Sabtu, 26 September 2020 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda di Atas Gunung Gede, TRAMP Lakukan Pendakian Massal

Oleh : Mas Husnie | Minggu, 27 Oktober 2019 | 04:52 WIB


Peserta melakukan pendakian dari jalur Gunung Putri (2.75 mdpl) menuju Alun-alun Surya Kencana

POROSJAKARTA.COM, BOGOR.  Organisasi pencinta alam Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) melepas keberangkatan 80 peserta pendakian massal dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2019). Dalam pendakian ini, para peserta juga akan diajak memperingati Hari Sumpah Pemuda di atas Gunung Gede pada tanggal 27 Oktober.

Sebelum pendakian dimulai, para peserta berseragam kaos hijau diberikan pengarahan hampir setengah jam di halaman kantor Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGP), Cibodas, Jawa Barat. Tak hanya itu, setiap peserta harus menjalani tes medical check up terlebih dahulu baik di Cibodas atau Gunung Putri.

Sesuai misi kegiatan ini, "Zero Plastic", masing-masing peserta dibekali kantong ramah lingkungan dari bahan kain. Kantong tersebut nantinya menjadi tempat menampung sampah-sampah plastik yang ditemukan peserta di sepanjang jalur pendakian.

"Ini tradisi TRAMP sejak berdiri, mencoba untuk memberikan roh Sumpah Pemuda bagi internal TRAMP dan juga umum tiap tahun," tutur Denny Wahyono mewakili pendiri TRAMP di halaman kantor TNGP Cibodas.

Pendakian massal TRAMP ke Gunung Gede kali ini didukung PWI Pusat, mengambil start dari jalur Gunung Putri (2.75 mdpl) menuju Alun-alun Surya Kencana, dilanjutkan ke Puncak Gunung Gede dan berakhir di Taman Nasional Cibodas. 

Denny yang akrab disapa Bang Dewa, menyebutkan, berdasar laporan yang diterimanya ada sekitar 30 peserta dari kategori umum yang mengikuti kegiatan ini. Sisanya, berasal dari internal TRAMP dan wartawan dari PWI serta seorang perwira menengah yang bertugas di Koopsus Mabes TNI Kolonel Marinir Rivelson Saragih

TRAMP berdiri sejak tanggal 5 Juni 1975 dan telah mengadakan berbagai ekspedisi baik dalam maupun luar negeri. Belakangan ini, TRAMP yang dipimpin Iko Jakalaksana tengah mengkampanyekan program Padagimo Bangkit "Building A Home Not a House”. Mereka membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana alam di Sulawesi Tengah. Total sudah 187 unit yang dibangun dengan menggandeng NGO PARCIS Jepang.*(PJ/Hsn)


Komentar


Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

Prediksi Mengerikan soal Covid-19 di DKI

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki proyeksi yang mengerikan soal pandemi..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Sri Mulyani Pastikan RI Resesi, Apa yang Bakal Terjadi?

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resesi pada..
Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Erick Thohir Ingatkan Vaksin Tak Hilangkan Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan bahwa dengan..
Jakarta Pusat - 3 hari yang lalu

22 September Di DKI Tambah 1.236 Kasus Positif Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih mengalami penambahan di beberapa..
Jurnalis Warga - 1 minggu yang lalu

Mengapa Angka Kematian Covid-19 Singapura Paling Rendah di Dunia?

POROSJAKARTA.COM, SINGAPURA - Singapura memiliki jumlah kematian kasus virus korona terendah secara global,..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Sejumlah Perkantoran Tutup Sementara

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir menyatakan sejumlah..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Kemenkes Jadi Klaster Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI menjadi klaster penyebaran Covid-19 tertinggi di wilayah DKI..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Hadirkan Jusuf Kalla, Universitas Bangka Belitung Sukses Gelar Webinar Nasional Dampak Covid19

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Untuk kedua kalinya Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bangka Belitung kembali..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Istri Saefullah Minta Tak Kirimi Karangan Bunga, Ini Alasannya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Keluarga almarhum Saefullah meminta kerabat tak mengirimi karangan bunga..
Lihat Semua

Close





Close
Close