Senin, 29 Nopember 2021 WIB

DPRD DKI Jakarta Minta Dinkes Lakukan Kalibrasi Alkes di RS dan Puskesmas

Oleh : Merwyn Golan | Kamis, 14 Maret 2019 | 13:29 WIB


(Foto: PJ /Yss) Audiensi Alfakes dengan Ketua Komisi E DPRD DKI, Syahrial

POROSJAKARTA.COM, Jakarta - Untuk menghindari salah diagnosa awal, Komisi E DPRD DKI mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan kalibrasi alat kesehatan yang ada di Puskemas. Karena diduga, hampir semua alat kesehatan di puskesmas kecamatan dan kelurahan belum di kalibrasi.

Kalibrasi sendiri adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat kesehatan dengan cara membandingkan dengan standar atau tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan hasil pengukuran atau pemeriksaan yang dilakukan alat kesehatan tersebut akurat dan konsiten dengan instrumen lainnya.

Ketua Komisi E DPRD DKI, Syahrial, mengatakan kalibrasi alat kesehatan (alkes) sangat penting dilakukan. Karena bila tidak dilakukan kalibrasi, sebaik apa pun peralatan medis yang dimiiliki puskesmas dan RSUD tidak dapat menjamin alkes itu bekerja dengan optimal.

"Perawatan dan kalibrasi rutin akan mempengaruhi tingkat akurasi alkes tersebut. Jadi dapat menghindari salah diagnosa di awal. Karena puskesmas itu kan garda terdepat dalam pengobatan masyarakat,” kata Syahrial di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 44 tentang Rumah Sakit, lanjut Syahrial, pasal 16 mewajibkan seluruh peralatan medis harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh balai pengujian fasilitas kesehatan atau institusi pengujian kesehatan yang berwenang. "Kalau tidak, (Puskesmas dan RSUD) bisa ditutup dan potensi tersebut bisa membahayakan masyarakat," ujar Syahrial.

 

Saat menerima audiensi Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia di ruang rapat Komisi E DPRD DKI, kemarin, Selasa (12/2/2019), Syahrial mendapatkan informasi alkes di puskesmas di seluruh wilayah DKI Jakarta belum di kalibrasi sama sekali. Sementara untuk RSUD sudah dilakukan kalibrasi.

"Puskesmas belum sama sekali. RSUD sudah. Sekarang puskesmas jadi prioritas kita untuk melakukan kalibrasi. Saya akan desak Dinkes DKI untuk segera melakukan kalibrasi alkes puskesmas. Kalau kita biarkan saja, potensi membahayakan masyarakat besar sekali,” ujar Syahrial.

Syahrial juga akan meminta Dinkes DKI untuk membentuk Badan Pengawas Alkes untuk memastikan seluruh alkes di RSUD dan Puskesmas serta rumah sakit swasta di DKI sudah di kalibrasi. "Badan pengawas itu perlu. Bagaimana kita mengontrol alkes sudah di kalibrasi atau tidak,” tukas Syahrial.

Sementara itu, Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia, Hendrana Cahyadi, mengatakan, total alkes yang ada di rumah sakit (RS) milik pemerintah daerah dan pusat di wilayah DKI Jakarta dipastikan sangat banyak, belum lagi alkes yang ada di puskesmas. Sementara jumlah puskesmas kelurahan ada sebanyak 280 unit dan puskesmas kecamatan ada 44 unit.

"Total alkes di rumah sakit negeri dan puskesmas di Jakarta masih gelap. Kami juga belum lakukan inventaris untuk rumah sakit swasta, dokter pribadi dan lainya. Makanya kami usulkan ke Komisi E, selain dibentuk badan pengawas, juga dilakukan inventarisasi alkes yang menjadi aset DKI di RSUD maupun puskesmas,” kata Hendrana.

Hendrana mengungkapkan, semua puskesmas di DKI belum melaksanakan kalibrasi dengan alasan terbatasnya anggaran kesehatan. "Seharusnya itu tidak menjadi alasan, karena puskesmas merupakan tombak terdepan dalam hal kesehatan warga Jakarta," tandas Hendrana.


Sementara itu, Sekertaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Fasilitas Kesehatan Indonesia, Mujiono Oetojo mengatakan, hingga saat ini belum ada angka pasti mengenai jumlah alkes yang dimiliki Pemprov DKI.

Data terakhir yang ia dapat ada sebanyak 2,8 juta alkes yang ada di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia di tahun 2016. Belum lagi di puskesmas-puskesmas. Jumlah alkes di DKI Jakarta juga belum ada datanya.

“Dengan adanya badan pengawas kalibrasi ini nanti akan diketahui jumlah total alkes yang sesungguhnya di DKI Jakarta, dan kemudian berapa jumlah alkes yang sudah dikalibrasi,” terang Mujiono.

Selain sebagai pengawas, ia mengharapkan badan tersebut juga dapat melakukan tindakan tegas sebagai sanksi bagi Puskesmas atau RSUD yang lalai.

“Karena ini jadi permasalahan ketika Undang-Undang tersebut tidak dijalankan dengan baik, padahal ini untuk keselamatan masyarakat,” tandas Mujiono. [PJ/yss]

 

 


Komentar


Khas - 1 hari yang lalu

Komunitas Wartawan Budaya dan Hiburan (KAWAN), Segera Deklarasi

 POROSJAKARTA.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta / PWI Jaya menyambut baik..
Film - 3 hari yang lalu

Bus Om Bebek Film Anak Nasional Hadirkan Keseruan dan Kelucuan

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Film Bus Om Bebek siap menghibur anak-anak Indonesia di awal tahun baru 2022...
Bodetabek - 1 minggu yang lalu

Puncak HUT KOSGORO 1957 Bantu Pemerintah Tekan Laju Covid-19

Bogor- Dalam rangka HUT 64 KOSGORO 1957 dan Hari Pahlawan 2021 melakukan aksi nyata kepada korban terdampak Covid 19..
Jakarta Selatan - 1 minggu yang lalu

Alumni Jerman, HIMABA RI dan YARSI Sukses Laksanakan Vaksinasi Bersama

JAKARTA. POROSJAKARTA.COM. Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma meninjau langsung pelaksanaan "Vaksinasi Bersama" yang..
Metro - 2 minggu yang lalu

Gus Yazid Basyaiban Berikan Ucapan Selamat untuk Jenderal Andika Perkasa

JAKARTA - Ketua Umum Santri Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kementerian Pertahanan RI H.Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus..
Etalase - 3 minggu yang lalu

Ekstrak Delima di Y.O.U Golden Age Serum Diklaim Mampu Tunda Penuaan

POROSJAKARTA – Hasil survei Home Tester Club, World’s Biggest Grocery Review menobatkan Platform Y.O.U..
Jakarta Selatan - 3 minggu yang lalu

Menakar Hasil Penyederhanaan Birokrasi Pengalihan Jabatan

KEBAYORAN BARU. POROSJAKARTA.COM - Penyederhanaan birokrasi melalui pengalihan jabatan struktural ke fungsional terus..
Jakarta Pusat - 4 minggu yang lalu

Alumni Jerman, YARSI dan HIMABA RI Adakan Vaksinasi Massal Awal November

JAKARTA. POROSJAKARTA.COM - Ketua Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Ing. Ir. H. Vidi Galenso Syarief VDI, S.H., M.H..
Arena - 1 bulan yang lalu

Kejadian di Arena Tinju PON XX Papua Agar Tidak Terulang

POROSJAKARTA. COM, JAKARTA - Peristiwa keributan di arena tinju PON XX Papua yang terjadi Jumat (8/10/2021) malam..
Arena - 1 bulan yang lalu

Ajeng Kandas, Masih Ada Empat Pegulat Terbaik Untuk DKI

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pegulat putri DKI Jakarta, Selfi Ajeng Safitri (50 kg) belum berhasil mewujudkan..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close
Close