Kamis, 30 Maret 2017 WIB

Close

Mendambakan Jakarta Bebas Asap Rokok

Oleh : Mansyur Barus | Senin, 07 Maret 2016 | 12:17 WIB



POROSJAKARTA - Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi orang yang merokok di negeri ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan telah memiliki beberapa Peraturan Daerah yang mengatur masalah kawasan bebas asap rokok, khususnya membuat kawasan-kawasan yang bebas asap rokok, sehingga para perokok sulit untuk merokok di tempat-tempat yang dijadikan kawasan bebas asap rokok.

Namun kenyataannya, aturan yang sudah ada itu banyak yang dilanggar. Pengemudi angkutan kota masih sering kita jumpai merokok sambil mengemudikan kendaraannya, sementara beberapa penumpung di dalam angkot tersebut hanya bisa pasrah, tidak berani melarang, meski tahu bahwa angkutan umum merupakan salah satu tempat yang bebas asap rokok.

Apalagi mobil pribadi, tidak jarang kita temui jendala mobil dibuka lebar-lebar dan semua penumpangnya merokok. Mungkin dalam pikiran mereka, mobil adalah milik mereka sehingga bisa digunakan sesuka hati. Mereka tidak sadar asap rokok mereka-mereka itu mencemari udara sekitarnya, dan tentu saja partikel-partikel halus yang keluar dari asap rokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan orang-orang di sekitarnya.

Jadi bisa bisa kita bayangkan bagaimana dampaknya jika seluruh perokok di Jakarta yang jumlahnya 2,2 juta berkumpul bersama dan bersama-sama pula menyulut rokok dalam waktu bersamaan, betapa mengerikan asap yang akan muncul dari pembakaran rokok oleh 2,2 juta manusia itu. Pada saat bersamaan disulut 2,2 juta batang rokok, jika satu bungkus rokok isinya 10 batang, maka yang disulut adalah 220.000 bungkus rokok.

Yang menyeramkan, asap rokok merupakan campuran dari gas dan partikel yang mengandung lebih dari 4.000 zat kimia mematikan yang biasa ditemukan dalam pelarut cat (aseton), pembersih toilet (amoniak), racun tikus (sianida), insektisida (DDT) dan asap knalpot (kabon monoksida). Menurut hasil penelitian 50 dari zat beracun yang terdapat dalam asap rokok dapat menyebabkan kanker dan penyakit serius lainnya.

Menyadari akan bahaya merokok ini, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta saat ini sedang membahas Raperda Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Bahkan sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah memilki peraturan tentang larangan merokok di tempat-tempat tertentu. Dan sejak tahun 2010 tempat kusus merokok di tempat umum dan tempat kerja telah dihapuskan. Oleh karena itu, kita tidak akan menjumpai lagi tempat khusus merokok di tempat umum dan tempat kerja yang merupakan tempat dilarang merokok.

Penghapusan tempat khusus merokok di gedung perkantoran dan tempat-tempat tertentu tersebut bukan mengada-ngada, tetapi berdasarkan bukti pengukuran kadar nikotin di udara dan partikel sangat halus di gedung-gedung Jakarta, yang dilakukan di 120 titik sampel tahun 2009. Hasilnya sangat mengejutkan karena kadar nikotin di udara yang dapat dideteksi ditemukan di semua bagian gedung, bukan hanya di tempat khusus merokok.

Ternyata penggunaan ventilasi, filter udara dan area/kawasan merokok tidak melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok orang lain. Bahkan asosiasi ahli ventilasi terkemuka menyimpulkan cara yang paling efektif menghilangkan resiko kesehatan terkait dengan pajanan asap rokok di tempat yang tertutup adalah dengan melarang aktivitas merokok.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat bulan puasa maka restoran, mal, hotel sangat rendah kadar partikel halus yang ditemukan di sana, bahkan turun hampir 2/3 dibandingkan hari-hari biasa. Oleh karena itu suatu tempat bisa dikatakan aman dari partikel-partikel halus yang berasal dari asap rokok adalah jika di tempat itu 100% dijadikan kawasan dilarang merokok. Hanya kawasan tidak boleh merokok saja yang bisa dijamin bebas dari partikel halus dari asap roko, meskipun sebenarnya di sana ada partikel halus lainnya, yang bukan berasal dari asap rokok.

Memperluas kawasan bebas asap rokok memang menjadi dambaan, namun pada kenyataannya ada target yang ingin dicapai yaitu PAD melalui pajak rokok. PAD dari pajak rokok setiap tahun diharapkan meningkat, bertolak belakang dengan itu, masyarakat makin di tidak bebas merokok.

Yang harus dipedomani dalam hal ini adalah faktor kesehatan. Apapun yang menjadi penghambat, kesehatan masyarakat merupakan masalah utama yang menjadi target Pemprov DKI Jakarta. Aturan merokok makin diperketat, sejalan dengan itu kesehatan masyarakat semakin terjamin.[]


Komentar


Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Wiranto: Indonesia-Prancis Sepakati Kerjasama Brantas Terorisme Siber

GAMBIR, PJ – Dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Prancis, Francois Hollande di Istana Merdeka...
Jakarta Pusat - 5 jam yang lalu

M Iriawan: Pilkada Putaran Kedua, TNI Ikut Berjaga di Setiap TPS

SENEN, PJ – Saat pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 19 April 2017 nanti, petugas pengamanan akan..
Nusantara - 6 jam yang lalu

Mulai 1 April, Gubernur Jatim Berlakukan Aturan Angkutan Berbasis Online

SURABAYA, PJ – Mulai 1 April 2017, guna mengatur dan menata angkutan berbasis aplikasi online. sehingga tidak..
Jakarta Pusat - 6 jam yang lalu

Triana: Upaya Nyata Ahok-Djarot Berkarya Bagi Umat Islam

MENTENG, PJ - Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, selama ini..
Jakarta Barat - 7 jam yang lalu

Eceng Gondok di Waduk Puri Mansion Dibersihkan

GAMBIR, PJ – Eceng gondok di Waduk Puri Mansion di Jalan Lingkar Luar Barat, Kembangan Selatan, Kembangan,..
Jakarta Pusat - 7 jam yang lalu

Ahok Menerima Dukungan Ribuan Guru Swasta di DKI Jakarta

MENTENG, PJ - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menerima dukungan dari ribuan guru swasta..
Bodetabek - 7 jam yang lalu

7 Kurir Sabu Antardaerah Menyelundupkan Sabu 5,9 Kg Digagalkan Petugas Bandara Soetta

TANGERANG, PJ - Seorang wanita, FB (26), nekat bergabung dalam jaringan narkotika dan menjadi kurir sabu antardaerah...
Jakarta Selatan - 8 jam yang lalu

Sebanyak 1.257 Ekor Sapi Telah Divaksin Sudin KPKP Jaksel

KEBAYORAN BARU, PJ – Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan sudah memvaksin..
Jakarta Pusat - 8 jam yang lalu

Sobary : Ahok Tidak Menista Agama, Tapi Dinistakan Oleh Jubah-Jubah Agama

GAMBIR, PJ - Budayawan Mohamad Sobary menilai kasus yang menimpa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama..
8 jam yang lalu

Bangun TPA & Renovasi Masjid di Kampung Amrozi, Bukti Negara Hadir di Hulu Masalah Terorisme

CAWANG, PJ - Setelah membangun pesantren dan masjid Al Hidayah di Sumatera Utara, Badan Nasional Penanggulann..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close