Rabu, 21 Agustus 2019 WIB

LIRA Diminta Sodorkan Calon Menteri Eksekutor dan Gemakan 4 Pilar Kebangsaan

Oleh : Abuzakir Ahmad | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 20:00 WIB


(Foto: PJ/Zaki) Gb (ka-ki) Elbiner Sitompul, M. Qodari, Ikhsan Tualeka dan Jusuf Rizal pada Diskusi Publik Menoropong Visi 5 Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Kamis (1/8/2019)

POROSJAKARTA.COM, TEBET - Terpilihnya Jokowi untuk kedua kalinya menjadi Presiden yang didamping Ketua MUI Maruf Amin, menjadi catatan tersendiri bagi relawan, politisi, pengamat, termasuk LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), sebuah organisasi terbesar yang meraih rekor MURI.

Maka dari itu tidak salah, jika LSM ini  mengadakan diakusi publik dengan tema, "Meneropong Visi 5 Tahun. Visi Indonesia Jokowi-Maruf Amin. Pembicara Pengamat Politik M, Qodari, Indra J. pilliang, Albiner Sitompul, termasuk Presiden LIRA Jusuf Rizal. Moderator Ikhsan Tualeka.

"Pak Jokowi itu punya tantangan dengan memasukkan orang-orang berkualitas, terbaik karena orang-orang itu akan mengawal  Visi Indonesia ini," ujar M. Qodari pada diskusi publik yang berlangsung dikantor LIRA Gedung Gajah, Tebet Jakarta baru-baru ini.

Konsisten LIRA dalam mengawal korupsi mendorong Qodari meminta LIRA untuk membuat daftar calon calon menteri sesuai dengan kriteria Jokowi. LIRA diminta mengelolah daftar calon menteri di Gedung Gajah, sebuah gedung menjadi saksi sejak LIRA berdiri 19 Juni 2007.

LIRA menyaring siapa saja orang-orang yang mendampingi Jokowi- Maruf selama 5 tahun. Misalnya yang cocok Menteri PUPR siapa, Menteri Perikanan ditempati oleh siapa. Menteri Kesehatan dan Menpora siapa orangnya.

Indra J. Pilliang (kedua Kiri) bersalaman dengan Presiden LIRA Jusuf Lira pada Diskusi Publik Menoropong Visi 5 Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, Kamis (1/8/2019)  (Foto: PJ/Zaki)

 

Kemudian daftar tersebut diserahkan pada Jokowi, selama kriteria itu masuk dan obyektif. Nanti Jokowi  mempertimbangkan dan itu  menjad hak preogatif Jokowi untuk memilih nama-nama yang disodorkan. Tidak ada yang bisa intervensi.

"Jadi, dengan daftar nama itu, presiden pun merasa terbantu," katanya.

Kalau LIRA memberikan usulan nama-nama orang yang akan masuk ke dalam kabinet, Qodari menyarankan LIRA untuk memasukkan orang non partai. Kalau orang partai sudah ada calonnya, lembaganya yang memasukkan. Meski ada non partai yang sesuai kriteria Jokowi belum tentu  dimasukkan oleh partai.

"Lantas siapa yang akan memasukkan. Ya LIRA. LIRA mengawal visi misi Jokowi, Memilih orang-orang yang kompeten Masukkan," tegas Qodari.

Jusuf Rizal dengan dengan keluwesannya, pergaulan luas, jaringan luas, harus bisa menjalankan perannya, mempublikasikan nama-nama yang disodorkan pada Jokowi.

Jokowi yang tadinya tidak tahu orangnya akan menjadi tahu. Tadinya tidak kenal membuat Jokowi penasaran, sehingga Jokowi menyuruh Mensegneg untuk mencari tahu siapa sebenarnya orang tersebut.

Yang jelas, Jokowi juga berproses, tidak semuanya dikenal. Bahkan Ketua HIPMI sebelumnya tidak dikenal menjadi tahu siapa orangnya. Diberi tugas dijalankan dengan baik dan sukses. Itu bisa dikategorikan eksekutor.

Makanya, kalau ingin jadi orang hebat dan sukses harus berkompeten dan pintar ngomong. Ada yang kompoten tapi tidak pintar ngomong. Ada yang pintar ngomomg tapi tidak kompoten.

"Nah, itu cocok jadi 'Stand Up Comedy'. Kerjaannya hanya ngomong saja," candanya.

Ada juga menteri yang masuk kriteria Jokowi yakni Basuki Hadi Mulyono. Basuki dijuluki Jokowi Daendels zaman now, moderat, Bisa bangun infrastruktur, jalan tol yang membuat Qodari tidak habis pikir.

Kemudian, terkait peta politik hingga berakhir kepertemuan kedua tokoh yang sebelumnya lawan politik atau berseberangan, Megawati dan Prabowo. Lalu diikuti pertemuan Surya Paloh dan Anies Baswedan, tentu peta koalisi menjadi berbeda.

Makanya Qodari mengibaratkan, kalau dirinya adalah Jokowi, maka dia terus terang masih was-was dengan dukungan koalisi #01. Koalisi itu tidak dipukul rata bisa sejalan,  disiplin. Ada partai yang suka lari-lari. Bahkan dia mengumpamakan, kalau PKB lari dengan 10%, maka  dukungan ke Jokowi itu kurang 50% kekuatan diparlemen.

"Kalau Jokowi lebih yakin lagi bergerilya atau meraih tambahan  20% Gerindra dan Demokrat maka Jokowi bisa meraih 80 %. Tapi diluar agenda itu niat sorang presiden tentu ingin kabinetnya berkualitas. Dukungan politik," tambah dia.

Sementara saat ini rakyat Indonesia  dihadapkan pada persoalan ideologi bangsa dan negara. l. Apabila persatuan dan kesatuan di perhatikan tentu harus terus menggemakan 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. 4 Pilar inilah yang menjaga bangsa ini tetap utuh.

Dia juga menyarankan LIRA, apalagi bamgsa ini sedang menghadapi tantangan intoleransi, menghadapi hoax, ancaman nyata. Hoax itu dasarnya rasa tidak suka dan intoleransi didalamnya.

"Jadi, PR LIRA yang saya sarankan menggemakan kembali 4 Pilar Kebangsaan dan memberikan rekomendasi menteri-menteri yang memenuhi kriteria Pak Jokowi," pungkas Qodari.

Akhir diskusi LIRA dan KSPSI tanda tangan kesepakatan dalam berbagai bidang. [PJ/Abuzakir Ahmad]


Komentar


Seleberita - 1 hari yang lalu

Hilangkan Double Chin Lebih Tepat Sasaran dengan MedikPro Ultherapy Treatment

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi kolagen akan semakin..
Metro - 3 hari yang lalu

Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara untuk Silaturahmi

Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta, menghelat Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara, yang akan berlangsung di Areal Monas Jakarta, Lenggang Jakarta, IRTI Monas, pada tanggal 23 -25 Agustus 2019.
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI ke-74, SMA Negeri 42 Jakarta Gelar Karnaval Budaya

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - SMA Negeri 42 Jakarta Timur menggelar karnaval dan berbagai agenda perlombaan dalam..
Etalase - 5 hari yang lalu

Beli BBM di Pertamina Lebih Praktis Pakai e-Voucher Ezeelink

POROSJAKARTA.COM, SETIABUDI– Untuk menghadirkan transaksi digital, PT Pertamina menggendeng aplikasi Ezeelink..
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Siswa Siswi SDN Makasar 01 Jakarta Semangat Ikut Pawai Kemerdekaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Semarakkan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia, Sekolah Dasar Negeri Makasar 01 Pagi..
Bodetabek - 6 hari yang lalu

BMKG: Cuaca Jakarta Hari Jumat Cerah Berawan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memrediksi cuaca di Ibu Kota Jakarta..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI Ke-74, SDN Makasar 01 Jakarta Gelar Beragam Perlombaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, SD Negeri..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Laksanakan Pleno di Jayapura, Berius Kogoya, KPUD Melukai Perasaan Masyarakat Memberamo Tengah

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Gagal melaksanakan pleno di Kabagma, Ibukota Kabupaten Memberamo Tengah, KPUD memaksakan..
Arena - 1 minggu yang lalu

Makin Eksis, Pengurus Pengkot ABTI Jaktim Diterima KONI Jakarta Timur

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Tampaknya cabang olahraga bola tangan semakin eksis di DKI Jakarta. Setelah diterima..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Situasi Memberamo Tengah Mencekam, Bupati Tidak Berani Masuk Ibukota Kobakma Usai Keputusan MK

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Situasi Kabupaten Memberamo Tengah saat ini mencekam usai keputusan Mahkamah Konstitusi..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close