Minggu, 23 Pebruari 2020 WIB

Merasa Didhalimi, Keluarga Pendiri Bangsa M Natsir Mohon Keadilan

Oleh : Abuzakir Ahmad | Jumat, 18 Oktober 2019 | 20:07 WIB


Foto : PJ/Zaki Ramlan didampingi Hadi Pranoto dan Irham Maulidy, tunjukan surat yang dikirim ke Presiden Jokowi.

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Keluarga Pendiri bangsa dan Pahlawan Negara, Mohammad Natsir, menyampaikan secara terbuka permohonan keadilan kepada Presiden RI dan semua lembaga terkait atas peristiwa hukum yang terjadi di keluarga pihak yang dirugikan.

Menurut Keluarga M. Natsir yang diwakili pihak keluarga Hadi Pranoto (cucu HM. Natsir) dan Mukhlis Ramlan sbg Kuasa Hukum dari Hadi Pranoto, bersama KH. Achmad Fathoni Chasan pimpinan salah satu Ponpes di Gresik melakukan pengembangan usaha bersama, bisnis property. Tujuannya, untuk membantu ummat dan pengembangan Ponpes serta dakwah pada umumnya.

"Anehnya, dalam prosesnya terjadi peristiwa hukum yang sangat memilukan. Hal itu dilakukan oleh rekanan usaha keluarga kami, yakni Njono Budiono dan timnya," kata Mukhlis Ramlan pada wartawan di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Tanpa rasa kemanusiaan dan belas kasih melakukan rekayasa untuk mengambil alih asset dan usaha yang selama ini menjadi penopang dakwah dan Ponpes serta banyak membantu ummat Islam.

Bahkan, lebih keji melaporkan dan mempidanakan Kyai Achmad Fathoni yang hingga saat ini masih menjalani masa tahanan dalam kondsi sakit.  Sementara apa yang dilakukan Kyai yang menjadi bagian dari usaha keluarga besar M. Natsir adalah semata-mata ingin mempertahankan hak untuk kegiatan dakwah.

Selama ini, dalam perjalanannya terlihat Njono Budiono ingin menguasainya secara manipulatif dan dalam keterangan beberapa ahli hukum bahwa yang dilakukan oleh Kyai Achmad Fathoni adalah murni Perdata, tetapi semua digiring menjadi pidana.

"Kami yakin kebenaran akan bekerja dengan caranya sendiri. Perlawanan hukum terus kami lakukan, termasuk meminta keadilan hukum dengan melampirkan semua fakta hukum ke Presiden, Kapolri, Jaksa Agung, Menkopolkam, Menkumham, Ombudsman dan lain-lain," ujarnya.

Leyakinan itu, lanjut dia, karena laporan pihak keluarga telah memasuki tahap 1 dan telah ada penetapan tersangka. Namun, disayangkan, dalam waktu satu tahun yang bersangkutan tidak ditahan.

Tersangka terus melakukan manuver serta dengan angkuhnya berkata bahwa uang dari keluarga M. Natsir  bisa membeli kekuasaan. Perkataan tersebut membuat hati pihak keluarga semua terluka baik anak maupun cucu Buya Mohammad Natsir, pahlawan sekaligus pendiri bangsa ini.

"Kami keluarga memahami betul bagaimana cintanya beliau kepada bangsa ini. Beliaulah yang membuat Mosi Integral Natsir yang mengembalikan Negara Kesatuan yang sebelumnya Federal (RIS)," ungkapnya mengisahkan perjuangan M. Natsir.

Lanjutnya, M. Natsir juga yang keliling ke berbagai negara bersama Agus Salim dan tim untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan yang di Proklamirkan Soekarno Hatta. Saat itu karena Belanda dan sekutunya tidak pernah mengakui kemerdekaan Indonesia 45.

Akhirnya, Palestina, Mesir dan sejumlah negara Timur Tengah dan lainnya mengakui kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Sederet peristiwa sejarah bangsa ini yang ada dalam pusaran penting dan M. Natsir  terlibat aktif dalam perjalanan awal untuk kemerdekaan dan kedaulatan Negara ini.

Sering sekali kolega M. Natsir seperti Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Kaisar Jepang, Raja Salman Arab Saudi, Perdana Menteri Malaysia dan lain-lain menawarkan bantuan, tetapi pihak keluarga diberikan pesan agar jangan menerima bantuan dan meminta sesuatu kesiapapun.

"Jadi, semua kami tolak dan memilih jalan usaha keluarga, tetapi faktanya pun terjadi peristiwa seperti ini," ujarnya.

Untuk itulah, melalui konferensi pers, terbuka kepada Presiden dan seluruh jajarannya, pihak keluarga M. Natsir memohon keadilan hukum agar Njono Budiono dan semua yang telah menzolimi keluarga M. Natsir segera ditahan.

Penahanan Njono, katanya,  karena telah memenuhi unsur dan diadili sehingga diyakin, keadilan itu masih ada di Negeri ini. Pihaknya juga atau ada beberapa keluarga pendiri dan pahlawan bangsa ini yang mengalami hal serupa dengan keluarganya, dimohon negara hadir dan tegakkan hukum seadil-adilnya,

Yang menjadi pertanyaan, jika keluarga pendiri dan pahlawan negeri ini diperlakukan dhalim seperti ini dan hukum sulit berpihak pada keluarga ini, lalu bagaimana nasib rakyat di perbatasan, pedalaman, desa dan yang tinggal di pulau terluar bangsa ini dengan nafas yang sama memohon keadilan.

"Inilah yang dirasakan anak dan cucu cucunya. Kami menuntut hak di keluarga yang sepenuhnya juga dipergunakan buat ummat dan dakwah. Kami mengetuk Nurani Istana," ujar Ramlan.* (PJ/Abuzakir Ahmad)


Komentar


Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Warga Pondok Kopi tuntut Mafia Tanah

Porosjakarta.com, Pondok Kopi -  Warga RT 05/ RW 11 Sabtu, 8/02/2020 akan menggelar aksi demonstrasi di kp...
Bisnis - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran yang tak Berizin Siaran di Satelit Merugikan Negara

Jakarta- Lembaga penyiaran yang bersiaran di Indonesia ada kewajiban mendapatkan izin penyelenggaraan penyiaran..
Televisi - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran Siaran di Satelit Tanpa Izin Merugikan Negara dan Diancam Pidana

Porosjakarta.com, Medan - Lembaga Penyiaran yang bersiaran di satelit berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002..
Televisi - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran Siaran di Satelit harus Miliki Izin dari Menkominfo

Porosjakarta, Gambir - Banyaknya lembaga penyiaran yang menggunakan satelit masih ada yang belum memiliki izin dari..
Televisi - 1 bulan yang lalu

Kisruh TVRI, Mola TV Harus Bertanggungjawab Terkait Siaran Liga Inggris

Porosjakarta.com, Senayan - Beredarnya pemberitaan dan informasi tentang pemberhentian Helmy Yahya oleh Dewan..
Jakarta Timur - 1 bulan yang lalu

Status Tersangka 'Digantung', Kuasa HUkum Mikael Kambuaya Meminta KPK Hentikan Penyidikan Terhadap Kleannya

POROSJAKARTA.COM - JAKARTA - Perubahan Undang-Undang KPK nomor 30 tahun 2002 ke Undang Undang KPK yang baru nomor 19..
Jakarta Timur - 1 bulan yang lalu

Jalan Perbatasan Bandara Halimperdanakusuma Amblas

Porosjakarta.com,Halim - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta membuat tebing sungai Sunter di jalan Kerja..
Arena - 1 bulan yang lalu

KONI Jakarta Timur Beri Penghargaan Pada Pesilat Berprestasi Nasional

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Ketua KONI Jakarta Timur, Drs Wilbertus Sihotang memberi penghargaan kepada atlet..
Hiburan - 1 bulan yang lalu

Roby Bo Tampang Galak Hati Pelawak

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Penampilan aktor Roby Bo keseharian dan ketika akting di sinetron dan layar lebar berbeda..
Wirausaha - 2 bulan yang lalu

Pusat Kuliner UMKM Karet Tengsin, Tempat Nyaman dan Bersih Sajikan Aneka Makanan Lezat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Bagi Anda yang bekerja di kawasan Karet Tengsin, berdekatan dengan CityWalk, Jakarta..
Lihat Semua

Close

Lihat Semua


Indeks


Close
Close