Kamis, 15 Nopember 2018 WIB

Peduli Gempa Palu, Pelukis Jakarta Melukis Bersama

Oleh : Abuzakir Ahmad | Senin, 15 Oktober 2018 | 13:46 WIB


GN foto bersama pelukis Ecuador Sigifredo Camacho pada pameran lukisan "Spirit for Palu di Museum Senirupa & Keramik Kota Tua, Jakarta, Minggu, (7/10/2018). [Foto/ PJ]

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pelukis Muslim Agoes Noegroho atau Goesnoeg atau biasa disapa GN, mengaku merasa terpanggil untuk berpartisipasi dalam acara kegiatan amal, sosial  kemanusiaan yang berlangsung di Museum Seni Rupa & Keramik Kota Tua Jakarta Barat dari tanggal 3-17 Oktober.

Tema "Spirit For Palu" merupakan kerja sama antara kedutaan besar Equador di  Indonesia dengan pihak Museum Seni Rupa & Keramik, dimana karya-karya pelukis tersebut akan dilelang dan hasilnya disumbangkan pada korban musibah Kota Palu dan Kabupaten Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah.

"Melukis bersama merupakan moment yang harus disupport dengan  jiwa ikhlas untuk peduli sesama, baik sebangsa setanah air, maupun internasional." ungkap GN pada porosjakarta.com, Senin (15/10/2018).

Alumnus Seni Rupa Institu Teknologi Bandung (ITB) yang selalu tampil modis, rapih dan wangi ini mengaku, sudah berpameran tunggal sejak kelas IV Sekolah Dasar di Semarang.

Saat melukis, GN sengaja mengenakan  kostum ala Si Pitung yakni, stelan hitam berkalung sarung dan berpeci. Gayanya  selalu akrab tentu sangat berbeda dengan pelukis yang berpartisipasi dalam event mulia tersebut.

Melihat penampilan dan keramahan GN membuat pelukis Equador Sigifredo Camacho yang sedang pameran tunggal di museum tersebut, beberapa staff Kedutaan Besar Equador dan para pelukis lainnya ingin berfoto bersamanya. Apalagi GN diketahui sudah go internasional sejak masih di SLTA pada 1974, ikuti pameran di Bonn (Jerman) dan Marsheille (Perancis).

Keikutsertaan GN, murni karena event ini "Spirit for Palu" dinilainya "sangat mulia" dengan  penghargaan tinggi kepada para pelukis yang sangat antusias dan bahagia berkarya untuk amal kemanusiaan.

Di mata GN, tidak boleh menilai pada tingkat apa para pelukis yang berjiwa mulia dalam kesenimanannya. Yang jelas, keikhlasan pelukis-pelukis itu kelak akan mendapat keadilan dan berharga di mata Allah SWT.

Hasil karya yang sangat beragam dengan bebas merespon tema, menunjukkan pula keberagaman aliran, gaya dan filosofi masing-masing pelukis, termasuk beberapa pelukis wanita.

GN dengan gaya modern minimalist sufistiknya yang paling berbeda. Art metterial memadukan antara; acrylic, modeling pasta (zamote), methalic stiker hingga emas lempeng. Hal itu tidak dilakukan pelukis lain.

Unique dengan synopsis dibalik lukisan GN berjudul, "Kepasrahan Sang Hamba Dalam Iman Islam Kaffah". Merupakan suatu ungkapan yang lebih mengajak atau mengingatkan manusia sebagai  mahluq Sang Khaliq. Bagaiamana menyikapi dan menerima ujian, bukan bencana, Tuhan dengan senantiasa mengedepankan syukur nikmat.

Dibalik semua kejadian, gempa dan tsumami Sulteng, pasti ada hikmah yang dapat dipetik bagi yang masih selamat dan hidup. Bagi para korban meninggal atau  ditemukan jenazahnya atau hilang di telan bumi di do'akan masuk pada golongan mati syahid oleh Allah SWT.

Kehancuran sebuah desa, kota atau alam, tidaklah sedahsyat kehancuran moral para manusia yang masih hidup. Apalagi yang mengaku sebagai ummaroh, pejabat yang khianat akan sumpahnya kepada Tuhan.

GN bersama lukisannya di depan Museum Seni Rupa & Keramik Kota Tua, Jakarta, Minggu (7/10/2018). [Foto/ PJ]

Dia berharap, kegiatan seperti ini,  sosial kemanusiaan, menjadi satu tradisi yang baik. Bisa direspon baik dari berbagai pihak seperti musisi, seniman, pelukis, sastrawan atau dari politisi sendiri punya gerakan kepedulian dengan caranya sendiri

Sebuah ungkapan pemahaman hidup seorang GN yakni, Hakikat berkarya seorang insan yang berketuhanan ; Apapun keahlian, profesi atau mata pencaharian merupakan sebuah ritus spritual kehadapan Tuhan (Sang Khaliq) nya. Inilah bahan mata tasbih yang akan dirangkai sepanjang kurun usianya.

Satu lagi, menurut GN penggunaan kata "bencana" lebih arif jika diganti dgn kata "ujian" atau 'musibah'. Menurutnya,  Allah belum menurunkan bencana karena manusia, mahluk apapun tidak sanggup menjalaninya.

"Jadi yang tepat adalah kata ujian atau musibah atau peringatan," pungkasnya. [PJ/ Abuzakir Ahmad]


Komentar


Jakarta Selatan - 16 jam yang lalu

Menteri Syafruddin ; Ini Dua Tantangan Besar Akan Dihadapi Generasi Muda

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin..
Jakarta Timur - 1 hari yang lalu

Presiden Jokowi, Sambangi Rumah Makan Khas Indonesia di Singapura

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA -  Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri KTT ke-33..
Seleberita - 1 hari yang lalu

Sang Alang Rilis Lagu ‘Sontoloyo’ dengan Nuansa Karnaval

POROSJAKARTA.COM, PADANG - Menepikan substansi lagunya, Sang Alang membuktikan kematangannya sebagai  seorang..
Jakarta Selatan - 2 hari yang lalu

Menteri Syafruddin Lepas Relawan CPNS PUPR ke Lombok

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin..
Bodetabek - 2 hari yang lalu

Ketum PSI, Grace Natalie: Perbedaan Politisi Zaman Old dan Generasi Optimis

POROSJAKARTA.COM, TANGERANG - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam pidatonya saat ulang..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Kata Ketua IDI, Ini Alasan Orang Indonesia Tertarik Berobat ke Singapura

POROSJAKARTA.COM, SENEN - Pasien Indonesia terutama kalangan berduit, seperti pejabat, pengusaha dan artis rupanya..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Inovasi Teknologi Cuci Otak RSPAD dan PT Clinique Suisse Kerjasama untuk Pasien Vietnam

POROSJAKARTA.COM, SENEN - Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia  menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Pusat..
Nusantara - 3 hari yang lalu

Pembicara di Dialog Nasional Indonesia Maju, Menhub Budi Karya Sumadi Paparkan Keberhasilan Pemerintahan Jokowi-JK

POROSJAKARTA.COM, SOLO - Dalam acara yang bertepatan di Hari Pahlawan  10 November 2018, Menteri..
Jakarta Barat - 3 hari yang lalu

Cinta Rasulullah, YPP Al-Kamal Jakarta Bersama Majelis Nurul Musthofa Gelar Maulid Nabi

POROSJAKARTA.COM, KEDOYA - Yayasan Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta bersama Majelis Nurul Musthofa pimpinan Al Habib..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Sinergitas Bersama Masyarakat Dalam Mewujudkan Keamanan Wilayah

POROSJAKARTA.COM, PAPUA - Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama personel Kodim 1714/Puncak Jaya melaksanakan..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close