Sabtu, 19 Januari 2019 WIB

Peduli Gempa Palu, Pelukis Jakarta Melukis Bersama

Oleh : Abuzakir Ahmad | Senin, 15 Oktober 2018 | 13:46 WIB


GN foto bersama pelukis Ecuador Sigifredo Camacho pada pameran lukisan "Spirit for Palu di Museum Senirupa & Keramik Kota Tua, Jakarta, Minggu, (7/10/2018). [Foto/ PJ]

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pelukis Muslim Agoes Noegroho atau Goesnoeg atau biasa disapa GN, mengaku merasa terpanggil untuk berpartisipasi dalam acara kegiatan amal, sosial  kemanusiaan yang berlangsung di Museum Seni Rupa & Keramik Kota Tua Jakarta Barat dari tanggal 3-17 Oktober.

Tema "Spirit For Palu" merupakan kerja sama antara kedutaan besar Equador di  Indonesia dengan pihak Museum Seni Rupa & Keramik, dimana karya-karya pelukis tersebut akan dilelang dan hasilnya disumbangkan pada korban musibah Kota Palu dan Kabupaten Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah.

"Melukis bersama merupakan moment yang harus disupport dengan  jiwa ikhlas untuk peduli sesama, baik sebangsa setanah air, maupun internasional." ungkap GN pada porosjakarta.com, Senin (15/10/2018).

Alumnus Seni Rupa Institu Teknologi Bandung (ITB) yang selalu tampil modis, rapih dan wangi ini mengaku, sudah berpameran tunggal sejak kelas IV Sekolah Dasar di Semarang.

Saat melukis, GN sengaja mengenakan  kostum ala Si Pitung yakni, stelan hitam berkalung sarung dan berpeci. Gayanya  selalu akrab tentu sangat berbeda dengan pelukis yang berpartisipasi dalam event mulia tersebut.

Melihat penampilan dan keramahan GN membuat pelukis Equador Sigifredo Camacho yang sedang pameran tunggal di museum tersebut, beberapa staff Kedutaan Besar Equador dan para pelukis lainnya ingin berfoto bersamanya. Apalagi GN diketahui sudah go internasional sejak masih di SLTA pada 1974, ikuti pameran di Bonn (Jerman) dan Marsheille (Perancis).

Keikutsertaan GN, murni karena event ini "Spirit for Palu" dinilainya "sangat mulia" dengan  penghargaan tinggi kepada para pelukis yang sangat antusias dan bahagia berkarya untuk amal kemanusiaan.

Di mata GN, tidak boleh menilai pada tingkat apa para pelukis yang berjiwa mulia dalam kesenimanannya. Yang jelas, keikhlasan pelukis-pelukis itu kelak akan mendapat keadilan dan berharga di mata Allah SWT.

Hasil karya yang sangat beragam dengan bebas merespon tema, menunjukkan pula keberagaman aliran, gaya dan filosofi masing-masing pelukis, termasuk beberapa pelukis wanita.

GN dengan gaya modern minimalist sufistiknya yang paling berbeda. Art metterial memadukan antara; acrylic, modeling pasta (zamote), methalic stiker hingga emas lempeng. Hal itu tidak dilakukan pelukis lain.

Unique dengan synopsis dibalik lukisan GN berjudul, "Kepasrahan Sang Hamba Dalam Iman Islam Kaffah". Merupakan suatu ungkapan yang lebih mengajak atau mengingatkan manusia sebagai  mahluq Sang Khaliq. Bagaiamana menyikapi dan menerima ujian, bukan bencana, Tuhan dengan senantiasa mengedepankan syukur nikmat.

Dibalik semua kejadian, gempa dan tsumami Sulteng, pasti ada hikmah yang dapat dipetik bagi yang masih selamat dan hidup. Bagi para korban meninggal atau  ditemukan jenazahnya atau hilang di telan bumi di do'akan masuk pada golongan mati syahid oleh Allah SWT.

Kehancuran sebuah desa, kota atau alam, tidaklah sedahsyat kehancuran moral para manusia yang masih hidup. Apalagi yang mengaku sebagai ummaroh, pejabat yang khianat akan sumpahnya kepada Tuhan.

GN bersama lukisannya di depan Museum Seni Rupa & Keramik Kota Tua, Jakarta, Minggu (7/10/2018). [Foto/ PJ]

Dia berharap, kegiatan seperti ini,  sosial kemanusiaan, menjadi satu tradisi yang baik. Bisa direspon baik dari berbagai pihak seperti musisi, seniman, pelukis, sastrawan atau dari politisi sendiri punya gerakan kepedulian dengan caranya sendiri

Sebuah ungkapan pemahaman hidup seorang GN yakni, Hakikat berkarya seorang insan yang berketuhanan ; Apapun keahlian, profesi atau mata pencaharian merupakan sebuah ritus spritual kehadapan Tuhan (Sang Khaliq) nya. Inilah bahan mata tasbih yang akan dirangkai sepanjang kurun usianya.

Satu lagi, menurut GN penggunaan kata "bencana" lebih arif jika diganti dgn kata "ujian" atau 'musibah'. Menurutnya,  Allah belum menurunkan bencana karena manusia, mahluk apapun tidak sanggup menjalaninya.

"Jadi yang tepat adalah kata ujian atau musibah atau peringatan," pungkasnya. [PJ/ Abuzakir Ahmad]


Komentar


Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Jika Gagal Revisi PP, Perangkat Desa Bakal Polisikan Presiden

POROSJAKARTA.COM, MENTENG – Sudir Santoso selaku kuasa hukum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) akan..
Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Astari Indah Vernideani Juara Miss Tourism Internasional 2018-2019

POROSJAKARTA.COM, GAMBIR - Masyarakat Indonesia tentu merasa bangga atas torehan gemilang yang diraih oleh Putri..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Pejabat Militer Asli Papua Sangat Dibutuhkan di Pedalaman Papua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Sudah saatnya Jabatan-jabatan strategis militer di Papua diutamakan dijabat oleh prajurit..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Pertamina, PTBA dan Air Products Sepakati Bentuk Joint Venture Clean Energy

POROSJAKARTA.COM, TANAH ABANG - PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan "Air Product and Chemicals Inc"..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Yusuf Makuta : Kedatangan Jokowi ke Gorontalo Dapat Mendongkrak Suara PDIP

POROSJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Pileg dan Pilpres makin dekat, tentu saja kampanye dan konsolidasi partai atau caleg..
Film - 3 hari yang lalu

Film “Cinta Anak Negeri” Sajikan Pesan Moral Persatuan dan Toleransi

POROSJAKARTA.COM, MANGGA BESAR– Sambut pesta demokrasi pada 17 April mendatang, Padma Film Produdction dan..
Jakarta Utara - 3 hari yang lalu

Reses di Lodan Ancol, Steven Setiabudi Musa Infokan Pada Warga Jumlah Penerima Lansia Akan Ditambah

POROSJAKARTA.COM - ANCOL - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Steven Setiabudi Musa,..
Khas - 3 hari yang lalu

KBRI Suva Sambangi Camp TKI di Nadi, Fiji

POROSJAKARTA.COM - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kepulauan Fiji di Suva,..
Jakarta Utara - 3 hari yang lalu

Reses di Pademangan Timur, Steven Setiabudi Musa Ingatkan Warga Agar Manfaatkan Fasilitas Pemerintah

POROSJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Steven Setiabudi Musa,..
Jakarta Utara - 4 hari yang lalu

Ibu Ida, Warga Warakas Tersenyum, Himpitan Ekonomi Mendapat Jawaban Positif dari Anggota DPRD DKI Steven Setiabudi Musa

POROSJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK -  Salah satu warga Warakas, Ibu Ida (34) boleh bernapas lega. Permasalahan..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close