Jumat, 02 Desember 2022 WIB

KPK Dituntut Jemput Paksa Lukas Enembe, Serta Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal Miliknya

Oleh : Merwyn Golan | Mike Wangge | Selasa, 27 September 2022 | 15:48 WIB


Sejumlah tokoh di Papua, dan Lembaga LSM mendesak KPK untuk menjemput paksa Gubernur Papua Lukas Enembe

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA – Sejumlah tokoh di Papua, dan Lembaga LSM mendesak KPK untuk menjemput paksa Gubernur Papua Lukas Enembe, dan usut tuntas tambang emas ilegalnya miliknya di Papua.

Hal ini disampaikan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan LSM seperti ICW dan lain-lain dalam sejumlah pernyataan di media hari-hari belakangan ini. Pernyataan ini didasari oleh keinginan agar hukum benar-benar bisa ditegakkan di Indonesia, tidak terkecuali, termasuk pejabat tinggi negara seperti menteri, dan gubernur.

ICW (Indonesia Coruption Whatch) dalam release di lamannya mendesak KPK agar segera lakukan penjemputan paksa terhadap Lukas Enembe bila yang bersangkutan mangkir lagi dari panggilan yang ketiga. Berdasarkan Pasal 112 KUHAP, seseorang yang dipanggil sebagai saksi maupun tersangka memiliki kewajiban hukum untuk menghadirinya.

“Jika Lukas terus menerus mangkir, sudah selayaknya KPK segera melakukan upaya hukum berupa penjemputan paksa. Hal inipun sejalan dengan Pasal 50 ayat (1) KUHAP yang menyatakan bahwa tersangka berhak mendapatkan pemeriksaan oleh penyidik dan selanjutnya dapat diajukan kepada penuntut umum.

ICW menyebutkan, opsi lain yang mungkin bisa dillakukan oleh KPK adalah menangkap dan menahan Lukas. Pasal 17 KUHAP mensyaratkan dua hal kepada aparat penegak hukum yang ingin melakukan penangkapan, yakni, perkara sudah naik ke tahap penyidikan dan status orang tersebut sebagai tersangka.

Bahkan, jika kemudian Lukas ditangkap, KPK pun dapat langsung melakukan penahanan seperti diatur dalam Pasal 21 KUHAP dengan alasan-alasan tertentu, misalnya, kekhawatiran tersangka akan melarikan diri. Dengan itu diyakini proses hukum terhadap Lukas dapat berjalan lancar dan siap untuk segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat di Papua meminta agar Lukas Enembe segera mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka juga meminta agar masyarakat yang menjadi tameng mangkirnya pemanggilan terhadap Lukas untuk tidak melindungi orang yang melakukan tindak pidana korupsi.

Apa yang dilakukan oleh Lukas Enembe telah melukai perasaan semua masyarakat Papua, karena tindakan korupsinya menyebabkan masyarakat Papua tetap miskin dan tidak diperhatikan sebagaimana mestinya.

Mereka juga meminta agar KPK dan Keplisian RI mengusut dana-dana Otsus yang diduga digunakan oleh Lukas Enembe untuk kepentingan pribadinya. Dana Otsus yang sesungguhnya untuk memajukan masyarakat Papua nyatanya banyak yang salah sasaran, bukan ke masyarakat pengguna yang tepat sasaran tetapi ke kantong para pejabat daerah dari tingkat gubernur, bupati, dan camat.

Tokoh masyarakat juga meminta agar Kepolisian Polda Papua, maupun KPK mengusut tuntas tambang emas mililk Lukas Enembe di Papua. Kalau praktek tambang sudah lama mengapa tidak memiliki izin, dan bagaimana prosedur pembukaan tambang tersebut supaya diusut tuntas.* [PJ/Mike Wangge]


Komentar


Arena - 5 jam yang lalu

Berangkat Biaya Sendiri, Pegulat DKI Ukir Sukses di Kejurnas Gulat Senior Puan Maharani Cup di Medan

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Empat pegulat DKI Jakarta berhasil mengukir sukses meraih satu medali emas, satu medali..
Metro - 8 jam yang lalu

Polresta Bandara Soekarno Hatta Gelar Donor Darah Peringati 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG -Polresta Bandara Soekarno Hatta (BSH) menggelar donor darah dalam rangka..
Metro - 11 jam yang lalu

Pakar UI, ITB, USU, UHAMKA Sepakat Mengimbau BPOM Tidak Perlu Memaksakan Pelabelan BPA Galon Guna Ulang

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Polemik wacana Pelabelan BPA AMDK Galon menjadi topik menarik dalam diskusi media, yang..
Metro - 1 hari yang lalu

Menang Gugatan, UNKRIS Wajib Bayar Rp 500 juta ke Risma

POROSJAKARTA.COM, PASAR BARU  - Mahasiswi S3 Doktor Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Dra. Risma..
Karang Taruna - 1 hari yang lalu

PJ Gubernur akan Lantik SAKTISAKATA untuk Bantu Warga Jakarta

POROSJAKARTA.COM, KEBON SIRIH - PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menerima pengurus Karang Taruna DKI Jakarta..
Jakarta Barat - 1 hari yang lalu

70 Mobil Pemadam Berjibaku Padamkan Api di Kebon Jeruk

POROSJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Kebakaran melanda sebuah bangunan semi permanen di Kelurahan Kebon Jeruk, Kebon..
Metro - 1 hari yang lalu

Aksi Polisi Baik kepada Petugas Pembersih Gedung Tinggi

POROSJAKARTA.COM, CENGKARENG-Aksi Simpatik Personel Polresta BSH Beri Air Minum ke Petugas Pembersih Kaca Gedung..
Film - 1 hari yang lalu

Awi Suryadi Siap Berbagi Ilmu Di Acara 'Ngobrasin', Ngobrol Soal Sinema

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Awi Suryadi sutradara film KKN Desa Penari yang sukses meraup 9.2 juta penonton..
Metro - 2 hari yang lalu

Poros Rawamangun & Korban Gangguan ginjal akut, Bakal Mengadu ke Unicef dan WHO

POROSJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Boleh dikatakan bahwa kasus gagal ginjal akut progresif atipikal adalah darurat..
Transportasi - 3 hari yang lalu

OSIS SMP Negeri 268 Jakarta Jalani Program Eduwisata Transportasi Modern LRT

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan peserta didik dan sekaligus ikut mensosialisasiakan..
Lihat Semua

Close





Close
Close
Close