Rabu, 19 Juni 2019 WIB

DPRD DKI Jakarta Minta Dinkes Lakukan Kalibrasi Alkes di RS dan Puskesmas

Oleh : Merwyn Golan | Kamis, 14 Maret 2019 | 13:29 WIB


(Foto: PJ /Yss) Audiensi Alfakes dengan Ketua Komisi E DPRD DKI, Syahrial

POROSJAKARTA.COM, Jakarta - Untuk menghindari salah diagnosa awal, Komisi E DPRD DKI mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan kalibrasi alat kesehatan yang ada di Puskemas. Karena diduga, hampir semua alat kesehatan di puskesmas kecamatan dan kelurahan belum di kalibrasi.

Kalibrasi sendiri adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat kesehatan dengan cara membandingkan dengan standar atau tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan hasil pengukuran atau pemeriksaan yang dilakukan alat kesehatan tersebut akurat dan konsiten dengan instrumen lainnya.

Ketua Komisi E DPRD DKI, Syahrial, mengatakan kalibrasi alat kesehatan (alkes) sangat penting dilakukan. Karena bila tidak dilakukan kalibrasi, sebaik apa pun peralatan medis yang dimiiliki puskesmas dan RSUD tidak dapat menjamin alkes itu bekerja dengan optimal.

"Perawatan dan kalibrasi rutin akan mempengaruhi tingkat akurasi alkes tersebut. Jadi dapat menghindari salah diagnosa di awal. Karena puskesmas itu kan garda terdepat dalam pengobatan masyarakat,” kata Syahrial di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 44 tentang Rumah Sakit, lanjut Syahrial, pasal 16 mewajibkan seluruh peralatan medis harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh balai pengujian fasilitas kesehatan atau institusi pengujian kesehatan yang berwenang. "Kalau tidak, (Puskesmas dan RSUD) bisa ditutup dan potensi tersebut bisa membahayakan masyarakat," ujar Syahrial.

 

Saat menerima audiensi Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia di ruang rapat Komisi E DPRD DKI, kemarin, Selasa (12/2/2019), Syahrial mendapatkan informasi alkes di puskesmas di seluruh wilayah DKI Jakarta belum di kalibrasi sama sekali. Sementara untuk RSUD sudah dilakukan kalibrasi.

"Puskesmas belum sama sekali. RSUD sudah. Sekarang puskesmas jadi prioritas kita untuk melakukan kalibrasi. Saya akan desak Dinkes DKI untuk segera melakukan kalibrasi alkes puskesmas. Kalau kita biarkan saja, potensi membahayakan masyarakat besar sekali,” ujar Syahrial.

Syahrial juga akan meminta Dinkes DKI untuk membentuk Badan Pengawas Alkes untuk memastikan seluruh alkes di RSUD dan Puskesmas serta rumah sakit swasta di DKI sudah di kalibrasi. "Badan pengawas itu perlu. Bagaimana kita mengontrol alkes sudah di kalibrasi atau tidak,” tukas Syahrial.

Sementara itu, Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia, Hendrana Cahyadi, mengatakan, total alkes yang ada di rumah sakit (RS) milik pemerintah daerah dan pusat di wilayah DKI Jakarta dipastikan sangat banyak, belum lagi alkes yang ada di puskesmas. Sementara jumlah puskesmas kelurahan ada sebanyak 280 unit dan puskesmas kecamatan ada 44 unit.

"Total alkes di rumah sakit negeri dan puskesmas di Jakarta masih gelap. Kami juga belum lakukan inventaris untuk rumah sakit swasta, dokter pribadi dan lainya. Makanya kami usulkan ke Komisi E, selain dibentuk badan pengawas, juga dilakukan inventarisasi alkes yang menjadi aset DKI di RSUD maupun puskesmas,” kata Hendrana.

Hendrana mengungkapkan, semua puskesmas di DKI belum melaksanakan kalibrasi dengan alasan terbatasnya anggaran kesehatan. "Seharusnya itu tidak menjadi alasan, karena puskesmas merupakan tombak terdepan dalam hal kesehatan warga Jakarta," tandas Hendrana.


Sementara itu, Sekertaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia, Mujiono Oetojo mengatakan, hingga saat ini belum ada angka pasti mengenai jumlah alkes yang dimiliki Pemprov DKI.

Data terakhir yang ia dapat ada sebanyak 2,8 juta alkes yang ada di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia di tahun 2016. Belum lagi di puskesmas-puskesmas. Jumlah alkes di DKI Jakarta juga belum ada datanya.

“Dengan adanya badan pengawas kalibrasi ini nanti akan diketahui jumlah total alkes yang sesungguhnya di DKI Jakarta, dan kemudian berapa jumlah alkes yang sudah dikalibrasi,” terang Mujiono.

Selain sebagai pengawas, ia mengharapkan badan tersebut juga dapat melakukan tindakan tegas sebagai sanksi bagi Puskesmas atau RSUD yang lalai.

“Karena ini jadi permasalahan ketika Undang-Undang tersebut tidak dijalankan dengan baik, padahal ini untuk keselamatan masyarakat,” tandas Mujiono. [PJ/yss]

 

 


Komentar


Arena - 1 hari yang lalu

GM Dmitry Kokarev Belum Tergoyahkan, Ummi Fisabillah Melejit

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Unggulan pertama GM Dmitry Kokarev dari Rusia mengalahkan unggulan kedua GM Ivan..
Nusantara - 1 hari yang lalu

Ketua DPR Papau Barat Mendesak DKPP RI Segera Menindak Tegas Komisioner KPUD Maybrat, Sekretaris dan Staf Atas Kejahatan Pemilu yang Dilaporkan Bawaslu Papua Barat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua DPR Papua Barat Pieters Kondjol mengapresiasi kinerja Bawaslu Papua Barat dalam..
Nusantara - 2 hari yang lalu

Terjadi Kejahatan Pemilu di Papua Barat, Ketua DPRD PB, Pieter Kondjol Minta Pemilihan Ulang Di Kabupaten Maybrat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kuat dugaan terjadi pelanggaran berat yang masuk dalam kategori ‘Kejahatan..
Arena - 2 hari yang lalu

GM Susanto Megaranto Bermain Buruk, Remis Melawan Juniornya Azarya Jodi

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Entah apa yang terjadi dengan Grandmaster harapan Indonesia, GM Susanto Megaranto..
Arena - 2 hari yang lalu

Si Mungil Ummi Fisabillah, dan Winshand Berhasil Menahan Remis Pimpinan Klasemen

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Terjadi kejutan lagi di babak keempat kejuaraan catur Japfa GM dan WGM Tournament 2019..
Arena - 4 hari yang lalu

WGM Medina Buat kejutan di babak 2, Tumbangkan GM Ivan Sokolov

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Seperti disambar geledek di siang bolong, GM Ivan Sokolov tak menyangka bisa terkapar..
Arena - 5 hari yang lalu

GM Susanto Megaranto dan WGM Medina Ditantang di Yogyakarta Sebelum ke Piala Dunia

POROSJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Kota Yogyakarta memang pantas menjadi julukan kota pelajar untuk ukuran Indonesia,..
Arena - 5 hari yang lalu

Yogya Menjamu Grandmaster Cantik di Hotel Bersejarah

POROSJAKARTA.COM, JOGYA - Hari ini gelar Kejuaraan catur, Japfa GM dan WGM Chess Tournament 2019 dimulai di..
Arena - 1 minggu yang lalu

Mencari Grand Master Baru Berbakat, Japfa Datangkan 12 GM dan WGM Eropa dan Asia

POROSJAKARTA.COM - Melanjutkan komitmennya dalam mendorong perkembangan catur Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia..
Arena - 1 minggu yang lalu

Di Ujung Lebaran, Japfa Menggebrak Selenggarakan Kejuaraan Catur Japfa GM & WGM Chess Tournament International 2019

POROSJAKARTA.COM - Arus mudik Lebaran 2019 masih terasa hangat di tengah masyarakat Indonesia yang merayakannya..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close