Sabtu, 26 September 2020 WIB

Demi Menjaga Keutuhan KOI, Oegroseno Memilih Mundur dari Pencalonan Ketua Umum KOI

Oleh : Mike Wangge | Minggu, 06 Oktober 2019 | 19:22 WIB


Foto : PJ/Mike Mantan Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Oegroseno SH, MH (kanan)

 POROSJAKARTA.COM, JAKARTA  -  Mantan Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Oegroseno SH, MH, memilih lebih baik mundur dari rencana pencalonannya untuk maju dalam konstelasi pemilihan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023 dalam kongres yang akan berlangsung pada tanggal 9 Oktober 2019 yang akan datang.

Oegroseno menyatakan  mundur melalui juru bicaranya, Umbu S. Samapatty, SH, MH setelah keduanya tiba di KOI di Gedung FX lantai 11 GBK untuk mendaftarkan diri sebagai calon pada Minggu (6/10/2019) petang. Oegeoseno bersama Umbu Samapatty mesti datang hari itu ke KOI sebab batas waktu pendaftaran adalah Minggu tanggal 6 Oktober dan ditutup pada pukul 20.00 wib.

"Tepat jam 17.15 wib, atau setelah 15 menit tiba di KOI  di lantai 11 Gedung FX, Pak Oegroseno menyatakan ia memilih mundur untuk tidak menimbulkan kubu-kubuan di antara kedua calon. Tidak baik seperti itu," tutur Umbu Samapatty menirukan ucapan Oegroseno yang adalah juga Vice Presiden Tenis Meja Asia ini.

"Saya tidak bisa memaksa Pak Oegroseno untuk tetap maju, karena saya melihat niat baik Pak Oegroseno untuk melakukan perubahan pada dunia olahraha Indonesia. Ia memikiki kapasitas, dan kapabilitas, untuk mengurai carut-marut olahraga Indonesia bila dalam statusnya sebagai Ketua Umum KOI dan sebagai pemegang salah satu stakeholder olahraga Indonesia. Tetapi yang bertutur pada saya adalah suara hati Pak Oegroseno, dan saya tak mungkin bisa melawan suara hati itu," jelas Umbu, pengacara yang sudah 30 tahun malang melintang di organisasi olahraga Indonesia ini.

Dia mengatakan dari tata cara deklarasi yang dilakukan oleh salah satu calon, Oegroseno melihat situasi itu akan persis sama membawah ke suasana polarisasi atau terbelahnya dua kubu besar seperti pada waktu Pilpres kemarin. Sebagai mantan pejabat tinggi Polri, apalagi mantan Wakapolri, menurut Umbu, Oegroseno  tak ingin suasana seperti Pilpres kemarin terulang kembali, apalagi itu terjadi di dalam dunia olahraga. Lebih baik mundur dan menyerahkan pekerjaan besar itu pada yang lebih mudah dan lebih energik sebut Umbu Samapatty.

Apa yang salah dengan deklarasi yang dilakukan oleh Raja Sapta Oktohari? Menurut Umbu, bila baru bakal calon sudah menyeret cabor-cabor lewat sebuah deklarasi dengan membawa bendera (petaka) cabor itu sudah pasti cabor-cabor akan terseret dalam perpecahan, terbelah dalam kubu-kubu yang tidak perlu, dan itu yang tidak diinginkan oleh Oegroseno.

Satu lagi sebut Umbu yang keliru dalam deklarasi adalah Cabor tenis meja, bendera/petakanya turut terpajang dalam deklarasi calon. Padahal ketua umum tenis meja yang di akui KOI adalah PP PTMSI pimpinan Oegroseno. Apapun alasannya tidak boleh KOI melakukan seperti itu.  Satu lagi menurut Umbu tentang tidak fairnya tim penyaringan. Satu lagi menurutnya, tim penyaringan tidak fair. Coba cek siapa mereka dalam tim penyaringan itu, kedua, tidak memberi kesempatan yang luas agar lebih banyak calon yang  maju dalam pencalonan. Kalau banyak pasti bagus dan berkualitas. [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Prediksi Mengerikan soal Covid-19 di DKI

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki proyeksi yang mengerikan soal pandemi..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Sri Mulyani Pastikan RI Resesi, Apa yang Bakal Terjadi?

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resesi pada..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Erick Thohir Ingatkan Vaksin Tak Hilangkan Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan bahwa dengan..
Jakarta Pusat - 3 hari yang lalu

22 September Di DKI Tambah 1.236 Kasus Positif Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih mengalami penambahan di beberapa..
Jurnalis Warga - 1 minggu yang lalu

Mengapa Angka Kematian Covid-19 Singapura Paling Rendah di Dunia?

POROSJAKARTA.COM, SINGAPURA - Singapura memiliki jumlah kematian kasus virus korona terendah secara global,..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Sejumlah Perkantoran Tutup Sementara

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir menyatakan sejumlah..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Kemenkes Jadi Klaster Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI menjadi klaster penyebaran Covid-19 tertinggi di wilayah DKI..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Hadirkan Jusuf Kalla, Universitas Bangka Belitung Sukses Gelar Webinar Nasional Dampak Covid19

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Untuk kedua kalinya Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bangka Belitung kembali..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Istri Saefullah Minta Tak Kirimi Karangan Bunga, Ini Alasannya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Keluarga almarhum Saefullah meminta kerabat tak mengirimi karangan bunga..
Lihat Semua

Close





Close
Close