Sabtu, 02 Juli 2022 WIB

Sukses Mengantar DKI Juara Umum Gulat Era 1980-an, Ali Sati Lubis Memberi Spirit Kepada Pengulat Remaja DKI di Ragunan

Oleh : Mike Wangge | Mike Wangge | Jumat, 20 Mei 2022 | 21:27 WIB


Foto : PJ/Mike Pelatih tangan dingin Ali Satu Lubis (berdiri baju batik lengan panjang) sedang memberi spirit kepada pegulat remaja DKI di Ragunan

POROSJAKARTA.COM, RAGUNAN - Lebih dari 40 pegulat remaja DKI Jakarta mendapatkan siraman energi baru lewat kehadiran pelatih gulat kawakan era 1980-an, Ali Sati Lubis (77 tahun) di markas latihan gulat DKI di Ragunan, pada Kamis (19/5/2022).

Kedatangannya tidak lain untuk menghadiri acara syukuran, dan silahturahmi bersama pengurus Pengprov PGSI DKI Jakarta. Pelatih kelahiran Padanglawas, Sumatera Utara, 29 November 1945 ini diberi kesempatan untuk berbagi ilmu mengapa gulat DKI di era lalu sangat sukses dalam berprestasi.

Hampir dua puluh lima menit, mantan dosen gulat FPOK UNJ, dan juga pembina gulat kawakan era 1980-an ini mengisahkan masa emas gulat DKI di era ia menjadi pelatih. Pada eranya waktu itu, DKI meraih juara umum nasional berturut-turut (1975 – 1983). Sesudah iitupun DKI masih sangat “bertaji”. Bahkan prestasinya menjadi barometer di tingkat nasional.

Itu semua berkat tangan dingin Ali Sati Lubis. Karena itu ia diberi kesempatan untuk menyampaikan kiat-kiatnya. Munginkah ada kiat bagi atlet, maupun bagi pelatih yang bisa diturunkannya agar DKI bisa berprestasi seperti dahulu lagi.

Meski sudah cukup tua, 77 tahun, bahkan berjalan sudah mulai dipapah, tetapi suaranya Ali Sati Lubis, masih tetap menggelegar pada waktu ia memberi spirit kepada pegulat-pegulat remaja pada petang hari itu.

Ada lima poin penting disampaikan Lubis sebagai bekal menjadi pegulat hebat (besar). Pertama, gantungkan cita-cita setinggi langit menjadi pegulat besar. Kedua, belajar dan berlatih gulat dengan serius. Ketiga, harus punya tekat bahwa dengan berlatih gulat kita bisa berangkat ke luar negeri gratis, bahkan bisa mencari kerja (hidup) dengan modal sebagai pegulat. Keempat, - ini yang paling penting katanya – kalau sudah terkenal jangan anggap remeh pelatih.

Empat poin yang disampaikan Ali Sati Lubis sebagai spirit bagi pegulat remaja ini dahulunya memang ia lakukan. Ia memberikan contoh, dirinya dahulu seperti itu. Ia berjuang untuk cita-citanya di gulat, akhirnya ia bisa keliling dunia karena prestasinya sebagai atlet dan juga sebagai pelatih dan pembina. "Semua pegulat harus seperti itu," tuturnya memberi semangat.

Sementara itu, pelatih gulat PPOP, Rahman Joko mengatakan, senang sekali Pengprov PGSI DKI bisa menghadirkan figur seperti Ali Sati Lubis. “Kami ingin menggali pengalaman dari beliau. Kalau dahulu DKI bisa sangat berprestasi, kira-kira kiatnya apa waktu itu biar kami bisa menirunya,” sebut Joko.

Hadir dalam accara tersebut para mantan pegulat senior yang cukup berprestasi pada masanya, di antaranya, Rio Oloan, Leo Sirait, Galeh Suroso, Amirudin, Maria Fransiska, Rusli, Deddy, Sarno, dan beberapa pelatih lainnya. Semoga pegulat remaja DKI makin berprestasi.* [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Hiburan - 21 jam yang lalu

Launching MARS FORWAN dan Halal Bihalal, Meriah dan Sukses Dihadiri Penyanyi dan Bintang Film

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Forum Wartawan Hiburan atau yang biasa dikenal dengan Forwan, sukses menggelar acara..
Sosok - 1 hari yang lalu

Bupati Tambrauw Gabriel Asem, Penjaga Hutan Adat yang Dielu-elukan Masyarakat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Belum satu bulan, Gabriel Asem melepas jabatannya sebagai Bupati Tambrauw, Papua Barat..
Jakarta Timur - 1 hari yang lalu

Poliklinik ‘Rumah Bersinar’ Puskesmas Cakung Terapkan One Stop Service TBC

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Operasional pelayanan Poliklinik Rumah Bersinar Puskesmas Cakung Jakarta Timur, kini..
Jakarta Timur - 1 hari yang lalu

Kampung Gembira Berdiri di Lahan Pasar Gembrong

Porosjakarta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai pembangunan Desa Gembira Gembrong di Cipinang..
Kepulauan Seribu - 2 hari yang lalu

Bupati Pulau Seribu : Tidak Ada Helipad Siluman yang Ada Mempercantik Pulau Panjang

Porosjakarta.com - Isu mengenai adanya helipad ilegal di Pulau Panjang Kepulauan Seribu dibantah keras oleh Junaedi..
Rumah Sakit - 2 hari yang lalu

Pelayanan RSPI Sulianti Suroso dengan Kasih Kunci Kesembuhan Pasien TB

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Layanan TB RO di RSPI Sulianti Saroso adalah layanan kesehatan yang berbasis patient care..
Rumah Sakit - 3 hari yang lalu

Pejuang Kesembuhan TB, Banjir Diterjang Jarak Tak Dihirau

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA  – Pak Adi warga RW. 007, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari Jakarta..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw: Rencana Pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni Sudah Diamanatkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

POROSJAKARTA.COM , JAKARTA - Terkait dengan rencana pemindahan Rencana Pembangunan Kawasan Industri Teluk Bituni yang..
Metro - 5 hari yang lalu

Napak Tilas Bung Karno dari Pegangsaan ke Pamarayan

POROSJAKARTA.COM - Forum Soekarnois bersama komunitas sejarawan melakukan napak tilas perjalanan Bung Karno di..
Metro - 1 minggu yang lalu

Gilbert Simanjuntak : Anies Baswedan Baiknya Lempar Handuk Saja

POROSJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara terbuka menyatakan bahwa Jakarta adalah kota paling..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close