Kamis, 29 September 2022 WIB

63 Anggota Polri Sudah Diperiksa, 35 Diantaranya Dinyatakan Sebagai Tersangka Melanggar Etik

Oleh : Mike Wangge | Mike Wangge | Selasa, 16 Agustus 2022 | 06:28 WIB



POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sampai hari ini sudah 63 anggota Polri diperiksa, 35 diantaranya sudah dinyatakan sebagai tersangka karena dianggap telah melanggar etik dalam penangangan kasus penembakan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J 8 Juli 2022 yang lalu.

Jumlah anggota Polri yang diperiksa ini bertambah 7 orang dari sebelumnya sebanyak 56 personil Polri. Dari jumlah tersebut yang sudah dinyatakan melanggar etik (tersangka) adalah 35 anggota Polri. Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo sepeti dikutip Tribunnews.com Senin (15/8/2022).

“Iya betul..., info terakhir dari Timsus menyebutkan bahwa ada 35 personil anggota Polri yang sudah terbukti melanggar kode etik. Sisanya masih dalam proses pendalaman,” sebut Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

Yang terperiksa 35 orang. Kemarin 36 karena tersangka kuat masih masuk yang diperiksa. Info terakhir dari Timsus ungkapnya.

Dedi Prasetyo kemudian menambahkan dari total 35 orang itu, sebanyak 16 polisi ditempatkan di tempat khusus (patsus) akibat pelanggaran tersebut. Mereka terdiri dari enam orang patsus di Mako Brimob dan 10 orang patsus di Provost.

Ketigapuluh lima anggota Polri ini dianggap melanggar etik karena termasuk turut membantu dalam upaya rekayasa “baku tembak” dan menghilangkan barang bukti yang diskenariokan oleh Irjen Pol Ferdy Sambo. Mungkin saja, pelanggaran etik ini akan terus bertambah dalam beberapa hari kedepan, karena masih banyak yang diperiksa, dan masih banyak berkemungkin terlibat dalam rekayasa “baku tembak” dan penghilangan barang bukti.

Sebelumnya sudah ada 4 tersangka utama pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Asisten Rumah Tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo bernama Kuwat, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, dan Brigadir Ricky Rizal alias Brigadir RR.

Keempat tersangka itu dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Banyak Pejabat Tinggi Polri Tersangkut.

Sementara itu mantan Kepala Divisi Hukum Polri, Irjen Pol (Purn), Aryanto Sutadi dalam analisisnya mengatakan ada dua episode dalam pembunuhan berencana ini. Episode pertama adalah pengungkapan kasus pembunuhannya. Episode kedua adalah pengungkapan kasus perusakan barang bukti.

Pada episode kedua ini, sebut Irjen Pol (Purn), Aryanto Sutadi, bisa menyasar ke sejumlah petinggi di Kepolisian Republik Indonesia.

"Menurut saya tersangka yang akan diungkap untuk episode 1 yaitu Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, RR, dan K. Sementara untuk episode 2 adalah orang-orang yang terlibat di dalam upaya merekayasa TKP, mengantarkan jenazah, dan berita yang mendukung Sambo itu," sebut Aryanto kepada Tempo.co saat dihubungi Senin, 15 Agustus 2022.

Irjen Pol (Purn), Aryanto Sutadi mensinyalir akan ada lebih dari 30 personil Polri yang terjerak dalam rekayasa Ferdy Sambo Semua , disebutkan, sangat bergantung pada tim khusus Polri yang mengusut kasus pembunuhan berencana ini.
Irjen Pol (Purn), Aryanto Sutadi mengimbau agar Polri segera memberkas kasus pembunuhan berencana ini ke Pengadilan. Komisi Kode Etik Polri (KEP) yang menangani pelanggaran profesi Polri juga mesti bergerak untuk melihat kemungkinan adanya membantu FS merangkai skenario pembunuhan ini.** [PJ/Mike Wangge]


Komentar


22 jam yang lalu

Bitcoin Sedang Volatil, CAD Stop Mining Sementara Namun Tetap Maintenance Mesin

POROSJAKARTA.COM - Pergerakan harga Bitcoin yang volatil membuat para pelaku bisnis Crypto yang sedang tren ini harus..
Jakarta Selatan - 2 hari yang lalu

KPK Dituntut Jemput Paksa Lukas Enembe, Serta Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal Miliknya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh di Papua, dan Lembaga LSM mendesak KPK untuk menjemput paksa..
Seleberita - 2 hari yang lalu

Ada 'Macan' di Ulang Tahun Lucie LC

POROSJAKARTA.COM, TANGERANG. Ulang tahun adalah tradisi yang dirayakan masyarakat sedunia. Jika seseorang sampai pada..
Metro - 2 hari yang lalu

Anak Buah Prabowo Sebut Puan Calon Presiden Terkuat

Porosjakarta.com, Pengamat wisata politik Arief Poyuono mengungkapkan, Puan Maharani memiliki kans paling besar untuk..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

MAKI Beberkan Lukas Enembe Sering Naik Jet Pribadi ke Luar Negeri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) membeberkan 24 perjalanan Lukas Enembe dalam dan..
Film - 3 hari yang lalu

Tidak Ada Film Laga, FFWI 2022 Tetapkan 54 Film Nasional Masuk Tahap Penjurian

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke-12, gelaran festival perfilman yang..
Musik - 3 hari yang lalu

Antonino Salerno, Bule Asal Italia Rilis Lagu Minang

POROSJAKARTA.COM, PADANG – Belantika musik Minang sedang dibikin heboh dengan beredarnya sebuah video di..
Jakarta Timur - 4 hari yang lalu

Koordinator MAKI, Bonyamin Saiman : Lukas Enembe Berjudi di Tiga Negara

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Koordiantor Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, mengatakan Gubernur..
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Kasum TNI Dengarkan Langsung Persoalan Prajurit TNI di Lebanon

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kasum TNI Letjen Eko Margiyono melakukan kunjungan kerja meninjau langsung Prajurit TNI..
Bodetabek - 5 hari yang lalu

Pentingnya Jaminan Sosial Bagi Orang dengan TBC-RO dalam Mengurangi Beban Biaya Katastropik

Porosjakarta.com, Stop TB Partnership Indonesia (STPI) melaksanakan kegiatan diseminasi Policy Brief mengenai..
Lihat Semua

Close




Indeks

Close
Close
Close