Jumat, 02 Desember 2022 WIB

Sekum INKOPPAS, Ngadiran; Sudah 7 Tahun Eks Pedagang Pasar Blok A Menderita, PD Pasar Jaya Jangan Umbar Janji Terus

Oleh : Merwyn Golan | Sabtu, 10 September 2022 | 12:10 WIB


(Foto : PJ/Merwyn)

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Eks pedagang Pasar Blok A, Fatmawatu, Jakarta Selatan, yang lokasi tempatnya berjualan terbakar, sudah 7 tahun menderita dan menahan geran pada PD Pasar Jaya yang mereka nilai hanya terus mengobral janji terkait pembangunan kembali Pasar Blok A.

Hal ini terungkap saat Porosjakarta.com beserta beberapa wartawan mengkomfirmasi terkait pembangunan Pasar Blok A, kepada Ngadiran, Sekretaris Umum (Sekum) INKOPPAS, juga kepada beberapa pedagang eks pasar Blok A, Jumat (9/9/2022).

Ditemui di kantor KOPPAS Blok-A, Jalan Kubis I No.39, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ngadiran dihadapan para wartawan mengungkapkan upaya-upaya yang telah dilakukan INKOPPAS untuk mendampingi para pedagang eks Pasar Blok A meminta pembangunan kembali Pasar Blok A.

"Kami tidak tahu permasalahannya dimana, ini sudah 7 tahun, bahkan Dirut PD Pasar Jaya sudah berganti, kontraktor sudah berganti, namun pasar yang baru belum juga terbangun," ungkap Ngadiran.

Bahkan Ngadiran mengungkapkan bahwa saat Provinsi DKI Jakarta dipimpin Gubernur Djarot Saiful Hidayat, telah dilakukan groundbreaking, peletakan batu pertama.

"Pak Djarot sudah melakukan groundbreaking, peletakan batu pertama, kami dan para pedagang senang karena merasa pasar yang baru segera dikerjakan, nyatanya hingga saat ini pasar tersebut tetap saja masih rata dengan tanah, malah, mungkin batunya sudah hanyut," ungkap Ngadiran dengan menyidir PD Pasar Jaya.

"Apakah salah bila meminta percepatan pembangunan, saya pikir itu hak kita juga, karena sudah lama terbengkalai, jadi kami minta skala prioritas. Kami beda dengan pasar Bendungan Hilir, mereka juga lama, tapi mereka masih bisa dagang karena ada tempat penampungan, kami tidak ada tempat penampungan, tidak bisa dagang" tambahnya.

Ngadiran, Sekum INKOPPAS

Lebih jauh Ngadiran mengungkapkan, bahwa ia sudah dipertemukan dengan developer baru yaitu PT Sarana Jaya, yang sudah disepakati oleh PD Pasar Jaya, hanya tetap saja tertunda-tunda pembangunannya. Hal jni menjadi pertanyaan Ngadiran dan teman-teman pedagang.

"Katanya harus menyiapkan IMB, menyiapkan FS, Feasibility Study (study kelayakan), ada konsultannya, dan macam-macamlah jawaban mereka. Mereka kan orang-orang pintar, orang-orang yamg sudah ngerti di bidangnya, ini kan hanya FS lama ngerapihin sedikit. jangan sampai, masa.bebek diajarkan berenang," tutur Ngadiran.

Ngadiran melanjutkan, "Artinya bagaimana mereka (pasar jaya, red) dengan orang-orang developer itu memberikan polesan masukan sesuai dengan apa yang diinginkan PD Pasar Jaya, developernya mau gimana dan bicara dengan kita, jangan sampe sampai kita juga ditinggalkan tidak jelas."

Ngadiran menuturkan INKOPPAS bersama para pedagang ingin akhir bulan ini (September 2022, red) sudah ada jawaban PD Pasar Jaya terkait kapan dimulai pembangunan paaar Blok A.

"Kami sudah bertemu dengan pihak Pasar Jaya, walaupun tidak dengan Dirut Pasar Jaya yang tidak bisa hadir karena berbagai alasan, dikatakan mereka sedang membicarakan dengan Sarana Jaya. Namun sejak kami audiensi tersebut hingga saat ini (Jumat, 9/9/2022) belum ada jawaban informasi, kami tanya, kami WA ke timnya Pasar Jaya, tetap tidak dijawab," jelas Ngadiran.

"Nah ini kita menganggap mereka apakah mereka mengabaikan kita, meremehkan kita. Kami minta, dalam minggu-minggu ini sudah ada jawaban kepastiannya. Kita butuh jawaban kepastian, ini mau dibangun atau tidak, apa mau diterbengkalaikan lagi. Kalau mau dibangun, kenapa tertunda, apa sebabnya?" tegas Ngadiran.

Beberapa pedagang yang ditemui Porosjakarta.com, sama seperti Ngadiran, mereka pun heran dan geram dengan janji-janji PD Pasar Jaya. Para pedagang sebenarnya sudah ingin sekali turun ke jalan mendemo PD Pasar Jaya, namun selama ini INKOPPAS meminta mereka untuk bersabar.


Alfahanto, eks pedagang Pasar Blok A, yangbsudah kesal dengan janji-janji PD Pasar Jaya, dirinya siap berdemo.

Alfahanto, pedagang kelontong pakaian yang kini menyewa kios di jalan Kubis I, tegas mengatakan siap berdemo.

"Kami sudah terlalu lama sabar, hanya janji-janji saja dari PD Pasar Jaya. Beberapa rekan kami, pedagang, banyak yang nganggur tidak bisa berjualan, banyak yang stres, bahkan beberapa ada yang meninggal karena stres, kami ada datanya, ada bukti," ungkap Alfahanto.

Hal senada juga dituturkan oleh Rohmani pedagang daging, dan Maman yang berjualan obat obatan dan sembako, yang juga berjualan di Jalan Kubis I, Blok A.



"Inginnya segera ada kepastian, tidak hanya janji-janji saja, omzet kami menurun hingga 50 persen lebih," ungkap Rohmani, yang berjualan di Pasar Blok A sudah lama, sejak almarhum ayahnya.

"Jika sampe akhir bulan ini, belum ada kepastian, kami, INKOPPAS, akan lepas para pedagang yang ingin berdemo, menyuarakan aspirasi mereka," kata Ngadiran.

"Tolong untuk bapak-bapak di PD Pasar Jaya, atau yang ada di Dewan (DPRD DKI Jakarta, red) perhatikan nasib kami, berempatilah, ini sudah terlalu lama, kami para pedagang siap berdemo, bila berlarut-larut tidak ada jawaban pasti," pungkas Alfahanto.* [PJ/Mer]


Komentar


Sosok - 26 menit yang lalu

Kabar Duka | Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Dunia

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kabar duka menyelimuti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional..
Arena - 6 jam yang lalu

Berangkat Biaya Sendiri, Pegulat DKI Ukir Sukses di Kejurnas Gulat Senior Puan Maharani Cup di Medan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Empat pegulat DKI Jakarta berhasil mengukir sukses meraih satu medali emas, satu medali..
Metro - 8 jam yang lalu

Polresta Bandara Soekarno Hatta Gelar Donor Darah Peringati 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG -Polresta Bandara Soekarno Hatta (BSH) menggelar donor darah dalam rangka..
Metro - 11 jam yang lalu

Pakar UI, ITB, USU, UHAMKA Sepakat Mengimbau BPOM Tidak Perlu Memaksakan Pelabelan BPA Galon Guna Ulang

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Polemik wacana Pelabelan BPA AMDK Galon menjadi topik menarik dalam diskusi media, yang..
Metro - 1 hari yang lalu

Menang Gugatan, UNKRIS Wajib Bayar Rp 500 juta ke Risma

POROSJAKARTA.COM, PASAR BARU  - Mahasiswi S3 Doktor Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Dra. Risma..
Karang Taruna - 1 hari yang lalu

PJ Gubernur akan Lantik SAKTISAKATA untuk Bantu Warga Jakarta

POROSJAKARTA.COM, KEBON SIRIH - PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menerima pengurus Karang Taruna DKI Jakarta..
Jakarta Barat - 1 hari yang lalu

70 Mobil Pemadam Berjibaku Padamkan Api di Kebon Jeruk

POROSJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Kebakaran melanda sebuah bangunan semi permanen di Kelurahan Kebon Jeruk, Kebon..
Metro - 1 hari yang lalu

Aksi Polisi Baik kepada Petugas Pembersih Gedung Tinggi

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG-Aksi Simpatik Personel Polresta BSH Beri Air Minum ke Petugas Pembersih Kaca Gedung..
Film - 1 hari yang lalu

Awi Suryadi Siap Berbagi Ilmu Di Acara 'Ngobrasin', Ngobrol Soal Sinema

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Awi Suryadi sutradara film KKN Desa Penari yang sukses meraup 9.2 juta penonton..
Metro - 2 hari yang lalu

Poros Rawamangun & Korban Gangguan ginjal akut, Bakal Mengadu ke Unicef dan WHO

POROSJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Boleh dikatakan bahwa kasus gagal ginjal akut progresif atipikal adalah darurat..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close