Rabu, 20 Januari 2021 WIB

DPRD DKI Jakarta Minta Dinkes Lakukan Kalibrasi Alkes di RS dan Puskesmas

Oleh : Merwyn Golan | Kamis, 14 Maret 2019 | 13:29 WIB


(Foto: PJ /Yss) Audiensi Alfakes dengan Ketua Komisi E DPRD DKI, Syahrial

POROSJAKARTA.COM, Jakarta - Untuk menghindari salah diagnosa awal, Komisi E DPRD DKI mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan kalibrasi alat kesehatan yang ada di Puskemas. Karena diduga, hampir semua alat kesehatan di puskesmas kecamatan dan kelurahan belum di kalibrasi.

Kalibrasi sendiri adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat kesehatan dengan cara membandingkan dengan standar atau tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan hasil pengukuran atau pemeriksaan yang dilakukan alat kesehatan tersebut akurat dan konsiten dengan instrumen lainnya.

Ketua Komisi E DPRD DKI, Syahrial, mengatakan kalibrasi alat kesehatan (alkes) sangat penting dilakukan. Karena bila tidak dilakukan kalibrasi, sebaik apa pun peralatan medis yang dimiiliki puskesmas dan RSUD tidak dapat menjamin alkes itu bekerja dengan optimal.

"Perawatan dan kalibrasi rutin akan mempengaruhi tingkat akurasi alkes tersebut. Jadi dapat menghindari salah diagnosa di awal. Karena puskesmas itu kan garda terdepat dalam pengobatan masyarakat,” kata Syahrial di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 44 tentang Rumah Sakit, lanjut Syahrial, pasal 16 mewajibkan seluruh peralatan medis harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh balai pengujian fasilitas kesehatan atau institusi pengujian kesehatan yang berwenang. "Kalau tidak, (Puskesmas dan RSUD) bisa ditutup dan potensi tersebut bisa membahayakan masyarakat," ujar Syahrial.

 

Saat menerima audiensi Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia di ruang rapat Komisi E DPRD DKI, kemarin, Selasa (12/2/2019), Syahrial mendapatkan informasi alkes di puskesmas di seluruh wilayah DKI Jakarta belum di kalibrasi sama sekali. Sementara untuk RSUD sudah dilakukan kalibrasi.

"Puskesmas belum sama sekali. RSUD sudah. Sekarang puskesmas jadi prioritas kita untuk melakukan kalibrasi. Saya akan desak Dinkes DKI untuk segera melakukan kalibrasi alkes puskesmas. Kalau kita biarkan saja, potensi membahayakan masyarakat besar sekali,” ujar Syahrial.

Syahrial juga akan meminta Dinkes DKI untuk membentuk Badan Pengawas Alkes untuk memastikan seluruh alkes di RSUD dan Puskesmas serta rumah sakit swasta di DKI sudah di kalibrasi. "Badan pengawas itu perlu. Bagaimana kita mengontrol alkes sudah di kalibrasi atau tidak,” tukas Syahrial.

Sementara itu, Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia, Hendrana Cahyadi, mengatakan, total alkes yang ada di rumah sakit (RS) milik pemerintah daerah dan pusat di wilayah DKI Jakarta dipastikan sangat banyak, belum lagi alkes yang ada di puskesmas. Sementara jumlah puskesmas kelurahan ada sebanyak 280 unit dan puskesmas kecamatan ada 44 unit.

"Total alkes di rumah sakit negeri dan puskesmas di Jakarta masih gelap. Kami juga belum lakukan inventaris untuk rumah sakit swasta, dokter pribadi dan lainya. Makanya kami usulkan ke Komisi E, selain dibentuk badan pengawas, juga dilakukan inventarisasi alkes yang menjadi aset DKI di RSUD maupun puskesmas,” kata Hendrana.

Hendrana mengungkapkan, semua puskesmas di DKI belum melaksanakan kalibrasi dengan alasan terbatasnya anggaran kesehatan. "Seharusnya itu tidak menjadi alasan, karena puskesmas merupakan tombak terdepan dalam hal kesehatan warga Jakarta," tandas Hendrana.


Sementara itu, Sekertaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia, Mujiono Oetojo mengatakan, hingga saat ini belum ada angka pasti mengenai jumlah alkes yang dimiliki Pemprov DKI.

Data terakhir yang ia dapat ada sebanyak 2,8 juta alkes yang ada di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia di tahun 2016. Belum lagi di puskesmas-puskesmas. Jumlah alkes di DKI Jakarta juga belum ada datanya.

“Dengan adanya badan pengawas kalibrasi ini nanti akan diketahui jumlah total alkes yang sesungguhnya di DKI Jakarta, dan kemudian berapa jumlah alkes yang sudah dikalibrasi,” terang Mujiono.

Selain sebagai pengawas, ia mengharapkan badan tersebut juga dapat melakukan tindakan tegas sebagai sanksi bagi Puskesmas atau RSUD yang lalai.

“Karena ini jadi permasalahan ketika Undang-Undang tersebut tidak dijalankan dengan baik, padahal ini untuk keselamatan masyarakat,” tandas Mujiono. [PJ/yss]

 

 


Komentar


1 minggu yang lalu

Jadi Rektor IBI Kesatuan, Prof. Dr. H. Moermahadi Pertahankan Peran Penting Kampus Ajarkan Budi Pekerti

POROSJAKARTA.COM, BOGOR – Prof. Dr. H. Moermahadi Soerja Djanegara, SE., MM., Ak., CA., CPA., CSFA, dilantik..
Arena - 1 minggu yang lalu

Catur BPK Penabur Makin Berkibar, Agustus 2021 Gelar Kejuaraan Catur Antar-Sekolah Tingkat Nasional

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Setelah sukses menyelenggarakan dua turnamen catur bergensi, BPK Penabur melangkah..
Arena - 1 minggu yang lalu

Hasil Kunjungan Kerja Ke KONI Sleman dan KONI Bogor, KONI Jakarta Timur Segera Perjuangkan Besaran Dana Pembinaan Lewat Jalur DPRD Dapil Timur

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Ketua Umum KONI Kotamadya Jakarta Timur, Drs Wilbertus Sihotang bertekad segera..
Arena - 1 minggu yang lalu

Masuk Tahun 2021 KONI Jakarta Timur Mencatat Prestasi Hebat

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Pandemi Covid-19 yang meradang sepanjang tahun 2020 tidak mengurangi kinerja KONI Jakarta..
Etalase - 2 minggu yang lalu

Leny Rafael Luncurkan The Bloom, Sebuah Harapan di Masa Pandemi Covid-19

POROSJAKARTA.COM - Sekian lama bertahan dalam masa Pandemi Covid-19, membuat banyak usaha kolaps. Namun tidak sedikit..
DPRD - 2 minggu yang lalu

Steven Setiabudi Musa Sebut Anies Tidak Serius Tanggulangi Covid19

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - DKI Jakarta selalu menjadi salah satu penyumbang terbanyak jumlah positif Covid19 per..
Arena - 2 minggu yang lalu

Laysa Latifah, Persembahkan Kado Tahun Baru 2021 Dengan Prestasi Hebat Raih Juara 3 FIDE WORLD CADET & TOUTH RAPID CHESS ONLINE

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Pandemi Covid-19 tidak mampu menghalangi semangat pecatur muda berbakat Indonesia untuk..
Bodetabek - 2 minggu yang lalu

Indopolling Apresiasi Anies Sepanjang 2020, GPMI Sebut Beliau Responsif

Porosjakarta.com - Direktur Riset Indopolling Network, Arum Basuki mengapresiasi kinerja berani Anies Baswedan dan..
Bodetabek - 3 minggu yang lalu

Soal Kisruh Lahan PTPN VIII di Megamendung, TB Hasanuddin: Kepada Siapapun , Negara Harus Adil

POROSJAKARTA,- Anggota DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengapresiasi langkah PT Perkebunan Nusantara (PTPN)..
Balaikota - 3 minggu yang lalu

Gubernur DKI Isolasi Saja Dapat Banyak Penghargaan

POROSJAKARTA.COM, Kebon Sirih - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkonfirmasi positif Covid-19 sejak 30..
Lihat Semua

Close

Lihat Semua




Close
Close