Rabu, 28 Oktober 2020 WIB

Di Tangan Anna Mariana, Betawi Punya Tenun Layak Tampil di Pentas Fashion Dunia

Oleh : Aqila Zafira | Minggu, 10 Maret 2019 | 17:05 WIB



POROSJAKARTA.COM – Ada yang menarik dalam rangkaian acara pembukaan Rapat Kerja Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat (9/3/2019), belasan model berlenggang diantara hadirin memperagakan busana karya desainer Prof, Dr Anna Mariana, S.H, M.H, M.B.A  dengan karya master piecenya berupa Tenun Betawi.

Tenun Betawi atau lebih dikenal dengan nama tenun BaliBetawi (BaBe) pertama kali diluncurkan Anna pada 2016, atas inisiatif  pimpinan DKI saat itu, Sony Sumarsono. “Saat itu di Betawi (Jakarta) sama sekali belum memiliki wastra tenun, yang ada hanya Batik Betawi!” tutur Anna yang juga menjabat  Bendahara Umum LKB.

“Untuk koleksi terbaru yang diperagaan hari ini, saya  sengaja  menampilkan 20 pakaian, terdiri dari busana wanita dan pria  dengan design bergaya Betawi modern, kekinian, dan sesuai dengan anak milenial jaman now. Jadi ada baju hijab, ada pula baju untuk hang out!”  ujar Anna Mariana.

Design yang dimaksud disesuaikan dengan  tema rapat kerja  hari itu, yakni LBK Penggerak Pelestarian dan Pengembangan Budaya Betawi di Era Milenial. “Tema  ini sekaligus untuk mengangkat dan mempromosikan budaya Tenun Betawi Modern di era kini!’ tutur  wanita kelahiran 1 Januari 1960 ini.

Anna menyebut, tujuan utama diciptakannnya tenun Betawi juga produk BaBe antara lain  agar bisa mengangkat budaya Betawi ke tingkat lebih modern dan bisa dibanggakan ke tingkat Internasional.

“Agar  Betawi tidak kalah dari daerah lain yang sudah lebih dulu dikenal di dunia internasional untuk produk mode dan fashionnya melalui tenun yang indah!” ujar isteri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha S.H, M.S, M.S.C.

“Dalam beberapa kesempatan show keluar negeri,  seperti ke Washington DC dan Jepang, Tenun Babe pula yang menjadi bahan utama, untuk saya  peragakan!” ungkap Anna.

Selama masuk ke dalam pengurusan LKB, Anna  mengaku ide-idenya tertampung denga baik. Bahkan bersama  Beki Mardani (Ketum LKB)  dan Imron Hasbullah (Sekjen) telah disusun rencana kegiatan bertajuk Betawi Modest Fashion Week yang akan digelar secara tahunan.

“Agar bisa  mengangkat industri fashion dan kerajinan tradisional Betawi lebih  berkembang dan menjadi modern. Di pengurusann LKB ini, kami  solid, sejalan, sepemikiran  dengan seluruh pembina lainnya!”

Dengan lahirnya tenun Betawi produk unggulan karya Anna Mariana melengkapi Batik Betawi yang sudah lama ada, menurut Anna, wastra ini akan mampu mengangkat dan membawa budaya Betawi lebih dikenal luas hingga ker manca negara.

Anna Mariana memang gigih dalam melestarikan sekaligus menggembangkan tenun sebagai warisan leluhur budaya bangsa Indonesia. Setelah berjuang merilis tenun Babe, ia juga berjuang menghasilkan tenun perpaduan baru. Antara lain tenun BaliSolo, Bali Jogja, Bali Papua dan Tenun BaliMagista (Bali Makasar, Bugis dan Toraja).

Di tengah perjuangan mengembangkan beragam tenun itu,  Anna Mariana sesungguhnya memendam impian untuk bisa melahirkan peringatan Hari Tenun Nasional, sama seperti peringatan hari Batik yang setiap tahun diperingati tiap  tanggal 2 Oktober.

Bersama sejumlah yayasan yang menaungi dan membina para pengrajin Indonesia, seperti  KTTI (Komunitas Tekstile Tradisional)  ATTI (Assosiasi Tradisional Tenun Indonesia), Yayasan CBKN (Cinta Budaya Kain Nusantara) yang didirikannya,   Anna  bergerilya melobi dan melakukan pendekatan kepada pemerintah, baik lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, maupun lewat Setneg .

Perjuangan Anna dan kawan-kawan, dalam mengangkat Tenun dan membawa Tenun-tenun  Indonesia diakui secara legalitas,  bakal  segera terwujud. 

“Alhamdulillah Pemerintah sudah  menetapkan Hari Tenun Nasional untuk diperingati setiap tanggal 7 September, Kepresnya tinggal ditandatangani Pak Presiden Jokowi. Deklarasi tentang penetapan peringatan ini akan diumumkan dalam acara Festival Tenun Tradisional Nusantara dalam waktu dekat.” Kata Anna

Dengan adanya penetapan Hari Tenun Nasional, menurut Anna diharapkan dapat membantu industri tenun tradisional Indonesia berkembang lebih maju.

“Kami sangat mengharapkan dukungan Pemerintah, agar industri pengrajin tenun dapat terus tumbuh, sehingga mampu meningkatan sektor industri ekonomi  sekaligus bisa mengurangi tingkat” pengangguran!” kata Anna yang baru pulang dari ibadah Umroh bersama keluarga besarnya juga keluarga besar Ibu Sudjiatmi Notomihardjo, Ibunda kandung Joko Widodo.

Menurut Anna, di tengah ibadah umroh itu, Pemerintah Arab  memberikan kesempatan kepada Anna dan rombongan untuk masuk ke tempat pembuatan Kiswah (kain penutup) Ka’bah  di kota Makkah.. “Tidak semua orang dapat ijin masuk ke situ!”

Sejarah  mencatat, Kiswah Ka’bah memang dibuat dari pola menenun secara tradisional. Dari  jaman  Baginda Rasullulah itu memang belum ada tekhnologi mesin.

“Sampai saat ini Arab Saudi masih membudayakan tenun khusus hanya untuk membuat Kiswah Ka’bah. Namun, untuk produk lainnya mereka tidak mampu mengembangkan lagi, terlebih tekhnologi mesin semakin baik, Ditambah keterbatasan SDM yang semakin langka, tenun tak bisa berkembang lagi!” ungkap Anna yang menuliskan khusus soal tenun Kiswah Kabah di dalam buku terbarunya bertajuk Mengangkat Harkat Martabat Tenun Indonesia yang dicetak dalam dua Bahasa; Indonesia dan Inggris.[]

 


Komentar


Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Erick Thohir Ungkap Pertanyaan Menggelitik soal Vaksin Corona

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Pemerintah berupaya mendatangkan vaksin covid-19 ke tanah air. Menteri BUMN Erick..
Jakarta Barat - 1 minggu yang lalu

Kota Tua Menjadi Kota Mati  karena Pandemi COVID19

POROSJAKARTA.COM - Mendengar nama Kota Tua Jakarta Barat, identik dengan sepeda ontel, orang2 yang berpakaian seperti..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

JBMI Usulkan Megawati Dan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul Sebagai Pahlawan Nasional

POROSJAKARTA.COM - Dewan Pimpinan Pusat Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (DPP JBMI) mengusulkan kepada..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Kemenkes: RI Dapat Kepastian Ketersediaan Vaksin Corona 9,1 Juta Orang di 2020

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan..
Sosok - 1 minggu yang lalu

Dr Naomi Netty Howay, Perempuan Inspiratif Datang dari Timur

POROSJAKARTA.COM – Pengurus PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Penghentian Kasus Dugaan Politik Uang Pilkada Merauke Indikasi Politik Uang Masih Ada

POROSJAKARTA.COM – Penghentian kasus dugaan politik uang dalam pilkada Kabupaten Merauke karena alasan batas..
Arena - 1 minggu yang lalu

Kepergian Legenda Atletik Indonesia Eduardus Nabunome

POROSJAKARTA.COM – Sekjen PB PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indoneisa), Ir Tigor Tanjung, menulis tentang..
2 minggu yang lalu

Penerbangan Lumpuh, Maskapai Ini Buka Restoran Bertema Pesawat

POROSJAKARTA.COM, BANGKOK - Menu makanan pesawat sebenarnya tidak memiliki reputasi terbaik dibanding jenis makanan..
Wirausaha - 2 minggu yang lalu

Thai Airways Dikabarkan Bangkrut, Banting Stir Jualan Gorengan

POROSJAKARTA.COM, BANGKOK – Berbagai sektor industri di dunia mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19..
Wirausaha - 2 minggu yang lalu

ALFAKES Meminta Dukungan MPR RI Dibentuknya Institusi Pengawasan Kalibrasi Alat Kesehatan

POROSJAKARTA.COM, SENAYAN - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) menerima Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan..
Lihat Semua

Close





Close
Close