Rabu, 21 April 2021 WIB

TB Hasanuddin: Batalkan Pemberian Call Visa Untuk Israel

Oleh : Iast Gunawan | Sabtu, 28 Nopember 2020 | 07:26 WIB



Porosjakarta.com, JAKARTA -Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai pemberian layanan visa berupa call visa untuk Israel tak sesuai dengan filosofi bangsa Indonesia.

Hasanuddin menegaskan hingga saat ini Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Selain Israel, Indonesia juga memberikan calling visa pada 7 negara lainnya yakni Afghanistan, Guinea, Korea Utara, Kamerun, Liberia, Nigeria dan Somalia. "Layanan call visa ini mungkin tujuannya bagus, misalnya untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia . Tapi harus diingat, Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," kata Hasanuddin.

Ia memaparkan, Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat dengan Palestina, bahkan sebelum Indonesia merdeka pun, para pendiri bangsa ini khususnya Soekarno telah menanamkan cita-cita bangsa dalam Pembukaan UUD 45 bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa.

Salah satu pointnya adalah Indonesia ikut aktif dalam perdamaian dunia dan didalamnya disebutkan bahwa seluruh bangsa di dunia memiliki hak untuk merdeka. "Dari point tersebut, para pendiri bangsa ini mendapat aspirasi pentingnya kemerdekaan Palestina. Tapi hingga kini kemerdekaan Palestina itu belum tercapai dan seluruh rakyat Indonesia punya tugas berpastisipasi memerdekakan Palestina," tegasnya.

Bila saat ini Indonesia membuka visa call untuk Israel, menurut Hasanuddin, dapat diartikan sebagai membuka hubungan diplomat dan *ini bertentangan dengan politik luar negeri Indonesia*. Selain itu, hal ini tidak sesuai lagi dengan prinsip dasar negara yakni Pancasila dan aspirasi rakyat Indonesia sejak berdirinya negara ini. "Batalkan visa call untuk Israel atau tim penilai harus sangat selektif memutuskan visa call untuk Israel," tandasnya.

Diberitakan, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membuka pelayanan visa elektronik (e-Visa) bagi warga Israel dan 7 negara lainnya dengan subjek calling visa atau layanan visa khusus negara dengan tingkat kerawanan tertentu.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan permohonan e-Visa bagi warga negara subjek calling visa melibatkan tim penilai yang terdiri dari Kemenkumham, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). (*)


Komentar


Jakarta Utara - 2 hari yang lalu

Warung Bersaudara, Buka Kembali Dengan Nama 'WARSO', Waroeng Basodara, Sediakan Beragam Menu

POROSJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Toleransi dalam beragama membuat hidup lebih indah, rukun dan damai, tidak..
Nusantara - 5 hari yang lalu

Rencana Membangun Bandara Antariksa Di Biak Indonesia Targetkan Ekonomi Keantariksaan Salah Satu Penggerak Pertumbuhan Menuju Indonesia Emas 2040

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA -  Dalam rangka  persiapan Kabupaten Biak menuju Kota Antariksa, Bupati Biak..
Bodetabek - 6 hari yang lalu

OmnibusLaw Watch Bela Rakyat dalam Bidang Pertanahan

POROSJAKARTA.COM, BOGOR - Memenuhi rasa keadilan dan meminimalisir adanya penguasaan lahan oleh sekecil kelompok..
Musik - 1 minggu yang lalu

Band Baru dengan Rasa Rindu

POROSJAKARTA.COM - Pendatang baru di pentas musik Indonesia dan belum memiliki payung label rekaman, memberanikan..
Jakarta Pusat - 2 minggu yang lalu

Ditjen Pothan Kemhan Gelar Rakor dan Konsolidasi Kader Bela Negara Se-Indonesia

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka mendukung Pembinaan Kesadaran Bela Negara serta terwujudnya pemahaman..
Bodetabek - 3 minggu yang lalu

Ketum Kosgoro 1957 Tekankan untuk Terus Berbagi di Tengah Pandemi Corona

POROSJAKARTA.COM, BOGOR - Ketua Umum (Ketum) Kosgoro 1957 sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Kegiatan Art Jo Golf..
Jakarta Timur - 3 minggu yang lalu

FKMPP : Para Koruptor Jangan Bersembunyi Dibalik Separatis – KKB di Papua dan Papua Barat

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Papua (FKMPP), Benny Marthen Maran, menyeruhkan..
Jakarta Timur - 1 bulan yang lalu

CV.Mida Mas Gugat Pailit PT.Gaya Makmur di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat

POROSJAKARTA. COM- Tidak punya itikad baik untuk membayar hutang CV.Mida Mas ajukan Gugatan Pailit terhadap PT. Gaya..
Jakarta Selatan - 2 bulan yang lalu

Indeks Korupsi Turun, Pemerintah Optimalkan Pencegahan Sistem OSS

POROSJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pemerintah mengingatkan kepada pejabat publik dan aparatur sipil negara (ASN) agar..
Nusantara - 2 bulan yang lalu

Semangat Hulondtalo Moawota, Pengurus Lamahu Terbentuk

POROSJAKARTA.COM, CAWANG -Setelah melewati berbagai tahap dinamika, organisasi paguyuban Gorontalo rantau Huyula..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close