Sabtu, 14 Desember 2019 WIB

Club Matador, ‘Legacy’ Gulat Baru Dari Selatan

Oleh : Mike Wangge | Senin, 30 September 2019 | 16:06 WIB


Foto: PJ/Mike

Porosjakarta.com.Jakarta  – Satu tahun belakangan ini (2018-2019), klub gulat Matador, makin ‘bertaji’  di rana gulat DKI Jakarta. Kehadirannya mulai membius penonton,  untuk terdiam sejenak,  bila menyaksikan pegulat Matador dari Ragunan Jakarta Selatan bertarung di atas matras.

Pemandangan seperti itu – terkesima dalam menyaksikannya  - bisa dibuktikan  dalam pertandingan gulat tingkat DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Sudin Olahraga Jakarta Utara di GOR Jatinegara, Klender, Sabtu (28/9/2019) kemarin.  Kejuaraan tersebut diikuti oleh hampir 200 pegulat dari  sembilan  klub gulat, masing-masing Matador dari Ragunan Jakarta Selatan, Bersinar  Jakarta Timur, Rawabuaya, North Star Jakarta Utara, Cengkareng Jakarta Barat, Jakarta Pusat, GRJB, Kemanggisan, dan Grogol.

Matador sendiri turun dengan kekuatan 50 pegulat, jauh melebihi klub lain manapun di Jakarta dari segi banyaknya  peserta dalam turnamen tersebut. sementara pegulat dari klub lainnya menurunkan sekitar masing-masing 25 – 30 pegulat. North Star menurunkan 19 pegulat. Karena menurunkan banyak pegulatnya, sering terjadi pegulat Matador harus bertemu (bertanding) melawan pegulat dari Matador juga.

Pertemuan antar-pegulat Matador dalam pertandingan ini tidak hanya terjadi pada babak pertama (penyisihan) akan tetapi sampai di babak semifinal, dan bahkan di babak final.  Tercatat  ada dua partai final terjadi all the Matador final di tingkat SD. Apa artinya sampai terjadi all the Matador final, dan apa yang hebat dari dari Matador? 

Yang pertama, kekuatan prestasi gulat Matador sekarang ini ada di tingkat Sekolah Dasar. Kedua, - dan ini yang utama, - semua pegulatnya memiliki power yang hebat, bertenaga, punya insting bertanding yang bagus, dan dari segi teknik sedikit melebihi pegulat yang lain untuk tingkat SD.

Mungkin saja hal ini karena ada unsur  inovatif sang pelatih dengan segala kompleksitas kejelihan instingnya. Ketiga, ada dukungan moril yang luar biasa dari yang empunya Matador yaitu Pak Haji Heru. Keempat, Matador ke depannya akan bisa menjadi Legacy (warisan) gulat baru untuk di Jakarta.

Mengenai kehebatan Matador yang pertama, yakni kekuatannya di tingkat SD, hal ini dapat dibuktikan pada dua kejuaraan gulat di Jakarta pada bulan September 2019 ini yaitu kejuaraan gulat yang diselenggarakan oleh Sudin Jakarta Barat di Cengkareng, dan kejuaraan di gulat di GOR Jatinegara yang diselenggarakan oleh Sudin Olahraga Jakarta Utara pada Sabtu  (28/9/2019).

Dari dua kejuaraan itu, Matador tampil dengan kekuatan yang sama dan meghasilkan presrtasi yang sama yakni juara umum tingkat SD dengan perolehan medali yakni lima medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu.

Hanya satu medali emas saja di tingkat SD yang disisahkan oleh Matador, sehingga Rawabuaya, klub gulat yang sudah lama beredar di Ibukota, hanya bisa memetik satu medali emas sebagai juara umum keduanya. Selain merebut lima medali emas dari enam nomor yang dipertandingkan di tingkat SD, Matador juga meraih 4 medali emas.

Itu artinya, masih ada kemungkin Matador untuk menyapu bersih medali emas yang  dipertandingkan di seluruh tingkat SD. Lebih dari itupun, kalau jumlah kelasnya ditambah yakinlah Matador bisa merebut gelar juaranya juga.

Hal kedua, yang menjadi kekuatan Matador yakni semua pegulatnya memiliki power yang hebat, bertenaga, dan punya insting bertanding. Mari kita lihat beberapa juara di tingkat SD dari Matador. Ada lima juara dari Matador.  Sebut satu, misalnya, pegulat putri di kelas 35 kg,  Nazwa Dwi Indriyani. Dari tiga pertandingan yang diselesaikan hingga babak final, ia mampu menyelesaikan pertandingan di bawah satu menit. Kedua, tekninya sangat jitu, meskipun teknik yang dipakai hanya yang itu-itu saja yakni mengambil kaki lawan, namun itu dilakukan dengan penuh kekuatan (power full) dan dengan teknik yang jitu penuh keyakinan. Dari babak pertama ia menang mutlak dengan 10-0, demikian pada babak semifinal, dan final, hasilnya sama, 10-0 dalam waktu kurang dari satu menit. 

Naswa Dwi Indriyani didampingi ibunya, Ibu Murni, mengisahkan, sejak tahun 2018 ia sudah meraih empat kali juara di kelas 35 kg, dan belum ada pegulat di Jakarta yang mampu mengalahkannya. Nazwa, pelajar kelas 6 SD Ragunan ini  bisa jadi adalah calon pegulat terbaik DKI dan besar kemungkinan menjadi pegulat nasional mewakili Indonesia di kanca internaisonal yang akan datang. Tentu tidak tidak hanya Nazwa, semua pegulat Matador yang  juara sekarang ini bisa mewakili Indonesia kalau memang berniat sungguh-sungguh di gulat. Itu semua dari hasil merekam bentuk permainan mereka  di atas matras kejuaraan gulat di GOR Jatinegara kemarin.

Tentu saja, prestasi pegulat sangat bergantung dari inovatif sang pelatih, dari kedalaman sang pelatih menyelami kejiwaan anak, dan dari kesungguhannya mempraktekan totalitas keutamaan seorang pelatih yaitu bisa berlaku sebagai ayah yang baik, kawan yang baik, dan sebagai guru yang baik dan bijaksana bagi  anak didiknya.

Bisa jadi seorang atlet gagal meraih prestasi, kesalahannya bukan pada atletnya tetapi karena karena  penanganan yang salah dari seorang pelatih. Maka bagaimanapun pelatih ada kunci kesuksesan prestasi, karena dialah penentu, sekaligus memilah dan memilih mana atlet berbakat, mana yang bukan.

Matador memang memili pelatih yang mumpuni, sedikit sentuhan tangan dingin, dan punya insting baik dalam melihat bakat anak. Yang berprestasi dipolesnya, ditangani secara intensif baik dari segi fisik dan psikis.  Maka tidaklah heran  prestasi-prestasi gulat yang hebat lahir dari Matador.  Mungkin ke depannya,  pegulat yang juara di tingkat SD 2019  sekarang ini  bisa menjadi kekuatan gulat DKI Jakarta untuk 10 tahun mendatangn (tahun 2030).  Bisa jadi menjadi wakil Indonesia di Olimpiade 2032 ketika Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga dunia Olimpiade di Jakarta.

Ketiga, tentang dukungan moril dari yang empunya Matador. Kekuatan ini jarang dimiliki oleh  kebanyakan klub  di Indonesia kecuali sepakbola. Klub-klub dari cabor lain, apalagi gulat, sangat sulit mendapatkan dukungan moril dan materil dari pemilik klubnya, sering yang empunya klub adalah mantan pegulat,  dan semua uang gajiannya sebagian besar dihabiskan untuk membiayai menghidupkan klub gulat demi hobi dan masa depan gulat. Itulah yang terjadi.

Hal ini tidak seperti di Matador. The owner of Matador, memang punya niat besar untuk memajukan gulat Jakarta lewat Matadornya. Lewat Matador inilah,  tampaknya Pak Haji Heru seperti ingin bereksperiman tentang sebuah metode yang baik dan berdaya guna dalam menata dan membangun prestasi olahraga di Indonesia.  Pengusaha katering, Nendia Primarasa dengan vendornya di Bina Harapan Duren Tiga, Pancoran Jakarta Selatan ini, menjadi kekuatan gulat Matador  yang utama untuk ke depannya.

Haji Heru Pujihartono sungguh-sungguh melakukan pekerjaan membina, dan mendedikasikan dirinya untuk apa yang sedang ia perjuangkan yaitu lewat gulat manusia Indonesia boleh berprestasi. Itulah kelebihan yang dimiliki oleh Matador, dan pemilik Matador.

Keempat, Matador menjadi Legacy (warisan) gulat dari Selatan Jakarta, itu semua bisa terlihat dari sejumlah pertandingan dalam setahun belakangan ini. Matador tampaknya akan mewariskan sesuatu yang lain untuk prestasi gulat masa depan, tidak sekadar berprestasi untuk Jakarta, akan tetapi untuk tingkat nasional, dan kalau memungkinkan untuk Olimpiade. Ini baru Matador, dan ini benar-benar Matador Baru  sebagai Legacy gulat DKI  dari Selatan Jakarta.

Selamat untuk Matador, selamat juga untuk para pemenang yang menjadi masa depan prestasi gulat DKI Jakarta.* [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Nusantara - 4 hari yang lalu

Pemekaran Papua Selatan Menjadi Keharusan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh adat bersama-sama tokoh agama, tokoh masyarat, Pemerintah Daerah..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

KONI Jakarta Timur Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Pelatih

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga di masa yang akan datang, KONI Kotamadya..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Resmikan Kantor Hendropriyono, Bamsoet: Peran Swasta Diperlukan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan diperlukan peran serta pihak swasta yang besar..
Nusantara - 2 minggu yang lalu

Universitas Ciputra Surabaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Para Programmer

POROSJAKARTA.COM, Surabaya - Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di Indonesia dan..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Next Summit 2019: Prof. Rokhmin Dahuri Nilai Kapitalis Penyebab Kesenjangan Miskin dan Kaya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pakar kemaritiman Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri menjadi salah satu pembicara dalam Next..
Bisnis - 2 minggu yang lalu

Kemenkop dan UKM Apresiasi Peran BPR Perkuat Modal UMKM

POROSJAKARTA.COM, LAMPUNG - Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menegaskan..
Jakarta Timur - 3 minggu yang lalu

Menkopulhukam, Mahfud MD Minta MOI Ikut Perangi Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam), Mahfud MD meminta..
Jak Info - 3 minggu yang lalu

Pemprov DKI Jakarta melakukan serangkaian pencegahan untuk antisipasi datangnya genangan air yang tinggi.

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Beberapa hari ini, sudah kelihatan musim hujan tengah datang di Jakarta. Pemprov DKI..
Jakarta Selatan - 3 minggu yang lalu

Kadiv Humas Polri Pimpin Upacara Pelantikan Karopenmas Polri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memimpin langsung upacara..
Jakarta Barat - 3 minggu yang lalu

Menurunnya Jumlah Suara Pada Pemilu Lalu, Tokoh Adat Papua Bertekad Bertemu Ketua Fraksi Partai Demokrat di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Menurunnya secara siknifikan suara dan kuarsi DPRD Partai Demokrat di seluruh..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close