Minggu, 23 Pebruari 2020 WIB

Prof. Rokhmin Dahuri:  Seorang Entrepreneur Mampu Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Oleh : Mas Husnie | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:21 WIB


Pakar kelautan dan perikanan, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS

POROSJAKARTA.COM, BOGOR - Pakar kelautan dan perikanan, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mengajak insan perguruan tinggi mengasah jiwa kewirausahaan (entreprenuership), yaitu suatu kemampuan untuk merubah sesuatu yang tidak atau kurang ada gunanya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, bernilai tambah, dan bernilai ekonomi.

“Jadilah entrepreneur. Dalam bahasanya Pak Ciputra, seorang entrepreneur adalah yang mampu mengubah sampah menjadi berkah. “An entrepreneur is someone who spots an opportunity and acts to make it into a commercial success” ujarnya saat menjadi keynote speach pada acara seminar nasional bertajuk “Perubahan Paradigma Dunia Usaha Berbasis Transformasi Digital” di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Selasa (15/10/2019).

Mantan menteri kelautan dan perikanan itu menyebutkan, seorang entrepreneur adalah yang mampu mengubah sampah menjadi berkah. Ciri-ciri utama seorang entrepreneur, yakni  kreatif, inovatif, bisa membaca dan menciptakan peluang, berani ambil resiko (risk taker) yang terukur (calculated risks), pantang menyerah, disiplin, tekun, berorientasi pada hasil (result-oriented), dan sabar.

Dalam seminar Nasional “Perubahan Paradigma Dunia Usaha Berbasis Transformasi Digital” yang diadakan oleh Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IP, dan Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (HIMPUNI), Prof Rokhmin Dahuri memaparkan sejumlah solusi, saat menyampaikan pidato kunci (keynote speech) berjudul “Pembangunan Ekonomi Berbasis SDM Unggul dan Industri 4.0 Untuk  Mewujudkan Indonesia Yang Maju, Adil-Makmur dan Berdaulat”.

Solusi yang disampaikan oleh guru besar IPB ini menyangkut sejumlah problematika perekonomian bangsa. Salah satu yang menjadi paparannya yakni, Indonesia masih sebagai negara berpendapatan menengah bawah (lower — middle income country), dengan pendapatan nasional kotor atau Gross National Income (GNI) sebesar 3.870 dolar AS per kapita berdasarkan data Kemenko Perekonomian tahun 2019) belum menjadi negara makmur (high-income country), dengan pendapatan nasional kotor diatas 12.165 dolar AS per kapita (Bank Dunia, 2018).

“Selain itu, berdasarkan pada kapasitas IPTEK, kita bangsa Indonesia pun belum berstatus sebagai negara maju. Karena, kapasitas IPTEK bangsa Indonesia sampai sekarang masih berada di kelas tiga. Artinya, lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nasional berasal dari impor. Sedangkan, negara maju adalah mereka yang kapasitas IPTEK nya mencapai kelas satu yaitu lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nya dihasilkan oleh bangsanya sendiri,” sebut Ketua Umum Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.

Selain soal IPTEK, Rokhmin menyebut sektor primer seperti pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pertambangan sebagian besar dikerjakan secara tradisional belum secara optimal dikembangkan menjadi industri berskala nasional.

“Sektor sekunder misalnya manufacturing, processing dan packaging itu produktivitasnya juga masih rendah, sementara akses UMKM terhadap lahan usaha permodalan sarana produksi juga minim,” katanya.

Dalam paparannya, Rokhmin menerangkan, para alumni perguruan tinggi (PT) memanfaatkan tranformasi teknologi informasi yang ditandai oleh revolusi industri 4.0 untuk terjun ke dunia usaha mengembangkan sektor produksi dan ekonomi riil  untuk menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya, profil lulusan perguruan tinggi yang diperlukan di era industri  4.0 dan diperlukan iklim global, terangnya, adalah memiliki kompetensi iptek sesuai program studinya (hard skills), menguasai iptek dasar industri 4.0, memiliki jiwa entrepreneurship, dan memiliki kemampuan soft skills (seperti motivasi, kreatif, inovatif, adaptif, kerja sama dan leadership).

“Selain itu, sehat jasmani dan rohani; memiliki etos  kerja unggul dan akhlak mulia; serta beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa,” ujar guru besar Fakultas Kelautan dan Perikanan  IPB itu.

Ia juga mengemukakan, ada 16 unsur kemampuan untuk pendidikan abad ke-21, yang dibagi menjadi tiga kelompok kemampuan. Ketiganya adalah keterampilan ilmu dasar (yang digunakan sehari-hari), yakni membaca, berhitung, sains, teknologi informasi (TI), keuangan, serta dan kewarganegaraan dan budaya; kompetensi (sikap dalam menghadapi tantangan/persoalan), yakni memecahkan masalah/berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi; dan kualitas karakter (rasa ingin tahu, inisiatif, ketekunan, adaptasi, kepemimpinan, dan pemahaman sosial budaya.

“Seluruh rakyat Indonesia, termasuk Civitas Academica dan segenap alumni perguruan tinggi, sangat mendambakan segera terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang maju, adil-makmur, dan berdaulat sesuai dengan cita-cita Kemerdekaan NKRI. Seluruh alumni muda jadilah entrepreneur. PTN di Indonesia harus bersatu menjawab berbagai problematika diatas,” tutupnya.

Dalam seminar itu juga turut memberikan sambutan antara lain, Bahlil Lahadalia (Ketum HIPMI), Andre Rahadian, SH, MBA (Ketum ILUNI UI), Oddy Joinaldi (pengusaha pertanian dan peternakan).

Seminar dibuka oleh Prof. Dr. Dhodik Nurochmat, Wakil Rektor IPB. Dan dihadiri pula oleh Bp. Fathan Kamil, Ketum DPP HA (Himpunan Alumni) IPB serta hampir semua Ketua DPD HA IPB Provinsi seluruh Indonesia

Seminar dalam rangka Dies Natalies IPB yang ke-56 itu dibuka oleh Prof Dr  Dhodik Nurochmat, wakil rektor IPB.  Acara itu  dihadiri  Fathan Kamil, ketua umum DPP HA (Himpunan Alumni) IPB serta hampir semua Ketua DPD HA IPB Provinsi seluruh Indonesia

Pembicara lain adalah Bahlil Lahadalia (ketua umum HIPMI), Andre Rahadian, SH, MBA (ketua umum ILUNI UI),  dan Oddy Joinaldi (pengusaha pertanian dan peternakan).  Acara itu dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai daerah.* (PJ/Mhs)


Komentar


Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Warga Pondok Kopi tuntut Mafia Tanah

Porosjakarta.com, Pondok Kopi -  Warga RT 05/ RW 11 Sabtu, 8/02/2020 akan menggelar aksi demonstrasi di kp...
Bisnis - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran yang tak Berizin Siaran di Satelit Merugikan Negara

Jakarta- Lembaga penyiaran yang bersiaran di Indonesia ada kewajiban mendapatkan izin penyelenggaraan penyiaran..
Televisi - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran Siaran di Satelit Tanpa Izin Merugikan Negara dan Diancam Pidana

Porosjakarta.com, Medan - Lembaga Penyiaran yang bersiaran di satelit berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002..
Televisi - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran Siaran di Satelit harus Miliki Izin dari Menkominfo

Porosjakarta, Gambir - Banyaknya lembaga penyiaran yang menggunakan satelit masih ada yang belum memiliki izin dari..
Televisi - 1 bulan yang lalu

Kisruh TVRI, Mola TV Harus Bertanggungjawab Terkait Siaran Liga Inggris

Porosjakarta.com, Senayan - Beredarnya pemberitaan dan informasi tentang pemberhentian Helmy Yahya oleh Dewan..
Jakarta Timur - 1 bulan yang lalu

Status Tersangka 'Digantung', Kuasa HUkum Mikael Kambuaya Meminta KPK Hentikan Penyidikan Terhadap Kleannya

POROSJAKARTA.COM - JAKARTA - Perubahan Undang-Undang KPK nomor 30 tahun 2002 ke Undang Undang KPK yang baru nomor 19..
Jakarta Timur - 1 bulan yang lalu

Jalan Perbatasan Bandara Halimperdanakusuma Amblas

Porosjakarta.com,Halim - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta membuat tebing sungai Sunter di jalan Kerja..
Arena - 1 bulan yang lalu

KONI Jakarta Timur Beri Penghargaan Pada Pesilat Berprestasi Nasional

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Ketua KONI Jakarta Timur, Drs Wilbertus Sihotang memberi penghargaan kepada atlet..
Hiburan - 1 bulan yang lalu

Roby Bo Tampang Galak Hati Pelawak

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Penampilan aktor Roby Bo keseharian dan ketika akting di sinetron dan layar lebar berbeda..
Wirausaha - 2 bulan yang lalu

Pusat Kuliner UMKM Karet Tengsin, Tempat Nyaman dan Bersih Sajikan Aneka Makanan Lezat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Bagi Anda yang bekerja di kawasan Karet Tengsin, berdekatan dengan CityWalk, Jakarta..
Lihat Semua

Close

Lihat Semua


Indeks


Close
Close