Rabu, 12 Desember 2018 WIB

Oetari Noor Permadi : Tanamkan Cinta Seni dan Budaya, Kita Semua Sama

Oleh : Abuzakir Ahmad | Rabu, 21 Nopember 2018 | 20:31 WIB


(Foto: PJ/ Zaki) Oetari Noor Permadi pada Festival Budaya Anak Bangsa di Graha Cipta TIM, Cikini Jakarta Pusat, Selasa (20/11)

POROSJAKARTA.COM, CIKINI - Yayasan Mekar Pribadi selenggarakan acara Festival Budaya Anak Bangsa di TIM Jalan Cikini Raya Jakarta Pusat. Acara yang didukung oleh Kemendikbud dan Kominfo itu berlangsung selama dua hari (18-20/11/2018) itu mengangkat tema "Kita Semua Sama".

Festival tersebut diikuti oleh anak-anak usia SD dan SMP (lomba menggambar dan mewarnai) dan pelajar SMA (lomba membuat film pendek).

Acara tersebut dihadiri oleh Agoes Noegroho (pelukis Muslim), Maman Wijaya (Kapusbang film Kemendibud dan jajarannya Anton), Riyanto RA (Head of School, MallFilms), Pimpinan Yayasan Mekar Pribadi Oetari Noor Permadi dan lain-lain.

Menurut Oetari Noor Permadi, Festival Budaya Anak Bangsa ini dilaksanakan untuk merayakan anak sedunia. Tapi, tahun ini adalah tahun ke X yang lebih istimewa dari tahun sebelumnya karena betepatan dengan ulang tahun emas Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta Pusat.

"Ada pertunjukkan tari, teater, workshop 'Asyiknya Bikin Film Pendek'. Lalu diakhiri dengan lomba mewarnai dan melukis. Ada peserta dari luar daerah  dan luar negeri, lukisan dikirim kekami untuk dilombakan," kata Oetari Noor Permadi pada porosjakarta.com disela-sela acara, Selasa (20/11/2018).

Mantan penyiar TVRI dan MC Istana Kepresiden era Soeharto ini, mengaku capeknya hilang ketika melihat wajah anak-anak yang antusias mengikuti lomba. Apalagi orang tua banyak yang mendukung, ikhkas mengantarkan anak-anaknya.

Oetari Noor Permadi (kanan belakang), Agoes Noegroho (kiri belakang) dan Ardian (kedua kiri depan) pada Festival Budaya Anak Bangsa di Graha Cipta TIM, Cikini Jakarta Pusat, Selasa (20/11) (Foto: PJ/Zaki)

 

Pada lomba itu, ada beberapa hal perlu diperhatikan agar orang tua tetap mengutamakan keinginnan anak-anaknya. Tapi sebenarnya, ketika anak-anak itu menjadi juara, maka hadiah itu adalah bonus. Bonus itu bukan tujuan utama. Hanya yang penting bagaimana menanamkan rasa cinta terhadap sesama, cinta seni dan budaya.

Selain itu, tema "Kita Semua Sama" karena mendekati akhir tahun 2018 dan menjelang tahun 2019. Suka tidak suka, mau tidak mau, anak-anak akan masuk kedalam lingkungan tahun politik. Tahun politik itu banyak sekali "engkau" dan "aku", padahal dalam kehidupan sehari-hari, semuanya sama.

Tema "Kita Semua Sama" untuk mengingatkan kembali dengan merayakan keberagaman, dari berbagai latar belakang kehidupan sosial, termasuk anak berkebutuhan khusus dan lain sebagainya.

"Kita Semua Sama". Anak-anak ini adalah jiwa-jiwa yang masih murni. Pantas mendapatkan penghargaan dan didikan orang tua untuk saling menghormati dan saling menghargai," katanya.

Maka dari itu pihaknya berharap, kedepannya lebih meningkatkan kegiatan lomba yang didahului dengan menyatukan presepsi, dimana tujuan utama yakni mencari rasa bahagia, supaya orang tua juga selalu memperhatikan keinginan anak-anaknya.

Terkait pembuatan film pendek yang diikuti pelajar, katanya, bertujuan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai seni budaya di Indonesia. Film itu penting, karena menjadi media yang disukai generasi muda.

Dengan film, semuanya bisa menceritakan bagaimana kebiasaan seseorang ketika beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Mempertahankan kebiasaan yang dibawa dari daerah itu bisa menimbukkan rasa cinta, seperti makanan khas, seni dan lain sebagainya.

Menimbulkan rasa cinta dari tidak tahu menjadi tahu serta ikut memelihara seni dan budaya. Hal itu membuat anak-anak muda memiliki kemampuan untuk mengekspresikan energinya yang begitu besar. Energi melalui hal-hal yang positif dan bisa mendidik masyarakat.

"Jadi mudah-mudahan seni itu bisa  mempersatukan kita semua, sehingga budaya kita semakin kuat. Saling menghargai dan bersama-sama meraih kejayaan Indonesia," ucap Oetari.

Sementara itu Dewan Juri lomba menggambar dan mewarnai Agoes Noegroho atau biasa disapa GN, mengaku sangat mengapresiasi acara Festival Budaya Anak Bangsa, karena acara tersebut sangat bermanfaat yakni, menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak serta mengasah bakat-bakat mereka sejak usia dini.

Agoes yang sejak tahun 2012 menjadi juri dan mendukung kegiatan anak-anak tersebut turut menyumbang Trophy Hand Made GN bagi para juara.

"Semoga kegiatan yang diselenggaakan oleh Yayasan Mekar Pribadi, pimpinan Bu Oetari bisa menanamkan rasa cinta anak-anak pada seni dan budaya. Mendidik mereka agar meraih prestasi gemilang dimasa datang," ujar GN singkat.

Disamping itu, Ardian (10), siswa kelas IV SD Kreok Ciledug Tangerang itu mengaku sangat senang meraih juara II pada lomba lukis dengan hadiah uang  750.000 dan tropy dan hadiah lainnya. Uang tersebut, kata dia, akan ditabung.

Ardian yang didampingi kedua orang tuanya (Pak Eko dan Ibunya Ardian), berharap acara lomba lukis (Festival Budaya Anak Bangsa) tersebut terus diselenggarakan sehingga bakatnya terasah terus.

"Alhamdulillah, kami sangat senang anak kami dapat juara. Tapi, kadang Ardian tidak dapat juara ditempat lain. Yang jelas kgiatan ini positif sekali. Terima kasih pada panitia penyelenggara," ujar Ibu Ardian.  [PJ/Abuzakir Ahmad]


Komentar


Jakarta Selatan - 9 jam yang lalu

Sisca Dewi : Saya Lebih Takut Dosa

PJ, PASAR MINGGU – Usai sidang kasus pencemaran nama baik dan pemerasan, terdakwa Sisca Dewi mengaku tidak..
Jakarta Pusat - 11 jam yang lalu

Silaturahim Bersama Ajak Relawan WIN Jaga Kerukunan dan Toleransi

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Relawan WAhana Cinta NKRI atau (WIN) berkumpul Menyanyi, menari serta berjoget bersama..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Menteri Yohana : Lansia Belum Diperhatian Secara Optimal

POROSJAKARTA.COM, TMII - Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI) Yohana Yambise..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Ketua PKRI, Stevanus Wetipo Mengutuk Keras Kelompok KKP Membunuh 31 Karyawan Pekerja Jalan Trans Papua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Ketua Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Stevanus S. Wetipo mengutuk keras tindakan..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Kuasa Hukum Hutomo Mandala Putra, Erwin Kallo: Kami bukan Pemilik Gedung Granadi, Kami Hanya Penyewa

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Maraknya berita-berita yang tidak benar tentang disitanya gedung Granadi terkait..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

PKRI MENOLAK RENCANA AKSI MAHASISWA PAPUA SE JAWA BALI TANGGAL 1 DESEMBER 2018

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) menolak keras semua bentuk aksi..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Panglima TNI: Latihan Operasi Gabungan Tingkatkan Profesionalisme TNI

POROSJAKARTA.COM, SITOBONDO - Latihan Operasi Gabungan di Puslatpur Marinir 5 Baluran Situbondo, yang digelar dalam..
Sosok - 1 minggu yang lalu

Prof YK : Satgas Peradilan RI Hadir di Gorontalo Kawal Pelanggaran Hukum dan HAM

POROSJAKARTA.COM, MENTENG - Kehadiran Satuan Tugas Peradilan Rakyat Indonesia atau Satgas Peradilan RI dibawah..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Bagikan Buku Gratis Dalam Rangka Peduli Pendidikan di Puncak Jaya

POROSJAKARTA.COM, PAPUA -Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya berkunjung  ke pemukiman..
Film - 2 minggu yang lalu

Film One Cut Of The Dead (2018): Horor Thriller Zombie dari Jepang

POROSJAKARTA.COM -  Film One Cut of the Dead, yang memiliki judul lain Camera wo Tomeru na, adalah film Jepang..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close