Kamis, 13 Agustus 2020 WIB

Sengketa tanah,perumahan karyawan,taman ismail marzuki,

Perumahan Karyawan TIM Tidak Jadi Dibangun, Tanahnya Kini Jadi Rebutan

Oleh : Fuad Rohimi | Jumat, 16 Nopember 2018 | 12:52 WIB


nunu Lahan yang jadi rebutan /nunu

POROSJAKARTA – Sudah bukan rahasia lagi jika urusan tanah di Bekasi relatif ribet karena banyak ‘pemain’nya. Seperti yang dialami Daan Perdanaputra yang harus bersabar hingga 1,5 tahun demi menuntut hak atas tanah seluas 1.781 m2 di Kampung Rawa Semut, Jati Asih, Kota Bekasi warisan orang tuanya.

Agar sengketa tanah itu bisa cepat diselesaikan, Daan dan beberapa saudara kandung yang menjadi ahli waris dari Ahmad Surya Ghumbyra, ayah mereka, akhirnya meminta bantuan hukum kepada Juanda SH untuk mendampingi.

Menurut Juanda, dirinya sudah melakukan mengajukan peningkatan hak kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi sejak Februari 2018. Namun sayangnya hingga kini masih tertahan di Tim A BPN Kota Bekasi.

“Kami sudah punya dokumen pendukung, bahkan sudah ada Surat Bebas Sengketa dari Kelurahan Jatiasih, tapi mengapa prosesnya terkesan dipersulit,” ungkap Juanda setelah berhasil menguasai fisik tanah itu pada Rabu (14/11/2018).

Sebelumya, secara fisik tanah tersebut dikuasai oleh Muhamad Cs yang mengaku sebagai pihak yang diberi kuasa oleh orang yang mengaku ahli waris pemilik tanah seluas 3.550 m2.

Karena tanah kliennya telah diakui pihak lain, Juanda akhirnya memilih jalur hukum. “Kami siap melanjutkan kasus ini di pengadilan. Karena jika menggunakan cara-cara preman tidak akan ada habisnya. Buang-buang waktu dan biaya,” tegas Juanda yang di-backup ormas setempat.

Juanda siap maju ke pengadilan berdasarkan bukti-bukti otentik yang dimilikinya, diantaranya bukti PBB hingga tahun 2017, Surat Ketetapan Iuran Pembangunan Daerah atas nama Ahmad Surya Ghumbyra tahun 1981, tiga buah Akta Jual Beli (AJB), Girik 1845 Persil 11.DI dan Surat Keterangan dari 8 Ahli Waris.

Juanda SH /nunu

Juanda juga memilki Surat Keterangan dari Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki Nomor 011/YKKPKJTIM/VII/2017, tertanggal 20 Juli 2017, yang ditandatangani Ketua YKKPKJTIM, Drs.Umaryoto.

Sebelum kasus sengketa tanah ini muncul, tahun 1981 Ahmad Surya Ghumbyra membeli tanah untuk disertakan dalam proyek pembangunan rumah karyawan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dikelola dari Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Karena kendala teknis, proyek itu batal berjalan. Hingga muncul kasus sengketa tanah ini.

Pihak Muhamad yang menurut Juanda telah mengaku-ngaku sebagai pemilik lahan kliennya bersikeras tidak mengakui telah terjadi jual beli di lahan yang kini sudah dikuasai kembali oleh pihak Juanda.

Melalui sambungan telepon, Muhamad mengaku memiliki dokumen pendukung untuk digunakan jika kasus ini sampai masuk ke pengadilan. “Saya sih ikutin aja alur Pak Juanda. Apapun yang dia lakukan kita tinggal tunggu reaksinya. Ke pengadilanpun kami siap,” ujar Muhamad.

Juanda yang sudah menutup kemungkinan bermediasi lagi sudah bulat akan melanjutkan kasus ini lewat jalur pengadilan. Menurutnya, banyak kejanggalan yang terjadi dalam proses mediasi selama ini. “Beberapa upaya peningkatan status tanah yang saya ajukan tidak ditanggapi, bahkan ada indikasi dihalang-halangi. Saya menduga ada ‘permainan’ yang dilakukan oknum-oknum pegawai di BPN Bekasi,” tegas Juanda.

Juanda bercerita, pihaknya pernah akan melakukan pengukuran. Saat itu sudah ada pertugas dari BPN Bekasi yang dibackup polisi dan satpol PP. Namun menurut Juanda, rencana pengukuran itu tiba-tiba dibatalkan sepihak. Dan petugas BPN Bekasi pergi begitu saja.

“Setelah saya telusuri, ternyata mereka (petugas ukur) itu mendapat telepon dari seseorang yang ternyata pejabat senior di BPN Bekasi. Kabarnya, pejabat senior itulah yang menentukan proses pengukuran. Kalau saya tidak ‘kordinasi’ dengan orang itu, jangan harap bisa melakukan pengukuran,” ungkap Juanda sambil menyebut nama oknum BPN Bekasi itu.

Berlarutnya persoalan peningkatan status tanah itu menurut Juanda karena dirinya menduga adanya permainan ‘Mafia Tanah’ yang melibatkan oknum di BPN Bekasi dan oknum polisi setempat.

Junada berharap, melalui pengadilan nanti semuanya akan terungkap, siapa sebenarnya pemilik sah dari lahan yang sedang disengketakan tersebut. “Saya yakin bisa menang,” harap Juanda. []


Fokus : Sengketa tanah,perumahan karyawan,taman ismail marzuki


Komentar


Jakarta Utara - 21 jam yang lalu

Steven Setiabudi Musa : Walau Kebakaran, Warga Pademangan Harus Tetap Semangat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA -  Anggoat DPRD Jakarta Fraksi  PDIP, Steven Setiabudi Musa (SSM) mengirimkan..
Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Sebaran Kasus Covid-19 10 Agustus, Tertinggi di Pademangan Barat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta per Minggu 9 Agustus 2020 adalah 25.714..
Jakarta Utara - 1 hari yang lalu

Permukiman Terbakar, 300 Jiwa di Pademangan Barat Kehilangan Tempat Tinggal

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sekitar 300 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang menghanguskan..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

FKMPP Menghendaki Orang Asli Papua Menjadi Ketua DPD Partai Golkar

POROSJAKARTA.COM, TANAHABANG – Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Papua (FKMPP) menghendaki agar orang asli..
Jakarta Pusat - 3 hari yang lalu

Wagub DKI: Situasi Jakarta Bahaya, Gugus Tugas RW Harus Tambah Kinerja

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan Gugus Tugas Percepatan..
Jakarta Pusat - 4 hari yang lalu

Aturan Ganjil Genap Motor Bakal Jika yang Tertular Covid-19 Meningkat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Saat ini regulasi ganjil genap baru berlaku untuk kendaraan roda empat,..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Relawan uji klinis tahap 3 calon vaksin virus corona (Covid-19) tidak akan..
Nusantara - 4 hari yang lalu

6 Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama PT Bio Farma, Badan POM, dan Balitbangkes mulai..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Ridwan Kamil Ingin Ikut Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan siap menjadi salah satu relawan uji..
Lihat Semua

Close





Close
Close