Jumat, 02 Desember 2022 WIB

Paulus Waterpauw, ASN Adalah Pelayan Masyarakat, Bukan Duduk-Duduk di Kantor

Oleh : Mike Wangge | Mike Wangge | Kamis, 01 September 2022 | 05:35 WIB


Pejabat Gubernur Papua Barat , Paulus Waterpauw, usai menyampaikan pesannya kepada para ASN dalam acara apel gabungan di halaman kantor Kabupaten Sorong. Ia didampingi oleh Pejabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso.

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Pejabat Gubernur Provinsi Papua Barat, Paulus Waterpauw, menekankan kepada seluruh ASN di Kabupaten Sorong bahwa mereka adalah "Pelayan Masyarakat". Pelayan masyarakat harus benar-benar memahami setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat dengan langsung turun kebawah, bukan berpangku tangan di kantor di belakang meja.

Pernyataan ini ditegaskan oleh Paulus Waterpauw dalam acara apel bersama seluruh ASN pada Selasa (30/8/2022) di Lapangan Apel Kantor Bupati Sorong. Hadir dalam acara tersebut di antaranya, seluruh ASN, gabungan TNI/Polri, tokoh adat, dan seluruh masyarakat.

Mantan Kapolda Papua yang juga pernah menjadi petinggi Polri pada eranya ini menyatakan ASN harus menghayati dengan sungguh-sungguh tentang pentingnya pelajayan.

Menurut Waterpauw, melayani berarti selain melakukan aktivitas di perkantoran, ASN juga harus turun ke bawah. Mereka harus masuk sampai ke kampung-kampung terpencil yang sulit dijangkau.

ASN harus dapat melihat dengan mata-hati , turut merasakan kesulitan yang diadapi masyarakat. Itu baru namanya "Pelayanan" sebut Waterpau, bukan diam di kantor duduk di belakang meja. Karena bagi Waterpauw, ASN merupakan pelayan terdepan bagi masyarakat.

"ASN diangkat dan dibayar oleh pemerintah untuk melayani masyarakat bukan untuk duduk di kursi empuk lalu kemudian setiap bulan makan gaji buta untuk kepentingan pribadi". terang Waterpauw yang makan asam garam di bidang pemerintahan khususnya di Polri sebagai pelayan masyarakat.

"Masyarakat membutuhkan pelayanan terutama pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, penerangan agar mereka bisa hidup dengan tenang dan nyaman. Itu memahami hal itu, tidak bisa tidak, ASN harus turun dan lihat bukan duduk lalu membuat program tapi hasilnya tidak pernah dirasakan masyarakat," tegas Waterpauw sambil memandang tajam ke arah seluruh ASN yang hadir.

Jika hanya duduk saja di kantor, katanya , ASN tidak akan pernah mengetahui beban hidup masyarakat. Kesulitan yang dialami oleh masyarakat di kampung-kampung perlu mendapat perhatian dan sentuhan sehingga hidup mereka bisa sejahtera.

Pelayanan ternyata menjadi perhatian utama Paulus Waterpauw karena berdasarkan hasil survei yakni turun ke lapangan yang dilakukan secara rutin ke setiap daerah, ternyata masib banyak daerah belum mendapatkan pelayana n dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya.

"Saya sudah keliling daerah di Provinsi Papua Barat. Masih ada daerah yang pelayanan dasar kepada masyarakat belum berjalan baik. Karena itu saya minta supaya semua ASN jangan hanya di duduk di kantor tapi turun langsung ke lapangan melihat kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat," kata Waterpauw.

Dalam kesempatan itu, Paulus Waterpauw meminta kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Sorong supaya bersama pegawainya, agendakan jalan ke kampung-kampung seminggu sekali. Semua harus melihat kehidupan masyarakat secara langsung.

"Kalau menemui masalah langsung mencari jalan keluar atau solusinya agar masyarakat benar-benar merasakan pemerintah hadir untuk rakyat," tambah Waterpauw.** [Juventz M. Junior/Mike Wangge]


Komentar


Arena - 5 jam yang lalu

Berangkat Biaya Sendiri, Pegulat DKI Ukir Sukses di Kejurnas Gulat Senior Puan Maharani Cup di Medan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Empat pegulat DKI Jakarta berhasil mengukir sukses meraih satu medali emas, satu medali..
Metro - 7 jam yang lalu

Polresta Bandara Soekarno Hatta Gelar Donor Darah Peringati 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG -Polresta Bandara Soekarno Hatta (BSH) menggelar donor darah dalam rangka..
Metro - 11 jam yang lalu

Pakar UI, ITB, USU, UHAMKA Sepakat Mengimbau BPOM Tidak Perlu Memaksakan Pelabelan BPA Galon Guna Ulang

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Polemik wacana Pelabelan BPA AMDK Galon menjadi topik menarik dalam diskusi media, yang..
Metro - 1 hari yang lalu

Menang Gugatan, UNKRIS Wajib Bayar Rp 500 juta ke Risma

POROSJAKARTA.COM, PASAR BARU  - Mahasiswi S3 Doktor Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Dra. Risma..
Karang Taruna - 1 hari yang lalu

PJ Gubernur akan Lantik SAKTISAKATA untuk Bantu Warga Jakarta

POROSJAKARTA.COM, KEBON SIRIH - PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menerima pengurus Karang Taruna DKI Jakarta..
Jakarta Barat - 1 hari yang lalu

70 Mobil Pemadam Berjibaku Padamkan Api di Kebon Jeruk

POROSJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Kebakaran melanda sebuah bangunan semi permanen di Kelurahan Kebon Jeruk, Kebon..
Metro - 1 hari yang lalu

Aksi Polisi Baik kepada Petugas Pembersih Gedung Tinggi

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG-Aksi Simpatik Personel Polresta BSH Beri Air Minum ke Petugas Pembersih Kaca Gedung..
Film - 1 hari yang lalu

Awi Suryadi Siap Berbagi Ilmu Di Acara 'Ngobrasin', Ngobrol Soal Sinema

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Awi Suryadi sutradara film KKN Desa Penari yang sukses meraup 9.2 juta penonton..
Metro - 2 hari yang lalu

Poros Rawamangun & Korban Gangguan ginjal akut, Bakal Mengadu ke Unicef dan WHO

POROSJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Boleh dikatakan bahwa kasus gagal ginjal akut progresif atipikal adalah darurat..
Transportasi - 3 hari yang lalu

OSIS SMP Negeri 268 Jakarta Jalani Program Eduwisata Transportasi Modern LRT

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan peserta didik dan sekaligus ikut mensosialisasiakan..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close