Sabtu, 19 Januari 2019 WIB

Hasil Uji Coba Sistem Rujukan Online, Sejumlah Hal Harus Dibenahi

Oleh : Abuzakir Ahmad | Rabu, 31 Oktober 2018 | 22:18 WIB


(Foto: PJ/ Zaki) Budi Mohamad Arief dan petinggi BPJS pada acara Konferensi Pers di Gedung BPJS, Jl. Letjen Soeprapto Cempaka Putih Jakpus, Rabu (31/10).

POROSJAKARTA.COM, CEMPAKA PUTIH - Pelayanan BPJS terus diupayakan, agar pelayanan kesehatan pada masyarakat dapat dilakukan dengan baik terutama rujukan online.

Maka dari itu, pihak BPJS melakukan uji coba penerapan digitalisasi rujukan online dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan itu sudah selesai dilakukan tepat pada 31 Oktober 2018.

Uji coba yang berlangsung selama dua bulan tersebut diakui pihak BPJS banyak mendapat masukan-masukan konstruktif dari fasilitas kesehatan pemerintah peserta maupun pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Budi Mohamad Arief, selaku Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, sepanjang uji coba sejak 15 Agustus hingga 31 Oktober 2018, tentu banyak yang diperoleh.

Masyarakat juga sebenarnya sudah terbiasa dengan rujukan online, terutama untuk fasilitas kesehatan. Lalu teredukasinya  fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan P-Care.

Selain itu, teredukasinya Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk semantiasa melengkapi dan mengupdate data kompetensi dan saran.

Hasil uji coba menunjukkan, sistem aplikasi online yang selama ini digunakan seperti P-Care di FKTP dan Vclaim FKRTL berjalan dengan baik.

FKTP juga semakin mudah dalam menentukan tujuan rujukan karena informasi jadwal praktek dokter spesialis  dan subspesialis yang lebih up to date serta terdapat tanggal pilihan berkunjung ke FKRTL.

"Hasil lain yang cukup memberikan dampak adalah terjadi pergeseran proporsi pelayanan yang biasanya menumpuk di rumah sakit kelas A dan kelas B. Kini bergeser ke Rumah Sakit kelas C dan kelas D," ujar Budi saat digelar kompetensi pers di Media Center BPJS, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Hasil uji coba, katanya, tidak menutup ada sejumlah hal yang harus dibenahi bersama. Misalnya, terjadi penumpukan antrian pada beberapa Rumah Sakit kelas kelas C dan D, akibat ada RS yang tidak sesuai dalam menginput jadwal praktek dan kapasitas.

Selain itu, masih ada ketidaksesuaian dengan "mapping" fasilitas kesehatan. Keluhan peserta pun muncul karena harus berpindah Rumah Sakit.

Menyikapi tantantangan tersebut, akan dilakukan evaluasi nasional uji coba rujukan online. Evaluasi itu melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti, Kementerian Kesehatan, ADINKES, PERSI, ARSADA, ARSSI, PB IDI, YLKI dan stakeholder lainnya diawal November 2018 mendatang.

Budi Mohamad Arief_Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan (Foto: PJ/ Zaki)

Budi Mohamad Arief_Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan (Foto: PJ/ Zaki)

Sistem rujukan online memasuki fase transisi dan evaluasi yang direncanakan dilakukan selama sebulan. Dalam masa transisi evaluasi BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan, Adinkes, PERSI, Kesehatan, Asosiasi Dinas Kesehatan  (ADINKES), PERSI, ARSADA, ARSSI, PB IDI dan ASKLIN akan mengawal perperbaikan sistem rujukan online.

Implementasi sistem rujukan online, kata Budi, mengacu pada dedikasi Permenkes 001 tahun 2012 Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan yang dalam waktu dekat akan dilakukan perubahan oleh Kemenkes.

"Prioritas perbaikan sistem rujukan online meliputi pembenahan kapasitas dan "mapping" faskes," terang Budi.

Yang jelas, tambah dia, PB IDI akan mendukung perbaikan kapasitas dalam hal penetapan waktu layanan pasien serta melengkapi kriteria kompetensi dokter spesialis atau subspesialis pada data HFIS.

Mapping faskes akan didukung sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten  Kota seluruh Indonesia, melalui  koordinasi optimal antara BPJS Kesehatan dengan Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Selain itu, PERSI, ARSSI dan ARSADA juga mendukung mensosialisasikan dan mendorong RS untuk meng-entri kapasitas RS dalam aplikasi HFIS dengan baik dan benar.

Selama transisi dan evaluasi ini, proses rujukan tetap dilakukan secara online. Menggunakan aplikasi Pcare, Vclaim dari HFIS yang terkoneksi secara online. Peserta masih dimungkinkan untuk dirujuk ke RS yang kelasnya lebih tinggi.

"Kami berharap dalam fase transisi dan evaluasi ini, penerapan rujukan online semakin kuat dan sempurna. Tapi yang jelas, BPJS punya itikad baik," pungkas Budi. [PJ/ Abuzakir Ahmad]


Komentar


Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Jika Gagal Revisi PP, Perangkat Desa Bakal Polisikan Presiden

POROSJAKARTA.COM, MENTENG – Sudir Santoso selaku kuasa hukum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) akan..
Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Astari Indah Vernideani Juara Miss Tourism Internasional 2018-2019

POROSJAKARTA.COM, GAMBIR - Masyarakat Indonesia tentu merasa bangga atas torehan gemilang yang diraih oleh Putri..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Pejabat Militer Asli Papua Sangat Dibutuhkan di Pedalaman Papua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Sudah saatnya Jabatan-jabatan strategis militer di Papua diutamakan dijabat oleh prajurit..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Pertamina, PTBA dan Air Products Sepakati Bentuk Joint Venture Clean Energy

POROSJAKARTA.COM, TANAH ABANG - PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan "Air Product and Chemicals Inc"..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Yusuf Makuta : Kedatangan Jokowi ke Gorontalo Dapat Mendongkrak Suara PDIP

POROSJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Pileg dan Pilpres makin dekat, tentu saja kampanye dan konsolidasi partai atau caleg..
Film - 3 hari yang lalu

Film “Cinta Anak Negeri” Sajikan Pesan Moral Persatuan dan Toleransi

POROSJAKARTA.COM, MANGGA BESAR– Sambut pesta demokrasi pada 17 April mendatang, Padma Film Produdction dan..
Jakarta Utara - 3 hari yang lalu

Reses di Lodan Ancol, Steven Setiabudi Musa Infokan Pada Warga Jumlah Penerima Lansia Akan Ditambah

POROSJAKARTA.COM - ANCOL - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Steven Setiabudi Musa,..
Khas - 3 hari yang lalu

KBRI Suva Sambangi Camp TKI di Nadi, Fiji

POROSJAKARTA.COM - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kepulauan Fiji di Suva,..
Jakarta Utara - 3 hari yang lalu

Reses di Pademangan Timur, Steven Setiabudi Musa Ingatkan Warga Agar Manfaatkan Fasilitas Pemerintah

POROSJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Steven Setiabudi Musa,..
Jakarta Utara - 4 hari yang lalu

Ibu Ida, Warga Warakas Tersenyum, Himpitan Ekonomi Mendapat Jawaban Positif dari Anggota DPRD DKI Steven Setiabudi Musa

POROSJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK -  Salah satu warga Warakas, Ibu Ida (34) boleh bernapas lega. Permasalahan..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close