Senin, 01 Mei 2017 WIB

Close

Apapun Hasil Gelar Perkara, Hormati Hasilnya

Oleh : | TB Adhi | Rabu, 16 Nopember 2016 | 07:16 WIB


Suasa gelar perkara kasus penistaan agama /ist

SAAT tim Bareskrim Polri melakukan gelar perkara pengusutan kasus dugaan penistaan agama, yang dimulai sejak pkl -09.20 WIB di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016), apa yang dilakukan oleh Ahok? Ia menemui simpatisan yang mendatangi posko pengaduan Balai Rakyat di dekat Taman Situ Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Basuki Tjahaja Purnama sah-sah saja melakukan apa pun yang bernilai konstruktif dalam masa kampanye Pilgub DKI 2017 ini. Termasuk untuk memutuskan tidak menghadiri gelar perkara dari dugaan penistaan agama yang dilakukannyya medio September 2016 silam di Kepulauan Seribu.

Setelah sempat menjadi kontroversi, antara akan datang dan tidak, Ahok akhirnya memutuskan tidak menghadiri acara gelar perkara dan memilih untuk menemui simpatisannya di Balai Rakyat dekat Taman Situ Lembang itu.

Memang tidak ada ketentuan yang mengatur Ahok wajib datang dan memberikan keterangan dalam acara gelar perkara yang akhirnya dihelat selama sekitar 10 jam dari pkl 09.20 WIB hingga pkl 20.00 WIB. Dalam kurun waktu itu tim penyidik telah meminta keterangan dari sebayak 18 saksi ahli.

Tujuh saksi ahli dihadirkan oleh pihak kepolisian dalam gelar perkara yang bersifat terbuka tetapi terbatas tersebut. Yakni, enam saksi ahli dari pelapor dan lima ahli dari pihak terlapor, diantaranya adalah ahli tafsir dari Mesir. Kalangan media dibebaskan meliput, tetapi tayangan langsung televisi tak diperkenankan. Alhasil, beberapa SNG (satelite news gathering) atau mobil satelit beberapa studio tivi tak bisa dioperasikan secara maksimal.

Rencananya, hasil dari gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut akan disampaikan pada Rabu (16/11/2016) pkl 10.00 WIB pagi ini. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut apapun hasilnya, dia tetap menghargai kerja tim di Bareskrim.

"Apapun hasilnya saya menghargai tim ini karena mereka bekerja berdasarkan UU pasal 74 dan pasal 5 KUHP memberikan kewenangan terhadap penyelidik," kata Tito usai menghadiri sebuah acara 'An Evening with Kapolri' di Gedung Bhayangkari, Jl Sanjaya, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).

Jenderal Tito, seperti dikutip banyak media, memilih tak berkomentar banyak, termasuk soal situasi keamanan jelang pengumuman tersebut.

"Mestinya semua bersabarlah," komentar Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Kabareskrim Polri. "Saat ini tim sedang merumuskan kesimpulan sementara. Besok pagi kita umumkan hasil rumusannya," demikian disampaikan Komjen Ari Dono Sukmanto, Selasa Malam di Rupatama Mabes Polri.

Jika kalangan media mempertanyakan masalah keamanan dan pengamanan terkait kesimpulan dari kasus dugaan penistaan agama tersebut, sebenarnya itu sah-sah saja. Tensi atau suhu politik di ibukota saat ini terpantau panas.

Hujan deras memang terus mengguyur Jakarta beberapa hari terakhir, menyebabkan sebagian wilayah ibukota tergenang air. Hujan sekaligus meminimalisasi dampak dari tensi politik yang cenderung tinggi, menjelang penyampaian kesimpulan dari gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok ini.

Tensi tinggi itu pun menerjang Partai Golkar dengan kian retaknya hubungan antara Ketua Dewan Pembina Ir.Aburizal Bakrie dengan Ketua Umum Setya Novanto.

Sebelumnya, ARB dikesankkan mengkritisi kebijakan partai yang memutuskan tetap solid mendukung Ahok-Djarot Siaful Hidayat pada Pilkada serentak 15 Februari 2017. Itulah yang menjadi pemicunya. Pasalnya, Setya Novanto dan Partai Golkarnya memutuskan tetap solid mendukung duet petahana gubernur DKI Jakarta itu. []

 


Komentar


Bodetabek - 31 menit yang lalu

Hasil Gelar Perkara, Iwa K Terancam Empat Tahun Penjara

TANGERANG, PJ - Penetapan status Iwa K sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yakni hasil tes urin dan hasil..
Jakarta Pusat - 44 menit yang lalu

Polisi Menutup Jalan Istana Dengan Kawat Berduri

GAMBIR, PJ - Aparat Kepolisian telah menutup akses menuju Istana Presiden dengan menggunakan kawat berduri dilapisi..
Jakarta Pusat - 1 jam yang lalu

300 Massa Komite Aksi Perempuan Ikut Berdemo

GAMBIR, PJ - Beberapa komunitas serikat buruh yang berada di depan Patung Kuda dan Monumuen Nasional mengenakan baju..
Jakarta Timur - 1 jam yang lalu

Sandi : "Kartu Jakarta Jomblo" untuk Ajang Silaturahmi

CAWANG, PJ - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan segera meluncurkan program “Kartu Jakarta..
Jakarta Pusat - 1 jam yang lalu

KSPI Minta Presiden Jokowi Mau Menerima Langsung

GAMBIR, PJ - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indoneisa (KSPI) Said Iqbal mengatakan sebanyak 150 Ribu Buruh yang..
Nusantara - 1 jam yang lalu

Pesta Gay Party di Surabaya Dibubarkan Polisi, 14 Orang Diamankan

SURABAYA, PJ – Pesta seks kaum homoseksual atau gay party dibubarkan Kepolisian Resor Kota Surabaya,di sebuah..
Jakarta Selatan - 2 jam yang lalu

Usai Penetapan KPU DKI, Anies-Sandiaga Kunjungi 267 Kelurahan

KEBAYORAN BARU, PJ – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berencana mengunjungi 267 kelurahan yang..
Jakarta Selatan - 3 jam yang lalu

Disiapkan Panggung Hiburan untuk Buruh di GBK

SENAYAN, PJ - Pemerintah menyiapkan sebuah panggung hiburan untuk menghibur buruh yang rencaananya akan melaksanakan..
Jakarta Utara - 4 jam yang lalu

RTH-RPTRA Kalijodo Bagai Magnet Menyedot Ribuan Pengunjung

PENJARINGAN, PJ - Marwadi (65) tertegun sejenak melihat pemandangan yang ada di depan matanya di Ruang Terbuka Hijau..
Jakarta Selatan - 4 jam yang lalu

Petunjuk Lalu Lintas di Jakarta Saat Unjuk Rasa Buruh “May Day"

SENAYAN, PJ - Selama May Day 1 Mei 2017, Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas pada akses jalan yang..
Lihat Semua

Close
Close



Indeks


Close
Close
Close