Rabu, 12 Desember 2018 WIB

Ribuan Warga Sangihe Jabodetabek Gelar Tulude

Oleh : Fuad Rohimi | Kamis, 11 Pebruari 2016 | 08:01 WIB



JAKUT - Warga Sangihe se-Jabodetabek menggelar upacara adat Tulude. Upacara perwujudan rasa syukur kepada Tuhan itu diadakan di GOR Jakarta Utara, Sabtu (6/2/2016).

Upacara adat yang digelar setiap tahun ini, merupakan acara ketiga yang dilakukan di Jabodetabek oleh keluarga besar Tampungan Lawo. Dalam acara tersebut digelar beragam kesenian musik dan tari-tarian khas Sangihe seperti, Tarian Salo, Gunde, Alabadiri dan Upase.

Anggota DPRD Pemprov DKI Jakarta, Steven Setiabudi Musa yang juga merupakan salah satu tokoh muda Sangihe, mengatakan‎ upacara adat Tulude merupakan acara yang dilakukan rutin setiap tahun oleh warga Sangihe se-Jabodetabek.

“‎Upacara ini memiliki makna bahwa sebagai manusia yang sudah diberikan berkat oleh Tuhan maka sudah selayaknya kita mengucapkan syukur kepada-Nya dan memohon agar di tahun yang baru tuntunan Tuhan menyertai langkah kehidupan kita,” ujar Steven, Sabtu (6/2/2016) malam di GOR Jakarta Utara, Kecamatan Tanjung Priok.

Dengan diselenggarakan acara adat Tulude, ia berharap generasi muda Sangihe dapat melestarikan dan menghargai budayanya sehingga tidak kehilangan identitas budaya di tengah terbukanya Indonesia dalam perdagangan bebas.

“Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menjadi kegiatan rutin bagi generasi muda, karena upacara ini adalah hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Sangihe yang telah dilakukan selama ratusan tahun lalu,” tambah anggota DPRD Fraksi PDIP Komisi E itu.

Steven sangat prihatin melihat kondisi masih banyak generasi muda khususnya masyarakat Sangihe telah melupakan Upacara Adat Tulude.

“Kalau boleh dibilang anak-anak muda, khususnya dibawah saya sudah lupa budaya asalnya. Semoga menjadi kegiatan rutin bagi generasi muda. Acara ini adalah hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Sangihe yang telah berabad-abad silam,” ujarnya.
Tokoh Adat dan Tamu Kehormatan pada acara adat Tulude, di GOR Jakarta Utara, (06/02/2016)-foto Dok posfilm
Tokoh Adat dan Tamu Kehormatan pada acara adat Tulude, di GOR Jakarta Utara, (06/02/2016)-foto Dok posfilm

Penasihat Keluarga Tampungan Lawo Jabodetabek, Simson Katiandago menjelaskan upacara adat ‎Tulude memiliki tiga makna utama, yakni mensyukuri berkat Tuhan dari tahun yang sudah berlalu, memohon ampun atas kekeliruan dan kesalahan di tahun yang silam, berdoa dan memohon untuk kesuksesan di tahun yang baru‎‎

Sementara itu‎, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Pemprov DKI Jakarta, Firmansyah yang hadir sebagai tamu kehormatan, mengaku merasa ‎senang karena upacara Tulude 2016 bisa digelar di GOR Jakarta Utara‎.

“Kami merasa terhormat acara ini bisa diadakan di GOR kami, bapak Ahok juga sangat senang GOR bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga Jakarta dan tidak mengenal suku dan agama,” kata Firmansyah.

Ia m‎elihat kegiatan Tulude tersebut sangat bermanfaat bagi seluruh warga, karena mengajarkan seluruh manusia untuk selalu bisa bersyukur atas pencapaian masa lalu dan berbuat lebih baik di tahun yang baru.

“Saya mengajak kepada seluruh keluarga besar untuk membangun kota Jakarta menjadi lebih besar, peran warga Jakarta ini penting sekali. Pemprov DKI tidak akan bisa bergerak maju tanpa dukungan dari masyarakat‎,” tambahnya.

Menurut Firmansyah, dengan dilaksanakannya upacara adat Tulude 2016 bisa menjadi identitas budaya bangsa yang bisa ditampilkan pula di berbagai event olah raga internasional yang akan dilakukan di Indonesia.

‎”Tahun ini kita ada Festival Olah Raga Masyarakat Dunia pada 6-10 Oktober nanti, di 2018 kita ada Asian Games menjadi tuan rumah setelah 58 tahun menunggu. Sudah selayaknya saat dalam pembukaan ataupun penutupan diperkaya dengan tarian ataupun pertunjukan budaya bangsa supaya lebih dikenal dunia,” lanjutnya.

Meskipun hujan hujan deras yang mengguyur sekitar area GOR Jakarta Utara tidak memutus kemeriahan dan kekhusyukan dilangsungkannya upacara Tulude 2016.

Berbagai lagu rohani Kristiani membuka acara tersebut, yang kemudian dibuka dengan sambutan ‎Bupati Sangihe yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Sangihe.

‎Setelah itu diadakan pula pemotongan kue adat Banua, serta beragam lagu daerah dan tarian khas Sangihe seperti Tarian Musurai‎, Tari Alabadiri, Tarian Salo, Tarian Gundae‎, yang diakhiri dengan jamuan makan malam.

Perkumpulan Keluarga ‘Tampungan Lawo’ yang sebagian besar masyarakat Sangihe ini, mulai dibentuk pada Juni 1986 dan memilki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada 12 Agustus 2007.

Nama Tampungan Lawo diambil dari sebuah nama kerajaan pertama di Sangihe. Upacara Adat Tulude biasanya dilaksanakan rutin oleh masyarakat setiap tahunnya pada 31 Januari, sekaligus hari ulang tahun Kepulauan Sangihe. Selain upacara bersifat religi, juga menampilkan budaya asli Sangihe.
[]

 

 

 


Komentar


Jakarta Selatan - 9 jam yang lalu

Sisca Dewi : Saya Lebih Takut Dosa

PJ, PASAR MINGGU – Usai sidang kasus pencemaran nama baik dan pemerasan, terdakwa Sisca Dewi mengaku tidak..
Jakarta Pusat - 11 jam yang lalu

Silaturahim Bersama Ajak Relawan WIN Jaga Kerukunan dan Toleransi

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Relawan WAhana Cinta NKRI atau (WIN) berkumpul Menyanyi, menari serta berjoget bersama..
Jakarta Timur - 2 hari yang lalu

Menteri Yohana : Lansia Belum Diperhatian Secara Optimal

POROSJAKARTA.COM, TMII - Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI) Yohana Yambise..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

Ketua PKRI, Stevanus Wetipo Mengutuk Keras Kelompok KKP Membunuh 31 Karyawan Pekerja Jalan Trans Papua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Ketua Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Stevanus S. Wetipo mengutuk keras tindakan..
Jakarta Pusat - 1 minggu yang lalu

Kuasa Hukum Hutomo Mandala Putra, Erwin Kallo: Kami bukan Pemilik Gedung Granadi, Kami Hanya Penyewa

POROSJAKARTA.COM, JAKARTA - Maraknya berita-berita yang tidak benar tentang disitanya gedung Granadi terkait..
Jakarta Timur - 1 minggu yang lalu

PKRI MENOLAK RENCANA AKSI MAHASISWA PAPUA SE JAWA BALI TANGGAL 1 DESEMBER 2018

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) menolak keras semua bentuk aksi..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Panglima TNI: Latihan Operasi Gabungan Tingkatkan Profesionalisme TNI

POROSJAKARTA.COM, SITOBONDO - Latihan Operasi Gabungan di Puslatpur Marinir 5 Baluran Situbondo, yang digelar dalam..
Sosok - 1 minggu yang lalu

Prof YK : Satgas Peradilan RI Hadir di Gorontalo Kawal Pelanggaran Hukum dan HAM

POROSJAKARTA.COM, MENTENG - Kehadiran Satuan Tugas Peradilan Rakyat Indonesia atau Satgas Peradilan RI dibawah..
Nusantara - 1 minggu yang lalu

Bagikan Buku Gratis Dalam Rangka Peduli Pendidikan di Puncak Jaya

POROSJAKARTA.COM, PAPUA -Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya berkunjung  ke pemukiman..
Film - 2 minggu yang lalu

Film One Cut Of The Dead (2018): Horor Thriller Zombie dari Jepang

POROSJAKARTA.COM -  Film One Cut of the Dead, yang memiliki judul lain Camera wo Tomeru na, adalah film Jepang..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close