Sabtu, 25 Pebruari 2017 WIB

Close

Mendambakan Jakarta Bebas Asap Rokok

Oleh : Mansyur Barus | Senin, 07 Maret 2016 | 12:17 WIB



POROSJAKARTA - Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi orang yang merokok di negeri ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan telah memiliki beberapa Peraturan Daerah yang mengatur masalah kawasan bebas asap rokok, khususnya membuat kawasan-kawasan yang bebas asap rokok, sehingga para perokok sulit untuk merokok di tempat-tempat yang dijadikan kawasan bebas asap rokok.

Namun kenyataannya, aturan yang sudah ada itu banyak yang dilanggar. Pengemudi angkutan kota masih sering kita jumpai merokok sambil mengemudikan kendaraannya, sementara beberapa penumpung di dalam angkot tersebut hanya bisa pasrah, tidak berani melarang, meski tahu bahwa angkutan umum merupakan salah satu tempat yang bebas asap rokok.

Apalagi mobil pribadi, tidak jarang kita temui jendala mobil dibuka lebar-lebar dan semua penumpangnya merokok. Mungkin dalam pikiran mereka, mobil adalah milik mereka sehingga bisa digunakan sesuka hati. Mereka tidak sadar asap rokok mereka-mereka itu mencemari udara sekitarnya, dan tentu saja partikel-partikel halus yang keluar dari asap rokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan orang-orang di sekitarnya.

Jadi bisa bisa kita bayangkan bagaimana dampaknya jika seluruh perokok di Jakarta yang jumlahnya 2,2 juta berkumpul bersama dan bersama-sama pula menyulut rokok dalam waktu bersamaan, betapa mengerikan asap yang akan muncul dari pembakaran rokok oleh 2,2 juta manusia itu. Pada saat bersamaan disulut 2,2 juta batang rokok, jika satu bungkus rokok isinya 10 batang, maka yang disulut adalah 220.000 bungkus rokok.

Yang menyeramkan, asap rokok merupakan campuran dari gas dan partikel yang mengandung lebih dari 4.000 zat kimia mematikan yang biasa ditemukan dalam pelarut cat (aseton), pembersih toilet (amoniak), racun tikus (sianida), insektisida (DDT) dan asap knalpot (kabon monoksida). Menurut hasil penelitian 50 dari zat beracun yang terdapat dalam asap rokok dapat menyebabkan kanker dan penyakit serius lainnya.

Menyadari akan bahaya merokok ini, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta saat ini sedang membahas Raperda Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Bahkan sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah memilki peraturan tentang larangan merokok di tempat-tempat tertentu. Dan sejak tahun 2010 tempat kusus merokok di tempat umum dan tempat kerja telah dihapuskan. Oleh karena itu, kita tidak akan menjumpai lagi tempat khusus merokok di tempat umum dan tempat kerja yang merupakan tempat dilarang merokok.

Penghapusan tempat khusus merokok di gedung perkantoran dan tempat-tempat tertentu tersebut bukan mengada-ngada, tetapi berdasarkan bukti pengukuran kadar nikotin di udara dan partikel sangat halus di gedung-gedung Jakarta, yang dilakukan di 120 titik sampel tahun 2009. Hasilnya sangat mengejutkan karena kadar nikotin di udara yang dapat dideteksi ditemukan di semua bagian gedung, bukan hanya di tempat khusus merokok.

Ternyata penggunaan ventilasi, filter udara dan area/kawasan merokok tidak melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok orang lain. Bahkan asosiasi ahli ventilasi terkemuka menyimpulkan cara yang paling efektif menghilangkan resiko kesehatan terkait dengan pajanan asap rokok di tempat yang tertutup adalah dengan melarang aktivitas merokok.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat bulan puasa maka restoran, mal, hotel sangat rendah kadar partikel halus yang ditemukan di sana, bahkan turun hampir 2/3 dibandingkan hari-hari biasa. Oleh karena itu suatu tempat bisa dikatakan aman dari partikel-partikel halus yang berasal dari asap rokok adalah jika di tempat itu 100% dijadikan kawasan dilarang merokok. Hanya kawasan tidak boleh merokok saja yang bisa dijamin bebas dari partikel halus dari asap roko, meskipun sebenarnya di sana ada partikel halus lainnya, yang bukan berasal dari asap rokok.

Memperluas kawasan bebas asap rokok memang menjadi dambaan, namun pada kenyataannya ada target yang ingin dicapai yaitu PAD melalui pajak rokok. PAD dari pajak rokok setiap tahun diharapkan meningkat, bertolak belakang dengan itu, masyarakat makin di tidak bebas merokok.

Yang harus dipedomani dalam hal ini adalah faktor kesehatan. Apapun yang menjadi penghambat, kesehatan masyarakat merupakan masalah utama yang menjadi target Pemprov DKI Jakarta. Aturan merokok makin diperketat, sejalan dengan itu kesehatan masyarakat semakin terjamin.[]


#DPRD DKI #Rokok #Raperda #Kawasan bebas rokok

Komentar


Jakarta Pusat - 50 menit yang lalu

Waspadai Hujan Disertai Petir Mulai Siang Di Jabodetabek

KEMAYORAN, PJ – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Jakarta dan..
Bodetabek - 6 jam yang lalu

HUT TMP ke-9 Gelar Kirab Budaya ‘Pancasila Rumah Kita’ di Karawang

KARAWANG, PJ – Kirab budaya bertajuk ‘Pancasila Rumah Kita’ akan digelar oleh organisasi sayap PDI..
Bodetabek - 7 jam yang lalu

Polresta Depok Tangkap, Tiga PNS Pemkot Depok Tersangka Pungli

DEPOK, PJ- Polresta Depok menetapkan tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai tersangka dugaan pungutan liar ( Pungli)..
Jakarta Timur - 8 jam yang lalu

KPUD : Rekapitulasi Suara Pilkada DKI Jakarta Tingkat Kota Telah Rampung

RAWAMANGUN, PJ – Rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota pada Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) DKI Jakarta..
Bodetabek - 9 jam yang lalu

Kubu Sa’duddin-Ahmad Dhani Tolak Hasil Pleno KPUD Bekasi

BEKASI, PJ – Kubu Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bekasi, Sa’duddin - Ahmad Dhani menolak..
Jakarta Selatan - 10 jam yang lalu

Pengamanan Akan di Tambah Pada Sidang Lanjutan Ahok

KEBAYORAN BARU, PJ – Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahya Purnama (Ahok)...
Jakarta Pusat - 11 jam yang lalu

Partai Golkar Akan Tetap Solid Menangkan Ahok-Djarot

MENTENG, PJ – Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama-Djarot Saiful..
Jakarta Selatan - 13 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia Siap Sambut Rombongan Raja Arab Saudi

KEBAYORAN BARU, PJ –Kementerian Luar Negri (Kemenlu) menyebut kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Abdulaziz Al..
Nusantara - 15 jam yang lalu

Antisipasi Bencana di Jabar, Aher Minta Kepala BPBD Bentuk Tim URC

BANDUNG, PJ – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku saat ini belum menetapkan Provinsi Jawa Barat..
Nusantara - 15 jam yang lalu

Bupati Purwakarta : Masyarakat Sabar Tunggu Kepastian Konser Air Mancur Sri Baduga

PURWAKARTA, PJ – Garis Polis Line (Polisi) yang dipasang dipintu keluar dan pintu masuk Kompek Situ Bulued,..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close