Sabtu, 14 Desember 2019 WIB

Kpk,

Prof Romli: Pimpinan KPK Agus Cs Harus Mundur Karena Tidak Punya Legalitas Sosial

Oleh : Iast Gunawan | Rabu, 25 September 2019 | 20:45 WIB


Journalist of Law Jakarta dengan tema: Ada Apa Dengan KPK? Evaluasi Publik Dibawah Kepemimpinan Agus Cs di Gado-Gado Boplo Panglima Polim, Jakarta, 25/9/2019.

PorosJakarta.com - , Pakar Hukum Pidana Universitas Padjajaran Prof. Romli Atmasasmita mengatakan pimpinan KPK saat ini Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Laode M. Syarif sudah sepatutnya mundur dari jabatannya sekarang karena sudah tidak memiliki legalitas secara sosial dan tidak harus ada di KPK lagi.

Hal itu terungkap saat diskusi publik yang diselenggarakan oleh Journalist of Law Jakarta dengan tema: Ada Apa Dengan KPK? Evaluasi Publik Dibawah Kepemimpinan Agus Cs di Gado-Gado Boplo Panglima Polim, Jakarta, 25/9/2019.

Prof Romli mengatakan sebagai pemimpin KPK sudah seharusnya mulut dijaga karena sudah bersikap dengan menyerahkan mandat namun saat ini masih aktif di KPK. Secara tatanegara sudah tidak benar soalnya secara legalitas sosial sudah tidak memiliki legitimasi, ujar Prof Romli.

Pimpinan KPK Agus Cs seolah – olah jika tidak tangkap orang tidak hebat sehingga itu sudah salah kaprah. KPK sekarang dibawah kepemimpinan Agus Cs sudah dzolim, kata Prof Romli. Pakar Hukum Pidana itu menilai saat ini Agus Cs sudah ”Arogan”, mereka dinilai sudah lupa diri karena memonopoli kekuasaan dari UU KPK yang belum direvisi.

Oleh sebab itu dengan telah disahkannya UU KPK oleh DPR RI hasil revisi terlihat mereka merasa kehilangan kekuasaan yang selama ini mereka nikmati. Jika tidak mau direvisi UU KPK maka lebih baik dibubarkan saja KPK, ujar Prof Romli.

Dengan terjadinya gonjang-ganjing di KPK Romli menduga pasti ada sesuatu dibalik hal tersebut sehingga menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat. Pasti ada sesuatu yang dibalik ini makanya masyarakat terbelah - belah bukan dibelah - belah karena ada yang salah di KPK, ucap mantan tim perumus UU KPK.

Boleh tidak kita mempermalukan orang karena sudah ditetapkan tersangka padahal belum inkrah?, tidak bolehlah, kata pakar hukum pidana univ.Padjajaran. Kita harus belajar dari Nigeria, Ukraina dan Korea Selatan.

Para komisionernya pasca tidak menjadi anggota KPK seolah – olah “Stateless” karena dimusuhi oleh masyarakat. Sedikit menyesal dengan UU KPK yng tujuannya waktu itu sebenarnya untuk membuat KPK kuat dengan catatan “orang yang duduk di KPK adalah orang yang amanah, bijak, paham hukum dan seorang negarawan, bukan seperti preman atau seperti bajingan”, kata Romli.

Oleh karena itu, prof Romli sangat setuju dengan adanya revisi UU KPK karena sudah seharusnya ada pembaharuan agar tidak terjadi penyimpangan seperti dibawah kepemimpinan Agus Cs. “Kitakan orang timur misalnya ada orang terduga korupsi jangan BAP nya disebar ke media. Jangan belum jadi penjahat dibuat seperti penjahat bagaimana keluarganya”, tegas Prof Romli.

Sementara itu, Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menganggap penyerahan mandat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Presiden Joko Widodo teledor. Emrus menyayangkan langkah pimpinan KPK yang emosional dalam menjalankan tugas negara itu. "Itu tindakan ceroboh dan baper (bawa perasaan), padahal diberi tugas memberantas korupsi tapi dengan mudahnya menyerahkan mandat," kata Emrus dalam diskusi di Jakarta Selatan, Rabu, 25 September 2019.

Dia menilai cara komunikasi Agus Rahardjo cs kurang baik. Pernyataan penyerahan mandat kadung tersebar di ruang publik. "Sekali masuk ke ruang publik, (pernyataan itu) tidak bisa ditarik atau minta maaf," kata dia.

Emrus menyebut Agus cs tidak berhak menyerahkan mandat KPK pada Jokowi. Komisioner KPK terpilih melalui proses seleksi, bukan dipilih dari hak prerogatif Kepala Negara. "Presiden pun tidak boleh menerima atau menolak mandat karena bukan ranahnya," tutur Emrus.

Emrus menilai Agus cs tidak lagi memiliki mandat. Apalagi, Agus menunggu respons Jokowi soal masa kerja pimpinan. "Presiden kan tidak merespons karena bukan porsi dia (Jokowi)," ujar Emrus.


Fokus : Kpk


Komentar


Nusantara - 4 hari yang lalu

Pemekaran Papua Selatan Menjadi Keharusan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh adat bersama-sama tokoh agama, tokoh masyarat, Pemerintah Daerah..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

KONI Jakarta Timur Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Pelatih

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga di masa yang akan datang, KONI Kotamadya..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Resmikan Kantor Hendropriyono, Bamsoet: Peran Swasta Diperlukan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan diperlukan peran serta pihak swasta yang besar..
Nusantara - 2 minggu yang lalu

Universitas Ciputra Surabaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Para Programmer

POROSJAKARTA.COM, Surabaya - Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di Indonesia dan..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Next Summit 2019: Prof. Rokhmin Dahuri Nilai Kapitalis Penyebab Kesenjangan Miskin dan Kaya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pakar kemaritiman Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri menjadi salah satu pembicara dalam Next..
Bisnis - 2 minggu yang lalu

Kemenkop dan UKM Apresiasi Peran BPR Perkuat Modal UMKM

POROSJAKARTA.COM, LAMPUNG - Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menegaskan..
Jakarta Timur - 3 minggu yang lalu

Menkopulhukam, Mahfud MD Minta MOI Ikut Perangi Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam), Mahfud MD meminta..
Jak Info - 3 minggu yang lalu

Pemprov DKI Jakarta melakukan serangkaian pencegahan untuk antisipasi datangnya genangan air yang tinggi.

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Beberapa hari ini, sudah kelihatan musim hujan tengah datang di Jakarta. Pemprov DKI..
Jakarta Selatan - 3 minggu yang lalu

Kadiv Humas Polri Pimpin Upacara Pelantikan Karopenmas Polri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memimpin langsung upacara..
Jakarta Barat - 3 minggu yang lalu

Menurunnya Jumlah Suara Pada Pemilu Lalu, Tokoh Adat Papua Bertekad Bertemu Ketua Fraksi Partai Demokrat di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Menurunnya secara siknifikan suara dan kuarsi DPRD Partai Demokrat di seluruh..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close