Rabu, 12 Desember 2018 WIB

PKRI MENOLAK RENCANA AKSI MAHASISWA PAPUA SE JAWA BALI TANGGAL 1 DESEMBER 2018

Oleh : Mike Wangge | Jumat, 30 Nopember 2018 | 11:13 WIB


(Foto: PJ/ Mike Wangge) Ketua PKRI, Stevanus Wetipo, (berbaju merah) sedang menjelaskan kepada pers tentang penolakannya terhadap rencana aksi damai mahasiswa Papua Jumat 30 November di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) menolak keras semua bentuk aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh mahasiswa asal Papua berkaitan dengan tanggal 1 Desember 2018.

Tanggal 1 Desember selama ini dijadikan oleh sebagian masyarakat Papua sebagai hari istimewa karena pada tanggal 1 Desember tahun 1961 untuk pertama kalinya Papua Barat, di bawah administrasi Belanda, mengibarkan bendera Bintang Kejora, simbol pengakuan status keberadaan Papua bagian Barat.

Sejak itu bendera Bintang Kejora dikibarkan di seluruh wilayah Papua Barat berdampingan dengan Bendera Belanda, hingga Belanda menyerahkan otoritas administrasi Papua Barat kepada PBB pada 1 Oktober 1962, lalu ke pemerintah Indonesia pada 1 Mei 1963 dengan PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) nya.

Stevanus S. Wetipo (Foto: PJ/Mike Wangge)

Ketua PKRI, Stevanus S. Wetipo, kepada pers di Jakarta, Jumat tanggal 30 November 2018, mengatakan pihaknya mengimbau kepada seluruh mahasiswa asal Papua untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa yang melawan ketentuan umum sebagai sebuah bangsa yang bersatu teguh dalam  tirai emas NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sebagai sebuah moment bersejarah untuk diingat berdasarkan catatan sejarah, sebatas itu masih bisa  ditolerir.

"Kami yang ada dan bersatu dalam PKRI adalah anak cucu dari keluarga para Pejuang Pembebasan Irian Barat (Papua) di era 1960-an sampai Papua masuk dan berada dalam pangkuan Ibu Pertiwi. Anda tahu bagaimana kami mesti melawan setiap gerakan yang bertentangan dengan perjuangan orang tua dan kakek pejuang kami," jelas Stevanus Wetipo.

Dia mengatakan, pihaknya bergabung dalam PKRI dengan tujuan terus menerus melakukan edukasi  menanamkan nilai-nilai lokal, nilai-nilai kebangsaan, rasa nasionalisme sejak usia dini bagi masyarakat Papua (SD, SMP). Ini semua dilakukan hingga saat ini di desa-desa di Papua.

Saat ini semua personil PKRI berada di Jakarta, dan mendengar bahwa mahasiswa asal Papua dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa dan Bali, akan mengadakan AKSI UNJUK RASA  DAMAI di berbagai Kota. Untuk hal itu kami mengimbau kepada adik-adik mahasiswa untuk : 

(A) Jangan menjadikan moment tanggal 1 Desember sebagai HARI KERAMAT  bagi orang Papua, mengingat sejarah masa lampau Papua di era 1960-an.

(B) Pada prinsipnya PKRI tidak melarang atau menghalangi aksi-aksi yang akan dilakukan oleh para mahasiswa asal Papua untuk menyambut tanggal 1 Desember 2018 ini, karena itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat setiap warga negara. Akan  tetapi, semuanya harus tetap dalam konteks demokrasi,  dengan mengindahkan seluruh peraturan serta tetap menjunjung tinggi nilai2 dan martabat bangsa Indonesia pada umumnya, dan Papua khususnya.

(C) PKRI menghimbau kepada adik-adik mahasiswa di  berbagai Perguruan Tinggi dimanapun berada di seluruh Indonesia untuk  menyudahi  kebiasaan ini bertepatan dengan  tanggal  01 Desember seolah-olah tanggal tersebut BEGITU SAKRAL BUAT KITORANG PAPUA. Ini hanya akan menimbulkan  rasa  trauma, dendam,  marah yang tidak  berkesudahan.

(D) Jauh lebih baik dan berguna, mending  kita bersekolah/kuliah yang baik, pintar, bersaing, berkompetisi  dengan saudara-saudara dari daerah lain membangun Papua yang jauh lebih baik lagi. Jangan  sampai kita  hanya dimanfaatkan oleh sekelompok orang, atau organisasi tertentu yg mengatas namakan Ham dan alasan apapun tetapi justru  mengadu domba, memecah belah masyarakat  Papua, padahal oknum -oknum tersebut belum tentu pernah ke  Papua  dan melihat  kondisi  riilnya hari ini, dan kita orang Papua hanya dijadikan obyek yang  ujung-ujungnya yang rugi  adalah orang Papua. Sementara orang atau kelompok tertentu  cuci tangan. Tentunya hal ini mengenaskan bagi masyarakat Papua. [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Jakarta Selatan - 9 jam yang lalu

Sisca Dewi : Saya Lebih Takut Dosa

PJ, PASAR MINGGU – Usai sidang kasus pencemaran nama baik dan pemerasan, terdakwa Sisca Dewi mengaku tidak..
Jakarta Pusat - 11 jam yang lalu

Silaturahim Bersama Ajak Relawan WIN Jaga Kerukunan dan Toleransi

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Relawan WAhana Cinta NKRI atau (WIN) berkumpul Menyanyi, menari serta berjoget bersama..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Menteri Yohana : Lansia Belum Diperhatian Secara Optimal

POROSJAKARTA.COM, TMII - Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI) Yohana Yambise..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Ketua PKRI, Stevanus Wetipo Mengutuk Keras Kelompok KKP Membunuh 31 Karyawan Pekerja Jalan Trans Papua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Ketua Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Stevanus S. Wetipo mengutuk keras tindakan..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Kuasa Hukum Hutomo Mandala Putra, Erwin Kallo: Kami bukan Pemilik Gedung Granadi, Kami Hanya Penyewa

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Maraknya berita-berita yang tidak benar tentang disitanya gedung Granadi terkait..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

PKRI MENOLAK RENCANA AKSI MAHASISWA PAPUA SE JAWA BALI TANGGAL 1 DESEMBER 2018

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) menolak keras semua bentuk aksi..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Panglima TNI: Latihan Operasi Gabungan Tingkatkan Profesionalisme TNI

POROSJAKARTA.COM, SITOBONDO - Latihan Operasi Gabungan di Puslatpur Marinir 5 Baluran Situbondo, yang digelar dalam..
Sosok - 1 minggu yang lalu

Prof YK : Satgas Peradilan RI Hadir di Gorontalo Kawal Pelanggaran Hukum dan HAM

POROSJAKARTA.COM, MENTENG - Kehadiran Satuan Tugas Peradilan Rakyat Indonesia atau Satgas Peradilan RI dibawah..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Bagikan Buku Gratis Dalam Rangka Peduli Pendidikan di Puncak Jaya

POROSJAKARTA.COM, PAPUA -Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya berkunjung  ke pemukiman..
Film - 2 minggu yang lalu

Film One Cut Of The Dead (2018): Horor Thriller Zombie dari Jepang

POROSJAKARTA.COM -  Film One Cut of the Dead, yang memiliki judul lain Camera wo Tomeru na, adalah film Jepang..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close