Minggu, 24 Maret 2019 WIB

Wacana Peleburan BP Batam, Fahri Hamzah Curiga Ada yang Diuntungkan

Oleh : Rafi Adam | Jumat, 11 Januari 2019 | 14:01 WIB


Fahri Hamzah /ist

POROSJAKARTA.COM, GAMBIR - Danang Girindrawardana, Pakar Kebijakan Publik, menilai wacana melebur Kepemimpinan BP Batam dengan Wali Kota Batam adalah kebijakan yang salah kaprah. Bahkan Fahri Hamzah mencurigai ada yang ingin mengambil keuntungan dalam kebijakan ini.

BP Batam hadir dengan harapan menjadi gerbang ekspor impor untuk mendongkrak investasi dan industrialisasi. Contoh Hanoi dan Penang, kawasan industrinya diserahkan ke Pemerintah daerah tapi kelembagaannya kuat. Jika ada masalah maka langsung bisa ke pusat, tidak perlu lobi-lobi dulu. Kita sekarang bicara Indonesia yang birokrasinya berbelit-belit.

Pengurus BP Batam yang punya ekspektasi besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional. Apakah relevan jika di kelola oleh walikota? Belum lagi di Indonesia rentan terjadi benturan komplikasi kewenangan yang diakibatkan adanya undang-undang otonomi daerah.

Menurut mantan Ketua Ombudsman Indonesia ini, negara memiliki harapan besar terhadap BP Batam sebagai dongkrak ekonomi nasional. “Tapi jika dikelola oleh daerah, sementara daerah jika ada tekanan dari pusat langsung ciut. Belum lagi, pengambilan kebijakannya harus lobi sana-sini. Ini tidak logis pasti ada apa-apanya, dan banyak kepentingan dibelakangnya,” kata Danang di Jakarta, Jumat (11/01/2019).

Rencana pemerintah peleburan itu juga menjadi perhatian khusus Wakil Ketua DPR RI yang mencurigai adanya upaya mengambil alih BP Batam melalui Wali Kota Batam yang nota bene poltisi Partai Nasdem.

Hal itu diungkapkan Fahri Hamzah kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan. Menurut Fahri, peleburan BP Batam dan Walikota jelas bertentangan dengan Hukum karena kedua badan tesebut diatur oleh undang undang yang berbeda. BP Batam memiliki undang undang sendiri yang terkait dengan kawasan Free Trade Zone (FTZ), Sementara walikota ada undang undang tentang daerah.

“BP itu undang-undang khusus Free Trade Zone (FTZ), wali kota ini undang-undang khusus, undang-undang otonomi daerah. Ini kalau mau digabung, tidak bisa digabung dengan Peraturan Pemerintah (PP), dia harus digabung dengan undang-undang. Apalagi penggabungannya aneh, dia mau digabung wali kota ex officio menjadi kepala otorita. Ketua otorita ini pejabat pusat, jadi kayak kepala desa merangkap menteri desa. Nggak boleg begitu dong,” ujar Fahri.

Menurut Fahri ada tiga isu dalam kasus ini. Ada isu ekonomi, perubahan yang dirancang ini bisa mengganggu konsentrasi investor, yang kedua secara politik ini kan merugikan, apalagi menjelang Pemilu. “Biarkan saja begitu. Jangan ada perubahan dulu,” tegasnya.

Lebih jauh Fahri mengatakan, kalau mau mengevaluasi personalia dan kinerja silahkan, kerena itu rutin dan menjadi kewenangan dewan kawasan. “Nah yang ketiga kebijakan itu akan bertentangan dengan hukum karena status dari dua undang-undang yang ada,” jelasnya.

Fahri mencurigai rencana pemerintah yang tidak melalui kajian mendalam ini merupakan sebuah agenda tersembunyi dari segelintir orang di rezim ini yang ingin mengambil keuntungan.

“Saya kira ada yang mencurigakan. Ada orang yang mau memakai jabatan wali kota untuk menguasai otorita atau badan lain. Gak boleh sembarangan diambil alih,” tandas Fahri.

Fahri juga mengingatkan pemerintah, bahwa perubahan yang akan dilakukan ini akan mengganggu iklim investasi di Batam yang belakangan menunjukan trend peningkatan. “Perubaban yang mereka lakukan pasti akan mengganggu investor. Secara poltik ini mengganggu. Jadi biarkan saja jangan ada perubahan,” ungkapnya.

Dampaknya menurut Fahri, pengusaha pasti akan bingung dan saya kira ini ada yang mencurigakan. Ada orang yang ingin memakai jabatan wali kotanya untuk menguasai otorita. Itu badan lain, tidak boleh sembarangan diambil alih. “Kalau merombak aturan untuk memberikan jabatan kepada orang yang sebenarnya berada di bawah itu, itu bisa bahaya,” tendasnya. []

 

 


Komentar


Nusantara - 7 jam yang lalu

Binmas Noken Polri Hadir di Tengah Para Korban Banjir Sentani

POROSJAKARTA.COM, SETANI - Satu Minggu lamanya banjir bandang menerjang Santani dan Kota Jayapura menyebabkan 112..
Seleberita - 1 hari yang lalu

Titi Kamal Langsung Jatuh Cinta ‘Rumput Tetangga’

POROSJAKARTA.COM - Titi Kamal sebagai artis papan atas dan berpengalaman, sangat hati-hati dalam setiap menerima..
Nusantara - 2 hari yang lalu

150 Unit Rumah Untuk Para Veteran, Pejuang Trikora dan Kepala Suku Tahun 2019 di Papua

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Ketua PKRI (Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia) Stevanus Wetipo menyampaikan ucapan..
Nusantara - 2 hari yang lalu

Rapat Koordinasi PKRI Bersama Kasatker Penyedia Perumahan di Papua

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Dalam rangka pelaksanaan membangun 12.000 unit perumahan di Papua pada tahun 2019, Kepala..
Jakarta Pusat - 3 hari yang lalu

“Batik Sudagaran Surakarta” Karya Hartono Sumarsono Mengulas Batik Luar Keraton

POROSJAKARTA.COM, SEMANGGI - Nama Hartono Sumarsono dikalangan pecinta batik memang sudah sangat dikenal, setelah..
Jakarta Pusat - 3 hari yang lalu

Mengusung Konsep Kekinian, Pameran Kain “Adiwastra Nusantara 2019” Resmi Dibuka

POROSJAKARTA.COM, SEMANGGI - Pameran kain adipati terbesar di Indonesia, Adiwastra Nusantara 2019 resmi dibuka pada..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Tokoh Perempuan Papua, Yakoba Lokbere Prihatin Melihat Sisi Kemanusiaan Kasus Nduga

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Tokoh perempuan Papua, Yakoba Lokbere merasa prihatin atas dampak yang terjadi dari..
Musik - 4 hari yang lalu

KOMPILADUT, Album Dangdut Para Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat

POROSJAKARTA.COM, CIDENG - Banyak talent penyanyi dangdut berkualitas terlahir di acara ajang pencarian bakat...
Nusantara - 6 hari yang lalu

Jalan-jalan di Sentani Masih Digenangi Air

POROSJAKARTA.COM, SENTANI - Jalan-jalan di Sentani Kabupaten Jayapura masih digenangi air. Lumpur yang terbawa dari..
Nusantara - 6 hari yang lalu

Banjir Bandang Sentani, Pengungsi Masih Trauma Kembali ke Rumah

POROSJAKARTA.COM, JAYAPURA - Banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura Papua yang menewaskan  77..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close