Jumat, 22 Nopember 2019 WIB

Prof. Rokhmin Dahuri:  Seorang Entrepreneur Mampu Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Oleh : Mas Husnie | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:21 WIB


Pakar kelautan dan perikanan, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS

POROSJAKARTA.COM, BOGOR - Pakar kelautan dan perikanan, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mengajak insan perguruan tinggi mengasah jiwa kewirausahaan (entreprenuership), yaitu suatu kemampuan untuk merubah sesuatu yang tidak atau kurang ada gunanya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, bernilai tambah, dan bernilai ekonomi.

“Jadilah entrepreneur. Dalam bahasanya Pak Ciputra, seorang entrepreneur adalah yang mampu mengubah sampah menjadi berkah. “An entrepreneur is someone who spots an opportunity and acts to make it into a commercial success” ujarnya saat menjadi keynote speach pada acara seminar nasional bertajuk “Perubahan Paradigma Dunia Usaha Berbasis Transformasi Digital” di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Selasa (15/10/2019).

Mantan menteri kelautan dan perikanan itu menyebutkan, seorang entrepreneur adalah yang mampu mengubah sampah menjadi berkah. Ciri-ciri utama seorang entrepreneur, yakni  kreatif, inovatif, bisa membaca dan menciptakan peluang, berani ambil resiko (risk taker) yang terukur (calculated risks), pantang menyerah, disiplin, tekun, berorientasi pada hasil (result-oriented), dan sabar.

Dalam seminar Nasional “Perubahan Paradigma Dunia Usaha Berbasis Transformasi Digital” yang diadakan oleh Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IP, dan Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (HIMPUNI), Prof Rokhmin Dahuri memaparkan sejumlah solusi, saat menyampaikan pidato kunci (keynote speech) berjudul “Pembangunan Ekonomi Berbasis SDM Unggul dan Industri 4.0 Untuk  Mewujudkan Indonesia Yang Maju, Adil-Makmur dan Berdaulat”.

Solusi yang disampaikan oleh guru besar IPB ini menyangkut sejumlah problematika perekonomian bangsa. Salah satu yang menjadi paparannya yakni, Indonesia masih sebagai negara berpendapatan menengah bawah (lower — middle income country), dengan pendapatan nasional kotor atau Gross National Income (GNI) sebesar 3.870 dolar AS per kapita berdasarkan data Kemenko Perekonomian tahun 2019) belum menjadi negara makmur (high-income country), dengan pendapatan nasional kotor diatas 12.165 dolar AS per kapita (Bank Dunia, 2018).

“Selain itu, berdasarkan pada kapasitas IPTEK, kita bangsa Indonesia pun belum berstatus sebagai negara maju. Karena, kapasitas IPTEK bangsa Indonesia sampai sekarang masih berada di kelas tiga. Artinya, lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nasional berasal dari impor. Sedangkan, negara maju adalah mereka yang kapasitas IPTEK nya mencapai kelas satu yaitu lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nya dihasilkan oleh bangsanya sendiri,” sebut Ketua Umum Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.

Selain soal IPTEK, Rokhmin menyebut sektor primer seperti pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pertambangan sebagian besar dikerjakan secara tradisional belum secara optimal dikembangkan menjadi industri berskala nasional.

“Sektor sekunder misalnya manufacturing, processing dan packaging itu produktivitasnya juga masih rendah, sementara akses UMKM terhadap lahan usaha permodalan sarana produksi juga minim,” katanya.

Dalam paparannya, Rokhmin menerangkan, para alumni perguruan tinggi (PT) memanfaatkan tranformasi teknologi informasi yang ditandai oleh revolusi industri 4.0 untuk terjun ke dunia usaha mengembangkan sektor produksi dan ekonomi riil  untuk menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya, profil lulusan perguruan tinggi yang diperlukan di era industri  4.0 dan diperlukan iklim global, terangnya, adalah memiliki kompetensi iptek sesuai program studinya (hard skills), menguasai iptek dasar industri 4.0, memiliki jiwa entrepreneurship, dan memiliki kemampuan soft skills (seperti motivasi, kreatif, inovatif, adaptif, kerja sama dan leadership).

“Selain itu, sehat jasmani dan rohani; memiliki etos  kerja unggul dan akhlak mulia; serta beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa,” ujar guru besar Fakultas Kelautan dan Perikanan  IPB itu.

Ia juga mengemukakan, ada 16 unsur kemampuan untuk pendidikan abad ke-21, yang dibagi menjadi tiga kelompok kemampuan. Ketiganya adalah keterampilan ilmu dasar (yang digunakan sehari-hari), yakni membaca, berhitung, sains, teknologi informasi (TI), keuangan, serta dan kewarganegaraan dan budaya; kompetensi (sikap dalam menghadapi tantangan/persoalan), yakni memecahkan masalah/berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi; dan kualitas karakter (rasa ingin tahu, inisiatif, ketekunan, adaptasi, kepemimpinan, dan pemahaman sosial budaya.

“Seluruh rakyat Indonesia, termasuk Civitas Academica dan segenap alumni perguruan tinggi, sangat mendambakan segera terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang maju, adil-makmur, dan berdaulat sesuai dengan cita-cita Kemerdekaan NKRI. Seluruh alumni muda jadilah entrepreneur. PTN di Indonesia harus bersatu menjawab berbagai problematika diatas,” tutupnya.

Dalam seminar itu juga turut memberikan sambutan antara lain, Bahlil Lahadalia (Ketum HIPMI), Andre Rahadian, SH, MBA (Ketum ILUNI UI), Oddy Joinaldi (pengusaha pertanian dan peternakan).

Seminar dibuka oleh Prof. Dr. Dhodik Nurochmat, Wakil Rektor IPB. Dan dihadiri pula oleh Bp. Fathan Kamil, Ketum DPP HA (Himpunan Alumni) IPB serta hampir semua Ketua DPD HA IPB Provinsi seluruh Indonesia

Seminar dalam rangka Dies Natalies IPB yang ke-56 itu dibuka oleh Prof Dr  Dhodik Nurochmat, wakil rektor IPB.  Acara itu  dihadiri  Fathan Kamil, ketua umum DPP HA (Himpunan Alumni) IPB serta hampir semua Ketua DPD HA IPB Provinsi seluruh Indonesia

Pembicara lain adalah Bahlil Lahadalia (ketua umum HIPMI), Andre Rahadian, SH, MBA (ketua umum ILUNI UI),  dan Oddy Joinaldi (pengusaha pertanian dan peternakan).  Acara itu dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai daerah.* (PJ/Mhs)


Komentar


Jak Info - 2 hari yang lalu

Pemprov DKI Jakarta melakukan serangkaian pencegahan untuk antisipasi datangnya genangan air yang tinggi.

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Beberapa hari ini, sudah kelihatan musim hujan tengah datang di Jakarta. Pemprov DKI..
Sosok - 3 hari yang lalu

Kadiv Humas Polri Pimpin Upacara Pelantikan Karopenmas Polri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memimpin langsung upacara..
Jakarta Barat - 3 hari yang lalu

Menurunnya Jumlah Suara Pada Pemilu Lalu, Tokoh Adat Papua Bertekad Bertemu Ketua Fraksi Partai Demokrat di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Menurunnya secara siknifikan suara dan kuarsi DPRD Partai Demokrat di seluruh..
Metro - 1 minggu yang lalu

Ini Sosok Penabrak Grabwheel di Senayan

Porosjakarta.com, Senayan - Tabrakan yang menyebabkan pengendara Grabwheel tewas akhirnya terungkap siapa sosok yang..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Bamsoet: Negara Demokrasi Kuat Jika Partai Politiknya Kuat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memaparkan dalam sebuah negara demokrasi, termasuk..
Jakarta Selatan - 1 minggu yang lalu

Fahira Idris: Jakarta Punya Potensi Jadi Kota Ramah Sepeda

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA.Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan ibu kota sebagai tempat..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Prof. Rokhmin Dahuri Mengajak FP2TPKI Membangun Sektor Kemaritiman

POROSJAKARTA.COM, PURWOKERTO - Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) bekerja..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Napak Tilas Sejarah Digelar PDI Perjuangan Jakarta Timur

POROSJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2019, Dewan Pimpinan Cabang..
Nusantara - 2 minggu yang lalu

Pertemuan Ilmiah Tahunan XVI, Prof. Rokhmin Dahuri: Indonesia Harus Mampu Meningkatkan Inovasi Kelautan

POROSJAKARTA.COM, MALUKU – Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI)  menyelenggarakan Pertemuan..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Iuran BPJS Kesehatan Naik 100%, KPCDI: Seperti Bayar Pajak Mobil Kelas Premium!

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kebijakan Pemerintah yang menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan sebesar 100% di tahun 2020..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close