Selasa, 16 Agustus 2022 WIB

Miris, Ibu Lansia 86 Tahun Ini Alami Kriminalisasi, Diduga Mafia Tanah Telah Bermain

Oleh : Merwyn Golan | Merwyn | Kamis, 21 Juli 2022 | 19:16 WIB


(Foto/Sonny) Ny. Lendawaty Oetami yang sudah berusia lanjut berumur 86 tahun, alami kriminalisasi yang diduga mafia tanah telah bermain

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemberatasan mafia tanah saat ini tengah digencarkan. Beberapa kasus mafia tanah mulai diangkat publik dan beberapa mulai masuk meja pengadilan. Memang sudah banyak terjadi dan sering didengar kasus kriminalisasi tanah atau mafia tanah di tengah- tengah masyarakat. Padahal kapolri telah membentuk satuan sendiri tentang mafia tanah (satgas mafia tanah). Namun, dengan masih adanya kasus- kasus tanah seakan-akan para mafia tanah ini tidak menganggap keberadaan satgas mafia tanah.

Kantor Hukum Law Office Cecep Suryadi & Partners yang terdiri dari Cecep Suryadi. SH. MH . CT.L ; Rubby Cahyady. SH. MH ; Norma Andriani SH. MH ; Juliana Panjaitan.SH ; dan Achmad Selahudin. SH. Mengadakan jumpa pers di Jakarta.

Menurut Cecep Suryadi SH. MH. CT.L, "Kronologis kriminalisasi berawal dari Ny. Lendawaty Oetami dan Ny. Rita Joewono sebagai Pihak I (pertama) kemudian Ceradeas Yulianto sebagai Pihak II (kedua) sepakat menandatangi Akta Perjanjian Pengikatan Jual beli (PPJB) atas obyek Tanah Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 2113/Tomang tersebut sesuai Akta PPJB No. 192 Tanggal 25 Agustus 2016 dengan harga Rp. 1.200.000.000,- (satu miliar dua ratus juta rupiah)".

"Dalam Pasal 2 PPJB yang dimana isinya mengatur tentang harga jual-beli sebesar Rp.1.200.000.000,-
(satu miliar dua ratus juta rupiah) teknis pembayaran pelunasan dibagi dalam dua (2) kali termin," jelas Cecep.

Penjelesan Cecep lebih lanjut, "termin pertama sebesar Rp.620.000.000,- (enam ratus dua puluh juta rupiah) sudah dibayarkan pihak kedua untuk penebusan sertifikat di BPR Inti dana, kemudian sisanya termin kedua sebesar Rp.580.000.000,- (lima ratus delapan puluh juta rupiah) harus dilakukan pelunasan pembayaran sebelum tanggal 05 September 2016, apabila Pihak Kedua tidak melakukan pembayaran maka transaksi batal dan dalam hal ini, Pihak Pertama berhak membatalkan Perjanjian ini secara sepihak dan uang yang sudah diterima oleh Pihak Pertama menjadi hangus".

Bahwa yang diterima oleh korban sebelum tanggal 05 September 2016 adalah bukti transfer sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) tertanggal 01 september 2016 dan sebesar Rp.161.900.000,- (seratus enam puluh satu juta sembilan ratus ribu rupiah) tertanggal 02 september 2016, jadi sampai dengan batas waktu yang ditentukan dan disepakati para pihak tidak pernah ada pelunasan pembayaran oleh pihak kedua diduga mafia tanah.

Fakta-fakta hukum dalam persidangan di pengadilan negeri Jakarta Barat bahwa belum pernah bisa dibuktikan ada pelunasan pada termin kedua oleh pelaku mafia tanah baik transfer langsung ke rekening korban sebelum tanggal 05 September 2016, mafia tanah dalam memberikan keterangan kesaksian dalam ruang sidang, mafia tanah tersebut berdalih dengan surat keterangan dan pernyataan pelunasan sepihak yang dibuat oleh kantor notaris Fenty Abidin selaku notaris juga yang membuat PPJB para pihak.

"Pelunasan versi mafia tanah pembayaran lewat cash kwitansi, yang sampai dengan saat ini bukti pelunasan kwitansi dan dokumentasi terkait pelunasan pembayaran tersebut belum bisa dibuktikan patut diduga di rekayasa," ungkap cecep.

Bahwa surat keterangan lunas dibuat tertanggal 26 Oktober 2021, dihadapan notaris Fenty Abidin, dan surat pernyataan dibuat tertanggal 05 Mei 2017 dibuat oleh notaris yang sama yaitu Fenty Abidin. Pembayaran lunas diduga direkayasa untuk sebagai landasan hukum terjadinya peralihan hak menjadi akta jual beli dan balik nama yang dilakukan sepihak dihadapan kantor notaris Nanang Karma seolah- olah sudah terjadi jual-beli untuk membantu melegalkan.

Dan saat ini mafia tanah sudah diuntungkan dengan mengalihkan mengagunkan menjaminkan sertifikat tersebut ke bank icbc dengan fasilitas
pengikatan hak tangggungan sebesar Rp.3.187.500.000,- (tiga miliar seratus delapan puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah).

Bahwa terkait proses terjadinya Akta Jual-Beli dihadapan kantor notaris Nanang Karma, korban tidak pernah hadir bahkan tidak tahu dan mengenal notaris tersebut. Sehubungan pajak jual-belinya pun korban tidak pernah membayar pajak penjual, karna fakta hukumnya Ny. Lendawaty Oetami tidak punya NPWP, patut diduga semua proses peralihak hak dan pajaknya dilakukan oleh mafia tanah.

Bahwa awal terjadinya kriminalisasi adalah saat korban ibu dan anak di laporkan oleh mafia tanah lewat laporan polisi di Polres Metro Jakarta Barat pada tahun 2020, sebenarnya fakta hukum yang terjadi adalah pada tahun 2017 korban memang berniat menjual rumahnya ke tetangga, kemudian terjadilah proses uang muka atau down payment (DP) sebesar Rp.370.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh juta rupiah) tertanggal 21 Juni 2017, sehubungan sudah ada uang muka maka korban menanyakan dan meminta sertifikat kepada Ceradeas Yulianto dan notaris Fenty Abidin yang ternyata sulit untuk di hubungi.

Kemudian korban berinisiatif mengecek sendiri ke kantor badan pertanahan nasional (BPN) Jakarta Barat ternyata sudah di balik nama menjadi Ceradeas Yulianto dan dijaminkan di ikat hak tanggungan oleh bank icbc, karena korban tidak tahu kalau sertifikat tersebut sudah di akta jual belikan dan di balik nama maka dengan itikad baik korban mengembalikan uang muka tersebut ke tetangganya sejak 28 Januari 2019 dan sudah ada pelunasan.

Bahwa akibat dari kriminalisasi tersebut korban saat ini Ny. Lendawaty Oetami yang sudah berusia lanjut berumur 86 tahun yang sedang rawat jalan sakit jantung di RS Harapan Kita, saat ini di tahan serta Ny. Rita Joewono anak kandung anak tunggal tidak ada saudara lainnya yang mengurus merawat ibunya ikut di tahan.

"Kami selaku tim penasehat hukum dari korban terkait adanya praktik peralihan hak atas tanah dan bangunan yang modusnya belum lunas direkayasa sedemikian rupa menjadi lunas berpendapat patut diduga di lakukan oleh mafia tanah," pungkas Cecep.** [PJ/Mer]


Komentar


Metro - 9 jam yang lalu

Listyo Sigit Belajarlah dari Jenderal Pur Widodo Budhidarmo

POROSJAKARTA.COM - Kapolri saat ini Jenderal Listyo Sigit dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua Novriansyah Hutabarat..
Nusantara - 1 hari yang lalu

PWI Serahkan Merah Putih 20 Meter, Juga Siapkan 2.000 Bendera

SUNGAIPENUH.POROSJAKARTA.COM - Program nasional "Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih" dalam rangka memperingati hari..
Jakarta Timur - 3 hari yang lalu

KPK Segera Periksa Dandim Jaya Wijaya Bantu Bupati RHP Kabur ke PNG

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil dan memeriksa Dandim 1702/Jayawijaya..
Arena - 4 hari yang lalu

Final AFF U-16 2022: Jumpa Lagi Vietnam, Timnas Indonesia Harus Tingkatkan Performa Penampilan dan Main Efektif

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Tim Indonesia U-16 akhirnya melaju ke babak final Piala AFF U-16 2022 setelah..
Arena - 4 hari yang lalu

Final Ke Tiga Indonesia Di AFF U-16, Akankah kembali Diselesaikan Lewat Adu Pinalti

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - gelaran AFF U-16 2022 memasuki babak final. Timnas Indonesia dan Timnas Vietnam..
Musik - 5 hari yang lalu

Herman Hasan Percayakan Lagu Rang Sikumbang Dirilis Ulang Alif Koto

POROSJAKARTA.COM, PADANG - Lagu Rang Sikumbang merupakan salah satu karya legendaris dari Herman Hasan. Untuk..
Arena - 5 hari yang lalu

Tim Catur Putra Putri Indonesia Berhasil Perbaiki Peringkat di Olimpiade Catur di Chennai, India

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pesan Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto ketika melepas tim catur putra dan putri..
Arena - 5 hari yang lalu

Malam Ini, Semifinal AFF U16 2022, Timnas Indonesia vs Timna Myanmar

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Timnas Indonesia U-16 akan bertanding melawan Myanmar di babak semifinal Piala AFF di..
Jakarta Selatan - 6 hari yang lalu

Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kapolri : Tidak Ada Aksi Baku Tembak

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan..
Arena - 6 hari yang lalu

Kado Manis Timnas Australia U16 Untuk Timnas Vietnam U16

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Piala AFF U-16 2022 telah usah babak penyisihan grup. Kini memasuki babak semifinal, dan..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close