Rabu, 21 Agustus 2019 WIB

HIMABA RI : BNN Perlu Ada Pemetaàn Wilayah Peredaran Narkoba

Oleh : Abuzakir Ahmad | Selasa, 30 Juli 2019 | 20:57 WIB


(Foto: PJ/Zaki) Bambang Sri Wahono, S.H., Sp.N., M.H serahkan piagam penghargaan dari HIMABA RI pada Prof. Jimly Asshiddiqie di Gedung Sarinah Jakarta, Senin (29/7)

POROSJAKARTA.COM, MENTENG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD-RI) DKI Jakarta terpilih Jimly Asshiddiqie, menerima kedatangan organisasi penggiat anti narkoba yakni HIMABA RI dikantornya Gedung Sarinah Jakarta, Senin (29/7/2019).

Pertemuan atau silaturrahmi tersebut dihadiri oleh pengurus HIMABA RI diantaranya Ketua  Umum  Windu Priyo Wibowo, Dewan Pembinà Ahmad Sehu Ibrahim dan Bambang Sri Wahono dan pengurus lainnya.

"Pertemuan dengan Pak Jimly tadi sangat positif. Pesannya, kalau ingin generasi muda Indonesia maju maka HIMABA RI harus fokus pada  perkumpulan atau organisasinya. Itu yang saya tangkap pada pertemuan itu," ujar Bambang pada porosjakarta.com usai bertemu Jimly.

Perkumpulan yang dimaksud, katanya, untuk menampung dan melakukan suatu kegiatan bidang rehabilitasi. Sebenarnya, itu yang harus difokuskan oleh HIMABA RI.

Seperti yang dikatakan Jimly, dalam menjalankan sebuah ormas itu intinya tidak perlu banyak teori. Karena, seribu teori bisa kalah dengan hanya satu aksi saja. Misalnya, aksi dalam rangka rehabilitasinya berjalan bagus.

"HIMABA RI memiliki peran dengan program rehabilitasi baik tingkat provinsi maupun kabupaten," tambah ketua Koni terpilih daerah Cilacap Jawa Tengah.

Windu Priyo Wibowo (kanan) bersama Bambang Sri Wahono di gedung Sarinah Jakarta, Senin (29/7/2019). (Foto: PJ/Zaki)

Sebenarnya ada beberapa langkah strategis supaya perkumpulan itu berjalan dengan baik, kata Bambang, kuncinya diawali dengan rasa cinta atau rasa memilki. Cinta pada organisasi HIMABA RI. Sebab, kalau tidak cinta sepertinya melelahkan, membosankan.

Yang jelas, lanjut dia, kalau masalah sosial itu dilandasi dengan suasana  hati senang. Apalagi memang berkaitan langsung kepentingan masyarakat, maka harus terhindar dari bahaya narkoba.

"Jadi, teman-teman pengurus pusat sampai daerah provinsi, kabupaten harus dilandasi dengan cinta dulu.  Cinta kegiatan sosial. Itu sebagai bekal kelak. Insya Allah surga didàpat. Itu maksud saya," tutur lelaki kelahiran Klaten, Jawa Tengah.

Menyingung fungsi dan kegiatan BNN, katanya, BNN itu kegiatannya hanya penyuluhan. Penyuluhan itu jangan sampai seseorang terindikasi narkoba. Simple saja, orang datang ke BNN atau BNK  dalam rangka mendapatkan surat keterangan jadi PNS atau ASN tidak terindikasi narkoba dan stempel saja.

Jadi diharapkan di BNN ada peta, artinya, kabupaten mana yang paling rawan narkoba. Instansi, sekolahan atau pengangguran atau apa saja harus betul-betul dipetakan.

Hingga hari ini, belum ada peta ada intelejen memeta, ada targetnya. Misalnya, melalui sekolahan kemungkinan disekolahan ada pencegahan. Pengangguran juga dilakukan hal yang sama, yakni  pencegahan.

"Saya ingin teman-teman memetakan penyebaran narkoba dikalangan mana. Itu harus. Belum ada pemetaan yang pasti. Akhirnya fungsi BNN tumpang-tindih," katanya.

BNN itu kesannya penyuluhan, tidak ada perannya, sasarannya ini, sehingga narkoba mudah masuk ke daerah, seperti wilayah Cilacap. BNN yang mencegah jadi tumpang tindih dengan tugas kepolisian.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana dengan pencegahan dan bagaimana dengan rehabilitasi. Karena BNN tidak mampu maka HIMABA RI yang tampil kedepan.

Pencegahan-pencegahan paling cocok dilakukan oleh ormas penggiat anti narkoba. Memetakan itu bandarnya siapa.

Dia juga heran, mengapa di Lapas itu banyak peredaran narkoba. Ini juga dilakukan oleh oknum-oknum dalam Lapas. Contoh, di Lapas Cilacap kepala Lapasnya ikut mengedarkan narkoba. Sekarang sudah masuk penjara karena kasus suap 5 miliyar. Ini disayangkan kepala Lapas ikut main juga.

"Kalau masih ada pejabat yang main-main dengan Narkoba, sebaiknya dipecat. Bukan di berhentikan sementara. Dipecat. Pecat," tegas Bambang.

Menurutnya, pencegahan narkoba itu sebaiknya ada sinergi, kepedulian Polisi, BNN dan masyarakat, bagaimana seseorang benar-benar pemakai dan tidak dihukum. Melapor diri untuk direhab juga takut karena bisa direkayasa, bisa jadi pengguna dan pengedar.

Nah, katanya, itu yang perlu disinkronkan. Orang yang melapor diri supaya tidak dihukum dan bisa kena pengguna karena belum ada undang-undang perlindungan yang melaporkan diri.

"Itu hak subjektif. Itu yang perlu dibenahi, "ujarnya.

Jadi sekali lagi, dia berharap pada BNN untuk pencegahan, kuncinya pemetaan. Harus diberantas dari hulu sampai kehilir dan juga pemetaan harus didukung oleh pemerintah pusat.

Bambang mengajak untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba masuk kewilayah diberbagai lini.  Misalnya, wilayah mana ada pemudanya gampang dimasuki. Mengapa gampang masuk narkoba kewilayah itu.

"Saya ingin HIMABA RI meneliti apa yang terjadi di suatu wilayah. Pemuda atau  pengangguran kenapa ingin edarkan. Apakah  karena dapat uang banyak. Harus ada solusinya, pekerjaan tidak perlu dari hasil narkoba, barang haram itu. Itulah yang harus kita teliti," pungkas Bambang. [PJ/Abuzakir Ahmad]


Komentar


Seleberita - 1 hari yang lalu

Hilangkan Double Chin Lebih Tepat Sasaran dengan MedikPro Ultherapy Treatment

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi kolagen akan semakin..
Metro - 3 hari yang lalu

Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara untuk Silaturahmi

Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta, menghelat Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara, yang akan berlangsung di Areal Monas Jakarta, Lenggang Jakarta, IRTI Monas, pada tanggal 23 -25 Agustus 2019.
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI ke-74, SMA Negeri 42 Jakarta Gelar Karnaval Budaya

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - SMA Negeri 42 Jakarta Timur menggelar karnaval dan berbagai agenda perlombaan dalam..
Etalase - 5 hari yang lalu

Beli BBM di Pertamina Lebih Praktis Pakai e-Voucher Ezeelink

POROSJAKARTA.COM, SETIABUDI– Untuk menghadirkan transaksi digital, PT Pertamina menggendeng aplikasi Ezeelink..
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Siswa Siswi SDN Makasar 01 Jakarta Semangat Ikut Pawai Kemerdekaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Semarakkan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia, Sekolah Dasar Negeri Makasar 01 Pagi..
Bodetabek - 6 hari yang lalu

BMKG: Cuaca Jakarta Hari Jumat Cerah Berawan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memrediksi cuaca di Ibu Kota Jakarta..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI Ke-74, SDN Makasar 01 Jakarta Gelar Beragam Perlombaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, SD Negeri..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Laksanakan Pleno di Jayapura, Berius Kogoya, KPUD Melukai Perasaan Masyarakat Memberamo Tengah

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Gagal melaksanakan pleno di Kabagma, Ibukota Kabupaten Memberamo Tengah, KPUD memaksakan..
Arena - 1 minggu yang lalu

Makin Eksis, Pengurus Pengkot ABTI Jaktim Diterima KONI Jakarta Timur

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Tampaknya cabang olahraga bola tangan semakin eksis di DKI Jakarta. Setelah diterima..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Situasi Memberamo Tengah Mencekam, Bupati Tidak Berani Masuk Ibukota Kobakma Usai Keputusan MK

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Situasi Kabupaten Memberamo Tengah saat ini mencekam usai keputusan Mahkamah Konstitusi..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close