Sabtu, 19 Januari 2019 WIB

Wetipo, Pembakar Bendera OPM : Saya Ingatkan OPM Tidak Boleh Berpikir Referendum di Tanah Papua

Oleh : Mike Wangge | Selasa, 06 Nopember 2018 | 06:02 WIB


(Foto: PJ/ Mike Wangge) Stefanus Sebo Wetipo

POROSJAKARTA.COM, CAWANG  - Dua tahun bukan waktu  yang lama untuk  begitu saja melupakan peristiwa pembakaran bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Komite  Nasional Papua Barat (KNPB) pada bulan Mei tahun 2016.

Pelaku utama dan penggerak pembakar bendera terlarang di NKRI itu adalah Stefanus  Sebo Wetipo (46 tahun). Dia menggerakkan generasi muda di Tanah Papua  untuk melakukan  dua hal  penting demi stabilitas naisonal di ujung timur Indonesia ini.

Pertama adalah  melakukan gerakan bersifat represif  untuk menolak semua model separatisme seperti OPM, dan KNPB (Komite Nasional Papua Barat) di Tanah Papua. Itu merti terus dilakukan sekalipun harus dengan membakar simbol  atau bendera OPM, sebagaimana terjadi dua tahun lalu yakni pada tanggal 26 Mei 2016. Kedua, adalah,  membangun nasionalisme, menciptakan rasa keadilan secara ekonomi, politik dan sosial di tengah masyarakat.

Apakah separatisme di Papua masih terus menggeliat? Wetipo menjawab, kelompok – kelompok tersebut masih ada dan secara masif bisa diikuti di media-media yang mereka gunakan di era teknologi komunikasi sekarang ini. Dia menjelaskan bahwa separatisme itu lahir  pada setiap ketimpangan sosial di segala zaman di seluruh dunia.

Karena itu tambah Wetipo, upaya pendekatan sosial kemasyarakatan terutama melalui pendekatan budaya amat dibutuhkan, di samping pendekatan distribusi ekonomi yang bersifat bantuan kemanusiaan, perlu diutamakan.

Sebab, menurut Wetipo, penggerak masyarakat pedesaan di Papua ini mengatakan,  pada dasarnya, paham atau ide  separatisme selalu  lahir dari rasa keadilan yang belum terpenuhi. Sementara untuk memenuhi rasa adil itu kadang wujud fisiknya tidak sesuai dengan kehendak.

Karena itu, dalam posisi seperti ini, Wetipo, selaku  penggerak masyarakat pedesaan melalui PKRI (Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia) di Papua turun langsung di kampung-kampung untuk membaca dan memahami bentuk atau  model keadilan yang di harapkan, dan lalu berusaha menerjemahkan persoalan keadilan itu sesempurna mungkin menurut daya pikir masyarakat pedesaan.

Harapannya adalah agar persoalan keadilan bisa diwujudkan dengan tepat dalam implementasinya. Baik implementasi dalam kebijakan material seperti Infrastruktur , maupun yang non material seperti pola pendekatan kebijakan yang sesuai dengan kondisi sosial dan karakter nya.

“Itu yang kami utamakan. Selain juga mulai memberi pemahaman, bahwa prinsip kemerdekaan kita sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama adalah sudah final sejak jauh sebelum Proklamasi 1945 itu ada. Yaitu kesepakatan kepala suku dan sejarah kesepahaman nenek-moyang Papua dalam usaha menjadi INDONESIA,” sebut Stefanus Sebo Wetipo.

Dia juga mengingatkan kepada kaus separatism di Papua bahwa ideolog1 lain di luar NKRI tidak boleh ada di Tanah Papua. Karena itu organisasi OPM, termasuk KNPB tidak boleh ada dalam bentuk aksi apapun di Tanah Papua.  Dia juga mengatakan bahwa separatisme di Papua itu harus dibaca dengan cara yang berbeda, bukan nyata untuk sebuah kemerdekaan dalam arti sebuah state, tetapi kumpulan-kumulan yang melawan karena ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Tetapi karena sungguh bertentangan,   jadi perlu selalu dilawan, dan pihaknya siap melakukan perlawanan terhadap  semua bentuk separatisme di Papua. [PJ/ Mike Wangge]

Stefanus  Sebo Wetipo (Foto: PJ/ Mike Wangge)

 


Komentar


Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Jika Gagal Revisi PP, Perangkat Desa Bakal Polisikan Presiden

POROSJAKARTA.COM, MENTENG – Sudir Santoso selaku kuasa hukum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) akan..
Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Astari Indah Vernideani Juara Miss Tourism Internasional 2018-2019

POROSJAKARTA.COM, GAMBIR - Masyarakat Indonesia tentu merasa bangga atas torehan gemilang yang diraih oleh Putri..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Pejabat Militer Asli Papua Sangat Dibutuhkan di Pedalaman Papua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Sudah saatnya Jabatan-jabatan strategis militer di Papua diutamakan dijabat oleh prajurit..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Pertamina, PTBA dan Air Products Sepakati Bentuk Joint Venture Clean Energy

POROSJAKARTA.COM, TANAH ABANG - PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan "Air Product and Chemicals Inc"..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Yusuf Makuta : Kedatangan Jokowi ke Gorontalo Dapat Mendongkrak Suara PDIP

POROSJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Pileg dan Pilpres makin dekat, tentu saja kampanye dan konsolidasi partai atau caleg..
Film - 3 hari yang lalu

Film “Cinta Anak Negeri” Sajikan Pesan Moral Persatuan dan Toleransi

POROSJAKARTA.COM, MANGGA BESAR– Sambut pesta demokrasi pada 17 April mendatang, Padma Film Produdction dan..
Jakarta Utara - 3 hari yang lalu

Reses di Lodan Ancol, Steven Setiabudi Musa Infokan Pada Warga Jumlah Penerima Lansia Akan Ditambah

POROSJAKARTA.COM - ANCOL - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Steven Setiabudi Musa,..
Khas - 3 hari yang lalu

KBRI Suva Sambangi Camp TKI di Nadi, Fiji

POROSJAKARTA.COM - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kepulauan Fiji di Suva,..
Jakarta Utara - 3 hari yang lalu

Reses di Pademangan Timur, Steven Setiabudi Musa Ingatkan Warga Agar Manfaatkan Fasilitas Pemerintah

POROSJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Steven Setiabudi Musa,..
Jakarta Utara - 4 hari yang lalu

Ibu Ida, Warga Warakas Tersenyum, Himpitan Ekonomi Mendapat Jawaban Positif dari Anggota DPRD DKI Steven Setiabudi Musa

POROSJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK -  Salah satu warga Warakas, Ibu Ida (34) boleh bernapas lega. Permasalahan..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close