Selasa, 13 Nopember 2018 WIB

Wetipo, Pembakar Bendera OPM : Saya Ingatkan OPM Tidak Boleh Berpikir Referendum di Tanah Papua

Oleh : Mike Wangge | Selasa, 06 Nopember 2018 | 06:02 WIB


(Foto: PJ/ Mike Wangge) Stefanus Sebo Wetipo

POROSJAKARTA.COM, CAWANG  - Dua tahun bukan waktu  yang lama untuk  begitu saja melupakan peristiwa pembakaran bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Komite  Nasional Papua Barat (KNPB) pada bulan Mei tahun 2016.

Pelaku utama dan penggerak pembakar bendera terlarang di NKRI itu adalah Stefanus  Sebo Wetipo (46 tahun). Dia menggerakkan generasi muda di Tanah Papua  untuk melakukan  dua hal  penting demi stabilitas naisonal di ujung timur Indonesia ini.

Pertama adalah  melakukan gerakan bersifat represif  untuk menolak semua model separatisme seperti OPM, dan KNPB (Komite Nasional Papua Barat) di Tanah Papua. Itu merti terus dilakukan sekalipun harus dengan membakar simbol  atau bendera OPM, sebagaimana terjadi dua tahun lalu yakni pada tanggal 26 Mei 2016. Kedua, adalah,  membangun nasionalisme, menciptakan rasa keadilan secara ekonomi, politik dan sosial di tengah masyarakat.

Apakah separatisme di Papua masih terus menggeliat? Wetipo menjawab, kelompok – kelompok tersebut masih ada dan secara masif bisa diikuti di media-media yang mereka gunakan di era teknologi komunikasi sekarang ini. Dia menjelaskan bahwa separatisme itu lahir  pada setiap ketimpangan sosial di segala zaman di seluruh dunia.

Karena itu tambah Wetipo, upaya pendekatan sosial kemasyarakatan terutama melalui pendekatan budaya amat dibutuhkan, di samping pendekatan distribusi ekonomi yang bersifat bantuan kemanusiaan, perlu diutamakan.

Sebab, menurut Wetipo, penggerak masyarakat pedesaan di Papua ini mengatakan,  pada dasarnya, paham atau ide  separatisme selalu  lahir dari rasa keadilan yang belum terpenuhi. Sementara untuk memenuhi rasa adil itu kadang wujud fisiknya tidak sesuai dengan kehendak.

Karena itu, dalam posisi seperti ini, Wetipo, selaku  penggerak masyarakat pedesaan melalui PKRI (Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia) di Papua turun langsung di kampung-kampung untuk membaca dan memahami bentuk atau  model keadilan yang di harapkan, dan lalu berusaha menerjemahkan persoalan keadilan itu sesempurna mungkin menurut daya pikir masyarakat pedesaan.

Harapannya adalah agar persoalan keadilan bisa diwujudkan dengan tepat dalam implementasinya. Baik implementasi dalam kebijakan material seperti Infrastruktur , maupun yang non material seperti pola pendekatan kebijakan yang sesuai dengan kondisi sosial dan karakter nya.

“Itu yang kami utamakan. Selain juga mulai memberi pemahaman, bahwa prinsip kemerdekaan kita sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama adalah sudah final sejak jauh sebelum Proklamasi 1945 itu ada. Yaitu kesepakatan kepala suku dan sejarah kesepahaman nenek-moyang Papua dalam usaha menjadi INDONESIA,” sebut Stefanus Sebo Wetipo.

Dia juga mengingatkan kepada kaus separatism di Papua bahwa ideolog1 lain di luar NKRI tidak boleh ada di Tanah Papua. Karena itu organisasi OPM, termasuk KNPB tidak boleh ada dalam bentuk aksi apapun di Tanah Papua.  Dia juga mengatakan bahwa separatisme di Papua itu harus dibaca dengan cara yang berbeda, bukan nyata untuk sebuah kemerdekaan dalam arti sebuah state, tetapi kumpulan-kumulan yang melawan karena ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Tetapi karena sungguh bertentangan,   jadi perlu selalu dilawan, dan pihaknya siap melakukan perlawanan terhadap  semua bentuk separatisme di Papua. [PJ/ Mike Wangge]

Stefanus  Sebo Wetipo (Foto: PJ/ Mike Wangge)

 


Komentar


Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Inovasi Teknologi Cuci Otak RSPAD dan PT Clinique Suisse Kerjasama untuk Pasien Vietnam

POROSJAKARTA.COM, SENEN - Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia  menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Pusat..
Nusantara - 23 jam yang lalu

Pembicara di Dialog Nasional Indonesia Maju, Menhub Budi Karya Sumadi Paparkan Keberhasilan Pemerintahan Jokowi-JK

POROSJAKARTA.COM, SOLO - Dalam acara yang bertepatan di Hari Pahlawan  10 November 2018, Menteri..
Jakarta Barat - 1 hari yang lalu

Cinta Rasulullah, YPP Al-Kamal Jakarta Bersama Majelis Nurul Musthofa Gelar Maulid Nabi

POROSJAKARTA.COM, KEDOYA - Yayasan Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta bersama Majelis Nurul Musthofa pimpinan Al Habib..
Nusantara - 1 hari yang lalu

Sinergitas Bersama Masyarakat Dalam Mewujudkan Keamanan Wilayah

POROSJAKARTA.COM, PAPUA - Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama personel Kodim 1714/Puncak Jaya melaksanakan..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Rachmat Gobel : Graha Gorontalo New Zeland, Selandia Baru di Resmikan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Tokoh Nasional Putra Gorontalo, Rachmad Gobel, hari ini meresmikan Graha Gorontalo di..
Seleberita - 2 hari yang lalu

Kolaborasi Anto Lupus dan Eko Patrio Hadirkan Film Wahana Rumah Hantu

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Lama tak terdengar nama Anto Lupus sineas yang banyak terlibat di program televisi,..
Jakarta Selatan - 2 hari yang lalu

Film A Man Called Ahok Diserbu Ahoker

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Penayangan hari pertama film "A Man Called Ahok" di Jakarta baru-baru ini di..
3 hari yang lalu

Pesawat R80 Buatan Indonesia Terbang di Tahun 2025

POROSJAKARTA.COM - Indonesia kelak akan memiliki pesawat terbang komersial sendiri. Saat ini, para insinyur Indonesia..
Seleberita - 3 hari yang lalu

Republik Musik Luncurkan Artis Malika Lewat Single ‘Mpap Ncurup’

POROSJAKARTA.COM, BEKASI - Talenta penyanyi di Tanah Air begitu banyaknya untuk bersaing  sebagai penyanyi papan..
Jakarta Pusat - 4 hari yang lalu

Peringkat Terbaik Instansi Layanan Publik, Ini Tanggapan BPJS

POROSJAKARTA.COM, CEMPAKA - Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Arief Syaifuddin, mengatakan,..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close