulyono (foto/Adhi-PJ)

CAWANG, PJ – “Inaalillahi Wainnailahi Rojiun” telah meninggal dunia pukul 08.15 wib di RS Harapan Kita, Abang, saudara kita, Bapak GH Sutedjo,” demikian kabar singkat lewat WA sampai di meja redaksi Porosjakrta.com.

Khabar duka itu disebarkan oleh Deputi Sekjen PSSI, Fanny Iriawan ke seluruh media peliput setia sepakbola Indonesia. Di meja Redaksi rubrik Arena yang juga membidangi Olahraga turut menyampaikan duka mendalam untuk seluruh jajaran PSSI.

Begitu mendengar nama Tedjo, seluruh pikiran tercurah pada kehebatan, sepak terjan, dan semua kelebihan almarhum yang sudah ia sumbangkan untuk PSSI, dan juga untuk sepakbola Jakarta khususnya Jakarta Timur. Luar basa sebut salah satu tim redaksi porosjakarta.com.

Almarhum H.DR. Gatot Hariyo Sutejo bin H.Mulyono (tengah)     (foto/Adhi-PJ)

Mantan pemain Timnas Indonesia Binatama era 1979, Gatot Hariyo Sutedjo atau dikenal G.H, menghembuskan napas terakhir pada pukul 08.15 Jumat (7/4/2017) pagi tadi. Ia meninggal justru setelah semalam baru saja diadakan tahlilan di rumahnya, untuk putra ketiganya, Septian Duta Andika (Dika) yang baru meninggal 40 hari lalu.

Dan, ternyata hari ini pria humoris yang begitu diharapkan dapat memberi sumbangsi besar untuk sepakbola Indonesia ini harus pergi menyusul putranya, pergi mendahului kita semua.

Kami tak bisa berbuat banyak atas kepergiannya kecuali mengiringinya dengan ungkapan bahwa orang baik memang sering kali harus selalu pergi mendahului kita. Ini perumpamaan yang sering disampaikan untuk mereka yang menghadap Sang Khalik secara mengejutkan. Kesan itu pula yang mengiringi kepergian Gatot Hariyo Sutejo.

Mantan pemain PSSI Binatama, Ketua Pengcab PSSI Jakarta Timur selama beberapa periode dan masih dijabatnya, dan kini mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Perencanaan & Pengembangan PSSI di era kepemimpinan Pangkostrad Edy Rahmayadi, telah dipanggil menghadap Sang Pencipta Jumat (7/4) sekitar pukul 08.15 WIB.

Almarhum H.DR. Gatot Hariyo Sutejo bin H.Mulyono, lahir 24 Agustus 1961, wafat 7 April 2017, dimakamkan Bada Ashar di TPU Kebon Pala, kawasan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Di situ pula almarhum ibunya dimakamkan, dan kemudian putra kesayangannya, Septian Duta Andika.

Tejo, sapaan akrabnya, terkena serangan jantung setelah menunaikan Sholat Subuh bersama istrinya di kediaman mereka di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit jantung Harapan Kita. Namun, Tuhan kemudian memanggilnya di sana.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Dimas, anak lelaki keduanya, tahun ini baru kuliah di Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, Jatim. Dimas menjadi tumpuan hatinya setelah Septian Duta Andika, putra tertuanya, sudah lebih dulu mendahului dipanggil Sang Khalik pada 8 Februari 2017 lalu.

Kamis (6/4) malam, almarhum bersama istri dan keluarga besar mereka masih berkumpul bersama di rumah ibunya di Lubang Buaya 61, berhadapan dengan rumah yang ditempatinya bersama istrinya.

Sudah dua pekan ini setiap Kamis malam ada tahlilan untuk memanajatkan zikir dan doa kepada almarhum Dika, sapaan akrab Septian Duta Andika yang baru berusia 23 tahun, lahir 19 September 1993 di Solo.

Tahlilan Kamis malaman itu memperpanjang shalawat, zikir dan doa bagi almarhum Dika yang selama 40 hari berturut-turut sebelumnya digelar GH Sutejo, wujud kecintaan luar biasa mereka pada si sulung Dika yang tenagh menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta.

Sudah beberapa bulan ini pula almarhum GH Sutejo menggelar pengajian dan zikir di kediamannya, setiap Sabtu. Untuk itu almarhum mengundang sahabat-sahabatnya, baik dari kalangan mantan pemain nasional, wartawan, teman-teman lamanya semasa bersekolah, dan karyawan dari Kantor Pelayanan & Penyidikan Bea Cukai A (KPPBCA), Bogor, tempat terakhir ia berlabuh.

"Saudara, sahabat, teman-teman, sudah saatnya kita lebih mengutamakan kecintaan pada Allah SWT. Untuk itu diharapkan kehadirannya pada acara pengajian dan zikir...," demikian kalimat yang kerap dituliskan almarhum pada undangan melalui grup whatssapp.

Hari ini, kerabat dan seluruh sahabatnya berdatangan ke rumah duka sejak pagi hari, sebagian ada yang langsung ke RSJ Harapan Kita. Mereka serasa tidak percaya, kepergiannya demikian tak terduga. Beberapa pengurus teras PSSI datang ke rumah duka, antara lain Wakil Ketua Umum Joko Driyono, Dodik Wijanarko.

Beberapa anggota Exco PSSI turut mengantar almarhum hingga ke peristirahatan terakhirnya di TPU Kebon Pala, Kampung Makassar, antaranya Gusti Randa, serta pembina Persija Jakarta Ferry Paulus, dan Wakil Sekjen PSSI Vani Irawan.

Ucapan belasungkawa dengan nuansa kesedihan yang mendalam disampaikan mantan-mantan pemain nasional, terutama yang satu angkatan dengannya di tim PSSI Binatama.

Alarhum GH Sutejo sempat lama menekuni sepakbola, bergabung di klub Angkasa, yang bermaterikan anak-anak muda dari keluarga TNI-AU. Almarhum terpilih dalam tim nasional yang dikenal dengan nama PSSI Binatama, yang antara Oktober 1979 hingga Mei 1980 berlatih di Brasil.

Mereka yang diberangkatkan ke Brasil ini adalah Bambang Nurdiansyah (Arseto Solo), Bambang Sunarto & Mundari Karya (Jaka Utama Lampung), Endang Tirtana (Warna Agung), Subangkit (Persebaya Surabaya), Bonar Tobing (Jayakarta),

Budi Yohanis (Indonesia Muda Surabaya), Aun Harhara, Suapri & David Sulaksmono (Jayakarta), Nasir Salasa (PSM Ujungpandang), Didik Darmadi (Persis Solo), Salim Alkatiri (Perkesa 78), Haryanto (Tidar Sakti Magelang), Berti Tutuarima (Bintang Timur Jakarta), Chris Wakano (PMS Ujungpandang), Imam Hambali (Perkesa 78), Yong Cahyono (Buana Putra Jakarta), Yusmadi (Persiraja Banda Aceh), dan Joko Irianto (Persebaya Surabaya).

Belakangan almarhum GH Sutejo memilih untuk fokus pada pekerjaannya di Bea Cukai, dan bahkan dengan status kepangkatan eselon satu yang disandangnya almarhum sempat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Dirjen Bea Cukai.

Almarhum GH Sutejo nyaris tak pernah sendiri, karena sahabatnya begitu banyak. Hubungannya dengan mantan-mantan pemain timnas PSSI juga sangat erat. Mereka meminta almarhum untuk mengetuai Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI), yang punya satu hak suara untuk Kongres PSSI.

Mereka setiap saat berkumpul di kediaman almarhum di kawasan Lubang Buaya itu, sering juga di ruangan kerjanya sebagai Ketua Pengcab PSSI Jaktim di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur.

Mereka pastilah kehilangan almarhum. Kepergian almarhum tentu juga ikut menyesakkan PSSI. Sepakbola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Selamat jalan, sahabat Gatot Hariyo Sutejo... ….[]

  

 

 

 


Fokus : GH Sutedjo Meninggal Dunia


Komentar


Jakarta Selatan - 16 jam yang lalu

Menteri Syafruddin ; Ini Dua Tantangan Besar Akan Dihadapi Generasi Muda

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin..
Jakarta Timur - 1 hari yang lalu

Presiden Jokowi, Sambangi Rumah Makan Khas Indonesia di Singapura

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA -  Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri KTT ke-33..
Seleberita - 1 hari yang lalu

Sang Alang Rilis Lagu ‘Sontoloyo’ dengan Nuansa Karnaval

POROSJAKARTA.COM, PADANG - Menepikan substansi lagunya, Sang Alang membuktikan kematangannya sebagai  seorang..
Jakarta Selatan - 2 hari yang lalu

Menteri Syafruddin Lepas Relawan CPNS PUPR ke Lombok

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin..
Bodetabek - 2 hari yang lalu

Ketum PSI, Grace Natalie: Perbedaan Politisi Zaman Old dan Generasi Optimis

POROSJAKARTA.COM, TANGERANG - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam pidatonya saat ulang..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Kata Ketua IDI, Ini Alasan Orang Indonesia Tertarik Berobat ke Singapura

POROSJAKARTA.COM, SENEN - Pasien Indonesia terutama kalangan berduit, seperti pejabat, pengusaha dan artis rupanya..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Inovasi Teknologi Cuci Otak RSPAD dan PT Clinique Suisse Kerjasama untuk Pasien Vietnam

POROSJAKARTA.COM, SENEN - Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia  menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Pusat..
Nusantara - 3 hari yang lalu

Pembicara di Dialog Nasional Indonesia Maju, Menhub Budi Karya Sumadi Paparkan Keberhasilan Pemerintahan Jokowi-JK

POROSJAKARTA.COM, SOLO - Dalam acara yang bertepatan di Hari Pahlawan  10 November 2018, Menteri..
Jakarta Barat - 3 hari yang lalu

Cinta Rasulullah, YPP Al-Kamal Jakarta Bersama Majelis Nurul Musthofa Gelar Maulid Nabi

POROSJAKARTA.COM, KEDOYA - Yayasan Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta bersama Majelis Nurul Musthofa pimpinan Al Habib..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Sinergitas Bersama Masyarakat Dalam Mewujudkan Keamanan Wilayah

POROSJAKARTA.COM, PAPUA - Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama personel Kodim 1714/Puncak Jaya melaksanakan..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close