Sabtu, 29 April 2017 WIB

Close

Keamanan Pengguna Kendaraan Umum Jadi Prioritas

Oleh : Mansyur Barus | Senin, 21 Maret 2016 | 12:02 WIB



 

Senin 14 Maret 2016 yang lalu sopir angkutan umum, terbanyak sopir taksi dan bajaj lakukan unjuk rasa di depan kantor gubernur DKI Jakarta atau Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menurut infromasi Selasa 22 Maret 2016, tidak kurang dari 5.000 pengemudi taksi, bajaj dan angkutan umum lainnya kembali akan melakuka unjuk rasa. Kali ini unjuk rasa dipusatkan di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Selatan. Selain itu para pengunjuk rasa juga mengirim utusan ke Kantor Kemenkoinfo sebanyak 20 orang.

Tuntutan para pengemudi taksi dan angkutan umum ini jelas, yaitu agar pemerintah membekukan perusahaan aplikasi yang menjadi perantara beroperasinya angkutan ilegal menggunakan plat hitam seperti Grab Car, Uber Car serta perusahaan aplikasi lain.  

Para pengemudi angkutan umum ini merasakan pendapatan mereka bekurang sejak angkutan menggunakan aplikasi ini beroperasi di Jakarta. Dengan adanya angkutan menggunakan aplikasi ini, para pengemudi angkutan umum tidak mampu memenuhi setoran kepada pemilik kendaraan, sehingga mereka harus menentukan pilihan mengurangi setoran atau tidak membawa uang untuk keluarga.

Namun apa yang mereka tuntut ini berbeda dengan apa yang dirasakan oleh para pengguna angkutan umum berbasis aplikasi ini. Para pengguna merasa ada kenyamanan dan keamanan dengan adanya Grab Car maupun Urban Car atau Urban Taksi. Mereka merasa aman karena jelas mobil yang digunakan dan sopir yang menjadi pengemudi. Dan sampai saat ini belum pernah terjadi sesuatu yang merugikan para penumpang angkutan umum berbasis aplikasi ini.

Berbeda dengan angkutan umum lainnya, sudah banyak penumpang angkutan umum, apakah itu taksi, angkot dan sebagainya, menjadi korban dari pengemudi angkutan umum itu sendiri, seperti diperkosa, atau sopirnya bekerjasama dengan orang lain. Dan biasanya sulit melacak sopir angkutan umum yang telah melakukan kejahatan terhadap penumpangnya itu.

Yang menjadi persoalan dalam hal ini adalah pemerintah sepertinya mengijinkan angkutan umum tidak resmi beroperasi di Jakarta. Padahal sudah jelas aturan yang mengatur mengenai angkutan umum ini. Dengan beroperasi tanpa ijin seperti sekarang ini, tentu saja perusahaan angkutan umum berbasis apalikasi ini tidak membayar pajak, sehingga mereka bisa menawarkan harga yang lebih murah. Di sinilah persaingan tidak sehat itu terjadi. Satu membayar pajak, yang satu lagi tidak membayar pajak, tentu mengakibatkan persaingan tidak sehat terjadi.

Agar terjadi persaingan yang sehat, pemerintah harus segera membuat aturan mengenai angkutan umum berbasis aplikasi ini. Semua ketentuan mengenai angkutan umum harus berlaku untuk semua angkutan umum, termasuk yang berbasis aplikasi, jangan ada yang dianaktirikan. Semua harus berplat kuning, menjalani KIR, pengemudinya memiliki SIM A Umum atau aturan yang berlaku lainnya.

Rasa aman dan nyaman bagi penumpang, seperti yang dirasakan saat ini bagi pengguna angkutan berbasis aplikasi, seharusnya menjadi salah satu cara bagi angkutan umum untuk memberikan layanan kepada para penumpangnya. Semua angkutan umum harus meningkatkan pelayanannya, sehingga para penumpang merasa aman menggunakannya.

Masalah ini harus segera diselesaikan pemerintah agar tidak berlarut-larut, pengemudi angkutan umum terus melakukan unjuk rasa. Unjuk rasa sopir angkutan umum seperti ini sangat merugikan masyarakat pengguna angkutan umum, sekaligus tentunya meruginan negara, karena produktivitas para pekerja menurun akibat terganggu angkutan umum.

 

 


Komentar


Jakarta Timur - 21 menit yang lalu

Program Penataan PKL Prioritas Pemkot Jaktim

CAWANG, PJ – Pemerintah Kota (Pemkot) Adminitrasi Jakarta Timur mengupayakan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL)..
DPRD - 2 jam yang lalu

DPRD DKI: Renovasi Gedung Sekolah Harus Segera DIrealisasikan

GAMBIR, PJ – Usulan perencanaan rehabilitasi sekolah yang telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah..
Jakarta Selatan - 3 jam yang lalu

Razia Parkir Liar di Jaksel 33 Kendaraan Ditindak

KEBAYORAN BARU, PJ – Guna memberikan efek jera kepada pengendara yang memarkirkan kendaraannya sembarangan...
Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Menkominfo: Lembaga Cyber Nasional Akan Segera Dibentuk

GAMBIR, PJ – Situs resmi telkomsel diretas hacker memprotes pemberlakuan tarif kuota internet, yang dirasa..
Jakarta Utara - 5 jam yang lalu

Bazar Murah, Pakaian Impor Warnai Kalijodo Kreatif Festival 2017

PENJARINGAN, PJ - Hadirnya Stand di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo melengkapi Kalijodo Kreatif Festival..
Bodetabek - 6 jam yang lalu

Program Gebrak Pakumis Akan Membedah 1.000 Rumah

TANGERANG, PJ - Pemkab Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Perumahan,..
Jakarta Utara - 6 jam yang lalu

Lukisan Dinding Menjadi Arena Foto Dalam Kalijodo Kreatif Festival 2017

PENJARINGAN, PJ - Dinding setinggi kurang lebih 10 meter itu menjadi pelengkap RTH Kalijodo. Corak dan warna lukisan..
Jakarta Selatan - 7 jam yang lalu

Dua Kubu Musprov KONI DKI Mencair, Alex Asmasoebrata – Raja Sapta Elvian Berpelukan

KEBAYORAN BARU, - PJ – Dua kubu Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI DKI Jakarta tampaknya berada di ambang..
Jakarta Utara - 7 jam yang lalu

Kemeriahan Malam Akhir Pekan di RPTRA Kalijodo

PENJARINGAN, PJ - Ketika matahari terlihat mulai turun dari peraduannya, dan senja mulai merayap turun kebumi...
Balaikota - 8 jam yang lalu

Kantor Kelurahan Buka Pendaftaran BPJS Kesehatan, Warga DKI dan Luar DKI Bisa Mendaftar

GAMBIR, PJ - Direktur Kepesertaan dan Pemasaran Badan Peylenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Andayani Budi..
Lihat Semua

Close
Close



Indeks


Close
Close
Close