Rabu, 12 Desember 2018 WIB

Ketua PKRI, Stevanus Wetipo Mengutuk Keras Kelompok KKP Membunuh 31 Karyawan Pekerja Jalan Trans Papua

Oleh : Mike Wangge | Selasa, 04 Desember 2018 | 19:13 WIB


(Foto: PJ/ Mike Wangge) Ketua Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), Stevanus S. Wetipo

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Ketua Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Stevanus S. Wetipo mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh KKP (Kelompok Kriminal Bersenjata) dengan membunuh 31 karyawan PT Istaka Karya yang tengah membangun proyek jalan Trans Papua (Jembatan Hambema Mugi) di Kali Yigi, dan Kali Aurak Nduga, Papua, Minggu 2 Desember 2018.

Dalam pertemuan  Selasa (4/12/2018) di Jakarta, Stevanus Wetipo menegaskan pihaknya mengutuk keras pembunuhan tersebut dan mengatakan perbuatan tersebut sangat tidak manusiawi. Mereka menghambat proses pembangunan yang sementara menjadi fokus utama pemerintahan Jokowi. Dia berharap aparat TNI dan Polri segera mengejar pelaku-pelakunya. Dia yakin TNI dan Polri mampu mengendalikan situasi sehingga Papua tetap kondusif,  sehingga masyarakatnya dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Stevanus Wetipo yang lewat organisasi PKRI nya sangat mengedepankan nasionalisme, dan paham kebangsaan yang programnya hingga menembus ke desa-desa di pedalaman Papua mengatakan perbuatan biadab dari kelompok KKB ini telah ikut menodai hari suci umat Nasrani di tanah Papua dan secara integral umat Allah di dunia Internasional.

Aksi-aksi tidak berperikemanusiaan oleh kelompok KKB ini sebenanya tidak perlu lagi dilakukan.

Pertama, karena Negara kita Indonesia ini, apapun,  sudah Final menyangkut Papua.  Dalam The Blue Water Rule, yang tertuang dalam resolusi PBB no. 637 VII, menyatakan ; bahwa negara - negara yang tergabung di PBB tidak boleh mendapatkan kemerdekaan melalui penentuan nasib sendiri.

Dan,  realitasnya  Papua saat  adalah bagian dari Indonesia yang tidak dapat dikatakan sebagai 'bukan wilayah  tanpa pemerintahan' (Non - Self - Governing Territories) seperti pada Komite Dekolonisasi PBB. Negara-Negara seperti  ini sering menuntut referendum dari negaranya sendiri seperti, Catalonia (Spanyol), Kurdistan (Irak), Palestina (Israel), Biafra (Nigeria),  Baluchistan (Pakistan), Uyghuristan (Tiongkok), Pasthunistan (Afghanistan), Crimean Tartars (Rusia), Qom (Argentina), termasuk Papua (Indonesia). Itu sebabnya  ketika ada isu KEMERDEKAAN di Tanah Papua harus di usut dengan tuntas ; INI APA, Oleh Siapa dan UNTUK APA?

Kedua. Setiap masalah harus diselesaikan dengan baik agar tidak berkembang isu yang  menyesatkan dan menjadi potensi konflik.

Ketiga, bagi orang tua, kepala suku, tokoh agama, tokoh masyarakat, sebaiknya bersatu menyelamatkan kehidupan bangsa ini. Semua anak-anak adalah anak kitayang menjadi separatis, menjadi pejabat, menjadi aparat, yang kaya maupun miskin, yang tidak sekolah maupun yang sekolah tinggi. Semua harus bersatu memberi pemahaman yang baik dengan persoalan ini.

Keempat. Harus dipahami bahwa semua anak-anak Papau  yang demo, mereka adalah anak-anak Harapan Bangsa yg harus dibina dengan baik oleh Negara. Dibina baik oleh ORANG TUA Papua yang memahami adat dan kebijaksanaan unggul yg dimiliki Papua. Aparatur jangan terlalu represif menghadapi anak-anak yang kadang tidak paham masalah. Aksi-aksi besar di Jakarta, harua mampu dikelola dengan baik.  Jangan sampai aksi-aksi dalam rangka  menyampaikan pendapat ini ditangani dengan salah.

Kelima.  Pesan bagi anak-anak Papua : Mari kita kembali ke sejarah yg benar.  Sebelum proklamasi kemerdekaan 1945, jauh sebelum itu kita sudah sepakat menjadi Indonesia, sehingga kata ANEKSASI itu tidak ada.

Dan hal ini, PKRI  siap memfasilitasi untuk diskusi yang baik. Agar tidak ada informasi sepihak yang akhirnya kita berdebat tanpa ujung, tanpa data dan tanpa pemahaman yang baik dan benar. Sebab kebenaran datangnya dari pemahaman. Pemahaman datangnya dari akal yg digerakkan pikiran. Pikiran bisa dijalankan oleh orang-orang yang memiliki kehendak menemukan kebenaran itu sendiri.

Keenam. apapun realitas yang terjadi, semua harus mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar. Kepentingan Nasib semua penghuni seluruh negeri ini, yang tidak bisa begitu saja mengorbankan kepentingan orang banyak, demi kepentingan segelintir atau kelompok saja.

Ketujuh. Apapun PKRI menyampaikan ungkapan bela sungkawa  atas semua tragedi ;

- Tragedi Anak-anak Papua yang menyampaikan pendapat beberapa waktu lalu.

- Tragedi 31 Korban pekerja di Papua. Doa buat mereka sebagai pahlawan bangsa  dalam tugasnya. Pahlawan bagi keluarga. dan bagi  mereka adalah syahid dalam menjalankan tugasnya. [PJ/ Mike Wangge]

 


Komentar


Jakarta Selatan - 9 jam yang lalu

Sisca Dewi : Saya Lebih Takut Dosa

PJ, PASAR MINGGU – Usai sidang kasus pencemaran nama baik dan pemerasan, terdakwa Sisca Dewi mengaku tidak..
Jakarta Pusat - 11 jam yang lalu

Silaturahim Bersama Ajak Relawan WIN Jaga Kerukunan dan Toleransi

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Relawan WAhana Cinta NKRI atau (WIN) berkumpul Menyanyi, menari serta berjoget bersama..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Menteri Yohana : Lansia Belum Diperhatian Secara Optimal

POROSJAKARTA.COM, TMII - Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI) Yohana Yambise..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Ketua PKRI, Stevanus Wetipo Mengutuk Keras Kelompok KKP Membunuh 31 Karyawan Pekerja Jalan Trans Papua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Ketua Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Stevanus S. Wetipo mengutuk keras tindakan..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Kuasa Hukum Hutomo Mandala Putra, Erwin Kallo: Kami bukan Pemilik Gedung Granadi, Kami Hanya Penyewa

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Maraknya berita-berita yang tidak benar tentang disitanya gedung Granadi terkait..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

PKRI MENOLAK RENCANA AKSI MAHASISWA PAPUA SE JAWA BALI TANGGAL 1 DESEMBER 2018

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) menolak keras semua bentuk aksi..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Panglima TNI: Latihan Operasi Gabungan Tingkatkan Profesionalisme TNI

POROSJAKARTA.COM, SITOBONDO - Latihan Operasi Gabungan di Puslatpur Marinir 5 Baluran Situbondo, yang digelar dalam..
Sosok - 1 minggu yang lalu

Prof YK : Satgas Peradilan RI Hadir di Gorontalo Kawal Pelanggaran Hukum dan HAM

POROSJAKARTA.COM, MENTENG - Kehadiran Satuan Tugas Peradilan Rakyat Indonesia atau Satgas Peradilan RI dibawah..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Bagikan Buku Gratis Dalam Rangka Peduli Pendidikan di Puncak Jaya

POROSJAKARTA.COM, PAPUA -Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya berkunjung  ke pemukiman..
Film - 2 minggu yang lalu

Film One Cut Of The Dead (2018): Horor Thriller Zombie dari Jepang

POROSJAKARTA.COM -  Film One Cut of the Dead, yang memiliki judul lain Camera wo Tomeru na, adalah film Jepang..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close