Kamis, 29 September 2022 WIB

7 Alasan Mengapa Lukas Enembe Ditetapkan Sebagai Tersangka

Oleh : Mike Wangge | Mike Wangge | Sabtu, 17 September 2022 | 13:47 WIB



POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Penetapan orang nomor satu di Papua ini dianggap langkah berani, karena sejak KPK dibentuk, pejabat tinggi di Tanah Papua sebagian besar hampir tidak tersentuh dalam kasus-kasus korupsi.

seperti dikutip dari Liputan6.com , ada tujuh alasan mengapa Lukas Enembe dijerat dalam kasus gratifikasi sejumlah proyek besar di Papua. Alasan pertama dari 7 alasan itu adalah karena KPK gerah atas laporan masyarakat yang menuding bahwa lembaga yang antirasuah ini tidak becus menangani kasus korupsi di tanah Papua.

Pandangan masyarakat saat ini adalah KPK seperti berat sebelah. Pejabat tinggi dari provinsi lain (gubernur dan bupati) diseret tanpa ampun, namun tidak demikian halnya dengan pejabat dari Papua dan Papua Barat. Tentang hal ini diakui benar oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Rabu 14 September 2022.

“Beberapa kali pimpinan KPK ke Papua. KPK selalu mendapat komplain dari masyarakat, terutama dari pegiat antikorupsi dan dari pengusaha. Seolah-olah KPK tidak hadir/tidak ada - khususnya untuk kasus korupsi - di Papua," jelas Alexander.

Kalau di Papua KPK seperti tidak ada atau tidak hadir, sementara di provinsi lain hadir, itu namanya berlaku tidak adil dengan puluhan provinsi lain, seolah Papua sangat diistimewakan.

Di sisi lain, jelas Alexander, seperti dikutip dari Liputan6.com bahwa lembaga antirasuah, KPK, curiga di Bumi Cendrawasih banyak terjadi proyek fiktif yang menggunakan anggaran negara lantaran tidak terawasi dengan baik. Itu semua sebagian informasinya datang dari laporan pegiat anti korupsi.

"Itu yang nanti akan didalami di proses penyidikan, tidak terbatas pada suap, ketika pembangunan atau lelang ada suap, dampaknya itu ada pada proses pembangunan, yaitu apa proyeknya secara spesifikasi tidak sesuai, atau terjadi mark up sehingga ada unsur kerugian negara," papar Alex.

Untuk tindak lanjut, dia menyebut KPK meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening Gubernur Papua Lukas Enembe. Rekening Lukas yang diblokir berisi uang puluhan miliar rupiah.

Alasan Kedua.
Sudah ada dua alat bukti menunjukkan bahwa Lukas Enembe diduga keras terlibat dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pembangunan infrastruktur di Papua. Namun Alex dalam jumpa pers itu belum merinci lebih jauh terutama soal konstruksi perkara yang menjerat Lukas.

Dia mengatakan KPK tidak akan tinggal diam untuk kasus ini. KPK berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama keterangan dan informasi dari kalangan masyarakat tambahnya. Alex menampik ketika pihaknya dianggap melakukan kriminalisasi kepada tersangka. Itu tidak benar.

Tidak seperti itu katanya. Alex memastikan lembaga antirasuah sudah memiliki minimal dua alat bukti menjerat Lukas.

"Kami sudah memiliki cukup alat bukti, sudah melakukan klarifikasi dengan beberapa saksi dan kami juga mendapatkan dokumen-dokumen yang membuat kami meyakini bahwa cukup alat bukti untuk menetapkan tersangka," kata Alex.

Alasan Ketiga.
Alexander mengatakan, KPK mencurigai banyak proyek fiktif terjadi di Papua yang menggunakan angaran negara. Itu lantaran tidak terawasi dengan baik.

Kecurigaan KPK makin jelas ketika pihaknya menjerat Lukas Enembe dan dua kepala daerah lainnya di Papua, yakni Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak.

"Itu semua didpastikan akan didalami dalam proses penyidikan. Tidak terbatas pada suap saja, namun juga pada waktu pembangunan atau lelang juga ada suap. Dampaknya itu ada pada proses pembangunan, yaitu apakah proyeknya secara spesifikasi tidak sesuai, atau terjadi mark up sehingga ada unsur kerugian negara," ujar Alex.

Alex mengakui pihaknya saat ini sedang mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi di Papua. Tak hanya suap, lembaga antikorupsi juga mengusut sejumlah modus rasuah terkait pengadaan barang dan jasa di wilayah Indonesia Timur itu.

"Kita ingin mendorong ke sana, jangan hanya suapnya. Jangan-jangan fiktif karena kondisi di Papua tidak setiap saat bisa terawasi dengan baik," kata Alex.

Alasan Keempat.
Terkaita kasus korupsi, KPK meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memblokir rekening milik Lukas Enembe. Rekening Lukas Enembe disebutkan bernilai puluhan miliar rupiah.

" PPATK sudah memblokir rekening-rekening yang nilainya memang fantastis, puluhan miliar," ucap Alex.

Ia menjelaskan hal itu namun belum bersedia merinci jumlah yang pasti dari rekening Lukas yang diblokir PPATK itu. Karena, katanya, rekening itu akan dijadikan alat bukti oleh tim KPK untuk menyeret Lukas ke persidangan.

Alasan Kelima.
Ada dugaan uang Lukas Enembe mengalir ke rumah judi. Kata Alexander, KPK memastikan bakal mengusut dugaan aliran uang hasil korupsi Lukas Enembe ke rumah judi atau kasino. KPK menegaskan setiap informasi akan didalami serius.

"Sejauh mana rekening-rekening yang bersangkutan itu. Kemana saja aliran dana dari yang bersangkutan. Apakah ada aliran dana ke rumah judi, misalnya. Tentu informasi-informasi itu akan didalami dalam proses penyidikan," terang Alexander.

Menurut Alex, kalau saja ditemukan aliran uang hasil bancakan Lukas mengalir ke kasino di luar negeri, maka tidak tertutup kemungkinan Lukas akan dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Alasan Keenam.
Alex menegaskan pihaknya bakal segera menjadwalkan pemeriksaan ulang Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas sempat mangkir alias tak memenuhi panggilan tim penyidik KPK beberapa waktu lalu.

Alex mengatakan, pihaknya sudah terbiasa menghadapi pihak yang kerap berdalih sakit saat akan diperiksa. Namun Alex memastikan dalih tersebut tak menghalangi lembaga antirasuah memanggil ulang pihak tersebut.

"Seperti biasa, ketika dipanggil pertama yang bersangkutan menyatakan sakit, dan tidak bisa memenuhi panggilan KPK, kita akan panggil lagi, kan seperti itu," kata Alex.

Alasan Ketujuh
KPK pasti izinkan Lukas Enembe Gubernur Papua Lukas Enembe berobat ke luar negeri.

Menurut Alexander, pihaknya akan memfasilitasi pengobatan Lukas Enembe. Namun status Lukas harus lebih dulu menjadi tahanan lembaga antirasuah.

Alex menyebut, sesuai peraturan perundang-undangan, KPK wajib menyediakan layanan kesehatan bagi para tahanan. Menurut Alex, jika dokter pilihan KPK menyarankan agar tahanan berobat ke luar negeri, maka akan difasilitasi pihaknya.

"Ketika yang bersangkutan menyatakan ingin berobat, itu kami akan berkoordinasi dengan dokter, misalnya dokter RSPAD atau RSCM," kata Alex.

"Kalau di Indonesia enggak bisa, harus di luar negeri itu pasti kami fasilitasi tentu dengan rekomendasi dokter tadi, misalnya dokter di Indonesia menyerah, waduh enggak bisa, tentu kita akan mengawal yang bersangkutan ya," Alex menandaskan.

Diketahui, tim kuasa hukum Lukas Enembe meminta kliennya diberikan diskresi untuk ke Singapura usai dicegah ke luar negeri oleh KPK. Menurut tim kuasa hukum, Lukas butuh mengobati kakinya yang bengkak.

"Sesuai dengan hasil pemeriksaan di sini, beliau (Lukas) dalam keadaan sakit. Harus diperiksa, ke Singapura atau ke mana begitu," ucap pengacara Lukas, Aloysius Renwarin, Selasa, 13 September 2022.** [PJ/Mike Wangge/Sumber: Liputan6,com]


Komentar


22 jam yang lalu

Bitcoin Sedang Volatil, CAD Stop Mining Sementara Namun Tetap Maintenance Mesin

POROSJAKARTA.COM - Pergerakan harga Bitcoin yang volatil membuat para pelaku bisnis Crypto yang sedang tren ini harus..
Jakarta Selatan - 1 hari yang lalu

KPK Dituntut Jemput Paksa Lukas Enembe, Serta Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal Miliknya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh di Papua, dan Lembaga LSM mendesak KPK untuk menjemput paksa..
Seleberita - 2 hari yang lalu

Ada 'Macan' di Ulang Tahun Lucie LC

POROSJAKARTA.COM, TANGERANG. Ulang tahun adalah tradisi yang dirayakan masyarakat sedunia. Jika seseorang sampai pada..
Metro - 2 hari yang lalu

Anak Buah Prabowo Sebut Puan Calon Presiden Terkuat

Porosjakarta.com, Pengamat wisata politik Arief Poyuono mengungkapkan, Puan Maharani memiliki kans paling besar untuk..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

MAKI Beberkan Lukas Enembe Sering Naik Jet Pribadi ke Luar Negeri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) membeberkan 24 perjalanan Lukas Enembe dalam dan..
Film - 3 hari yang lalu

Tidak Ada Film Laga, FFWI 2022 Tetapkan 54 Film Nasional Masuk Tahap Penjurian

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke-12, gelaran festival perfilman yang..
Musik - 3 hari yang lalu

Antonino Salerno, Bule Asal Italia Rilis Lagu Minang

POROSJAKARTA.COM, PADANG – Belantika musik Minang sedang dibikin heboh dengan beredarnya sebuah video di..
Jakarta Timur - 4 hari yang lalu

Koordinator MAKI, Bonyamin Saiman : Lukas Enembe Berjudi di Tiga Negara

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Koordiantor Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, mengatakan Gubernur..
Jakarta Timur - 5 hari yang lalu

Kasum TNI Dengarkan Langsung Persoalan Prajurit TNI di Lebanon

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kasum TNI Letjen Eko Margiyono melakukan kunjungan kerja meninjau langsung Prajurit TNI..
Bodetabek - 5 hari yang lalu

Pentingnya Jaminan Sosial Bagi Orang dengan TBC-RO dalam Mengurangi Beban Biaya Katastropik

Porosjakarta.com, Stop TB Partnership Indonesia (STPI) melaksanakan kegiatan diseminasi Policy Brief mengenai..
Lihat Semua

Close




Indeks

Close
Close
Close