Sabtu, 02 Juli 2022 WIB

Eksistensi Milenial Dalam Menangkal Hoaks

Oleh : Merwyn Golan | Kamis, 16 Juni 2022 | 17:09 WIB


(Dok.PJ)

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Tekhnologi digital yang kini menggeliat begitu pesat, menyimpan sisi ibarat dua mata pisau. Selain memberikan segala keuntungan, ruang digital juga mampu memberi para penggunanya dengan hal negatif. Salah satunya, keberadaan kabar hoaks yang sering kali dijumpai.


Dalam hal ini, generasi muda dipercaya memiliki peran yang sangat penting. Khususnya dalam perkembangan tekhnologi dan media sosial. Sebab, kaum milenial kini tak dapat dipisahkan dengan ruang digital.

Anggota Komisi 1 DPR RI, Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M. Si memaparkan bahwa di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video.

"Penyebaran hoaks banyak terjadi di media sosial, penyelenggara platform harus dilibatkan untuk melawan hoaks. Selain itu, perlu ada edukasi bagi masyarakat untuk melapor bila menemukan hoaks dan pelakunya. Selain melalui jalur pemerintah, sekarang ini muncul gerakan masyarakat yang peduli terhadap peredaran berita palsu, antara lain adalah Masyarakat Indonesia Anti Hoaks," paparnya dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk "Eksistensi Milenial Dalam Menangkal Hoaks" pada Rabu (16/6/2022).

Senada dengannya, Dosen Komunikasi Politik FISIP UHAMKA, Verdi Firmantoro S. I. Kom. M.I. Kom menerangkan, eksistensi yang dibutuhkan adalah bukan hanya tentang hal sensai, namun upaya membangun listerasi dan bagaimana kemudian membangun empati, sampai kemudian kita saling kolaborasi.

"Itulah yang harus kita bangun. Dan itu merupakan bendungan kita dalam menghadapi hoaks di dalam informasi. Eksistensi milenial dalam menangkal hoaks tidak hanya pada usia muda, namun kepada siapa saja yang mempunyai semangat dalam menangkal hoak," terangnya.

Menurutnya, keberadaan hoaks ini sangat dekat dengan diri setiap pengguna. Hal itu disebabkan karena geliat dunia informasi berkembang dengan sangat luar biasa, bahkan membanjiri kita.

Namun hal itu, di sisi lain bisa saja membuat para pengguna dihadapkan dengan hal yang negatif. Salah satunya hoaks.

"Hoaks bisa memberi ancaman dengan meningkatkan ketidakpastian, mengacaukan kebenaran, menyulut kepanikan sosial, mendorong perpecahan, menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan melemahkan ketahanan nasional," tuturnya.

Anggota Komisi 1 DPR RI, Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M. Si

Untuk itu, dalam hal ini sangat dibutuhkan peran para generasi muda atau milenial.

"Generasi muda berusia di bawah 40-an tahun. Usia tersebut merupakan orang yang paling banyak mengakses media sosial. Jadi kita yang generasi yang paling banyak menggunakan media sosial harus bisa mengedukasi masyarakat agar tidak termakan oleh hoaks," katanya.

Ia mengatakan bahwa untuk memanfaatkan perannya tersebut, dibutuhkan pula literasi digital.

Untuk itu, Dirjen Aptika Kemkominfo, Samuel A Pangerapan, B.Sc mengatakan bahwa pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam penanaman literasi digital ini kepada masyarakat.

"Karena penggunaan internet perlu dibantu dnegan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan produktif, bijak dan tepat guna," jelasnya.

Sebab jika dilihat dari kondisi yang ada, tingkat literasi digital di Tanah Air kini masih belum mencapai tahap yang lebih baik.

"Saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5, yang artinya, masih dalam kategori sedang belum mencapai tahap yang lebih baik. Angka ini perlu terus kita tingkatkan sehingga menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan litrerasi digital," pungkasnya.* [PJ/Mer]


Komentar


Hiburan - 21 jam yang lalu

Launching MARS FORWAN dan Halal Bihalal, Meriah dan Sukses Dihadiri Penyanyi dan Bintang Film

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Forum Wartawan Hiburan atau yang biasa dikenal dengan Forwan, sukses menggelar acara..
Sosok - 1 hari yang lalu

Bupati Tambrauw Gabriel Asem, Penjaga Hutan Adat yang Dielu-elukan Masyarakat

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Belum satu bulan, Gabriel Asem melepas jabatannya sebagai Bupati Tambrauw, Papua Barat..
Jakarta Timur - 1 hari yang lalu

Poliklinik ‘Rumah Bersinar’ Puskesmas Cakung Terapkan One Stop Service TBC

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Operasional pelayanan Poliklinik Rumah Bersinar Puskesmas Cakung Jakarta Timur, kini..
Jakarta Timur - 1 hari yang lalu

Kampung Gembira Berdiri di Lahan Pasar Gembrong

Porosjakarta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai pembangunan Desa Gembira Gembrong di Cipinang..
Kepulauan Seribu - 2 hari yang lalu

Bupati Pulau Seribu : Tidak Ada Helipad Siluman yang Ada Mempercantik Pulau Panjang

Porosjakarta.com - Isu mengenai adanya helipad ilegal di Pulau Panjang Kepulauan Seribu dibantah keras oleh Junaedi..
Rumah Sakit - 2 hari yang lalu

Pelayanan RSPI Sulianti Suroso dengan Kasih Kunci Kesembuhan Pasien TB

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Layanan TB RO di RSPI Sulianti Saroso adalah layanan kesehatan yang berbasis patient care..
Rumah Sakit - 3 hari yang lalu

Pejuang Kesembuhan TB, Banjir Diterjang Jarak Tak Dihirau

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA  – Pak Adi warga RW. 007, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari Jakarta..
Nusantara - 4 hari yang lalu

Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw: Rencana Pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni Sudah Diamanatkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

POROSJAKARTA.COM , JAKARTA - Terkait dengan rencana pemindahan Rencana Pembangunan Kawasan Industri Teluk Bituni yang..
Metro - 5 hari yang lalu

Napak Tilas Bung Karno dari Pegangsaan ke Pamarayan

POROSJAKARTA.COM - Forum Soekarnois bersama komunitas sejarawan melakukan napak tilas perjalanan Bung Karno di..
Metro - 1 minggu yang lalu

Gilbert Simanjuntak : Anies Baswedan Baiknya Lempar Handuk Saja

POROSJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara terbuka menyatakan bahwa Jakarta adalah kota paling..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close