Sabtu, 04 Juli 2020 WIB

Kirim Puluhan Karangan Bunga, Korban KSP Indosurya Cipta Dukung Polisi Tuntaskan Kasus

Oleh : Fuad Rohimi | Selasa, 26 Mei 2020 | 06:58 WIB



Porosjakarta.com, Kebayoran Baru – Ada pemandangan berbeda di halaman gedung Bareskrim Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan padsa Selasa (26/5/2020). Tampak puluhan karangan bunga memenuhi halaman. Karangan bunga itu berasal dari ratusan nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta yang mengalami gagal bayar.

Beraneka kalimat pengharapan terangkai dari bunga- bunga tersebut, garis besarnya berisikan harapan kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus macetnya pembayaran dari KSP Indosurya Cipta kepada nasabah.

Siang itu Leonard PG Simanjuntak , pengacara yang mewakili 320 dari sekitar 6.000 nasabah KSP Indosurya Cipta yang dirugikan. Mereka datang ke kantor Bareskrim untuk mengetahui sejauh mana proses ini berjalan.

Selain menempuh upaya melaporkan ke Bareskrim Polri, Leonard juga melakukan upaya lainnya yang ditempuh yaitu mengajukan permohonan Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) KSP Indosurya Cipta.

Melalui dua upaya hukum pidana dan PKPU, diharapkan nasabah mendapatkan uang kembali. Sehingga perlu tahu dana belasan triliun menguap kemana, dan itu gunanya proses yang ada dari pidana maupun PKPU.

"Tujuan supaya nasabah mendapat tercover seluruh kerugian 100%. Dari 320 nasabah yang memberikan kuasa kepada saya, kerugian yang mereka alami sekitar Rp 520 miliar," ujar Leonard.

Banyak hal bisa terjadi, termasuk apabila PKPU berujung damai. Jika berlangsung damai, Leonard memprediksi setidaknya ada pembayaran di muka sebesar 50% dan uang sisa dicover dijamin atas kebedaan atau aset tanah.

Saat ini Bareskrim Polri dibantu Pusat Pelaporan dan analisis transaksi keuangan (PPATK) menangani perkara gagal bayar KSP Indosurya Cipta.(Baca: Koperasi Indosurya Kembali Dilaporkan Nasabah ke Polda Metro Jaya)

"Aparat kepolisian sudah menetapkan dua orang tersangka, yaitu berinisial HS dan SA. Mereka dijerat Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp20 miliar," papar Leonard.

Leonard meminta kepada aparat kepolisian mengusut tuntas perkara tersebut. Dia mengatakan bagi polisi tidak ada kata mustahil mengungkapnya.

Untuk proses pidana ada beberapa laporan polisi. Sudah menetapkan dua orang HS dan SA. Para pelaku tindak pidana dapat dijerat aturan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU).

Upaya menjerat para pelaku menggunakan UUTPPU dapat membuat uang nasabah yang sudah disetor kepada koperasi tersebut dapat dikembalikan.

"Belajar dari kasus yang sudah-sudah, kepolisian dapat mentrace aliran dana, sehingga nanti kita menemukan uang berujung dimana," pungkasnya.

Sampai Rabu (20/5/2020) jumlah kreditur yang mendaftarkan PKPU Koperasi SImpan Pinjam Indosurya Cipta sudah mencapai 5.736 pihak Dari jumlah tersebut, tagihan piutang yang terkumpul mencapai Rp 14,63 Triliun.[]


Komentar


Jakarta Pusat - 2 hari yang lalu

Sidang PHK PT Tech Data, Bukti Surat Tambahan Penggugat Salah

POROSJAKARTA.COM, SENEN - Persidangan pemutusan hubungan kerja sepihak oleh PT Tech Data Advanced Solutions Indonesia..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

LIRA Buka Kantor Baru Brikom, Bentengnya Pancasila

POROSJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Presiden LSM LIRA HM. Jusuf Rizal mengucapkan terima kasih kepada Gubernur LSM LIRA..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Jadi Narasumber Talk Show, Rusli Ingin Hidupkan Beleuto Gantikan Masker

POROSJAKARTA.COM, GORONTALO - Keberhasilan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam hal pencegahan dan penekanan kasus..
Jakarta Timur - 2 minggu yang lalu

Suasana Kondusif di Papua Jangan Diganggu Oleh Rencana Putusan Bagi 7 Warga Papua

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Suasana kondusif di Papua saat ini diharapkan tidak diganggu oleh rencana pembacaan..
Metro - 3 minggu yang lalu

Webinar Indopolling : Pilkada Serentak 2020 Sebuah Keniscayaan

 POROSJAKARTA.com-Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir menyatakan bahwa pelaksanaan pilkada Serentak..
Metro - 3 minggu yang lalu

Hasanuddin Bantah Pernyataan Ahmad Yani Soal Ketua Panja RUU HIP

POROSJAKARTA,SENAYAN- Politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin membantah pernyataan mantan Politisi Partai Persatuan..
Jakarta Pusat - 1 bulan yang lalu

FKBN Kemhan RI Gelar Apel Khusus Halal Bi Halal

POROSJAKARTA.COM, MENTENG - Keluarga Besar Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kemhan RI menggelar apel pasukan sekaligus..
Sosok - 1 bulan yang lalu

Begini Kisah Perjalanan Hidup Rusli Habibie Hingga Jadi Gubernur

POROSJAKARTA.COM, GORONTALO - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie membagikan kisah perjalanan hidupnya sejak ia kecil..
Jakarta Selatan - 1 bulan yang lalu

Kirim Puluhan Karangan Bunga, Korban KSP Indosurya Cipta Dukung Polisi Tuntaskan Kasus

Porosjakarta.com, Kebayoran Baru – Ada pemandangan berbeda di halaman gedung Bareskrim Polri di Jalan..
Nusantara - 1 bulan yang lalu

Diduga Korupsi, Walikota Sorong Klarifikasi Ke KPK Dengan Membawa Buktinya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Walikota Sorong, Lambertus Jitmau, melakukan klarifikasi ke KPK Pusat atas dugaan korupsi..
Lihat Semua

Close





Close
Close