Minggu, 23 Pebruari 2020 WIB

Terbesar Kedua di Dunia, Produksi Kopi Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam

Oleh : Mas Husnie | Senin, 04 Nopember 2019 | 11:23 WIB


Bincang Kopi pada Coffe Festifal di Andalus City, Kota Cirebon, Jawa Barat, Ahad (3/11/2019) malam,

POROSJAKARTA, CIREBON. Bincang Kopi pada Coffe Festifal di Andalus City, Kota Cirebon, Jawa Barat, Ahad (3/11/2019) malam, mengupas tuntas tentang bagaimana strategi Indonesia memacu industry kopi nasional yang lebih produktif, efisien, berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan. Dari hulu (aspek budidaya perkebunan kopi), teknologi pemanenan, pengolahan, pengemasan, branding dan pemasaran.

Bincang Kopi yang diselenggarakan Lapak Kopi menampilkan nara sumber Guru Besar IPB, Prof Rokhmin Dahuri, Prof. Kim So-il, Guru Besar Daegu University yang kini menjabat sebagai Sekjen Tourism Promotion Organization for Asia-Pacific Region; Dede Muharam (Dirut Lapakkopi.com), dan dr. Muhaman Asad (Ketua IDI Cirebon), dan dr Muhaman Asad (Ketua IDI Cirebon). 

Pembicara lainnya Dr Anton Apriantono (mantan Menteri Pertanian 2005 - 2009); Sekretaris Ditjen ASPASAF, Kemenlu; H  Syafrudin (Presiden SCAI/Specialty Coffee Association Indonesia), dan Kris Ginting (pakar racik kopi).

Dalam paparannya, Prof Rokhmin Dahuri saat menjadi pembicara utama mengatakan, saat ini Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia dengan volume produksi sekitar 700.000 ton/tahun.  Produsen terbesar kopi di dunia adalah Brazil, sekitar 2,5 juta ton/tahun. Diikuti Vietnam, 1,6 juta ton/tahun, dan Kolombia sekitar 1,2 juta ton/tahun. 

Sedangkan, nilai ekspor kopi Indonesia pun baru 1,2 miliar dolar AS  per tahun, jauh di bawah Brazil sekitar 5 miliar dolar/tahun, dan Vietnam sekitar 2,5 miliar dolar/tahun.

“Harusnya, dengan potensi luas lahan yang cocok untuk perkebunan kopi yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi produsen kopi terbesar kedua di dunia, menggeser Vietnam,” ujar Prof. Rokhmin dalam keterangannya, Senin (4/11/2019).

Namun, ungkapnya, hingga kini produktivitas perkebunan kopi Indonesia masih di bawah negara- negara produsen kopi utama dunia lainnya. Hal ini disebabkan karena hampir 90% perkebunan kopi di Indonesia dikelola secara tradisional (less technology and management), rantai tata niaga yang terlalu panjang, dan biaya logistik yang sangat mahal.

“Sebab itu, ketiga aspek itu mesti segera dibenahi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong ini.

Harusnya, kata dia, dengan potensi luas lahan yang cocok untuk perkebunan kopi yang dimiliki,  ndonesia bisa menjadi produsen kopi terbesar kedua di dunia, menggeser Vietnam. 

“Namun, hingga kini produktivitas perkebunan kopi Indonesia masih di bawah negara- negara produsen kopi utama dunia lainnya,” tuturnya.

Hal ini, ungkap Rokhmin, disebabkan hampir 90 persen  perkebunan kopi di Indonesia dikelola secara tradisional (less technology and management), rantai tata niaga yang terlalu panjang, dan biaya logistik yang sangat mahal.  “Sebab itu, ketiga aspek itu mesti segera dibenahi,” ujar Tokoh Nasional Inspiratif ini. (PJ/Hsn).

 


Komentar


Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Warga Pondok Kopi tuntut Mafia Tanah

Porosjakarta.com, Pondok Kopi -  Warga RT 05/ RW 11 Sabtu, 8/02/2020 akan menggelar aksi demonstrasi di kp...
Bisnis - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran yang tak Berizin Siaran di Satelit Merugikan Negara

Jakarta- Lembaga penyiaran yang bersiaran di Indonesia ada kewajiban mendapatkan izin penyelenggaraan penyiaran..
Televisi - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran Siaran di Satelit Tanpa Izin Merugikan Negara dan Diancam Pidana

Porosjakarta.com, Medan - Lembaga Penyiaran yang bersiaran di satelit berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002..
Televisi - 2 minggu yang lalu

Lembaga Penyiaran Siaran di Satelit harus Miliki Izin dari Menkominfo

Porosjakarta, Gambir - Banyaknya lembaga penyiaran yang menggunakan satelit masih ada yang belum memiliki izin dari..
Televisi - 1 bulan yang lalu

Kisruh TVRI, Mola TV Harus Bertanggungjawab Terkait Siaran Liga Inggris

Porosjakarta.com, Senayan - Beredarnya pemberitaan dan informasi tentang pemberhentian Helmy Yahya oleh Dewan..
Jakarta Timur - 1 bulan yang lalu

Status Tersangka 'Digantung', Kuasa HUkum Mikael Kambuaya Meminta KPK Hentikan Penyidikan Terhadap Kleannya

POROSJAKARTA.COM - JAKARTA - Perubahan Undang-Undang KPK nomor 30 tahun 2002 ke Undang Undang KPK yang baru nomor 19..
Jakarta Timur - 1 bulan yang lalu

Jalan Perbatasan Bandara Halimperdanakusuma Amblas

Porosjakarta.com,Halim - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta membuat tebing sungai Sunter di jalan Kerja..
Arena - 1 bulan yang lalu

KONI Jakarta Timur Beri Penghargaan Pada Pesilat Berprestasi Nasional

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Ketua KONI Jakarta Timur, Drs Wilbertus Sihotang memberi penghargaan kepada atlet..
Hiburan - 1 bulan yang lalu

Roby Bo Tampang Galak Hati Pelawak

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Penampilan aktor Roby Bo keseharian dan ketika akting di sinetron dan layar lebar berbeda..
Wirausaha - 2 bulan yang lalu

Pusat Kuliner UMKM Karet Tengsin, Tempat Nyaman dan Bersih Sajikan Aneka Makanan Lezat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Bagi Anda yang bekerja di kawasan Karet Tengsin, berdekatan dengan CityWalk, Jakarta..
Lihat Semua

Close

Lihat Semua


Indeks


Close
Close