Sabtu, 04 Juli 2020 WIB

Hayono Isman : Perpani Persiapkan Atlet Panahan Usia Dini Sambut Olimpiade 2032

Oleh : Abuzakir Ahmad | Kamis, 26 September 2019 | 18:34 WIB


(Dok.PJ)

Porosjakarta, Senayan. Prakualifkasi PON XX, khususnya pada cabang olahraga atau Cabor Panahan  sedang  berlangsung di GBK selama seminggu 22-28 September 2019. Panahan ini dikuti 516 atlet dari 30 propinsi di Indonesia. Dari 516 atlet akan memperebutkan 138 tiket untuk nomor recurve, compound dan nomor nasional yang akan bertanding di PON XX Papua 2020.

Menurut mantan Ketua Umum Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) dan mantan Menpora era Presiden Soeharto, penyelenggaraan Pra PON kali ini sukses, profesional, setiap provinsi mengrimkan timnya.

Namun ada 4 Provinsi yang tidak ikut, yakni NTT, Malut dan Gorontalo serta Papua. Papua memang sudah wajar karena sebagai tuan rumah.

Alasan 3 provinsi tidak ikut ditanggapi oleh Hayono, mungkin ketiga provinsi itu ada kendala. Namun untuk lebih jelas Hayono menyarankan pada porosjakarta.com, sebaiknya ditanyakan ke Ketum Perpani Kelik Wirawan.

Tapi yang jelas, atlet panahan yang ikut saat ini berbeda dari tahun sebelumnya. Semuanya akan memeriahkan PON ke XX 2020  di Papua. Yang lebih penting lagi bagi atlet, khususnya menyongsong Olimpiade 2032 yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Presiden memperjuangkan bagaimana yang terbaik supaya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Nah, PON kali ini Perpani untuk menyiapkan atlet-atlet, mungkin antara usia 6 sampai 8 tahun. Pembinaan usia dini nantinya mereka bisa berjaya pada Olimpiade 2032. Ini juga mengulangi sejarah kesuksesan 3 Srikandi Panahan Indonesia meraih medali emas pada Olympic Games, Olimpiade Seoul 1988.

Sukses story, mengulangi kesuksesan dari 3 Srikandi 1988. Diharapkan dibawah kepemimpinan Kelik Wirawan, panahan bisa berjaya kembali. Pesan Hayono pada Kelik yakni, mempersiapkan atlet dari pemanah-pemanah cilik itu mulai mulai dilirik, dilatih untuk meraih medali emas Olimpiade 2032.

Nah, ini tugas semua pihak yang terkait, karena ini sebagai tantangan bagi Perpani, bagaimana bisa sukses melalui tahapan dari ajang PON, lalu Sea Games, Asian Games. Artinya, prestasi ini tidak boleh turun kecenderungannya.

Prestasi panahan harus terus naik, seperti pada Asian Games 2018, Indonesia meraih medali perak di 2018. Lalu Asian Games 2022 berusaha meraih modali emas. Kemudian memasuki Olimpiade 2028 paling tidak perunggu dan 2032  Indonesia bisa meraih emas.

Sebenarnya, potensi memanah yang menjadi tradisi orang Papua itu visa dan itu harus menjadi prestasi. Apalagi generasi muda Papua telah membuktikan prestasi diberbagai bidang, akademik bisa meraih prestasi tertinggi. Nah di olah raga juga sama, di sepak bola misalnya, banyak pemain sepak bola Papua ditingkat nasional itu sukses

 

"Nah, sekarang di panahan dari warga Papua ini bisa. Saya harap Papua tidak hanya berjaya di PON, namun tetap berjaya di Sea Games, Asian Games, bahkan Olimpiade, "ungkapnya.

Mengenai penyelenggaraan PON di Papua, apalagi kondisi politik akhir-akhir ini belum stabil, katanya, itu tidak ada masalah karena mayoritas masyarakat Indonesia yang ada di Papua itu masih waras. Mereka tidak ingin merusak pembangunan yang sudah dilaksanakan.

Papua sekarang ini dan masyarakat bisa menilai sendiri bahwa di NKRI ini, terutama keamanan dan kesejahteraan pasti bisa diatasi. Apalagi pembangunan infrastruktur yang luar biasa dilakukan oleh  Presiden Jokowi sudah bisa dinikmati, meskipun belum menyeluruh.

Terkait usulan dari olah raga panahan tradisional Jamparingan untuk dikutkan dalam PON, kata dia, untuk saat ini panahan tradisional itu belum bisa diikutkan. Alasannya, karena bukan olahraga prestasi, untuk dipertandingkan pada PON, apalagi Sea Games, kelevel lebih tinggi.

Yang jelas, panahan tradisional Jamparingan, kata dia, hanya ikut berpartisipasi, kebetulan ada   momen, akhirnya mereka manfaatkan agar panahan tradisional itu bisa dikenal oleh masyarakat, itu tidak salah.

Nantinya, panahan Jamparingan bisa mengikuti kegiatan festival olahraga rekreasi nasional, yakni olahraga masyarakat yang tidak berhimpun di KONI, tapi berhimpun di FORMI. Nah, ini bisa dikembangkan, kalau misalnya sudah membudaya bisa mendaftar di Koni untuk PON.

Di festival olahraga rekreasi itu bisa diikuti, mulai dari anak-anak sampai lansia. Kalau di PON itu tidak mungkin bisa ikut, karena ini olahraga rekreasi, pembudayaan. Nanti naik kelas, berhasil dari segi  prestasinya, lalu mendaftar di KONI Dan ikut PON.

"Saya berharap pada Perpani, karena saya sebagai mantan Ketua Umum dan mantan Menpora, kita bersama-sama bagaimana Perpani berhasil mengembalikan kejayaan panahan, medali emas panahan di Olimpiade 1988. Kita merindukan panahan ini meraih emas Olimpiade 2032, "pungkasnya. *[PJ/Abuzakir]


Komentar


Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Sidang PHK PT Tech Data, Bukti Surat Tambahan Penggugat Salah

POROSJAKARTA.COM, SENEN - Persidangan pemutusan hubungan kerja sepihak oleh PT Tech Data Advanced Solutions Indonesia..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

LIRA Buka Kantor Baru Brikom, Bentengnya Pancasila

POROSJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Presiden LSM LIRA HM. Jusuf Rizal mengucapkan terima kasih kepada Gubernur LSM LIRA..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Jadi Narasumber Talk Show, Rusli Ingin Hidupkan Beleuto Gantikan Masker

POROSJAKARTA.COM, GORONTALO - Keberhasilan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam hal pencegahan dan penekanan kasus..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Suasana Kondusif di Papua Jangan Diganggu Oleh Rencana Putusan Bagi 7 Warga Papua

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Suasana kondusif di Papua saat ini diharapkan tidak diganggu oleh rencana pembacaan..
Metro - 3 minggu yang lalu

Webinar Indopolling : Pilkada Serentak 2020 Sebuah Keniscayaan

 POROSJAKARTA.com-Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir menyatakan bahwa pelaksanaan pilkada Serentak..
Metro - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Bantah Pernyataan Ahmad Yani Soal Ketua Panja RUU HIP

POROSJAKARTA,SENAYAN- Politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin membantah pernyataan mantan Politisi Partai Persatuan..
Jakarta Pusat - 1 bulan yang lalu

FKBN Kemhan RI Gelar Apel Khusus Halal Bi Halal

POROSJAKARTA.COM, MENTENG - Keluarga Besar Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kemhan RI menggelar apel pasukan sekaligus..
Sosok - 1 bulan yang lalu

Begini Kisah Perjalanan Hidup Rusli Habibie Hingga Jadi Gubernur

POROSJAKARTA.COM, GORONTALO - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie membagikan kisah perjalanan hidupnya sejak ia kecil..
Jakarta Selatan - 1 bulan yang lalu

Kirim Puluhan Karangan Bunga, Korban KSP Indosurya Cipta Dukung Polisi Tuntaskan Kasus

Porosjakarta.com, Kebayoran Baru – Ada pemandangan berbeda di halaman gedung Bareskrim Polri di Jalan..
Nusantara - 1 bulan yang lalu

Diduga Korupsi, Walikota Sorong Klarifikasi Ke KPK Dengan Membawa Buktinya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Walikota Sorong, Lambertus Jitmau, melakukan klarifikasi ke KPK Pusat atas dugaan korupsi..
Lihat Semua

Close





Close
Close