Minggu, 15 September 2019 WIB

Pertahankan Idiologi, Ormas Kita Pancasila Gelar Dialog Kebangsaan

Oleh : Abuzakir Ahmad | Jumat, 29 Maret 2019 | 13:07 WIB


(Foto: PJ/Zaki)

POROSJAKARTA.COM, CIKINI - Organisasi Kita Pancasila selenggarakan Dialog Kebangsaan Jelang Pilpres 2019. menghadirkan pembicara yang kompoten di bidangnya, seperti; Dewan Pembina Kita Pancasila Prof. James Tangkudung (Praktisi Pendidikan, Cendekiawan PolitikGuru Besar UNJ),

Ada juga R. Haidar Alwi (tokoh intoleran dan radikalisme), Syafrudin Budiman (Konsultan Media dan Politik) dan Taufan Hanneman, (aktivis 98, Sekjen Fornas Bhineka Tungggal Ika).

Ketua Umum Kita Pancasila Andreas Samual menyampaikan, Pancasila itu falsafah, idiologi kedamaian dan kebahagiaan. Jadi idiologi-idiologi yang ada dalam Pancasila itu memang adalah substansi.

Membicarakan kelima Sila, Andreas mengaku, saat itu dia  mengunjungi Ende, Flores NTT. 1935  "founding fathers", Bung Karno dibuang di Ende dalam keadaan susah, bagaimana  kehidupannya sehari-hari itu dalam titik nadir. Ternyata, kata dia, Pancasila itu lahirnya ditempat itu. Lahir dalam kondisi bangsa masih dalam penjajahan.

"Dalam keputusasaan, kekuatan itu muncul. Dia (Bung Karno) melihat bagaimana setiap orang itu dalam hidupnya harus bahagia dalam perbedaan, "ujar Andreas pada acara Dialog Kebangsaan Jelang Pilpres 2019 di Warunk Upnormal Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat, Rabu (27/4/2019).

 

Dalam kehidupan masa lalu hingga saat ini, itu kebhinekaan seperti sebuah lukisan  abstrak tetap satu. Bukan sesuatu yang berbeda. Tapi beradab. Meski bangsa ini terdiri dari berbagai suku dan bahasa, adat istiadat.

Makanya, dia mempertanyakan, mengapa idioligi Pancasila ini ada yang menggoyang. Menurutnya, karena sebagian masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pajangan saja, bukan sebagai dasar hidup filosofi humanis.

Ia mencontoh, orang Pancasila itu misalnya ketika melihat orang tua yang butuh bantuan tentu akan dibantu. Tidak buang sampah sembarangan. Berkompetisi dalam politik dengan sehat. Politikus yang cendekiawan yang memikirkan bagaimana bangsanya ini maju. Bagaimana kehidupan sekaramg lebih baik kedepannya.

"Para politikus hanya memikirkan kepentinggan kekuasaan, maka tentu negara ini alami perang. Orang-orang baik dan jujur selalu akan dijegal dengan berbagai cara. Mencari kelemahannya dari pada kelebihanya," ujar Andreas.

"Itulah nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai yang memang reperensentasi dari nilai nilai Ketuhanan. Kita orang orang Pancasila harusnya bergotong royong yang punya pengertian dan toleransi," pungkas Andreas.

Sementara itu, Sekjen Kita Pancasila Sandra CL menambahkan, idiologi Pancasila harus benar-benar dijalankan, diamalkan setiap warga negara. Kelima Sila itulah yang mempersatukan suku bangsa dan negara Indonesia.

Pada dasarnya, Pancasila itu gotong-royong, sebagai pedoman, musyarah untuk mufakat. Itulah, katanya, sifat bangsa Indonesia dari dulu. Tidak  menghujat, sebarkan kebencian, fitnah karena bisa merusak sendi-sendi moral anak bangsa.

"Pancasila menjadikan bangsa yang bermartabat, bermoral, berketuhanan, berkeadilan dan penuh dengan permusyawaratan perwakilan, "ujar Sandra.

Seperti diketahui, organisasi Kita Pancasila berawal dari gerakan kecil yakni relawan Jokowi-Ma'ruf untuk dua periode. Karena respon masyarakat itu agar bangsa ini tetap berdiri kokoh, maka lahirlah organisasi Kita Pancasila.

Organisasi ini menyeluruh, diberbagai bidang, seperti  kebudayaan, keberagaman,  kehidupan sosial, pendidikan bahkan ke karang taruna, seluruh LSM, kemaritiman,sejarah,budaya,tradisi adat istiadat kenusantaraan, politik. Jadi semua aspek. tidak ada batasnya, universal.

Lahirnya organisasi KP, maka bangsa Indonesia membuktikan, pancasila itu tetap kuat. Masyarakat tetap memegang dan berfilosofi, pancasila  adalah nafas kehidupan bagi setiap warga negara. [PJ/Abuzakir Ahmad]


Komentar


Arena - 5 hari yang lalu

Rizky Darmawan, Tak Pernah Meremehkan Lawan, Emas PON XX Papua Tetap Dalam Impian

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pesona gadis cantik di layar Hp dalam genggaman tangganya seperti tak pernah lepas dari..
1 minggu yang lalu

Kembali ke Jalur Musik, Rani Ve Aransemen Ulang Lagu Karya 2D “Masih Ada”

POROSJAKARTA.COM- Kembali ke industri musik tanah air, setelah sempat menyibukkan diri di dunia bisnis, membuat Rani..
Arena - 1 minggu yang lalu

Panitia POMNAS Gulat Siap Sukseskan Pelaksanaan POMNAS 2019

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Panitia POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) khusus cabang olahraga gulat..
Jakarta Selatan - 1 minggu yang lalu

Semakin Diminati Masyarakat, MeMiles Gelar “Gebyar MeMiles 100 Miliar Menuju 1 Triliun”

POROSJAKARTA.COM, TEBET - Bisnis berbasis aplikasi bernama MeMiles, yang didirikan sejak April silam, semakin..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Pengkot Pertina Jakarta Timur Dikukuhkan, Erwin Tobing Ketua

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pengurus Pertina (Persatuan Tinju Seluruh Indonesia) Kota Jakarta Timur dikukuhkan oleh..
Bodetabek - 2 minggu yang lalu

Babak Baru Klaim Tanah Yayasan Taman Ismail Marzuki

POROSJAKARTA.COM, BEKASI - Pengadilan Negeri Kota Bekasi menggelar Sidang 'Pemeriksaan Setempat ' Obyek Perkara dalam..
Arena - 2 minggu yang lalu

Blusukan Ke Malang, Ketua Umum KONI DKI, Djamhuron, Memuji Dua Dedengkot Gulat Nasional

POROSJAKARTA.COM, MALANG - Tidak hanya Presiden RI Joko Widodo yang melakukan blusukan ke berbagai pelosok Tanah Air...
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Bisnis Aplikasi Advertising MeMiles Targetkan Sejuta Viewer Dalam Sebulan

POROSJAKARTA.COM, HALIM PK - Dalam waktu yang relatif singkat, bisnis berbasis aplikasi yang diberi nama MeMiles kian..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

SDN Makasar 01 Pagi Jakarta, Rayakan Tahun Baru Islam dengan Pawai

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR -  Pelajar  SDN Makasar 01 Pagi Jakarta Timur ikut memeriahkan pawai..
Arena - 2 minggu yang lalu

Suport Tim Gulat DKI, Ketua Umum KONI DKI, Djamhuron Datang ke Malang

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Djamhuron P. Wibowo menyempatkan diri datang ke markas..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close