Rabu, 20 Januari 2021 WIB

Laysa Latifah, Persembahkan Kado Tahun Baru 2021 Dengan Prestasi Hebat Raih Juara 3 FIDE WORLD CADET & TOUTH RAPID CHESS ONLINE

Oleh : Mike Wangge | Kamis, 31 Desember 2020 | 22:19 WIB


(Foto: Ist) Laysa Latifah juara 3 Dunia Catur Kelompok Umur 14 Tahun

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Pandemi Covid-19 tidak mampu menghalangi semangat pecatur muda berbakat Indonesia untuk menoreh prestasi hebat. Itu terbukti dengan kehadiran remaja cantik, Laysa Latifa dalam kejuaraan catur dunia online KU 14 tahun 24 Desember 2020 lalu. Ia berhasil menutup seluruh rangkaian kegiatan pertandignan catur internasional tahun 2020 dengan meraih prestasi hebat juara tiga KU 14 tahun FIDE World Cadet & Youth Rapid Chess Online pada 23 Desember 2020 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Pembinaan dan Prestais PB Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) yang juga Direktur SCU (Sekolah Catur Utut Adianto), Kristianus Liem dalam siaran persnya baru-baru ini.

Keberhasil Laysa Latifa merebut juara dunia disebut Kristianus Liem sebagai hadiah Tahun Baru 2021 untuk bangsa Indonesia. Bahwa inilah putari cantik yang terus mengasah prestaisnya meski dunia dilanda Covid -19 tak menyurutkan langkah dan prestasinya untuk berjuang di atas papan catur kotak-kotak itu.

Tentang kehebatan Laysa Latifa meraih juara 3 dunia KU 14 tahun itu, Kristianus Liem melukiskan bagaimana detik-detik menentukan pada 23 Desember dimana Laysa Latifa sanggup membuktikan kelebihannya itu mengalahkan lawan terberatnya pecatur dari Amerika, Rochelle Wu.

Pada pertandingan itu waktu sudah menunjukkan lewat dari pukul 00:00 Selasa (22 Desember) malam. Hari telah berganti memasuki Rabu 23 Desember 2020. Saat itu, Rochelle Wu, dengan cepat dan yakin memukul bidak d5 hitam milik Laysa Latifah pada Langkah ke-18.

Wu yang sudah bergelar Women International Master (WIM) tentu sudah merasa bakal menang satu bidak. Tapi setelah Laysa balas memukul dengan Gajah, lalu Wu memukul lagi dengan Menteri, dan Laysa memukul bidak b2 dengan Gajahnya yang mengancam Benteng lawan di c1. Saat itulah Wu terpaku sejenak.

Ia baru sadar akan kehilangan kualitas, karena jika Bentengnya bergerak ke c2 untuk menghindari ancaman, maka Laysa dapat menggerakkan Benteng c8 ke d8 dan Menteri Wu yang berada di petak d5 tidak bisa bergerak, sebab jika bergerak maka Bentengnya yang berada di d1 akan lenyap disusul mat pada baris pertama!

Oleh karena itu, Wu mainkan 20.Md3, merelakan kalah kualitas. Tentu saja Laysa tanpa ragu memukul Benteng lawan di c1 dengan 20…Gxc1. Dan setelah 21.Bxc1 c4, Laysa menguasai serangan sepenuhnya.

Wu masih berusaha melakukan berbagai perlawanan tapi Laysa tampil akurat sehingga Wu baru benar-benar menyerah setelah waktu pikirnya habis pada Langkah ke-54.

Waktu sudah menunjukkan pukul 00:46 saat Laysa Latifah, pecatur muda Indonesia itu memastikan keluar sebagai juara ketiga FIDE Online World Cadet & Youth Rapid Chess Championship.

Kejuaraan dunia catur cepat (waktu pikir 15 menit plus 10 detik per Langkah) untuk anak-anak (usia 10-14 tahun ) dan remaja (16-18 tahun) ini diselengarakan oleh tuan rumah Georgia sebagai pengganti kejuaraan offline serupa yang harus dibatalkan tahun ini lantaran pandemi Covid-19 yang masih juga belum dapat diatasi masyarakat dunia.

Kado Tahun Baru

Apa yang dicapai Laysa Latifah ini sangat membanggakan sekali bagi PB Percasi maupun Bangsa Indonesia. Perjuangannya sangat panjang dan berat.

Pertama adik dari pecatur nasional Ummi Fisabilillah ini harus lolos babak kualifikasi dari kawasan benua Asia pada 11-13 Desember 2020. Dari 33 peserta yang berasal dari 21 negara Asia termasuk wakil dari China dan India, Laysa keluar sebagai juara dengan angka sempurna 7 poin dari tujuh babak.

Pada pertandingan babak final yang menggunakan sistem gugur, terdiri dari 16 pecatur yang berasal dari empat benua (masing-masing benua diwakili empat pemain). Dengan sistem silang masing-masing pecatur bertanding dua kali. Sekali dengan buah putih dan sekali dengan buah hitam. Jika seri ditambah satu babak Armageddon dengan pemegang buah putih mendapat waktu pikir 5 menit sedang hitam 4 menit. Kalau berakhir remis maka pemegang buah hitam yang melaju ke babak berikutnya.

Pada babak perdelapan final, Laysa (rating 1897) berhadapan lawan WFM Varshini M. Sahithi (2070) dari India. Hasilnya Laysa menang sekali dan remis sekali atau total skor 1,5-0,5.

Pada babak perempat-final Laysa mencukur pecatur Filipina April Joy Claros (1459) tanpa ampun 2-0.

Pada babak semi-final, Laysa yang sempat unggul 1-0 lebih dulu melawan pecatur Belanda, Eline Roebers (2066). Cuma butuh hasil remis pada partai kedua, Laysa yang pegang buah hitam memasang strategi main bertahan. Ini tampaknya strategi yang keliru karena buah caturnya jadi pasif, sementara Eline jadi leluasa menyerang dan menyerang, akhirnya Eline memang yang menang.

Berlanjut ke partai Armageddon, dalam undian buah catur, Laysa mendapat buah hitam. Menyadari hanya butuh remis, Laysa kembali pasang strategi bertahan dan lagi-lagi berakibat Eline leluasa menyerang dan menyerang hingga menang. Kalah 1-2, Laysa harus puas hanya akan bertarung untuk memperebutkan posisi ketiga.

Seperti sudah diceritakan pada awal berita ini. Laysa yang sempat unggul 1-0 duluan, harus menyerah pada partai kedua karena memilih variasi yang sangat tajam dari pertahanan Semi-Slav sistem Botvinnik dengan mengorbankan satu bidak yang ternyata tidak bisa direbut kembali. Dengan skor 1-1 maka dimainkanlah partai Armageddon.

Laysa yang kembali dapat buah hitam dalam undian, memilih pertahanan Gambit Menteri. Seperti sudah diceritakan di awal tulisan, Laysa yang hanya butuh remis kali ini tidak pasang strategi bertahan. Dia main normal dan ternyata mampu memenangkan partai hidup-mati tersebut. Laysa Latifah pun menjadi Juara Tiga Dunia Girl14!

Selamat Laysa! Ini kado bagi dirinya sendiri yang akan berulang tahun ke-15 pada 11 Januari 2021. Sekaligus juga kado Tahun Baru bagi Indonesia!

Sementara juara dunia G14 bukan lain adalah Eline Roebers dari Belanda yang menaklukkan WFM Gaal Zsoka (2077) dari Hungaria dengan skor 1,5-0,5. Untuk tingkat dunia ini, peserta keseluruhan berjumlah 160 orang yang berasal dari 51 negara.

Samantha Tersingkir di Perdelapan Final

Indonesia sebetulnya menurunkan 8 pecatur dalam ajang ini, tapi hanya dua pecatur yang mampu lolos hingga babak final. Selain Laysa, adalah Samantha Edithso di kelompok G12 yang juga lolos kualifikasi Asia, juga sebagai juaranya dengan sama meyakinkan juga merebut angka sempurna 7 poin dari tujuh babak. Sayangnya pada babak perdelapan-final dunia, Samantha (rating 1792) yang berhadapan lawan Sreekumar Anupam M (1798) harus takluk 0,5-1,5 dari pecatur India tersebut dan tersingkir.  [PJ/Mike Wangge]


Komentar


1 minggu yang lalu

Jadi Rektor IBI Kesatuan, Prof. Dr. H. Moermahadi Pertahankan Peran Penting Kampus Ajarkan Budi Pekerti

POROSJAKARTA.COM, BOGOR – Prof. Dr. H. Moermahadi Soerja Djanegara, SE., MM., Ak., CA., CPA., CSFA, dilantik..
Arena - 1 minggu yang lalu

Catur BPK Penabur Makin Berkibar, Agustus 2021 Gelar Kejuaraan Catur Antar-Sekolah Tingkat Nasional

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Setelah sukses menyelenggarakan dua turnamen catur bergensi, BPK Penabur melangkah..
Arena - 1 minggu yang lalu

Hasil Kunjungan Kerja Ke KONI Sleman dan KONI Bogor, KONI Jakarta Timur Segera Perjuangkan Besaran Dana Pembinaan Lewat Jalur DPRD Dapil Timur

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Ketua Umum KONI Kotamadya Jakarta Timur, Drs Wilbertus Sihotang bertekad segera..
Arena - 1 minggu yang lalu

Masuk Tahun 2021 KONI Jakarta Timur Mencatat Prestasi Hebat

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Pandemi Covid-19 yang meradang sepanjang tahun 2020 tidak mengurangi kinerja KONI Jakarta..
Etalase - 2 minggu yang lalu

Leny Rafael Luncurkan The Bloom, Sebuah Harapan di Masa Pandemi Covid-19

POROSJAKARTA.COM - Sekian lama bertahan dalam masa Pandemi Covid-19, membuat banyak usaha kolaps. Namun tidak sedikit..
DPRD - 2 minggu yang lalu

Steven Setiabudi Musa Sebut Anies Tidak Serius Tanggulangi Covid19

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - DKI Jakarta selalu menjadi salah satu penyumbang terbanyak jumlah positif Covid19 per..
Arena - 2 minggu yang lalu

Laysa Latifah, Persembahkan Kado Tahun Baru 2021 Dengan Prestasi Hebat Raih Juara 3 FIDE WORLD CADET & TOUTH RAPID CHESS ONLINE

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Pandemi Covid-19 tidak mampu menghalangi semangat pecatur muda berbakat Indonesia untuk..
Bodetabek - 2 minggu yang lalu

Indopolling Apresiasi Anies Sepanjang 2020, GPMI Sebut Beliau Responsif

Porosjakarta.com - Direktur Riset Indopolling Network, Arum Basuki mengapresiasi kinerja berani Anies Baswedan dan..
Bodetabek - 3 minggu yang lalu

Soal Kisruh Lahan PTPN VIII di Megamendung, TB Hasanuddin: Kepada Siapapun , Negara Harus Adil

POROSJAKARTA,- Anggota DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengapresiasi langkah PT Perkebunan Nusantara (PTPN)..
Balaikota - 3 minggu yang lalu

Gubernur DKI Isolasi Saja Dapat Banyak Penghargaan

POROSJAKARTA.COM, Kebon Sirih - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkonfirmasi positif Covid-19 sejak 30..
Lihat Semua

Close

Lihat Semua




Close
Close