Rabu, 21 Agustus 2019 WIB

Alami Tekanan, Ketua KPUD Memberamo Tengah Surati KPU Pusat Minta Caleg PD Berius Kogoya, dan Caleg PDIP Mendika Soa Dinaikkan Peringkat Menjadi Pemenang

Oleh : Mike Wangge | Kamis, 18 Juli 2019 | 13:26 WIB


(Foto/Ist) Ketua KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, Engel Pagawak

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, Engel Pagawak menyurati sekaligus melapor ke KPU Pusat tentang tekanan terhadap pihak Komisioner KPUD oleh penguasa daerah, sekaligus melakukan klarifikasi bahwa caleg yang seharusnya menang (lolos) adalah Berius Kogoya (PD), dan Mendika Soa (PDIP) bukan caleg yang lain dalam pemilihan umum legislatif di Distrik Kalila, Memberamo Tengah pada 17 April 2019 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, Engel Pagawak kepada wartawan di Jakarta usai melaporkan kepada KPU Pusat pada Kamis (18/7/2019) pagi.

Dalam laporan yang ditandatangani oleh tiga komisioner Kabupaten Memberamo Tengah tersebut masing-masing Engel Pagawak (ketua), Yasin Penggu (anggota), dan Simon Yigi Balon (anggota) dijelaskan tentang tekanan dan desakan yang begitu kuat menyebabkan sejumlah Komisioner di KPUD Kabupaten Memberamo Tengah, dipaksa melakukan tindakan yang menyalahi pakta integritas sebagai penyelenggara pemilu yang independen.

Dalam pejelasannya ia mengatakan, anggota komisioner KPUD Kabupaten Memberamo Tengah yang berjumlah lima orang ini sebagian mengalami tekanan yang luar bisa hebat. Dia menyatakan hal itu sambil memperlihatkan sejumlah bukti akan tekanan-tekanan tersebut dan semuanya sudah dilaporkan ke KPU Pusat dengan tembusan ke masing-masing partai penggugat yakni Partai Demokrat, dan Partai PDI Perjuangan.

Semestinya, bila tanpa tekanan berat, caleg dari dua partai tersebut masing-masing Berius Kogoya dari Partai Demokrat, dan Mendika Soa dari Partai PDI Perjuangan adalah pemenangnya. Bahkan menang dengan menempati urutan pertama.

Karena itu dalam surat ke KPU Pusat Engel Pagawak meminta kepada KPU Pusat untuk dapat menarik kembali jawaban termohon dan mempertimbangkan surat ini agar menetapkan kembali Berius Kogoya menjadi peringkat pertama dan mengembalikan kembali suara caleg PDIP Mendika Soa menjadi 1010 suara.

Engel Pagawak kemudian menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemilu pada tanggal 17 April 2019 lalu di Dapil 3 Distrik Kalila yang kemudian diplenokan pada tanggal 23 April 2019 di situ rekakpitulasi perolehan suara dari Partai Demokrat atas nama Berius Kogoya dan Mendika Soa berjalan dengan baik karena sesuai dengan data C1 hologram akan tetapi dokumen DA1 yang dikeluarkan oleh KPU tidak sesuai dengan rekapitulasi (C1 hologram) yang dibacakan oleh PPD Distrik Kelila pada tanggal 23 April 2019.

Dia menyebutkan perolehan suara caleg atas nama Berius Kogoya (PD) sebanyak 1.281 suara (suara terbanyak), sedangkan caleg dari PDI Perjuangan atas nama Mendika Soa memperoleh suara sebanyak 1010 sesuai dengan dokumen C1 hologram.

Disebutkan, perolehan suara Berius Kogoya 1.281 tidak mengalami perubahan (tidak terjadi pengurangan maupun penambahan suara) namun terjadi pergeseran peringkat pada dokumen DA1 dan DB1 yang dilakukan oleh dua anggota komisioner KPU Kabupaten. Sedangkan perolehan suara Mendika Soa 1.010 berhak memperoleh satu kursi untuk DPRD akan tetapi terjadi pengurangan suara yang dilakukan oleh dua komisioner KPU Kabupaten yang berdampak kehilangan satu kursi. Suara yang dihilangkan yaitu dari 1.010 menjadi hanya sejumlah 971 sebanyak 39 suara.

Untuk kedua permasalahan ini pihak yang bersangkutan, Berius Kogoya (dari PD) dan Mendika Soa (PDI Perjuangan) sudah mengajukan gugatan ke MK.

“Atas tekanan penguasa daerah, dan juga gugatan yang diajukan tersebut saya sebagai ketua KPUD Membramo Tengah, ingin memberikan klarifikasi, bahwa kedua penggugat itu, Berius Kogoya, dan Mendika Soa adalah yang menang dalam pemilihan caleg kemarin,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa tekanan dan intimidasi penguasa daerah dan permainan oleh oknum Komisioner KPU Kabupaten ini berdampak cukup luas di masyarakat. Engel sangat khawatir masalah ini bisa menyebabkan konflik horizontal di Membramo Tengah. Tekanan-tekanan semacam ini, sebutnya, sekarang ini sedang sangat memanas dan bisa menjurus ke konflik yang berkepanjangan di daerah sebutnya.

“Itu sebabnya saya datang ke Jakarta (Pusat) untuk menyampaikan hal ini supaya pihak-pihak terkait terutama MK, khususnya, dan KPU Pusat dapat memperhatikan masalah yang ada di Kabupaten supaya dapat memutuskan dengan benar seperti apa yang saya sampaikan ini,” tegasnya. Sebab, apa yang disampaikan ini adalah hasil yang benar sesuai faktanya di lapangan.

Engel mengatakan sebagai peneyelenggara ia merasa ikut bersalah terhadap apa yang terjadi dengan anggota komisioner di KPUD Membramo Tengah, sebab yang melakukan adalah bawahannya sendiri. Untuk itu ia berharap pihak terkait bisa memperhatikan apa yang disampaikan tersebut.
Tentu sikap kesatria seperti yang ditampilkan oleh Engel Pagawak ini patut diberi acungan jempol. Karena hampir tidak pernah terjadi komisioner KPUD mengaku bersalah demi menyatakan sebuah kebenaran. Apalagi sikap kesatria tersebut karena ingin agar tidak terjadi konflik horizontal di Kabupaten Membramo Tengah.

Menurutnya pemilu dengan menggunakan sistem noken seperti di Papua yang seluruh rakyat mempercayakan penuh kepada kepala sukunya, seharusnya kepercayaan semacam itu didukung oleh komisioner yang dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang dan dapat menjalankan pakta integritas sebagaimana mestinya sebagai komisioner yang independen dan mumpuni. [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Seleberita - 1 hari yang lalu

Hilangkan Double Chin Lebih Tepat Sasaran dengan MedikPro Ultherapy Treatment

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi kolagen akan semakin..
Metro - 3 hari yang lalu

Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara untuk Silaturahmi

Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta, menghelat Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara, yang akan berlangsung di Areal Monas Jakarta, Lenggang Jakarta, IRTI Monas, pada tanggal 23 -25 Agustus 2019.
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI ke-74, SMA Negeri 42 Jakarta Gelar Karnaval Budaya

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - SMA Negeri 42 Jakarta Timur menggelar karnaval dan berbagai agenda perlombaan dalam..
Etalase - 5 hari yang lalu

Beli BBM di Pertamina Lebih Praktis Pakai e-Voucher Ezeelink

POROSJAKARTA.COM, SETIABUDI– Untuk menghadirkan transaksi digital, PT Pertamina menggendeng aplikasi Ezeelink..
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Siswa Siswi SDN Makasar 01 Jakarta Semangat Ikut Pawai Kemerdekaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Semarakkan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia, Sekolah Dasar Negeri Makasar 01 Pagi..
Bodetabek - 6 hari yang lalu

BMKG: Cuaca Jakarta Hari Jumat Cerah Berawan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memrediksi cuaca di Ibu Kota Jakarta..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI Ke-74, SDN Makasar 01 Jakarta Gelar Beragam Perlombaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, SD Negeri..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Laksanakan Pleno di Jayapura, Berius Kogoya, KPUD Melukai Perasaan Masyarakat Memberamo Tengah

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Gagal melaksanakan pleno di Kabagma, Ibukota Kabupaten Memberamo Tengah, KPUD memaksakan..
Arena - 1 minggu yang lalu

Makin Eksis, Pengurus Pengkot ABTI Jaktim Diterima KONI Jakarta Timur

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Tampaknya cabang olahraga bola tangan semakin eksis di DKI Jakarta. Setelah diterima..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Situasi Memberamo Tengah Mencekam, Bupati Tidak Berani Masuk Ibukota Kobakma Usai Keputusan MK

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Situasi Kabupaten Memberamo Tengah saat ini mencekam usai keputusan Mahkamah Konstitusi..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close