Kamis, 29 September 2022 WIB

Ini Alasan Pedagang Pasar Blok A Ancam Berdemo di PD Pasar Jaya

Oleh : Merwyn Golan | Rabu, 21 September 2022 | 07:03 WIB


(Foto : PJ/Merwyn)

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Sabar memang tidak bertepi, dan bila mengedapankan kata 'sabar' sebagai manusia justru 'sabar' ada batasnya. Mungkin seperti itu halnya yang saat ini terjadi di kalangan pedagang eks Pasar Blok A, Jakarta Selatan, yang tempatnya mencari rejeki telah terbakar 7 tahun silam.

Bukanlah rentang waktu yang singkat. Selama 7 tahun, para pedagang pasar Blok A, termasuk juga KOPPAS Blok A yang memayungi advokasi para pedagang anggotanya, merasa jengkel, dan sampai batas kesabarannya atas janji-janji PD Pasar Jaya untuk membangun kembali Pasar Blok A.

Perkembangan rencana pembangunan pasar Blok A yang tidak ada kejelasan sampai saat ini benar- benar membuat pedagang kehilangan sabarnya.

Selama ini pedagang pasar Blok A hanya menerima janji- janji semata bahwa akan di bangun, dan ini sudah bertahun- tahun janji tersebut di sampaikan PD Pasar Jaya.

Drs Ngadiran, Ketua Koppas Pasar Blok A, dan juga sebagai Ketua Advokasi Pedagang Pasar Blok A, mengatakan kepada awak media," Perkembangan sampai terakhir ini saya barusan telpon ke Dirtek(Direktur Tehnik) dibilang menunggu, sedang rapat, mudah- mudahan sedang rapat membahas pasar blok A."

" kita sangat berharap betul, karena ini sudah sangat membuat kegelisahan teman- teman pedagang di pasar Blok A. Sudah sangat lama nasibnya tergerus, tergilas, termajinalkan kalau menurut berita yang terucapkan kita masih dianggap pasar ini masih mau di bangun, mudah- mudahan akan menjadi kenyataan, akan dibangun dalam waktu yang tidak terlalu lama," ungkap Ngadiran, di kantor KOPPAS Blok-A, Jalan Kubis I No.39, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (19/9/2022).

Ngadiran yang juga pedagang di Pasar Blok A, menjelaskan," Sebagaimana pertemuan di bulan lalu, bulan Agustus, kami mohon, paling tidak akhir Agustus kami sudah dapat jawaban, ternyata ini sudah masuk bulan september masih belum dapat jawaban kepastian".

"Terakhir informasi dari mitra Pasar Jaya dalam hal ini PT Sarana Jaya, dari pihak PT Sarana Jaya, kami disuruh menanyakan ke PT Pasar Jaya. Jadi ini lempar kepada siapa, jangan sampai dilempar tidak jelas," sambung Ngadiran dengan nada meninggi.

Seakan harus terus bersabar dan memohon-mohon, Ngadiran, pria asal Klaten, Yogjakarta ini mengatakan, 'Oleh sebab itu kami memohon dengan hormat kepastiannya Pasar Blok A mau di bangun dengan segera atau di perlama, atau menunggu pedagang kami harus turun dulu, ngesot dulu, baru mau difikirkan."

"Jangan alasannya FS (Feasibility Study /study kelayakan) terus, kajian ini, kajian itu, dan lain- lain, kajian blok A itu kalau menurut kajian yang lama, diedit dan disesuaikan saya fikir tidak haram juga kan, orang sudah melakukan kajian lebih dulu hanya karena bagian pasar blok A mau disatukan dengan hotel, dan sekarang harapan dari bapak Presiden dan harapan Gubernur mau disatukan dengan Rusun, itu saya pikir kita dukung," papar Ngadiran.

KOPPAS Blok A, mengapresiasi keinginan Presiden dan Gubernur, agar di bagian atas dibangun dengan Rusun, dan hal tersebut bagus. "Oleh karena itu kami memohon jangan karena ini, kajian Lagi, lama lagi, kajian lagi, lama lagi, membuat kajian kalau di lembur tidak sampai seminggu selesai," cetus Ngadiran.

Lamanya pembangunan kembali Pasar Blok A, menimbulkan asumsi-asumsi terhadap Pasar Jaya. Terlebih lagi, Ngadiran mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan aduensi kepada Pasar Jaya, namun selalu gagal bertemu dengan Dirut Pasar Jaya.

Lamanya proses pembangunan menimbulkan kejanggalan bagi Ngadiran dan para pedagang, terlebih lagi pada saat DKI Jakarta dipimpin
Gubernur Djarot Saiful Hidayat, telah dilakukan groundbreaking, peletakan batu pertama.

"Pak Djarot sudah melakukan groundbreaking, peletakan batu pertama, kami dan para pedagang senang karena merasa pasar yang baru segera dikerjakan, nyatanya hingga saat ini pasar tersebut tetap saja masih rata dengan tanah, malah, mungkin batunya sudah hanyut," ungkap Ngadiran dengan menyidir PD Pasar Jaya.

Apa karena mengeluarkan uangnya pelit, saya tidak tahu juga, dan jangan pelit-pelit ini kan untuk rakyat, dan nantinya berapapun biaya yang di keluarkan yang membayar pedagang semua.

"Saya berani mengatakan Pasar Jaya itu paku sekilo tidak modal, besi sebatang tidak modal, semen satu sak tidak modal, pasir segerobak juga tidak modal, kayu sebatang juga tidak modal, biaya rapat, biaya fisik, biaya non fisik semua di hitung dan di bayar oleh pedagang dengan nilai tebus berapa permeter yang harus di hitung oleh pedagang," ungkap Ngadiran.

"Pihak Developer tadi Wa Saya dan saya di suruh menanyakan ke pihak PT Pasar Jaya, dan saya sudah bertanya ke pihak Pasar Jaya, dan jawabanya tadi nanti lagi saya hubungi pihak Pasar Jaya," sambubgnya.

Cara lainpunbtelah dilakukan KOPPAS Pasar Blok A, mempertanyakan lambatnya pembangunan kembali Pasar Blok A, yaitu dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta.

"Sebenarnya komisi B atau komisi yang manapun adalah tempat kita mengadu, tempat kita sebagai pedagang menyampaikan keluh kesahnya, dan sebenarnya kalau cerita tentang komisi sudah ada yang datang, katakanlah setahun yang lalu atau dua tahun yang lalu, sudah ada yang kunjungan salah satu anggota dewan," ungkap Ngadiran.

Ngadiran menuturkan, ketika itu bersama dengan Wagub kunjungan ke penampungan Pasar Blok A yang terbakar, dan Anggota DPRD itu bukan sekali atau dua kali datang ke lokasi pasar Blok A, bahkan sempat memberikan sifatnya bantuan sosial kepada masyarakat di sekitaran sini di lokasi pasar ini.

'Dan hal tersebut sudah disampaikan, artinya kalau itu tidak di bahas di tingkat komisi, atau di tingkat dewan ya itu berarti abai," tuturnya.

Tak kenal lelah menperjuangkan hak para pedagang, Ngadiran menuturkan upaya yang efektif biar pasar Blok A segera dibangun.

Pertama kami sudah menyampaikan kepada bapak Jokowi langsung, kemudian kami sudah menyampaikan ke Gubernur langsung, kami sudah berulang ke Dirut yang lama, tapi dengan Dirut yang baru kami sudah mengajukan surat permohonan beraudiensi.

"Tetapi ketika kami diberikan waktu untuk beraudiensi ternyata hari itu informasinya Dirutnya Sakit, ya mudah-mudahan itu sakitnya sudah sembuh, tetapi mengapa sampai hari ini kami belum juga kesempatan ketemu kembali," terangnya.

"Ketika itu yang mewakili pa Dirut adalah pa Aris yaitu Dirteknya. Dan beliau menjanjikan bukan hanya di segerakan disampaikan ke Dirut tetapi juga akan membahas secara khusus dan segera mendapat kami segera dapat jawaban," lanjut Ngadiran.

Saat itu, Ngadiran memberikan batasan waktu, minta akhir Agustus kemarin sudah dapat jawaban, tetapi sampai hari ini, kami belum di berikan jawaban.

"Ini tertunda karena apa, oh ini masih kurang ini, kurang itu, mestinya di komunikasikan, jangan di WA tidak di balas kemudian di telepon tidak di angkat, tetapi tadi di telepon di jawab, katanya sedang rapat, ini baru tadi di angkat mudah- mudahan ini sedang rapat membahas tentang pasar Blok A."

"Saya dengan teman- teman pedagang sudah menyampaikan, bahwa jika awal bulan ini dan sekarang sudah pertengahan bulan ini tidak ada respon, maka kami sudah menyampaikan jika teman- teman pedagang turun menanyakan berombongan, kami tidak bisa menahan, yang selama ini kami mencoba menahan untuk bicara dengan Direksi dan Jajaran secara perwakilan, dan kami rasa itu sudah merupakan haknya untuk para pedagang bertanya akan hak mereka," pungkas Ngadiran.* [PJ/Mer]


Komentar


20 jam yang lalu

Bitcoin Sedang Volatil, CAD Stop Mining Sementara Namun Tetap Maintenance Mesin

POROSJAKARTA.COM - Pergerakan harga Bitcoin yang volatil membuat para pelaku bisnis Crypto yang sedang tren ini harus..
Jakarta Selatan - 1 hari yang lalu

KPK Dituntut Jemput Paksa Lukas Enembe, Serta Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal Miliknya

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh di Papua, dan Lembaga LSM mendesak KPK untuk menjemput paksa..
Seleberita - 2 hari yang lalu

Ada 'Macan' di Ulang Tahun Lucie LC

POROSJAKARTA.COM, TANGERANG. Ulang tahun adalah tradisi yang dirayakan masyarakat sedunia. Jika seseorang sampai pada..
Metro - 2 hari yang lalu

Anak Buah Prabowo Sebut Puan Calon Presiden Terkuat

Porosjakarta.com, Pengamat wisata politik Arief Poyuono mengungkapkan, Puan Maharani memiliki kans paling besar untuk..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

MAKI Beberkan Lukas Enembe Sering Naik Jet Pribadi ke Luar Negeri

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) membeberkan 24 perjalanan Lukas Enembe dalam dan..
Film - 3 hari yang lalu

Tidak Ada Film Laga, FFWI 2022 Tetapkan 54 Film Nasional Masuk Tahap Penjurian

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke-12, gelaran festival perfilman yang..
Musik - 3 hari yang lalu

Antonino Salerno, Bule Asal Italia Rilis Lagu Minang

POROSJAKARTA.COM, PADANG – Belantika musik Minang sedang dibikin heboh dengan beredarnya sebuah video di..
Jakarta Timur - 4 hari yang lalu

Koordinator MAKI, Bonyamin Saiman : Lukas Enembe Berjudi di Tiga Negara

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Koordiantor Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, mengatakan Gubernur..
Jakarta Timur - 4 hari yang lalu

Kasum TNI Dengarkan Langsung Persoalan Prajurit TNI di Lebanon

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Kasum TNI Letjen Eko Margiyono melakukan kunjungan kerja meninjau langsung Prajurit TNI..
Bodetabek - 5 hari yang lalu

Pentingnya Jaminan Sosial Bagi Orang dengan TBC-RO dalam Mengurangi Beban Biaya Katastropik

Porosjakarta.com, Stop TB Partnership Indonesia (STPI) melaksanakan kegiatan diseminasi Policy Brief mengenai..
Lihat Semua

Close




Indeks

Close
Close
Close