Jumat, 22 Nopember 2019 WIB

Terbesar Kedua di Dunia, Produksi Kopi Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam

Oleh : Mas Husnie | Senin, 04 Nopember 2019 | 11:23 WIB


Bincang Kopi pada Coffe Festifal di Andalus City, Kota Cirebon, Jawa Barat, Ahad (3/11/2019) malam,

POROSJAKARTA, CIREBON. Bincang Kopi pada Coffe Festifal di Andalus City, Kota Cirebon, Jawa Barat, Ahad (3/11/2019) malam, mengupas tuntas tentang bagaimana strategi Indonesia memacu industry kopi nasional yang lebih produktif, efisien, berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan. Dari hulu (aspek budidaya perkebunan kopi), teknologi pemanenan, pengolahan, pengemasan, branding dan pemasaran.

Bincang Kopi yang diselenggarakan Lapak Kopi menampilkan nara sumber Guru Besar IPB, Prof Rokhmin Dahuri, Prof. Kim So-il, Guru Besar Daegu University yang kini menjabat sebagai Sekjen Tourism Promotion Organization for Asia-Pacific Region; Dede Muharam (Dirut Lapakkopi.com), dan dr. Muhaman Asad (Ketua IDI Cirebon), dan dr Muhaman Asad (Ketua IDI Cirebon). 

Pembicara lainnya Dr Anton Apriantono (mantan Menteri Pertanian 2005 - 2009); Sekretaris Ditjen ASPASAF, Kemenlu; H  Syafrudin (Presiden SCAI/Specialty Coffee Association Indonesia), dan Kris Ginting (pakar racik kopi).

Dalam paparannya, Prof Rokhmin Dahuri saat menjadi pembicara utama mengatakan, saat ini Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia dengan volume produksi sekitar 700.000 ton/tahun.  Produsen terbesar kopi di dunia adalah Brazil, sekitar 2,5 juta ton/tahun. Diikuti Vietnam, 1,6 juta ton/tahun, dan Kolombia sekitar 1,2 juta ton/tahun. 

Sedangkan, nilai ekspor kopi Indonesia pun baru 1,2 miliar dolar AS  per tahun, jauh di bawah Brazil sekitar 5 miliar dolar/tahun, dan Vietnam sekitar 2,5 miliar dolar/tahun.

“Harusnya, dengan potensi luas lahan yang cocok untuk perkebunan kopi yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi produsen kopi terbesar kedua di dunia, menggeser Vietnam,” ujar Prof. Rokhmin dalam keterangannya, Senin (4/11/2019).

Namun, ungkapnya, hingga kini produktivitas perkebunan kopi Indonesia masih di bawah negara- negara produsen kopi utama dunia lainnya. Hal ini disebabkan karena hampir 90% perkebunan kopi di Indonesia dikelola secara tradisional (less technology and management), rantai tata niaga yang terlalu panjang, dan biaya logistik yang sangat mahal.

“Sebab itu, ketiga aspek itu mesti segera dibenahi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong ini.

Harusnya, kata dia, dengan potensi luas lahan yang cocok untuk perkebunan kopi yang dimiliki,  ndonesia bisa menjadi produsen kopi terbesar kedua di dunia, menggeser Vietnam. 

“Namun, hingga kini produktivitas perkebunan kopi Indonesia masih di bawah negara- negara produsen kopi utama dunia lainnya,” tuturnya.

Hal ini, ungkap Rokhmin, disebabkan hampir 90 persen  perkebunan kopi di Indonesia dikelola secara tradisional (less technology and management), rantai tata niaga yang terlalu panjang, dan biaya logistik yang sangat mahal.  “Sebab itu, ketiga aspek itu mesti segera dibenahi,” ujar Tokoh Nasional Inspiratif ini. (PJ/Hsn).

 


Komentar


Jak Info - 2 hari yang lalu

Pemprov DKI Jakarta melakukan serangkaian pencegahan untuk antisipasi datangnya genangan air yang tinggi.

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Beberapa hari ini, sudah kelihatan musim hujan tengah datang di Jakarta. Pemprov DKI..
Sosok - 3 hari yang lalu

Kadiv Humas Polri Pimpin Upacara Pelantikan Karopenmas Polri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memimpin langsung upacara..
Jakarta Barat - 3 hari yang lalu

Menurunnya Jumlah Suara Pada Pemilu Lalu, Tokoh Adat Papua Bertekad Bertemu Ketua Fraksi Partai Demokrat di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Menurunnya secara siknifikan suara dan kuarsi DPRD Partai Demokrat di seluruh..
Metro - 1 minggu yang lalu

Ini Sosok Penabrak Grabwheel di Senayan

Porosjakarta.com, Senayan - Tabrakan yang menyebabkan pengendara Grabwheel tewas akhirnya terungkap siapa sosok yang..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Bamsoet: Negara Demokrasi Kuat Jika Partai Politiknya Kuat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memaparkan dalam sebuah negara demokrasi, termasuk..
Jakarta Selatan - 1 minggu yang lalu

Fahira Idris: Jakarta Punya Potensi Jadi Kota Ramah Sepeda

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA.Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan ibu kota sebagai tempat..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Prof. Rokhmin Dahuri Mengajak FP2TPKI Membangun Sektor Kemaritiman

POROSJAKARTA.COM, PURWOKERTO - Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) bekerja..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Napak Tilas Sejarah Digelar PDI Perjuangan Jakarta Timur

POROSJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2019, Dewan Pimpinan Cabang..
Nusantara - 2 minggu yang lalu

Pertemuan Ilmiah Tahunan XVI, Prof. Rokhmin Dahuri: Indonesia Harus Mampu Meningkatkan Inovasi Kelautan

POROSJAKARTA.COM, MALUKU – Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI)  menyelenggarakan Pertemuan..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Iuran BPJS Kesehatan Naik 100%, KPCDI: Seperti Bayar Pajak Mobil Kelas Premium!

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA. Kebijakan Pemerintah yang menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan sebesar 100% di tahun 2020..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close