Minggu, 26 Maret 2017 WIB

Close

Jakarta Untuk Semua

Oleh : Rafi Adam | Minggu, 30 Oktober 2016 | 20:27 WIB


Anies Baswedan saat naik vespa di Jal;an Thamrin /ist

APAPUN alasannya, ya tindakan Anies ini, mengendarai sepeda motor di kawasan larangan sepeda motor melanggar peraturan lalu lintas. Kondisi ini menunjukkan bahwa timses atau pendukung Anies tidak memahami aturan di Jakarta.

Nah pelanggaran ini akhirnya membuahkan kritik dan tidak mendapat simpati. Dalam masa kampanye seperti ini tentu harus lebih teliti dan hati-hati bertindak. Bertindak hati-hati bukan hanya untuk para pasangan calon, tapi perlu juga para timses dan para pendukungnya hati-hati serta simpatik dalam bersikap.

Misalnya saja sikap mendewakan atau mengklaim calon yang didukungnya paling hebat serta menghajar habis semua pihak yang tidak mendukung calonnya. Cara bertindak berlebihan seperti yang dilakukan para pendukung Ahok yang sering menghantam secara kasar pihak-pihak tidak mendukung Ahok dan mengklaim Ahok paling hebat.

Jangan juga dengan para penolak Ahok yang terus suka memprovokasi dengan bodoh, terus membawa isu SARA menghantam Ahok.

Cara seperti ini jelas merugikan mereka sendiri dan justru menumbuhkan simpati pembelaan bagi Ahok. Sebenarnya cara bodoh SARA ini menunjukkan bahwa mereka sendiri telah terjebak pada skenario menjadi mendukung Ahok. Semakin besar provokasi SARA yang dilontarkan semakin besar pula tumbuh rasa kasihan dan dukungan bagi Ahok.

Sebaiknya para penolak Ahok ini lebih cerdas lagi mencari cara menaikkan calon yang didukungnya. Sampai saat ini belum ada kampanye Pilkada Jakarta 2017 yang menawarkan perubahan substansial agar Jakarta menjadi hidup semua warganya dari semua warga memiliki hak hidup sama di Jakarta.

Jakarta Terus melawan dan terus menjatuhkan lawan justru tidak akan berbuah manis. Justru tindakan membabi buta menghantam lawan atau saingan menjadikan kondisi sebaliknya, kejatuhan pada calon yang didukung dan tambah dukungan bagi calon yang dihantam.

Nah sampai saat ini belum ada pasangan cagub-cawagub atau pendukung mereka yang menunjukkan diri sebagai pencinta Jakarta bagi semua warganya. Juga belum ada dari para pasangan calon apalagi timses atau pendukungnya yang berani mengatakan bahwa semua warga memiliki hak yang sama terhadap kotanya atau memiliki hak hidup sama di Jakarta.

Ketiadaan substansi kampanye yang mengatakan bahwa kita untuk semua warga dan semua warga memiliki hak sana atas kota Jakarta ini disebabkan mereka bukan mau menjadi peluang warga dan kita Jakarta. Semua dari mereka para cagub-cawagub, timses atau pendukung hanya berpikir menjadi penguasa dan menguasai Jakarta sebagai milik kelompoknya.

Sayang sekali setelah Pilkada Jakarta tidak akan ada perubahan substansial menjadikan Jakarta untuk semua warganya dan menjadikan semua warga mendapatkan hak hidup yang sama di kota Jakarta.

Penulis :
Azas Tigor Nainggolan / Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

 

 


Komentar


Jakarta Timur - 4 jam yang lalu

Sosialisasikan Budaya Betawi, Disparbud Gelar Sapta Pesona

CAWANG, PJ – Pengembangan pariwisata di DKI Jakarta sesuai dengan aturan pelestarian budaya betawi. Untuk..
Jakarta Pusat - 5 jam yang lalu

Organda: Semua Pelaku Usaha Transportasi Ikuti Aturan Permenhub 32

MENTENG, PJ – Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 Tentang transportasi berbasis..
6 jam yang lalu

Pemeriksaan TB Dilakukan Sudin Kesehatan Jakut

TANJUNG PRIOK, PJ – Memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Kegiatan Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH)..
Jakarta Selatan - 7 jam yang lalu

Peringatan Hari Air Sedunia Digelar PD PAM Jaya

CILANDAK, PJ – Peringatan Hari Air Sedunia digelar Perusahaan Daerah (PD) PAM Jaya di area Sarana Penampungan..
Jakarta Pusat - 8 jam yang lalu

Wapres Putuskan 36 Cabang Olahraga Asian Games 2018

SENAYAN, PJ – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla sebagai Ketua Tim Pengarah Kepanitiaan Asian Games 2018,..
Jakarta Timur - 9 jam yang lalu

Sumarsono: Pemprov DKI Optimis Venue Selesai Tepat Waktu

CAWANG, PJ – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menyebut, ada tiga hal yang menjadi fokus..
Bodetabek - 10 jam yang lalu

Ini 11 Kesepakatan Damai Sopir Angkot & Driver Ojek Online di Bogor

BOGOR, PJ - Sopir angkot dan driver ojek online di Bogor sudah sepakat berdamai, Hal ini ,menyusul kericuhan yang..
Jakarta Timur - 11 jam yang lalu

Djan Faridz Turun Gunung, Yakinkan Umat Islam Pendukung Ahok-Djarot

CAKUNG, PJ – Untuk mengembalikan kepercayaan warga di DKI Jakarta, partai pendukung pasangan Calon Gubernur DKI..
Nusantara - 11 jam yang lalu

Teladani Figur Hamka Hadapi Gelombang Globalisasi dan Dinamika Bangsa

PADANG, PJ - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH mengajak..
Jakarta Barat - 11 jam yang lalu

Ridho Rhoma Sudah Dua Tahun Menjadi Budak Narkoba

PALMERAH, PJ - Rupanya diam-diam, Ridho Rhoma sudah lama jadi pencandu narkoba. Pengakuannya kepada polisi sudah..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close