Minggu, 24 Maret 2019 WIB

Jika Pemerintah Paksakan Rangkap Jabatan di Batam, Pengusaha Ancam Uji Materi ke MK

Oleh : Rafi Adam | Minggu, 06 Januari 2019 | 14:27 WIB


Batam (insert) Suryani S Motik /ist

POROSJAKARTA.COM, GAMBIR – Wakil Ketua Umum Kadin Suryani S Motik nyatakan, antara BP Batam dan Pemkot Batam adalah dua hal berbeda. Jika dipaksakan wali kota merangkap ketua BP Batam, para pengusaha di Batam akan mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung (MK).

Menurut Suryani, BP Batam itu organisasi profesional yang memang kepanjangan tangan dari pusat. Sementara wali kota itu pemerintah daerah.

“Dan kalau misalnya itu dijabat oleh wali kota, itu kan bisa masalah. Kenapa? Karena wali kota itu sifatnya lima tahunan. Nanti jika ganti wali kota akan ganti kebijakan dan ganti arah. Karena wali kota itu jabatan politis sehingga setiap kebijakannya kepentingan politik yang luar biasa,” ujarnya melalui sambungan telepon, Minggu (06/12/2019) siang.

Suryani memaparkan, walaupun sebutannya ex officio, namun tetap saja punya hak untuk mengarahkan. Itu akan jadi masalah karena jabatan politis dipakai jadi jabatan profesional itu tidak pas.

Apa yang sudah ada di Batam sekarang ini menurut Suryani sudah bagus. Jika nanti pengelolaannya dipegang oleh wali kota, nanti tiap lima tahun ada pergantian. “Kondisi politik sekarang ini di Indonesia, kita nanti akan sangat bergantung kepada wali kota-nya yang mesti open minded, yang bagus dan profesional. Kalau kita dapat yang seperti itu, kalau tidak, akan jadi bencana,” tegasnya.

Banyak pakar ekonomi sepakat jika investasi yang ada di Batam akan jadi masalah jika kebijakan itu dipaksakan untuk diterapkan. Batam menurut Suryani lebih bagus dikelola oleh lembaga yang betul-betul profesional yang tidak tersentuh oleh pergantian kepemimpinan setiap lima tahun.

Menurutnya, jika ada wali kota baru, kebijakan akan baru lagi. Apalagi dengan adanya otonomi daerah yang membuat pemerintah pusat tidak bisa semaunya menentukan kebijakan di daerah. “Jangan ciptakan masalah baru. Kini yang terjadi, berusaha menyelesaikan masalah, namun dengan menciptakan masalah baru. Jadi mumpung itu belum terjadi, lebih bagus dihindari,” sarannya.

Suryani memaparkan, dalam teori manajemen ada dua hal penting yang menentukan, leadership dan sistem. Faktanya di Indonesia, sistem sangat dipengaruhi oleh leader. “Wali kota ini sebagai leader, sebagai pemimpin. Kalau leadernya tidak punya kapasitas, sistem bisa diacak-acak. Indonesia ini belum bisa menyerahkan semuanya kepada sistem secara keseluruhan. Jangan uji coba deh,” jelasnya.

Sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab terhadap perkembangan bisnis dan investasi di Indonesia, Suryani berharap Pemerintah tidak terburu-buru mengambil kebijakan tanpa kajian dan aturan main yang jelas. Namun jika hal itu harus terjadi, para pengusaha di Batam akan mengambil langkah hukum dengan mengajukan uji meteri ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Setelah saya bicara dengan teman-teman Kadin Daerah, mereka akan melakukan Uji Materi ke Mahkamah Konstitusi. Satu itu, yang kedua, yang jelas pemerintah telah melanggara Undang-undang. Jangan menyelesaikan persoalan dengan menimbulkan persoalan baru. Sebaiknya segera terbitkan Peraturan Pemerintah (PP). Bagiu pengusaha yang paling penting adalah konsitensi dari kebijakan. Jangan sampai kebijakan yang sudah bagus kemudian ditarik lagi, kemudian buat lagi yang baru,” tegasnya.

Lebih jauh Suryani memaparkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu biasanya dibangun untuk daerah-daerah yang belum berkembang. Sementara Batam ini sudah ada free trade zone (FTZ) Walaupun faktanya memang yang free perdagangannya di sana, sementara barang-barangnya impor. “Ini yang salah dan harus diperbaiki. Tapi Batam itu memiliki posisi yang luar biasa bagusnya,” ungkapnya lagi.

Presiden Jokowi menurut Suryani pernah punya rencana untuk membangun pusat industri maritim, sebaiknya itu saja yang dikembangkan. Pemerintah bisa mengembangkan itu tanpa harus membuat KEK maritim. Jangan ingin menyelesaikan masalah dengan masalah baru lagi.[]

 

 

 


Komentar


Nusantara - 6 jam yang lalu

Binmas Noken Polri Hadir di Tengah Para Korban Banjir Sentani

POROSJAKARTA.COM, SETANI - Satu Minggu lamanya banjir bandang menerjang Santani dan Kota Jayapura menyebabkan 112..
Seleberita - 1 hari yang lalu

Titi Kamal Langsung Jatuh Cinta ‘Rumput Tetangga’

POROSJAKARTA.COM - Titi Kamal sebagai artis papan atas dan berpengalaman, sangat hati-hati dalam setiap menerima..
Nusantara - 2 hari yang lalu

150 Unit Rumah Untuk Para Veteran, Pejuang Trikora dan Kepala Suku Tahun 2019 di Papua

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Ketua PKRI (Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia) Stevanus Wetipo menyampaikan ucapan..
Nusantara - 2 hari yang lalu

Rapat Koordinasi PKRI Bersama Kasatker Penyedia Perumahan di Papua

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Dalam rangka pelaksanaan membangun 12.000 unit perumahan di Papua pada tahun 2019, Kepala..
Jakarta Pusat - 3 hari yang lalu

“Batik Sudagaran Surakarta” Karya Hartono Sumarsono Mengulas Batik Luar Keraton

POROSJAKARTA.COM, SEMANGGI - Nama Hartono Sumarsono dikalangan pecinta batik memang sudah sangat dikenal, setelah..
Jakarta Pusat - 3 hari yang lalu

Mengusung Konsep Kekinian, Pameran Kain “Adiwastra Nusantara 2019” Resmi Dibuka

POROSJAKARTA.COM, SEMANGGI - Pameran kain adipati terbesar di Indonesia, Adiwastra Nusantara 2019 resmi dibuka pada..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Tokoh Perempuan Papua, Yakoba Lokbere Prihatin Melihat Sisi Kemanusiaan Kasus Nduga

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Tokoh perempuan Papua, Yakoba Lokbere merasa prihatin atas dampak yang terjadi dari..
Musik - 4 hari yang lalu

KOMPILADUT, Album Dangdut Para Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat

POROSJAKARTA.COM, CIDENG - Banyak talent penyanyi dangdut berkualitas terlahir di acara ajang pencarian bakat...
Nusantara - 5 hari yang lalu

Jalan-jalan di Sentani Masih Digenangi Air

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Jalan-jalan di Sentani Kabupaten Jayapura masih digenangi air. Lumpur yang terbawa dari..
Nusantara - 6 hari yang lalu

Banjir Bandang Sentani, Pengungsi Masih Trauma Kembali ke Rumah

POROSJAKARTA.COM, JAYAPURA - Banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura Papua yang menewaskan  77..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close