Selasa, 16 Agustus 2022 WIB

Webinar FFWI 2022 Seri Ke-2, Buku Best Seller, Film Box Office

Oleh : Merwyn Golan | Merwyn | Rabu, 08 Juni 2022 | 22:14 WIB


(Foto: Ist) Panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XII – 2022, menggelar webinar keduanya, bertajuk “Buku Best-Seller, Film Box Office?". Selasa 7/6/2022

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Sukses menggelar webinar pertama, Panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XII – 2022, menggelar webinar keduanya, Selasa, 7/6/2022.

Tema yang diambil sebagai judul webinar kedua ini “Buku Best-Seller, Film Box Office?".

Materi tema webinar kedua ini sangat menarik, karena nyaris tidak pernah dibahas, didiskusikan antara pelaku industri film, penulis novel, penulis skenario, dengan para wartawan yang terbiasa meliput dan menulis tentang film dan hiburan.

Seperti halnya webinar pertama, untuk menunjang kualitas materi webinar dihadirkan nara sumber 'berkelas' pada profesinya. Pada webinar FFWI 2022 seri ke-2 ini panitia menghadirkan narasumber; Hanung Bramantyo (Sutradara), Asma Nadia (Penulis Novel), Jujur Prananto (Penulis Skenario), Noorca M Massardi sebagai moderator.

Penting dan menariknya tema webinar kedua FFWI 2022 ini membuat sutradara Hanung Bramantyo turut memuji tema webinar Buku Best Seller, Film Box Office? dan kerja panitia.

Hasil webinar dengan tema yang sangat menarik ini, menurut Hanung harus juga diketahui oleh masyarakat. Bahkan Hanung menyebut ada alasan utama dari perlunya penonton Indonesia mengetahui hasil webinar ini.

“Ini tema menarik. Saya pikir menjadi sangat penting, jika tayangan ini diketahui masyarakat umum terutama penonton film Indonesia,” kata Hanung dalam webinar itu.

Mengangkat cerita dari novel best seller ke layar film punya tantangan tersendiri.

“Kita perlu memberikan pandangan kepada pembaca sekaligus penonton film bahwa novel dan film itu produk karya yang berbeda,” kata Hanung.

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, “Novel dikerjakan oleh satu orang, sementara film digerakan oleh banyak orang. Dan sangat tidak mungkin film dikerjakan seorang diri, sehebat apapun sutradaranya.”

Sutradara bernama lengkap Setiawan Hanung Bramantyo ini mengungkapkan, dalam mengadaptasi cerita novel, sebagai sutradara tidak ada keinginannya untuk melencengkan cerita. 

“Tidak ada keinginan atau egositas dari film maker untuk kemudian melencengkannya dari novel,” ungkap Hanung sungguh-sungguh.

Paham Perbedaan Kebutuhan Visual

Bagaimana pandangan dari penulis novel yang karyanya diadaptasi ke film.

Asma Nadia, penulis laris  yang karyanya sudah banyak difilmkan mengungkapkan karya tulisnya yang difilmkan tidak melulu melalui dari novel yang sudah diterbitkan dan menjadi best seller. Terkadang dari cerpen atau bahkan hanya dari sinopsis.

“Bisa juga dari cerpen saya atau malah sinopsis yang sengaja saya tulis sepanjang 6-8 halaman. Namun, itu memang tidak mudah. Saya kirim sinopsis itu sampai tujuh kali ke Manoj (Punjabi) baru direspon,” ungkap Asma Nadia sambil menyebut film “Surga Yang tak Dirindukan III” sebagai salah satu sinopsis yang ditulisnya, sebelum buku diterbitkan.

Sejak pertama kali bukunya difilmkan yakni “Mak Ingin Naik Haji”, dan “Rumah Tanpa Jendela”, Asma Nadia mengaku paham betul bahwa karya film pasti berbeda dari buku. Karena kebutuhan visual dan kebutuhan tulisan pasti berbeda. Di sinilah pentingnya ada komunikasi yang baik antara penulis novel, sutradara, penulis skenario dan produser.

Menurutnya, penulis novel tidak boleh egois, bahwa cerita film harus seratus persen sama. Di pihak lain sutradara, produser atau penulis skenario tidak merusak benang merah cerita.

Dirinya, ketika karyanya difilmkan, meminta kepada produser, penulis skenario dan sutradara untuk tetap menggunakan benang merah atau semangat untuk tetap setia pada novelnya.

“Jadi visualnya boleh seperti apa, namun saya minta semangatnya tetap sama. Saya juga minta ke pihak production house untuk dilibatkan dalam pengembangan skenario, baik sebelum film dibuat atau dalam proses syuting. Namun, saya juga tahu batasan untuk tidak mengintervensi kerja sutradara di lapangan!” jelas Asma Nadia.

Bicara Pahit Di Awal Pada Produser

Hal berbeda dari sudut pandang penulis skenario, tantangan dan kendala yang dihadapi ketika harus mengadaptasi karya novel. Sebagai penulis skenario, Jujur Prananto, berbagi cerita pengalaman di webinar FFWI 2022.seri ke-2 ini.

Jujur Prananto melihat masih ada penulis novel yang sangat posesif dengan karyanya yang bakal difilmkan. Dan ini menjadi hambatan bagi pekerjaannya mengadaptasi cerita.

“Ada penulis, dan bukan Mbak Asma nih, yang kadang memperlakukan novelnya seperti seorang Ibu yang membanggakan sang anak. Padahal, si anak kurang cemerlang. Tapi sebagai Ibu, tetap saja ia membangga-banggakan!” kata Jujur.

Berdasarkan pengalaman Jujur, saking posesifnya sang penulis novel dengan karya tersebut, bisa menjadi hambatan bagi pekerjaannya sebagai penulis skenario. “Karena dia terus menguntit, untuk selalu kayak mengabsen. Untung, ketika itu saya hanya menjadi konsultan, bukan penulis skenarionya,” tutur Jujur yang menulis skenario “Ada Apa Dengan Cinta” (2002).

Karena itu, bagi Jujur wajib dirinya sejak awal berbicara pahit dengan produser tentang seberapa bebas dirinya bisa melakukan adaptasi. Dan seberapa jauh keterlibatan sang penulis novel. Jujur setuju dengan pernyataan Hanung, yang menyebut, saat menerima pekerjaan menulis skenario dari adaptasi apapun, baik novel, cerpen bahkan true story, tidak ada niatan untuk melencengkan cerita.

Menurut Jujur, jika sebuah novel sudah filmis, sudah langsung terbayang suasana dan strukturnya. Pada sebuah novel selalu ada ruang untuk menceritakan tokoh dengan detail. Namun dalam menghadapi novel kaliber tertentu, seperti “Bumi Manusia” karya Pamoedya Ananta Toer yang pernah akan diproduksi Mira Lesmana, Jujur mengaku ada perasaan ngeper untuk bermain-main. Tidak ada ruang untuk menafsir-nafsir. Karena penafsirannya sudah jelas.

Webinar kedua FFWI XII-2022, diikuti lebih dari lima puluh wartawan, dan pekerja film lainnya. Juga dihadiri Wina Armada selaku Ketua Pelaksana FFWI 2022, diikuti pula oleh Eddy Suwardi Dit PMM Kemendikudristek, serta Ahmad Fuadi, penulis novel Trilogi Negeri 5 Menara. []

Baca juga : Hanung; Pembaca dan Penonton Harus Tahu Perbedaan Film dan Novel

 


Komentar


Jakarta Selatan - 1 jam yang lalu

63 Anggota Polri Sudah Diperiksa, 35 Diantaranya Dinyatakan Sebagai Tersangka Melanggar Etik

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sampai hari ini sudah 63 anggota Polri diperiksa, 35 diantaranya sudah dinyatakan..
Metro - 9 jam yang lalu

Listyo Sigit Belajarlah dari Jenderal Pur Widodo Budhidarmo

POROSJAKARTA.COM - Kapolri saat ini Jenderal Listyo Sigit dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua Novriansyah Hutabarat..
Nusantara - 1 hari yang lalu

PWI Serahkan Merah Putih 20 Meter, Juga Siapkan 2.000 Bendera

SUNGAIPENUH.POROSJAKARTA.COM - Program nasional "Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih" dalam rangka memperingati hari..
Jakarta Timur - 3 hari yang lalu

KPK Segera Periksa Dandim Jaya Wijaya Bantu Bupati RHP Kabur ke PNG

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil dan memeriksa Dandim 1702/Jayawijaya..
Arena - 4 hari yang lalu

Final AFF U-16 2022: Jumpa Lagi Vietnam, Timnas Indonesia Harus Tingkatkan Performa Penampilan dan Main Efektif

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Tim Indonesia U-16 akhirnya melaju ke babak final Piala AFF U-16 2022 setelah..
Arena - 4 hari yang lalu

Final Ke Tiga Indonesia Di AFF U-16, Akankah kembali Diselesaikan Lewat Adu Pinalti

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - gelaran AFF U-16 2022 memasuki babak final. Timnas Indonesia dan Timnas Vietnam..
Musik - 5 hari yang lalu

Herman Hasan Percayakan Lagu Rang Sikumbang Dirilis Ulang Alif Koto

POROSJAKARTA.COM, PADANG - Lagu Rang Sikumbang merupakan salah satu karya legendaris dari Herman Hasan. Untuk..
Arena - 5 hari yang lalu

Tim Catur Putra Putri Indonesia Berhasil Perbaiki Peringkat di Olimpiade Catur di Chennai, India

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pesan Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto ketika melepas tim catur putra dan putri..
Arena - 5 hari yang lalu

Malam Ini, Semifinal AFF U16 2022, Timnas Indonesia vs Timna Myanmar

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Timnas Indonesia U-16 akan bertanding melawan Myanmar di babak semifinal Piala AFF di..
Jakarta Selatan - 6 hari yang lalu

Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kapolri : Tidak Ada Aksi Baku Tembak

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close