Sabtu, 07 Desember 2019 WIB

Alami Tekanan, Ketua KPUD Memberamo Tengah Surati KPU Pusat Minta Caleg PD Berius Kogoya, dan Caleg PDIP Mendika Soa Dinaikkan Peringkat Menjadi Pemenang

Oleh : Mike Wangge | Kamis, 18 Juli 2019 | 13:26 WIB


(Foto/Ist) Ketua KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, Engel Pagawak

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, Engel Pagawak menyurati sekaligus melapor ke KPU Pusat tentang tekanan terhadap pihak Komisioner KPUD oleh penguasa daerah, sekaligus melakukan klarifikasi bahwa caleg yang seharusnya menang (lolos) adalah Berius Kogoya (PD), dan Mendika Soa (PDIP) bukan caleg yang lain dalam pemilihan umum legislatif di Distrik Kalila, Memberamo Tengah pada 17 April 2019 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, Engel Pagawak kepada wartawan di Jakarta usai melaporkan kepada KPU Pusat pada Kamis (18/7/2019) pagi.

Dalam laporan yang ditandatangani oleh tiga komisioner Kabupaten Memberamo Tengah tersebut masing-masing Engel Pagawak (ketua), Yasin Penggu (anggota), dan Simon Yigi Balon (anggota) dijelaskan tentang tekanan dan desakan yang begitu kuat menyebabkan sejumlah Komisioner di KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, dipaksa melakukan tindakan yang menyalahi pakta integritas sebagai penyelenggara pemilu yang independen.

Dalam pejelasannya ia mengatakan, anggota komisioner KPUD Kabupaten Memberamo Tengah yang berjumlah lima orang ini sebagian mengalami tekanan yang luar bisa hebat. Dia menyatakan hal itu sambil memperlihatkan sejumlah bukti akan tekanan-tekanan tersebut dan semuanya sudah dilaporkan ke KPU Pusat dengan tembusan ke masing-masing partai penggugat yakni Partai Demokrat, dan Partai PDI Perjuangan.

Semestinya, bila tanpa tekanan berat, caleg dari dua partai tersebut masing-masing Berius Kogoya dari Partai Demokrat, dan Mendika Soa dari Partai PDI Perjuangan adalah pemenangnya. Bahkan menang dengan menempati urutan pertama.

Karena itu dalam surat ke KPU Pusat Engel Pagawak meminta kepada KPU Pusat untuk dapat menarik kembali jawaban termohon dan mempertimbangkan surat ini agar menetapkan kembali Berius Kogoya menjadi peringkat pertama dan mengembalikan kembali suara caleg PDIP Mendika Soa menjadi 1010 suara.

Engel Pagawak kemudian menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemilu pada tanggal 17 April 2019 lalu di Dapil 3 Distrik Kalila yang kemudian diplenokan pada tanggal 23 April 2019 di situ rekakpitulasi perolehan suara dari Partai Demokrat atas nama Berius Kogoya dan Mendika Soa berjalan dengan baik karena sesuai dengan data C1 hologram akan tetapi dokumen DA1 yang dikeluarkan oleh KPU tidak sesuai dengan rekapitulasi (C1 hologram) yang dibacakan oleh PPD Distrik Kelila pada tanggal 23 April 2019.

Dia menyebutkan perolehan suara caleg atas nama Berius Kogoya (PD) sebanyak 1.281 suara (suara terbanyak), sedangkan caleg dari PDI Perjuangan atas nama Mendika Soa memperoleh suara sebanyak 1010 sesuai dengan dokumen C1 hologram.

Disebutkan, perolehan suara Berius Kogoya 1.281 tidak mengalami perubahan (tidak terjadi pengurangan maupun penambahan suara) namun terjadi pergeseran peringkat pada dokumen DA1 dan DB1 yang dilakukan oleh dua anggota komisioner KPU Kabupaten. Sedangkan perolehan suara Mendika Soa 1.010 berhak memperoleh satu kursi untuk DPRD akan tetapi terjadi pengurangan suara yang dilakukan oleh dua komisioner KPU Kabupaten yang berdampak kehilangan satu kursi. Suara yang dihilangkan yaitu dari 1.010 menjadi hanya sejumlah 971 sebanyak 39 suara.

Untuk kedua permasalahan ini pihak yang bersangkutan, Berius Kogoya (dari PD) dan Mendika Soa (PDI Perjuangan) sudah mengajukan gugatan ke MK.

“Atas tekanan penguasa daerah, dan juga gugatan yang diajukan tersebut saya sebagai ketua KPUD Membramo Tengah, ingin memberikan klarifikasi, bahwa kedua penggugat itu, Berius Kogoya, dan Mendika Soa adalah yang menang dalam pemilihan caleg kemarin,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa tekanan dan intimidasi penguasa daerah dan permainan oleh oknum Komisioner KPU Kabupaten ini berdampak cukup luas di masyarakat. Engel sangat khawatir masalah ini bisa menyebabkan konflik horizontal di Membramo Tengah. Tekanan-tekanan semacam ini, sebutnya, sekarang ini sedang sangat memanas dan bisa menjurus ke konflik yang berkepanjangan di daerah sebutnya.

“Itu sebabnya saya datang ke Jakarta (Pusat) untuk menyampaikan hal ini supaya pihak-pihak terkait terutama MK, khususnya, dan KPU Pusat dapat memperhatikan masalah yang ada di Kabupaten supaya dapat memutuskan dengan benar seperti apa yang saya sampaikan ini,” tegasnya. Sebab, apa yang disampaikan ini adalah hasil yang benar sesuai faktanya di lapangan.

Engel mengatakan sebagai peneyelenggara ia merasa ikut bersalah terhadap apa yang terjadi dengan anggota komisioner di KPUD Membramo Tengah, sebab yang melakukan adalah bawahannya sendiri. Untuk itu ia berharap pihak terkait bisa memperhatikan apa yang disampaikan tersebut.
Tentu sikap kesatria seperti yang ditampilkan oleh Engel Pagawak ini patut diberi acungan jempol. Karena hampir tidak pernah terjadi komisioner KPUD mengaku bersalah demi menyatakan sebuah kebenaran. Apalagi sikap kesatria tersebut karena ingin agar tidak terjadi konflik horizontal di Kabupaten Membramo Tengah.

Menurutnya pemilu dengan menggunakan sistem noken seperti di Papua yang seluruh rakyat mempercayakan penuh kepada kepala sukunya, seharusnya kepercayaan semacam itu didukung oleh komisioner yang dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang dan dapat menjalankan pakta integritas sebagaimana mestinya sebagai komisioner yang independen dan mumpuni. [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

KONI Jakarta Timur Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Pelatih

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga di masa yang akan datang, KONI Kotamadya..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Resmikan Kantor Hendropriyono, Bamsoet: Peran Swasta Diperlukan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan diperlukan peran serta pihak swasta yang besar..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Universitas Ciputra Surabaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Para Programmer

POROSJAKARTA.COM, Surabaya - Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di Indonesia dan..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Next Summit 2019: Prof. Rokhmin Dahuri Nilai Kapitalis Penyebab Kesenjangan Miskin dan Kaya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pakar kemaritiman Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri menjadi salah satu pembicara dalam Next..
Bisnis - 1 minggu yang lalu

Kemenkop dan UKM Apresiasi Peran BPR Perkuat Modal UMKM

POROSJAKARTA.COM, LAMPUNG - Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menegaskan..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Menkopulhukam, Mahfud MD Minta MOI Ikut Perangi Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam), Mahfud MD meminta..
Jak Info - 2 minggu yang lalu

Pemprov DKI Jakarta melakukan serangkaian pencegahan untuk antisipasi datangnya genangan air yang tinggi.

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Beberapa hari ini, sudah kelihatan musim hujan tengah datang di Jakarta. Pemprov DKI..
Jakarta Selatan - 2 minggu yang lalu

Kadiv Humas Polri Pimpin Upacara Pelantikan Karopenmas Polri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memimpin langsung upacara..
Jakarta Barat - 2 minggu yang lalu

Menurunnya Jumlah Suara Pada Pemilu Lalu, Tokoh Adat Papua Bertekad Bertemu Ketua Fraksi Partai Demokrat di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Menurunnya secara siknifikan suara dan kuarsi DPRD Partai Demokrat di seluruh..
Metro - 3 minggu yang lalu

Ini Sosok Penabrak Grabwheel di Senayan

Porosjakarta.com, Senayan - Tabrakan yang menyebabkan pengendara Grabwheel tewas akhirnya terungkap siapa sosok yang..
Lihat Semua

Close

Lihat Semua


Indeks


Close
Close