Rabu, 23 Oktober 2019 WIB

Teman Jokowi sebut Prof Rokhmin Dahuri Sosok Tepat di Kabinet Periode 2019-2024

Oleh : Mas Husnie | Selasa, 08 Oktober 2019 | 09:37 WIB



PorosJakarta.com, Jakarta - Situasi sosial politik Indonesia jelang pelantikan Presiden terpilih semakin memanas. Deretan demonstrasi atau aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu menjadi saksi proses demokrasi Indonesia yang akan menentukan masa depan optimis Indonesia maju dan lebih baik. Masyarakat juga menunggu pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober 2019 mendatang dan ingin melihat susunan Kabinet yang akan menjadi tim dan membantu tugas berat Presiden di masa mendatang.

“Tentu saja, jelang pengumuman nama Kabinet Menteri Jokowi periode 2019-2024 seperti menghitung hari. Masyarakat akan menunggu sosok para pembantu di tim Kabinetnya,” ujar Samsul B. Ibrahim, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Teman Jokowi, kepada media ini, Senin (7/10) petang.

Salah satu nama yang cukup menjadi perbincangan di masyarakat, menurut Samsul, adalah sosok Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 16 November 1958 ini memiliki pengalaman mumpuni sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong di era Presiden Megawati Soekarnoputri priode 9 Agustus 2001 sampai 20 Oktober 2004. Ayah empat anak ini merupakan alumni dan Guru Besar bidang Kelautan dan Perikanan Institut Pertanian Bogor.

Kondisi sosial.ekonomi di Indonesia saat ini, menurut Samsul, memiliki banyak masalah dalam hal pengangguran dan kemiskinan, ketimpangan sosial, disparitas pembangunan antar wilayah, penderita gizi buruk, daya saing dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) rendah serta kerusakan lingkungan. “Kita membutuhkan sosok komprehensif yang mumpuni dan detail tentang persoalan ekonomi dan kelautan di Indonesia,” kata Samsul.

Kalau saat ini pemerintah sulit keluar dari pertumbuhan ekonomi yang mentok di 5 persen, menurut Pria kelahiran Aceh ini, pemerintah harus melakukan optimalisasi sektor kelautan menuju pertumbuhan ekonomi 7 persen, “Di tangan orang yang tepat seperti Prof Rokhmin, insha Allah akan mudah tercapai,” tambahnya.

Menurut Samsul, Rokhmin yang kini sebagai Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia, yang juga Ketua Dewan Pakar Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin ini memiliki pengalaman dan kemampuannya akan mampu dan sangat bisa berbuat banyak untuk mengerek pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen. “Saya optimis Pak Rokhmin adalah sosok tepat ada di Kabinet Jokowi priode 2019-2024,” tuturnya.Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Muhamad Karim, mengatakan, Rokhmin Dahuri menjadi salah satu kandidat tepat untuk Menteri Perikanan dan Kelautan. “Saya tidak pungkiri, karena kalau melihat kapasitasnya Beliau memang memadai, layak ada di Kabinet,” kata Karim.

Bila selama periode pertama Pemerintah Jokowi pembangunan perikanan difokusukan pada upaya pemberantasan kejahatan perikanan, menurut Dosen Universitas Trilogi ini, saatnya pada periode kedua peran pengembangan budi daya perikanan memiliki potensi dan kontribusi besar bagi ekonomi nasional. “Nawa Cita pertama tentang poros maritim, budaya maritim terabaikan hanya sebatas sail. Budaya maritim ini bisa diterapkan dalam konteks pendidikan dari paud hingga pendidikan tinggi,” ujarnya serius.

Karim menegaskan, kita belum meilhat semua itu. Padahal orientasi ke depan arah pemerintahan kita peningkatan SDM Unggul seiring dengan seruan Presiden Jokowi. “Sosok menteri ke depan haruslah bisa mendorong sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang perikanan budidaya yang perlu didorong untuk meningkatkan sektor perikanan,” tambah Karim.

Diakui Karim, SDM perikanan yang kita miliki masih di bawah standar yang kita inginkan. Jadi, menurutnya, dalam 5 tahun terakhir ini belum ada peningkatan pendidikan SMK di bidang kelautan perikanan dan jumlahnya masih terbatas. “Bahkan untuk universitas sendiri belum memiliki yang spesifik berbeda dengan Cina dan Korea Selatan. Disana sudah maju sebab sekolah spesifik dengan kelautan perikanan,” kata Karim.

“Tidak bisa kita pungkiri, kalau melihat kapasitas Pak Rokhmin memang memadai, layak ada di Kabinet dan bisa menyelesaikan berbagai masalah kelautan dan perikanan,” imbuh Karim. [PJ/Hsn]

Profil Prof. Rokhmin Dahuri

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, dilahirkan di Desa Gebang Mekar (Kampung Nelayan) – Cirebon tanggal 16 November 1958. Sekarang ia bertempat tinggal di Jalan Brawijaya No. 7, Vila Indah Pajajaran, Bogor. Ia menempuh pendidikan sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas di Cirebon. Sarjana Perikanan IPB lulus 1982.

Selama menempuh program S1 di IPB, selain aktif di Dewan Mahasiswa IPB sebagai Ketua DM IPB Bidang Hubungan Eksternal (1979-1981). Ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam menjadi Ketua HMI Cabang Bogor (1980-1981) dan Ketua Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LPMI) (1978-1979).

Magister Sains dari Program Pasca Sarjana IPB lulus 1986 di bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Bapak empat putri ini berhasil menyelesaikan program Doktor bidang Ilmu Ekologi dan Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan dari School for Resources and Environmental Studies, Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Canada pada tahun 1991.

Aktivitas masa kanak-kanaknya sampai sekarang selalu penuh dengan urusan laut dan ikan. Maka, sebagai anak nelayan, perhatian Rokhmin terhadap nelayan dan lautan amat besar. Wajar bila sejak kecil ia pun bertekad membangun bidang kelautan dan perikanan.

Pada tempatnya pula bila ia dipercaya sejak September 1999 menjadi Dirjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, dan akhirnya menjadi menteri memimpin Departemen Kelautan dan Perikanan pada masa Kabinet Persatuan Indonesia (Presiden KH. Abdurrahman Wahid) dan Kabinet Gotong Royong (Presiden Megawati Soekarnoputri) dari 4 Juni 2001 s/d 20 Oktober 2004.

Sebelum menjabat menteri, di almamaternya, ia memimpin Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB (1996-1999). Ia juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor IV Institut Pertanian Bogor (1998-1999). Selain itu, sejak 1997 sampai sekarang masih menjabat Ketua Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Aktivitas profesi yang ia jalani, diantaranya: Anggota Dewan Riset Nasional (DRN), Ketua Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nusantara ( MPN ); Ketua Umum Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI); Anggota “ICLARM Network of Tropical Fisheries Scientist”; Anggota Coastal Area Management and Planning Network, University of Rhode Islands, USA; dan Coordinator of Coastal Zone Management Network for Asia-Pacific Region, UNEP (United Nationas Environmental Programme).

Penerima piagam penghargaan Dosen Teladan I Tingkat Nasional (1995) dan Indonesian Development Award (1999) ini memiliki filosofi hidup: “Menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama umat manusia dan semesta alam, bekerja keras dan profesional serta hidup dekat dengan Tuhan”.

Pendidikan

Ph.D (Dr.)dari School for Resources and Environmental Studies Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia Canada. Bidang Ilmu Ekologi dan Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan.

Karir

Ketua Dewan Penasehat Kelautan dan Perikanan Kadin, Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman, Ketua Umum GNTI (Gerakan Nelayan Tani Indonesia)

Penghargaan

Dosen Teladan I Tingkat Nasional (1995) dan Indonesian Development Award (1999).

 


Komentar


Khas - 7 jam yang lalu

Babe Sanwani: Jawara Betawi Pitung Cilik, Siap Pertahankan Budaya

Porosjakarta.com. Depok. Mempertahankan budaya lokal, menjadi salah satu kewajiban anak-anak bangsa karena itu..
Bisnis - 13 jam yang lalu

KPID Kawal Kepentingan Masyarakat Perbatasan dan Daerah Terpencil

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerataan informasi masih menjadi problem penting yang harus diselesaikan. Provinsi..
Khas - 2 hari yang lalu

Ketum DPP GANN Sangaji Minta Para Pegiat Anti Narkoba Laksanakan P4GN Secara Mandiri

Porosjakarta.com.jakarta. Ketua Umum DPP LSM Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Fakhrudin Sanghaji Bima berharap..
Bodetabek - 2 hari yang lalu

Hadir Lagi! Jambore Santri Nusantara di Ponpes Cinta Rasul Bogor

PorosJakarta.com.Bogor. PC RMI-NU Kabupaten Bogor menyelenggarakan kembali Jambore Santri Nusantara kali kedua...
Bisnis - 3 hari yang lalu

EMTEK Group Kriminalisasi UKM TV Kabel Berizin di Wilayah Perbatasan NKRI

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Perwakilan dari Mahasiswa Pemuda - Penyiaran Indonesia (MPR-PI) menyayangkan adanya..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Merasa Didhalimi, Keluarga Pendiri Bangsa M Natsir Mohon Keadilan

Porosjakarta.com. Kebayoran Baru. Keluarga Pendiri bangsa dan Pahlawan Negara, Mohammad Natsir, menyampaikan secara..
Seleberita - 4 hari yang lalu

Fakta Kasus Artis Vicky Nitinegoro ! Sudah Ramai Diberitakan Narkoba, Hasil Tes Urine Negarif

Porosjakarta.com.jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan, dari hasil pemeriksaan ternyata artis..
Bisnis - 5 hari yang lalu

Ketua ISKI: KPI, segera tindaklanjuti Rekomendasi Siaran Free To Air Gratis di TV Parabola dan Kabel!

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - KPI telah mengeluarkan rekomendasi Rakornas bahwa siaran free to air Gratis di Lembaga..
Bisnis - 6 hari yang lalu

Terkait Siaran Gratis, Fokus Ornop Inhil Dukung Kebijakan KPI

POROSJAKARTA.COM, TEMBILAHAN - Presidium Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) Ibnu Sanjaya..
Hiburan - 6 hari yang lalu

Gentra Lestari Budaya Bakal Menggelar Festival Tari Kreativitas di Bandung

PorosJakarta.com, Bandung. Gentra Lestari Budaya (GLB)  bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close