Senin, 29 Nopember 2021 WIB

TB Hasanuddin: Batalkan Pemberian Call Visa Untuk Israel

Oleh : Iast Gunawan | Sabtu, 28 Nopember 2020 | 07:26 WIB



Porosjakarta.com, JAKARTA -Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai pemberian layanan visa berupa call visa untuk Israel tak sesuai dengan filosofi bangsa Indonesia.

Hasanuddin menegaskan hingga saat ini Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Selain Israel, Indonesia juga memberikan calling visa pada 7 negara lainnya yakni Afghanistan, Guinea, Korea Utara, Kamerun, Liberia, Nigeria dan Somalia. "Layanan call visa ini mungkin tujuannya bagus, misalnya untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia . Tapi harus diingat, Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," kata Hasanuddin.

Ia memaparkan, Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat dengan Palestina, bahkan sebelum Indonesia merdeka pun, para pendiri bangsa ini khususnya Soekarno telah menanamkan cita-cita bangsa dalam Pembukaan UUD 45 bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa.

Salah satu pointnya adalah Indonesia ikut aktif dalam perdamaian dunia dan didalamnya disebutkan bahwa seluruh bangsa di dunia memiliki hak untuk merdeka. "Dari point tersebut, para pendiri bangsa ini mendapat aspirasi pentingnya kemerdekaan Palestina. Tapi hingga kini kemerdekaan Palestina itu belum tercapai dan seluruh rakyat Indonesia punya tugas berpastisipasi memerdekakan Palestina," tegasnya.

Bila saat ini Indonesia membuka visa call untuk Israel, menurut Hasanuddin, dapat diartikan sebagai membuka hubungan diplomat dan *ini bertentangan dengan politik luar negeri Indonesia*. Selain itu, hal ini tidak sesuai lagi dengan prinsip dasar negara yakni Pancasila dan aspirasi rakyat Indonesia sejak berdirinya negara ini. "Batalkan visa call untuk Israel atau tim penilai harus sangat selektif memutuskan visa call untuk Israel," tandasnya.

Diberitakan, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membuka pelayanan visa elektronik (e-Visa) bagi warga Israel dan 7 negara lainnya dengan subjek calling visa atau layanan visa khusus negara dengan tingkat kerawanan tertentu.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan permohonan e-Visa bagi warga negara subjek calling visa melibatkan tim penilai yang terdiri dari Kemenkumham, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). (*)


Komentar


Khas - 1 hari yang lalu

Komunitas Wartawan Budaya dan Hiburan (KAWAN), Segera Deklarasi

 POROSJAKARTA.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta / PWI Jaya menyambut baik..
Film - 3 hari yang lalu

Bus Om Bebek Film Anak Nasional Hadirkan Keseruan dan Kelucuan

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Film Bus Om Bebek siap menghibur anak-anak Indonesia di awal tahun baru 2022...
Bodetabek - 1 minggu yang lalu

Puncak HUT KOSGORO 1957 Bantu Pemerintah Tekan Laju Covid-19

Bogor- Dalam rangka HUT 64 KOSGORO 1957 dan Hari Pahlawan 2021 melakukan aksi nyata kepada korban terdampak Covid 19..
Jakarta Selatan - 1 minggu yang lalu

Alumni Jerman, HIMABA RI dan YARSI Sukses Laksanakan Vaksinasi Bersama

JAKARTA. POROSJAKARTA.COM. Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma meninjau langsung pelaksanaan "Vaksinasi Bersama" yang..
Metro - 2 minggu yang lalu

Gus Yazid Basyaiban Berikan Ucapan Selamat untuk Jenderal Andika Perkasa

JAKARTA - Ketua Umum Santri Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kementerian Pertahanan RI H.Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus..
Etalase - 3 minggu yang lalu

Ekstrak Delima di Y.O.U Golden Age Serum Diklaim Mampu Tunda Penuaan

POROSJAKARTA – Hasil survei Home Tester Club, World’s Biggest Grocery Review menobatkan Platform Y.O.U..
Jakarta Selatan - 3 minggu yang lalu

Menakar Hasil Penyederhanaan Birokrasi Pengalihan Jabatan

KEBAYORAN BARU. POROSJAKARTA.COM - Penyederhanaan birokrasi melalui pengalihan jabatan struktural ke fungsional terus..
Jakarta Pusat - 4 minggu yang lalu

Alumni Jerman, YARSI dan HIMABA RI Adakan Vaksinasi Massal Awal November

JAKARTA. POROSJAKARTA.COM - Ketua Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Ing. Ir. H. Vidi Galenso Syarief VDI, S.H., M.H..
Arena - 1 bulan yang lalu

Kejadian di Arena Tinju PON XX Papua Agar Tidak Terulang

POROSJAKARTA. COM, JAKARTA - Peristiwa keributan di arena tinju PON XX Papua yang terjadi Jumat (8/10/2021) malam..
Arena - 1 bulan yang lalu

Ajeng Kandas, Masih Ada Empat Pegulat Terbaik Untuk DKI

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pegulat putri DKI Jakarta, Selfi Ajeng Safitri (50 kg) belum berhasil mewujudkan..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close
Close