Rabu, 24 Mei 2017 WIB

Close
Close

Prostitusi Kelas Teri di Pinggir Rel Gunung Antang

Otto Ismail | Senin, 04 April 2016 | 23:32 WIB


Joget seronok menantang maut di pinggir rel. (Foto/Istimewa)

JATINEGARA, PJ - Memang benar Jakarta  sudah jadi kota modern dan metropolitan. Tapi jangan salah, di salah satu sudut kotanya masih ada geliat prostitusi kelas teri yang sudah menggeliat sejak puluhan tahun lalu.

Tak ada yang tahu bagaimana awal mulanya, warung remang-remang di pinggir rel Gunung Antang, Jatinegara bisa ada. Yang jelas kini, setiap malam, khususnya di akhir pekan warung itu tak sekadar tempat nongkrong biasa.

Bakal ada lampu kerlap kerlip di sana. Tak cuma itu, wanita semok dengan aroma parfum yang menusuk hidung. Menurut warga sekitar, lokalisasi Gunung Antang sudah ada sejak tahun 1976. Rupanya, sampai saat ini, lokalisasi ini cukup aman dari penertiban. Untuk sampai ke tempat ini, para tamu harus berjalan kaki sekitar 50 meter dari jalan raya.

Lokalisasi ini tidak jauh dari jembatan Gang Kelor, jembatan yang cukup akrab di telinga warga sekitar. Meski cukup berbahaya, ternyata pengunjung warung remang ini cukup banyak.

Sekitar tahun 2005, lokasi ini pernah jadi perbincangan hangat. Bukan karena keberhasilan petugas melakukan penertiban tapi insiden KA Argo Muria menabrak para tamu dan PSK yang berada di lokalisasi.

Lalu siapa sebenarnya yang bertanggung jawab agar lokasi yang membahayakan ini bisa kembali sesuai fungsinya?

Menurut Kapolsek Matraman, Kompol Djoko Santoso, penertiba warung ilegal di sekitaran rel Gunung Antang adalah tugas PT KAI dan Pemprov DKI.

"Sebenarnya masalah itukan PT KAI dan DKI karena itu terkait izin mendirikan bangun, masa bangunan diperbolehkan berdiri di tepi rel," kata Djoko.

Meski demikian, kata Djoko, pihaknya tetap memberikan perhatian khusus pada daerah itu. Khususnya terkait kriminalitas yang rawan terjadi.

"Kita pernah operasi izin di sana, dan kita pernah juga kok tangkap-tangkapin. Tapi sejauh ini memang belum ada peristiwa yang mencolok seperti kasus tahun 2005 silam," tambahnya.

Djoko mengaku dalam beberapa kali giat yang dia lakukan sering ada kendala. Pemilik warung, PSK maupun para tamu mendadak sepi saat mendengar kabar polisi akan melakukan penertiban.

"Mereka banyak mata-mata juga. Jadi kalau kita masuk sudah kosong. Tapi saya dapat pastikan setiap ada kasus kriminal pasti kita tindak, termasuk preman-preman di sana," tandasnya.

Dia mengaku sudah mengkomunikasikan masalah ini pada pihak DKI maupun PT KAI. "Kita sudah sering kirim surat, dan katanya kalau nggak salah dalam waktu dekat mau ditertibkan," pungkas Djoko.

[]


Komentar


Bodetabek - 48 menit yang lalu

Patroli Antisipasi Geng Motor di Depok Ditingkatkan

DEPOK, PJ – Mengantisipasi aksi geng motor dan tawuran, Polresta Depok meningkatkan patroli di lokasi rawan..
Jakarta Pusat - 1 jam yang lalu

Anies - Sandi Inginkan Masyarakat Mengolah Sampah Sendiri

BALAI KOTA, PJ – Pada kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan - Sandiaga..
Jakarta Pusat - 2 jam yang lalu

Depok dan Bogor Berpotensi Hujan Ringan

KEMAYORAN, PJ – BMKG memprakirakan hujan lokal akan terjadi di Bogor, Depok dan Tangerang hari ini, Rabu..
Jakarta Selatan - 4 jam yang lalu

di Kelurahan Pasar Manggis dan Kramat Pela, BPN Jaksel Buka Layanan Jemput Bola

SETIABUDI, PJ – Badan Pertangan Nasional (BPN) Jakarta Selatan telah membuka layanan jemput bola di Kelurahan..
Jakarta Timur - 6 jam yang lalu

Sudin KPKP Jakbar Tidak Temukan Produk Pangan, Zat Berbahaya di Empat Pasar

CAWANG, PJ – Produk pangan di Empat pasar tradisional dan satu lokasi binaan (lokbin), diperiksa oleh Suku..
Jakarta Pusat - 7 jam yang lalu

Jalur Mudik Lebaran 2017, Dijamin Kementerian PUPR Aman dan Lancar

GAMBIR, PJ – Guna meminimalisir resiko kecelekaan dan mengurangi kemacetan. Kementerian Pekerjaan Umum dan..
Balaikota - 8 jam yang lalu

di PRJ 2017, Anjungan Pemprov DKI Terapkan Transaksi Non Tunai

GAMBIR, PJ – Gerakan transaksi non tunai atau chasless terus didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI..
Balaikota - 9 jam yang lalu

Saat Ramadhan, Operasional Bus Transjakarta Diubah

GAMBIR, PJ – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan menyesuaikan operasional bus Transjakarta dengan..
Jakarta Timur - 10 jam yang lalu

Produk Pangan di Pasar Palmeriam Diperiksa Petugas Gabungan

MATRAMAN , PJ – Guna mencegah beredarnya bahan pangan yang mengandung zat berbahaya. Menjelang Ramadhan..
Jakarta Barat - 11 jam yang lalu

Yayat Sujatna : Kunjungan Raja Swedia Ke Kota Tua Bisa Tingkatkan Wisatawan

TAMANSARI, PJ - Kunjungan Tamu Kenegaraan dari Swedia Raja Carl XVI Gustaf yang datang bersama Ratu Sylvia ke Kawasan..
Lihat Semua

Close
Close
Close



Indeks


Close
Close
Close