Rabu, 21 Agustus 2019 WIB

Situasi Memberamo Tengah Mencekam, Bupati Tidak Berani Masuk Ibukota Kobakma Usai Keputusan MK

Oleh : Mike Wangge | Rabu, 14 Agustus 2019 | 07:21 WIB


(Dok.PJ)

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Situasi Kabupaten Memberamo Tengah saat ini mencekam usai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan Partai Demokrat atas nama caleg partai tersebut, Berius Kogoya, dan gugatan Partai PDI Perjuangan atas nama Mendika Soa.

Situasi memanas dan mencekam sejak keputusan MK ini membuat Bupati Memberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak yang juga adalah Ketua DPC Partai Demokrat tidak berani masuk Kabakma, Ibukota Kabupaten Memberamo Tengah. Tidak hanya itu saja, KPUD yang ingin melaksanakan pleno kemarin dibatalkan karena diketahui masyarakat tetap menuntut agar Berius Kogoya dan Mendika Soa diposisikan kembali sebagai pemenang pileg sesuai fakta surat suaranya yang ada.

Hal ini disampaikan oleh Berius Kogoya, caleg dari Partai Demokrat yang permohonan gugatannya ditolak oleh MK. Berius Kogoya adalah Ketua DPRD Kabupaten Memberamo Tengah. Menurut dia, tersingkirnya dirinya dan Mendika Soa tidak lain karena Komisioner KPUD ditekan oleh Bupati Memberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, agar meloloskan yang lain. Bukti akan hal itu sudah dipaparkan oleh Ketua KPUD, Engel Pagawak dalam kesaksiannya di MK kemarin.

Menurut Berius Kogoya, karena sulit bisa melaksanakan pleno di Kabakma, KPUD berencana mau melaksanakan pleno di tempat lain yakni di Ibukota Kabupaten Jayapura, akan tetapi masyarakat tetap menuntut pleno mesti dilaksanakan di Kabakma. Itulah yang membuat situasi di Memberamo Tengah makin mencekam. Berius Kogoya melukiskan situasi tersebut seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak sewaktu-waktu.

Sebagai seorang penggiat partai, Berius Kogoya, merasa bahwa keputusan MK sangat tidak bijaksana, akan tetapi secara konstitusi sudah diputuskan dan mesti menerimanya. Namun, dia merasa bahwa MK tidak melihat kondisi ril di daerah yang sedang terjadi sampai detik ini dari dampak keputusannya yang keliru.

“Saya merasa perlu membuka ruang ke publik supaya semua orang termasuk MK tahu suasana yang terjadi sekarang ini di Memberamo Tengah paskah keputusan MK. Tentu saja sangat mencekam akibat keputusan MK yang keliru itu,” sebutnya.

Apalagi, tambahanya, rakyat tahu bahwa dirinya adalah pemenang di lapangan tetapi digeserkan oleh perintah penguasa daerah di Memberamo, dan itulah yang membuat suasana makin memanas katanya.

“KPU lakukan penggeseran nomor urut tersebut atas dasar perintah penguasa daerah setempat. Saya digeser ke nomor urut 4. Saya tidak bicara indikasi, curiga, dan sebagainya, tetapi ini saya bicara tentang data dan fakta di lapangan yaitu masyarakat tahu saya menang dengan menempati nomor urut pertama yang mana hal ini sudah diakui sendiri oleh Ketua KPUD di MK sebagai fakta persidangan, tetapi MK tampaknya bergeming dengan fakta itu, dan memilih memutuskan menolak yang benar dan menerima yang salah,” jelas Berius Kogya.

Hingga saat ini rencana pleno di Kabupaten Memberamo Tengah masih belum jelas nasibnya, karena Komisioner KPUD Memberamo Tengah tidak berani masuk Ibukota Kabupaten.

Rencana dimundurkan besok, dan besok kemungkinan besar tidak bisa karena masyarakat menuntut harus dilaksanakan di Kabakma, bukan di Ibukota Kabupaten Jayapura.

Atas situasi tersebut di atas Berius Kogoya memohon agar pimpinan tertinggi Partai Demokrat yang adalah Presiden keenam RI bisa membaca situasi yang mencekam di Memberamo Tengah, dan secara bijak mengatasi permasalahan di atas dengan mengambil sebuah kebijakan yang adil demi masa depan partai dan masa depan Memberamo Tengah.

“Saya mohon kepada Bapak SBY agar memutuskan secara bijaksana dan jeli melihat tindakan bupati membunuh kader partai sendiri dan ini tindakan yang tidak terpuji. Partai demokrat hadir untuk mempersiapkan figur, mempersiapakn orang untuk jadi pemimpin, bukan untuk membunuh karakter orang,” jelas Berius Kogoya. [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Seleberita - 1 hari yang lalu

Hilangkan Double Chin Lebih Tepat Sasaran dengan MedikPro Ultherapy Treatment

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi kolagen akan semakin..
Metro - 3 hari yang lalu

Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara untuk Silaturahmi

Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta, menghelat Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara, yang akan berlangsung di Areal Monas Jakarta, Lenggang Jakarta, IRTI Monas, pada tanggal 23 -25 Agustus 2019.
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI ke-74, SMA Negeri 42 Jakarta Gelar Karnaval Budaya

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - SMA Negeri 42 Jakarta Timur menggelar karnaval dan berbagai agenda perlombaan dalam..
Etalase - 5 hari yang lalu

Beli BBM di Pertamina Lebih Praktis Pakai e-Voucher Ezeelink

POROSJAKARTA.COM, SETIABUDI– Untuk menghadirkan transaksi digital, PT Pertamina menggendeng aplikasi Ezeelink..
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Siswa Siswi SDN Makasar 01 Jakarta Semangat Ikut Pawai Kemerdekaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Semarakkan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia, Sekolah Dasar Negeri Makasar 01 Pagi..
Bodetabek - 6 hari yang lalu

BMKG: Cuaca Jakarta Hari Jumat Cerah Berawan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memrediksi cuaca di Ibu Kota Jakarta..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Meriahkan HUT RI Ke-74, SDN Makasar 01 Jakarta Gelar Beragam Perlombaan

POROSJAKARTA.COM, MAKASAR - Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, SD Negeri..
Jakarta Timur - 6 hari yang lalu

Laksanakan Pleno di Jayapura, Berius Kogoya, KPUD Melukai Perasaan Masyarakat Memberamo Tengah

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Gagal melaksanakan pleno di Kabagma, Ibukota Kabupaten Memberamo Tengah, KPUD memaksakan..
Arena - 1 minggu yang lalu

Makin Eksis, Pengurus Pengkot ABTI Jaktim Diterima KONI Jakarta Timur

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Tampaknya cabang olahraga bola tangan semakin eksis di DKI Jakarta. Setelah diterima..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Situasi Memberamo Tengah Mencekam, Bupati Tidak Berani Masuk Ibukota Kobakma Usai Keputusan MK

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Situasi Kabupaten Memberamo Tengah saat ini mencekam usai keputusan Mahkamah Konstitusi..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close