Rabu, 19 Juni 2019 WIB

Michelle Wibowo, Pengusaha Humanis Peduli Sesama

Oleh : Rafi Adam | Minggu, 03 Maret 2019 | 00:58 WIB


Michelle Wibowo /ist

PJ.COM – Meski berasal dari keluarga beruntung, Michelle Wibowo memilih hidup mandiri. Jadi guru bahasa Mandarin, SPG dan sales asuransi, bahkan menjajakan deterjen di SPBU, pernah dia lakoni. Semua pengalaman itu menjadi guru terbaiknya, dia sukses sebagai pengusaha klinik kecantikan dan Diamond Leader di perusahaan MLM ternama.

Semua kisah hidup, ketegaran, kesabaran dan konsistensi Michelle Wibowo tertuang di halaman buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” yang diterbitkan Pusat Profil dan Biografi Indonesia. Di buku seri “Kekayaan yang Tersembunyi, Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses” itu, sosok Michelle Wibowo tersaji jelas dengan judul “Ci Michelle Perintis Kecantikan yang Humanis”.

Sebagai seorang pengusaha wanita, sosok Michelle Wibowo tidak bisa dipandang sebelah mata. Foxy Beauty Clinic & Academy menjadi bukti nyata hasil kerja wanita berusia 28 tahun ini. Sederet penghargaan sudah diraihnya, namun Michelle Wibowo terus berkreasi agar selalu unggul di setiap situasi.

Wanita lulusan Stockholm University, Swedia ini berprinsip, jangan cepat puas dalam menjalani kehidupan dan merintis usaha. Jika ingin sukses harus berani keluar dari zona nyaman. Hal itu sudah dia lakukan sejak remaja.

“Kebetulan saya berasal dari keluarga berkecukupan. Jika saya mau menuruti apa keinginan orang tua, saya tidak perlu susah-susah cari uang sendiri. Tapi saya tidak menyesal, karena kini saya bahagia bisa menikmati hasil dari apa yang saya usahakan sendiri,” ungkap Michelle Wibowo usai launching buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” di Mercure Hotel, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Saat remaja, Michelle Wibowo merasa ‘dibuang’ ke negeri jiran Malaysia oleh orangtuanya. “Saya merasa dibuang. Karena saya sering membangkang dan tidak menuruti keinginan orang tua, saya dikirim ke asrama putri di Malaysia,” ungkap founder Foxy Beauty Clinic & Academy ini.

Tamat SMP di Malaysia, Michelle Wibowo kembali ke Jakarta dan menyelesaikan SMA-nya di Tunas Muda International School. Karena sikapnya tidak berubah, bahkan semakin sulit diatur, akhirnya Michelle Wibowo kembali ‘di asingkan’.

“Saya kuliah di Shanghai, Los Angels, nahkan sampai ke Swedia. Selama kuliah di luar negeri, saya kerja paruh waktu. Macam-macam kerjanya, bahkan pernah jadi mike up artis,” kenangnya.

Kelar kuliah di usia 23 tahun, Michelle Wibowo harus kembali ke Jakarta. Bukannya kembali kerumah orang tuanya, Michelle Wibowo memilih kost dan mencari uang sendiri dengan melakoni banyak pekerjaan.

“Saya pernah kost di Jelambar, Kebon Jeruk dan di Kemanggisan. Saya pernah jadi SPG, Public Relation, agent asuransi. Bahkan saya sempat menjajakan deterjen pencuci mobil di SPBU. Saya pernah merasa, kok hidup susah banget. Tapi saya tetap ngotot dan saya yakin bahwa saya akan berhasil. I belive in my self,” ujar Michelle Wibowo.

Saat kost itulah Michelle Wibowo belajar banyak tentang arti sebuah perjuangan. Teman-teman kost-nya nyaris memiliki persoalan sama, berjuang hidup di ibukota. “Saya bergaul dengan orang-orang yang sama-sama berjuang dari nol untuk maju. Jadi saya semakin kuat,” ceritanya.

Uang hasil kerja ‘serabutan’ itu sedikit demi sedikit dia kumpulkan untuk modal membuka usaha. Dan bisnis klinik kecantikan menjadi pilihannya. “Saya menyukai kecantikan, dan saya merasa senang jika bisa membuat orang lebih percaya diri setelah menjadi cantik,” ujar Michelle Wibowo menjelaskan alasannya mendirikan Foxy Beauty Clinic & Academy.

Karena butuh karyawan namun belum mampu memberi gaji memadai, Michelle Wibowo kemudian merekrut penjual jus buah yang mangkal di kolam renang apartemennya. Dia menjadi karyawan pertama dan setia mendampinginya sampai sekarang.

Meski sudah memiliki usaha sendiri yang terus berkembang pesat, namun Michelle Wibowo belum merasa menjadi orang sukses. Menurutnya, sukses itu jika kita sudah bisa berbagi dengan sesama. “Saya masih dalam proses itu. Saya merasa bahagia jika sudah bisa berbagi,” jelasnya.

Dengan alasan itulah, Michelle Wibowo membuka kelas dan training kecantikan. Semua pengetahuan tentang teknik kecantikan yang pernah dia peroleh dari banyak negara, korea salah satunya dia share kepada peserta didiknya.

Satu hal lagi terkait niat berbagi, Michelle Wibowo dan Harmoni Dinamik Indonesia (HDI) sedang mengembangkan lembaga pendidikan bagi anak tidak mampu di Batu, Malang. HDI yang bergerak di bisnis Multi Level Marketing (MLM) produk kecantikan dan kesehatan asal Korea itu membangun lembaga pendidikan bernama ‘Kampung Kidz”.

“Kami menampung ratusan anak-anak yatim piatu untuk mendapat pendidikan yang baik secara gratis. Mereka juga diberikan pelajaran kewirausahaan agar segara bisa mandiri dalam usia muda. Kami juga sedang membangun universitas yang salah satu jurusannya adalah kewirausahaan,” ungkap Michelle Wibowo.

Michelle Wibowo berharap, kisah hidupnya di dalam buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” itu bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi pembacanya agar bisa meraih kesuksesan dan jangan takut keluar dari zona nyaman. Dan perlu dicatat, sukses itu jika kita sudah bisa berbagi dengan sesama.[]

 

 

 


Komentar


Arena - 1 hari yang lalu

GM Dmitry Kokarev Belum Tergoyahkan, Ummi Fisabillah Melejit

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Unggulan pertama GM Dmitry Kokarev dari Rusia mengalahkan unggulan kedua GM Ivan..
Nusantara - 1 hari yang lalu

Ketua DPR Papau Barat Mendesak DKPP RI Segera Menindak Tegas Komisioner KPUD Maybrat, Sekretaris dan Staf Atas Kejahatan Pemilu yang Dilaporkan Bawaslu Papua Barat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua DPR Papua Barat Pieters Kondjol mengapresiasi kinerja Bawaslu Papua Barat dalam..
Nusantara - 2 hari yang lalu

Terjadi Kejahatan Pemilu di Papua Barat, Ketua DPRD PB, Pieter Kondjol Minta Pemilihan Ulang Di Kabupaten Maybrat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kuat dugaan terjadi pelanggaran berat yang masuk dalam kategori ‘Kejahatan..
Arena - 2 hari yang lalu

GM Susanto Megaranto Bermain Buruk, Remis Melawan Juniornya Azarya Jodi

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Entah apa yang terjadi dengan Grandmaster harapan Indonesia, GM Susanto Megaranto..
Arena - 2 hari yang lalu

Si Mungil Ummi Fisabillah, dan Winshand Berhasil Menahan Remis Pimpinan Klasemen

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Terjadi kejutan lagi di babak keempat kejuaraan catur Japfa GM dan WGM Tournament 2019..
Arena - 4 hari yang lalu

WGM Medina Buat kejutan di babak 2, Tumbangkan GM Ivan Sokolov

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Seperti disambar geledek di siang bolong, GM Ivan Sokolov tak menyangka bisa terkapar..
Arena - 5 hari yang lalu

GM Susanto Megaranto dan WGM Medina Ditantang di Yogyakarta Sebelum ke Piala Dunia

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Kota Yogyakarta memang pantas menjadi julukan kota pelajar untuk ukuran Indonesia,..
Arena - 5 hari yang lalu

Yogya Menjamu Grandmaster Cantik di Hotel Bersejarah

POROSJAKARTA.COM, JOGYA - Hari ini gelar Kejuaraan catur, Japfa GM dan WGM Chess Tournament 2019 dimulai di..
Arena - 1 minggu yang lalu

Mencari Grand Master Baru Berbakat, Japfa Datangkan 12 GM dan WGM Eropa dan Asia

POROSJAKARTA.COM - Melanjutkan komitmennya dalam mendorong perkembangan catur Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia..
Arena - 1 minggu yang lalu

Di Ujung Lebaran, Japfa Menggebrak Selenggarakan Kejuaraan Catur Japfa GM & WGM Chess Tournament International 2019

POROSJAKARTA.COM - Arus mudik Lebaran 2019 masih terasa hangat di tengah masyarakat Indonesia yang merayakannya..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close