Jumat, 02 Desember 2022 WIB

Tambrauw, Surga Kecil Tersembunyi di Papua Barat

Oleh : Mike Wangge | Mike Wangge | Senin, 25 Juli 2022 | 10:29 WIB


Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, selain memiliki hutan yang eksotis, juga terkenal sebagai kawasan wisata konservasi untuk hutan, satwa burung dan penyu

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Keindahan yang ditawarkan obyek-obyek wisata di Tambrauw, sebuah kabupaten di Papua Barat, pastilah bukan seperti yang ditawarkan obyek wisata di Bali, atau Labuan bajo, atau di Danau Toba dan lain-lain.

Namun bila melihat potensi alamnya, baik laut - pantainya yang eksotik - maupun hutan dengan segala kekayaannya, termasuk jenis-jenis buruk yang unik, Tambrauw benar-benar adalah “surga kecil” yang tersembunyi di Papua Barat. Apalagi Tambrauw kini sudah menjadi daerah konservasi alam yang dilindungi oleh dunia.
Tambrauw pasti lebih indah dari beberapa obyek wisata yang sudah sangat terkenal itu. Ada sejumlah jenis burung yang hanya ada di Tambrauw.

Ada burung cenderawasih. Ada burung “surga” karena indahnya. Ada burung mambruk, burung kakatua, nuri dengan berbagai jenis. Ada juga kanguru yang spesiesnya lebih kecil tidak seperti di Australia. Bahkan ada jenis kanguru pohon, dan lain-lain. Inilah kekayaan sekaligus menjadi kekuatan pariwisata Tambrauw.
Burung Cenderawasih, misalnya, adalah burung khas Papua dan menjadi ikon utamanya.

Cenderawasih adalah satwa langka di dunia, hanya ada di Tambrauw. Sejak 2019 di sana sudah dibuka apa yang disebut wisata “Birdwatching” yaitu khasanaH kelengkapan wisata untuk melihat obyek-obyek wisata burung di hutan-hutan.

Pemerintah Kabupaten Tambrauw sejak 2019 bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mulai mengoptimalkan potensi destinasi wisata di Kabupaten Tambrauw. Keduanya membangun apa yang disebut sport-sport untuk birdwatching yaitu khasanah kelengkapan bagi wisatawan untuk menjelajahi hutan melihat burung_burung cenderawasih di pedalaman dan lain-lain di Kabupaten Tambrauw.

Ada 716 jenis burung khas Papua di Tambrauw. Karena kaya akan aneka satwa yang dilindungi ini, seluruh kawasan Kabupaten Tambrauw ditetapkan menjadi kawasan konservasi. Selain itu kawasan Tambrauw juga dikenal di kalangan internasional sebagai kawasan penyanggah oksigen dunia. Tambrauw juga menjadi “rumah besar” bagi 716 jenis burung khas yang ada dan tersisa di dunia. Luar biasa bukan Tambrauw!!!

Pantai Jeen Womom
Tidak hanya burung cenderawasih yang menjadi obyek wisata utamanya. Tambrauw juga menyajikan berbagai obyek wisata alam pegunung di pedalaman, wisata pantai, hingga perkampungan adat.

Untuk obyek wisata laut, ada sekitar enam obyek wisata pantai yang menjanjikan tingkat eksotik yang luar biasa. Keenam pantai eksotik itu di antaranya adalah Pantai Werur, pantai Sausapor, pantai Jeen Womom, pantai Warmandi, pantai Jamursba Medi, dan pantai Dua. Keindahan obyek wisata laut ini pastinya tidak kalah dengan obyek wisata Raja Ampat. Ribuan jenis biota laut ada di enam partai di Tambrauw ini. Luar biasa bukan!

Ada pantai Jeen Womom. Di pantai ini, selain menyimpan keindahan lautnya, juga menyimpan hewan langka di dunia. Spesies hewan tersebut adalah penyu belimbing (Dermochelys Coriaceadi). Tentu saja hewan langka ini menjadi ikon Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.
Untuk bisa melihat langsung penyu belimbing di habitatnya, para wisatawan perlu mengunjungi pesisir pantai Jeen Womom. Pantai ini termasuk ke dalam dua wilayah pantai yang indah lainnya yakni wilayah pantai Jamursba Medi (Jeen Yessa) dan pantai Warmon (Jeen Syuab). Di pantai inilah menjadi satu-satunya tempat bertelur rutin penyu belimbing.

Berdasarkan hasil penelitian, pantai Jeen Womom dipilih oleh habitat penyu belimbing ini karena memiliki kualitas pasir yang lembut dan cocok untuk penetasan penyu belimbing.
Dalam proses bertelur, penyu akan menggali lubang sedalam 1 meter. Sekali bertelur bisa mencapai 80 butir. Penyu belimping ini akan menetas setelah 60 hari.

Selain penyu belimbing, Pantai Jeen Womom juga menjadi tempat bertelur penyu jenis lain. Di antaranya penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang.

Keunikan-keunikan inilah membuat Kementerian Pariwisata perlu mengulurkan tanganya untuk membantu pemerintahan kabupaten Tambrauw dalam rangka memelihara kelangsungan hidup satwa-satwa yang diilindungi oleh dunia ini.

Pantai Werur
Lain pantai Jeen Womom, lain di pantai Werur. Pantai Werur terkenal dengan pantainya yang indah dengan pasir putihnya yang halus. Kekuatan utama pantai ini adalah lokasinya yang strategis untuk menikmati indahnya obyek sunrise dan sunset.
Pantai yang terletak di Kampung Werur, Distrik Sausapor I ini menjadi lokasi terbaik untuk sunrise dan sunset. Mungkin terbaik di dunia karena jarak pandang yang begitu dekat dengan cahaya pantulan sinar mentahari dari balik gunung.

Ada pantai Sausapor. Pantai ini tidak ubahnya dengan pantai Werur. Obyek utamanya adalah sunrise, dan sunset. Wisatawan bisa leluasa bercengkerama dengan penduduk sekitar yang sangat bersahaja. Mereka mau melayani wisatawan dengan minum air kelapa muda dan sebagainya. Di samping itu, di pantai Sausapor sudah ada fasilitas penginapan murah. Sejumlah losmen di sana dilabel dengan harga murah Rp 100 ribu saja. Banyak sekali tempat menginapnya. Para wisatawan bisa pilih. Ada losmen, ada villa dan ada hotel.

Kerja Keras Gabriel Asem
Hasil yang dicapai oleh Pemerintahan Kabupaten Tambrauw, seperti upaya membangun dunia pariwisata, tentu tidak terlepas dari keulaten bekerja serta semboyan yang dianut oleh mantan Bupati Tambrauw, Gabriel Asem.

Waktu terpilih menjadi bupati sepuluh tahun lalu (2011–2017, 2017–2022) ia membangun Tambrauw dari nol. Tambrauw masih berupa hutan perawan. Belum ada ibukota, belum ada kantor pemerintah. Semboyannya tetap menjadikan hutan sebagai “ibu” dari kehidpan manusia.

Dengan semboyan itulah ia mulai membangun Tambrauw dan menolak semua jenis eksploistasi hutan dengan proyek kelapa sawit. Ia hanya mau akrab dengan investor yang menghijaukan Tambrauw.

Dan inilah hasil kerjanya, Tambrauw jadi wilayah konservasi yang dilindungi oleh dunia karena di dalamnya terdapat ratusan jenis burung, puluhan satwa langka yang harus dilindungi. Semuanya itu harus bisa menjadi obyek wisata yang mengundang decak kagum dunia.
Itulah prinsip dari Gabsriel Asem, salah satu tokoh konservasi di Papua yang dijulukii “Penjaga Hutan Adat”.

"Bagi orang Papua, khususnya Tambrauw, alam itu adalah ibu yang harus dipelihara dan dijaga. Ke depannya, kita harus yakin bahwa setelah kita jaga, alam harus dapat memberikan hasilnya bagi manusia. Seperi dunia pariwisata ini, pasti memberikan hasil baik kepada masyarakat Tambrauw," tuturnya.

Inilah Tambrauw yang dibangun oleh Gabriel Asem, yang kini sudah mulai dinikmati oleh masyarakat sebagai surga kecil di ujung timur jambrut kathulistiwa ini. Luar biasa bukan...**
[PJ/Mike Wangge]


Komentar


Arena - 5 jam yang lalu

Berangkat Biaya Sendiri, Pegulat DKI Ukir Sukses di Kejurnas Gulat Senior Puan Maharani Cup di Medan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Empat pegulat DKI Jakarta berhasil mengukir sukses meraih satu medali emas, satu medali..
Metro - 8 jam yang lalu

Polresta Bandara Soekarno Hatta Gelar Donor Darah Peringati 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG -Polresta Bandara Soekarno Hatta (BSH) menggelar donor darah dalam rangka..
Metro - 11 jam yang lalu

Pakar UI, ITB, USU, UHAMKA Sepakat Mengimbau BPOM Tidak Perlu Memaksakan Pelabelan BPA Galon Guna Ulang

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Polemik wacana Pelabelan BPA AMDK Galon menjadi topik menarik dalam diskusi media, yang..
Metro - 1 hari yang lalu

Menang Gugatan, UNKRIS Wajib Bayar Rp 500 juta ke Risma

POROSJAKARTA.COM, PASAR BARU  - Mahasiswi S3 Doktor Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Dra. Risma..
Karang Taruna - 1 hari yang lalu

PJ Gubernur akan Lantik SAKTISAKATA untuk Bantu Warga Jakarta

POROSJAKARTA.COM, KEBON SIRIH - PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menerima pengurus Karang Taruna DKI Jakarta..
Jakarta Barat - 1 hari yang lalu

70 Mobil Pemadam Berjibaku Padamkan Api di Kebon Jeruk

POROSJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Kebakaran melanda sebuah bangunan semi permanen di Kelurahan Kebon Jeruk, Kebon..
Metro - 1 hari yang lalu

Aksi Polisi Baik kepada Petugas Pembersih Gedung Tinggi

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG-Aksi Simpatik Personel Polresta BSH Beri Air Minum ke Petugas Pembersih Kaca Gedung..
Film - 1 hari yang lalu

Awi Suryadi Siap Berbagi Ilmu Di Acara 'Ngobrasin', Ngobrol Soal Sinema

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Awi Suryadi sutradara film KKN Desa Penari yang sukses meraup 9.2 juta penonton..
Metro - 2 hari yang lalu

Poros Rawamangun & Korban Gangguan ginjal akut, Bakal Mengadu ke Unicef dan WHO

POROSJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Boleh dikatakan bahwa kasus gagal ginjal akut progresif atipikal adalah darurat..
Transportasi - 3 hari yang lalu

OSIS SMP Negeri 268 Jakarta Jalani Program Eduwisata Transportasi Modern LRT

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan peserta didik dan sekaligus ikut mensosialisasiakan..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close