Kamis, 24 September 2020 WIB

Pemprov DKI Hanya Izinkan Operasional Tempat Ibadah di Permukiman Penduduk

Oleh : Mansyur Barus | Kamis, 10 September 2020 | 07:07 WIB



POROSJAKARTA.COM, JAKARTA  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan tempat ibadah di perumahan untuk beroperasi saat diberlakukannya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tempat ibadah di kompleks perumahan atau permukiman diizinkan beroperasi selama tidak dihadiri oleh warga dari luar kompleks tersebut.

 Meski demikian, Anies meminta warga tetap menjalankan protokol kesehatan ketika mendatangi rumah ibadah. "Untuk tempat ibadah akan ada sedikit penyesuaian tempat ibadah bagi warga setempat, masih boleh digunakan asal menerapkan protokol (kesehatan)," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan melalui Youtube Pemprov DKI, Rabu (9/9/2020).

Anies pun melarang tempat ibadah yang sering dijadikan tempat berkumpul warga luar Jakarta untuk beroperasi. Aturan tersebut juga berlaku untuk tempat ibadah yang berada di RW zona merah Covid-19.

"Kawasan yang memiliki jumlah kasus yang tinggi, kawasan-kawasan itu ada datanya wilayah-wilayahnya, RW-RW yang dengan kasus tinggi, maka kegiatan beribadah harus dilakukan di rumah saja," ungkap Anies.

Seperti diketahui, Anies memutuskan untuk menarik rem darurat dan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Anies menyebutkan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh dan tingkat kematian yang tinggi.

"Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin," ujar Anies.

 "Dalam rapat gugus tugas percepatan pengendalian Covid-19 di Jakarta, disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu," katanya.

Menurut Anies keputusan ini juga mengikuti aturan Presiden Joko Widodo yang meminta kesehatan lebih dipentingkan. Diketahui, PSBB transisi di DKI Jakarta berakhir pada Kamis (10/9/2020). PSBB transisi ini telah diberlakukan sejak 5 Juni 2020 lalu. PSBB transisi mulanya dilaksanakan selama 28 hari atau sampai 2 Juli 2020. mb


Komentar


Jakarta Pusat - 17 jam yang lalu

Sri Mulyani Pastikan RI Resesi, Apa yang Bakal Terjadi?

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resesi pada..
Jakarta Pusat - 17 jam yang lalu

Erick Thohir Ingatkan Vaksin Tak Hilangkan Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan bahwa dengan..
Jakarta Pusat - 1 hari yang lalu

22 September Di DKI Tambah 1.236 Kasus Positif Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih mengalami penambahan di beberapa..
Jurnalis Warga - 5 hari yang lalu

Mengapa Angka Kematian Covid-19 Singapura Paling Rendah di Dunia?

POROSJAKARTA.COM, SINGAPURA - Singapura memiliki jumlah kematian kasus virus korona terendah secara global,..
Jakarta Pusat - 5 hari yang lalu

Sejumlah Perkantoran Tutup Sementara

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir menyatakan sejumlah..
Jakarta Pusat - 5 hari yang lalu

Kemenkes Jadi Klaster Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI menjadi klaster penyebaran Covid-19 tertinggi di wilayah DKI..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Hadirkan Jusuf Kalla, Universitas Bangka Belitung Sukses Gelar Webinar Nasional Dampak Covid19

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Untuk kedua kalinya Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bangka Belitung kembali..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Istri Saefullah Minta Tak Kirimi Karangan Bunga, Ini Alasannya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Keluarga almarhum Saefullah meminta kerabat tak mengirimi karangan bunga..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Sekda DKI Saefullah Meninggal Karena Covid-19

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia karena Covid-19...
Lihat Semua

Close





Close
Close