Rabu, 28 Juni 2017 WIB

Close
Close

Keamanan Pengguna Kendaraan Umum Jadi Prioritas

Oleh : Mansyur Barus | Senin, 21 Maret 2016 | 12:02 WIB



 

Senin 14 Maret 2016 yang lalu sopir angkutan umum, terbanyak sopir taksi dan bajaj lakukan unjuk rasa di depan kantor gubernur DKI Jakarta atau Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menurut infromasi Selasa 22 Maret 2016, tidak kurang dari 5.000 pengemudi taksi, bajaj dan angkutan umum lainnya kembali akan melakuka unjuk rasa. Kali ini unjuk rasa dipusatkan di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Selatan. Selain itu para pengunjuk rasa juga mengirim utusan ke Kantor Kemenkoinfo sebanyak 20 orang.

Tuntutan para pengemudi taksi dan angkutan umum ini jelas, yaitu agar pemerintah membekukan perusahaan aplikasi yang menjadi perantara beroperasinya angkutan ilegal menggunakan plat hitam seperti Grab Car, Uber Car serta perusahaan aplikasi lain.  

Para pengemudi angkutan umum ini merasakan pendapatan mereka bekurang sejak angkutan menggunakan aplikasi ini beroperasi di Jakarta. Dengan adanya angkutan menggunakan aplikasi ini, para pengemudi angkutan umum tidak mampu memenuhi setoran kepada pemilik kendaraan, sehingga mereka harus menentukan pilihan mengurangi setoran atau tidak membawa uang untuk keluarga.

Namun apa yang mereka tuntut ini berbeda dengan apa yang dirasakan oleh para pengguna angkutan umum berbasis aplikasi ini. Para pengguna merasa ada kenyamanan dan keamanan dengan adanya Grab Car maupun Urban Car atau Urban Taksi. Mereka merasa aman karena jelas mobil yang digunakan dan sopir yang menjadi pengemudi. Dan sampai saat ini belum pernah terjadi sesuatu yang merugikan para penumpang angkutan umum berbasis aplikasi ini.

Berbeda dengan angkutan umum lainnya, sudah banyak penumpang angkutan umum, apakah itu taksi, angkot dan sebagainya, menjadi korban dari pengemudi angkutan umum itu sendiri, seperti diperkosa, atau sopirnya bekerjasama dengan orang lain. Dan biasanya sulit melacak sopir angkutan umum yang telah melakukan kejahatan terhadap penumpangnya itu.

Yang menjadi persoalan dalam hal ini adalah pemerintah sepertinya mengijinkan angkutan umum tidak resmi beroperasi di Jakarta. Padahal sudah jelas aturan yang mengatur mengenai angkutan umum ini. Dengan beroperasi tanpa ijin seperti sekarang ini, tentu saja perusahaan angkutan umum berbasis apalikasi ini tidak membayar pajak, sehingga mereka bisa menawarkan harga yang lebih murah. Di sinilah persaingan tidak sehat itu terjadi. Satu membayar pajak, yang satu lagi tidak membayar pajak, tentu mengakibatkan persaingan tidak sehat terjadi.

Agar terjadi persaingan yang sehat, pemerintah harus segera membuat aturan mengenai angkutan umum berbasis aplikasi ini. Semua ketentuan mengenai angkutan umum harus berlaku untuk semua angkutan umum, termasuk yang berbasis aplikasi, jangan ada yang dianaktirikan. Semua harus berplat kuning, menjalani KIR, pengemudinya memiliki SIM A Umum atau aturan yang berlaku lainnya.

Rasa aman dan nyaman bagi penumpang, seperti yang dirasakan saat ini bagi pengguna angkutan berbasis aplikasi, seharusnya menjadi salah satu cara bagi angkutan umum untuk memberikan layanan kepada para penumpangnya. Semua angkutan umum harus meningkatkan pelayanannya, sehingga para penumpang merasa aman menggunakannya.

Masalah ini harus segera diselesaikan pemerintah agar tidak berlarut-larut, pengemudi angkutan umum terus melakukan unjuk rasa. Unjuk rasa sopir angkutan umum seperti ini sangat merugikan masyarakat pengguna angkutan umum, sekaligus tentunya meruginan negara, karena produktivitas para pekerja menurun akibat terganggu angkutan umum.

 

 


Komentar


Jakarta Timur - 36 menit yang lalu

Ayook, Segera Daftar Program Arus Balik Gratis Sepeda Motor dengan Kapal Laut

CAWANG, PJ – Mudik merayakan Lebaran di kampung halaman tentu saja menguras energi. Untuk keselematan dalam..
Bodetabek - 1 jam yang lalu

Pemkot Bekasi Bakal Gelar Operasi Yustisi Pasca Idulfitri

BEKASI, PJ - Pasca hari raya Idulfitri 1438 H atau tepatnya pada saat arus balik dimulai pemerintah Kota Bekasi akan..
Jakarta Pusat - 2 jam yang lalu

Tugu Monas Dibanjiri Ribuan Pengunjung

GAMBIR, PJ - Ribuan pengunjung memadati kawasan Tugu Monumen Nasional (Monas) yang terletak di daerah Jakarta Pusat...
Jakarta Utara - 3 jam yang lalu

Libur Lebaran, Wisata Religi di Makam Mbah Priok Ramai Dikunjungi Peziarah

KOJA, PJ – Libur Lebaran dimanfaatkan warga Jakarta untuk berkunjung ke tempat-tempat rekreasi. Namun, warga..
Jakarta Selatan - 3 jam yang lalu

Seorang Pria Mau Melompat Pagar Mapolda Jateng Ditangkap

KEBAYORAN BARU, PJ - Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial MR (32) lantaran hendak melompati pagar..
Bodetabek - 4 jam yang lalu

Bocah Perempuan Tenggelam Berenang di Sungai Cikeas

BOGOR, PJ - Dua bocah perempuan asal Jakarta tenggelam saat berenang di aliran Sungai Cikeas, Desa Cijayanti,..
Bodetabek - 5 jam yang lalu

Macet Total Antrean Kendaraan Dari Pacet Hingga Puncak

CIANJUR, PJ - Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, macet total dengan antrean kendaraan mencapai belasan kilometer..
Jakarta Selatan - 5 jam yang lalu

Pelaku Penyerangan Polda Sumut Bertambah Satu

KEBAYORAN BARU, PJ - Firmansyah Putra Yudi (32) ditetapkan menjadi tersangka kasus penyerangan ke Markas Polda..
Jakarta Utara - 6 jam yang lalu

Wakapolda Metro Mengecek Pengamanan Kawasan Wisata di Ancol

PADEMANGAN, PJ - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mendatangi kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta..
Bodetabek - 6 jam yang lalu

Bus Pariwisata di Rest Area Tol Ciawi di Razia Satlantas Polres Bogor

CIAWI, PJ - Puluhan bus pariwisata di rest area KM 45 Jalan Tol Ciawi yang hendak melintasi Jalur Puncak di razia..
Lihat Semua

Close
Close
Close




Indeks

Close
Close
Close