Jumat, 22 Nopember 2019 WIB

Merasa Didhalimi, Keluarga Pendiri Bangsa M Natsir Mohon Keadilan

Oleh : Abuzakir Ahmad | Jumat, 18 Oktober 2019 | 20:07 WIB


Foto : PJ/Zaki Ramlan didampingi Hadi Pranoto dan Irham Maulidy, tunjukan surat yang dikirim ke Presiden Jokowi.

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Keluarga Pendiri bangsa dan Pahlawan Negara, Mohammad Natsir, menyampaikan secara terbuka permohonan keadilan kepada Presiden RI dan semua lembaga terkait atas peristiwa hukum yang terjadi di keluarga pihak yang dirugikan.

Menurut Keluarga M. Natsir yang diwakili pihak keluarga Hadi Pranoto (cucu HM. Natsir) dan Mukhlis Ramlan sbg Kuasa Hukum dari Hadi Pranoto, bersama KH. Achmad Fathoni Chasan pimpinan salah satu Ponpes di Gresik melakukan pengembangan usaha bersama, bisnis property. Tujuannya, untuk membantu ummat dan pengembangan Ponpes serta dakwah pada umumnya.

"Anehnya, dalam prosesnya terjadi peristiwa hukum yang sangat memilukan. Hal itu dilakukan oleh rekanan usaha keluarga kami, yakni Njono Budiono dan timnya," kata Mukhlis Ramlan pada wartawan di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Tanpa rasa kemanusiaan dan belas kasih melakukan rekayasa untuk mengambil alih asset dan usaha yang selama ini menjadi penopang dakwah dan Ponpes serta banyak membantu ummat Islam.

Bahkan, lebih keji melaporkan dan mempidanakan Kyai Achmad Fathoni yang hingga saat ini masih menjalani masa tahanan dalam kondsi sakit.  Sementara apa yang dilakukan Kyai yang menjadi bagian dari usaha keluarga besar M. Natsir adalah semata-mata ingin mempertahankan hak untuk kegiatan dakwah.

Selama ini, dalam perjalanannya terlihat Njono Budiono ingin menguasainya secara manipulatif dan dalam keterangan beberapa ahli hukum bahwa yang dilakukan oleh Kyai Achmad Fathoni adalah murni Perdata, tetapi semua digiring menjadi pidana.

"Kami yakin kebenaran akan bekerja dengan caranya sendiri. Perlawanan hukum terus kami lakukan, termasuk meminta keadilan hukum dengan melampirkan semua fakta hukum ke Presiden, Kapolri, Jaksa Agung, Menkopolkam, Menkumham, Ombudsman dan lain-lain," ujarnya.

Leyakinan itu, lanjut dia, karena laporan pihak keluarga telah memasuki tahap 1 dan telah ada penetapan tersangka. Namun, disayangkan, dalam waktu satu tahun yang bersangkutan tidak ditahan.

Tersangka terus melakukan manuver serta dengan angkuhnya berkata bahwa uang dari keluarga M. Natsir  bisa membeli kekuasaan. Perkataan tersebut membuat hati pihak keluarga semua terluka baik anak maupun cucu Buya Mohammad Natsir, pahlawan sekaligus pendiri bangsa ini.

"Kami keluarga memahami betul bagaimana cintanya beliau kepada bangsa ini. Beliaulah yang membuat Mosi Integral Natsir yang mengembalikan Negara Kesatuan yang sebelumnya Federal (RIS)," ungkapnya mengisahkan perjuangan M. Natsir.

Lanjutnya, M. Natsir juga yang keliling ke berbagai negara bersama Agus Salim dan tim untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan yang di Proklamirkan Soekarno Hatta. Saat itu karena Belanda dan sekutunya tidak pernah mengakui kemerdekaan Indonesia 45.

Akhirnya, Palestina, Mesir dan sejumlah negara Timur Tengah dan lainnya mengakui kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Sederet peristiwa sejarah bangsa ini yang ada dalam pusaran penting dan M. Natsir  terlibat aktif dalam perjalanan awal untuk kemerdekaan dan kedaulatan Negara ini.

Sering sekali kolega M. Natsir seperti Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Kaisar Jepang, Raja Salman Arab Saudi, Perdana Menteri Malaysia dan lain-lain menawarkan bantuan, tetapi pihak keluarga diberikan pesan agar jangan menerima bantuan dan meminta sesuatu kesiapapun.

"Jadi, semua kami tolak dan memilih jalan usaha keluarga, tetapi faktanya pun terjadi peristiwa seperti ini," ujarnya.

Untuk itulah, melalui konferensi pers, terbuka kepada Presiden dan seluruh jajarannya, pihak keluarga M. Natsir memohon keadilan hukum agar Njono Budiono dan semua yang telah menzolimi keluarga M. Natsir segera ditahan.

Penahanan Njono, katanya,  karena telah memenuhi unsur dan diadili sehingga diyakin, keadilan itu masih ada di Negeri ini. Pihaknya juga atau ada beberapa keluarga pendiri dan pahlawan bangsa ini yang mengalami hal serupa dengan keluarganya, dimohon negara hadir dan tegakkan hukum seadil-adilnya,

Yang menjadi pertanyaan, jika keluarga pendiri dan pahlawan negeri ini diperlakukan dhalim seperti ini dan hukum sulit berpihak pada keluarga ini, lalu bagaimana nasib rakyat di perbatasan, pedalaman, desa dan yang tinggal di pulau terluar bangsa ini dengan nafas yang sama memohon keadilan.

"Inilah yang dirasakan anak dan cucu cucunya. Kami menuntut hak di keluarga yang sepenuhnya juga dipergunakan buat ummat dan dakwah. Kami mengetuk Nurani Istana," ujar Ramlan.* (PJ/Abuzakir Ahmad)


Komentar


Jak Info - 2 hari yang lalu

Pemprov DKI Jakarta melakukan serangkaian pencegahan untuk antisipasi datangnya genangan air yang tinggi.

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Beberapa hari ini, sudah kelihatan musim hujan tengah datang di Jakarta. Pemprov DKI..
Sosok - 3 hari yang lalu

Kadiv Humas Polri Pimpin Upacara Pelantikan Karopenmas Polri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memimpin langsung upacara..
Jakarta Barat - 3 hari yang lalu

Menurunnya Jumlah Suara Pada Pemilu Lalu, Tokoh Adat Papua Bertekad Bertemu Ketua Fraksi Partai Demokrat di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Menurunnya secara siknifikan suara dan kuarsi DPRD Partai Demokrat di seluruh..
Metro - 1 minggu yang lalu

Ini Sosok Penabrak Grabwheel di Senayan

Porosjakarta.com, Senayan - Tabrakan yang menyebabkan pengendara Grabwheel tewas akhirnya terungkap siapa sosok yang..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Bamsoet: Negara Demokrasi Kuat Jika Partai Politiknya Kuat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memaparkan dalam sebuah negara demokrasi, termasuk..
Jakarta Selatan - 1 minggu yang lalu

Fahira Idris: Jakarta Punya Potensi Jadi Kota Ramah Sepeda

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA.Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan ibu kota sebagai tempat..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Prof. Rokhmin Dahuri Mengajak FP2TPKI Membangun Sektor Kemaritiman

POROSJAKARTA.COM, PURWOKERTO - Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) bekerja..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Napak Tilas Sejarah Digelar PDI Perjuangan Jakarta Timur

POROSJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2019, Dewan Pimpinan Cabang..
Nusantara - 2 minggu yang lalu

Pertemuan Ilmiah Tahunan XVI, Prof. Rokhmin Dahuri: Indonesia Harus Mampu Meningkatkan Inovasi Kelautan

POROSJAKARTA.COM, MALUKU – Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI)  menyelenggarakan Pertemuan..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Iuran BPJS Kesehatan Naik 100%, KPCDI: Seperti Bayar Pajak Mobil Kelas Premium!

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kebijakan Pemerintah yang menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan sebesar 100% di tahun 2020..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close